1 / 19

Editing

Download Presentation

Editing

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. EditingEditing atau menyunting adalah suatu proses dalam pekerjaan redaksi yang sifatnya mempertimbangkan setiap materi publikasi secara substansial serta up grading teknis penyajian materi publikasi setelah melewati penilaian substansi dipandang layak untuk disiarkan. Staf redaksi yang melakukan editing biasa disebut editor atau redaktur.

  2. Tujuan editing adalah menjadikan materi publikasi (naskah, foto maupun bahan publikasi lain) dapat menyampaikan pesan secara efektif, dapat dipahami pembaca dengan cepat (dengan menggunakan waktu sesingkat mungkin) dan termuat dalam media dengan pemakaian tempat yang efisien pula.

  3. Penyampaian pesan dengan menggunakan waktu dan tempat (space) yang efisien serta teknik penyampaian yang efektif merupakan prinsip pokok jurnalistik. Azas yang berlaku dalam jurnalistik memang menghendaki komunikasi berlangsung dengan cepat dan jelas dalam waktu dan tempat yang relatif terbatas.

  4. Sebagai filter terakhir dalam jajaran redaksi, redaktur memiliki wewenang untuk memperbaiki atau mengubah laporan reporter dan artikel opini agar sesuai dengan standar penulisan yang telah ditentukan, yaitu tulisan yang efisien dan efektif.

  5. Cakupan EditingEditing meliputi pemeriksaan dan perbaikan (up grading) naskah, baik secara teknis maupun non teknis. Pemeriksaan dan perbaikan naskah berdasarkan aspek non teknis pada dasarnya adalah pemeriksaan perihal substansi sebuah naskah. Sedang pemeriksaan dan perbaikan naskah dari aspek teknisnya dalah mengupayakan agar penyajian naskah menjadi lebih efisien dan penyampaian pesan menjadi efektif.

  6. Ketika membaca naskah seorang redaktur harus berpikir apakah isi dan teknik penyajian naskah sudah sesuai dengan kriteria yang dirumuskan dalam politik keredaksian. Sedang ketika redaktur memeriksa, memilih dan kemudian memperbaiki naskah ia harus berpikir apakah naskah sudah disajikan sedemikian rupa sehingga membantu penyampaian informasi yang efektif dan efisien.

  7. Redaktur dituntut kritis terhadap tulisan/naskah yang diterima. Sikap kritis tidak hanya naskah harus memenuhi standar jurnalistik, tetapi juga apakah isinya sudah sesuai dengan politik keredaksian, sudah sesuai dengan kebutuhan pembacanya.

  8. Aspek yang harus dipertimbangkan ketika melakukan editing antara lain:News Value (nilai berita). Artinya, kalau tidak semua naskah bisa dimuat dan harus dipilih, maka harus memilih mana yang memiliki news value paling tinggi.

  9. Relevansi: Artinya apakah isi naskah bermanfaat dan relevan untuk disampaikan kepada para pembaca. Maksudnya apakah penting dan menarik bagi mereka. Bisa dikatakan penting jika informasinya memiliki dampak langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan pembaca. Sedang menarik jika mampu mengusik dan memikat perhatian pembaca.

  10. Angle atau sudut pandang. Sudut pandang yang baik adalah yang bukan pengulangan pemberitaan yang sudah disiarkan sebelumnya, baik oleh media sendiri maupun media lain. Kalau pengulangan maka fakta yang disajikan harus lebih lengkap atau memiliki hal-hal yang lebih baru.

  11. Kelengkapan fakta: Pada berita (straight news) kelengkapan fakta lebih mudah diperiksa, yakni dilihat dari unsur 5 W + 1 H. Untuk feature dan laporan mendalam atau artikel kelengkapan fakta sering menjadi persoalan, yaitu seberapa lengkap fakta yang disajikan untuk mendukung sudut pandang yang dipilih, sebab dituntut penjabaran lebih rinci untuk menguraikan jawaban why dan how.

  12. Aspek Pelanggaran Etika Jurnalistik: Acuannya bisa dua, yaitu kode etik jurnalistik yang sudah ditetapkan secara nasional dan yang ditetapkan secara internal di suatu media. Bentuk pelanggaran bisa pencemaran nama baik orang atau institusi, deskripsi yang sangat jelas terhadap sesuatu yang dilarang, misalnya deskripsi soal sadisme atau pemaparan seks.

  13. Aspek Hukum: Unsur yang memungkinkan adanya tuntutan hukum dari pihak lain harus dihilangkan. Untuk itu redaktur harus jeli.

  14. Keberimbangan (balance) dan Ketidakberpihakan (fairness): Keberimbangan adalah memberi kesempatan yang sama bagi dua pihak yang berseberangan untuk memberi kesaksian atau tanggapan, dengan porsi yang sama juga. Sedang fairness adalah sikap tidak memihak salah satu pihak yang berselisih.

  15. Masalah SARA: Ada sejumlah hal yang mengandung unsur-unsur yang secara politis dilarang untuk disiarkan, yaitu menyangkut unsur SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Batasannya memang tidak cukup jelas. Karena itu seorang redaktur harus memiliki pikiran jernih untuk mempertimbangkan apa saja yang betul-betul masuk SARA. Untuk itu bisa didiskusikan di internal redaksi.

  16. Perbaikan aspek teknis. Jika semua aspek non teknis sudah beres, barulah editing memasuki pekerjaan teknis, yaitu up grading naskah yang mengupayakan penyajian menjadi efisien dan penyampaian menjadi efektif.

  17. Struktur Tulisan: Struktur laporan yang diserahkan reporter termasuk yang perlu dinilai ulang. Sangat mungkin terjadi, ada sejumlah alenia yang harus dipertukarkan letaknya, agar ‘jalan pikiran’ naskah tersebut menjadi lebih jernih dan mudah dipahami. Jika yang disunting berita langsung, maka patokannya adalah pola piramida terbalik.

  18. Kalau naskah yang disunting berbentuk feature, laporan in-depth, atau artikel opini, maka struktur tulisan lebih banyak ditentukan oleh tahapan-tahapan uraian yang bersambung dengan baik satu sama lain, yang memungkinkan pembaca dibawa ‘memahami persoalan’ secara mudah, terang dan terhindar dari pengulangan serta tidak berbelit-belit. Pemeriksaan struktur tulisan dimulai dengan melihat keterkaitan logis antar alenia, sejak alenia pertama sampai akhir.

More Related