Download
bagaimana mempraktekkan ajaran buddha sebagai seorang umat awam bagian 2 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2

Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2

137 Views Download Presentation
Download Presentation

Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2

  2. Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2 The Five Precepts The Two Acrobats Buddhism and society

  3. Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2 Lima Sila The Two Acrobats Buddhism and society

  4. Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2 Lima Sila Dua Akrobat Buddhism and society

  5. Bagaimana mempraktekkan ajaran Buddha sebagai seorang umat awam – Bagian 2 Lima Sila Dua Akrobat Ajaran Buddha dan masyarakat

  6. Lima Sila They are our protection But they are more than that! The Two Acrobats

  7. Lima Sila Mereka adalah perlindungan kita But they are more than that! The Two Acrobats

  8. Lima Sila Mereka adalah perlindungan kita Tetapi mereka lebih dari itu! The Two Acrobats

  9. Lima Sila Mereka adalah perlindungan kita Tetapi mereka lebih dari itu! Dua Akrobat

  10. Dua Akrobat Once upon a time, a master bamboo acrobat and his young assistant began making preparations for a show in the marketplace. It was to be a balancing act, high above the ground and quite dangerous.

  11. Dua Akrobat Pada suatu ketika, seorang tuan akrobat bambu dan asisten mudanya mulai membuat persiapan untuk suatu pertunjukan di pasar. It was to be a balancing act, high above the ground and quite dangerous.

  12. Dua Akrobat Pada suatu ketika, seorang tuan akrobat bambu dan asisten mudanya mulai membuat persiapan untuk suatu pertunjukan di pasar. Suatu pertunjukan penyeimbangan, jauh di atas tanah dan cukup berbahaya.

  13. Dua Akrobat Akan tetapi, mereka berdiri untuk memperoleh banyak uang dari keramaian, yang telah mulai berkumpul dengan gembira. The master and his assistant began the climb up the wires and poles, high above the crowd.

  14. Dua Akrobat Akan tetapi, mereka berdiri untuk memperoleh banyak uang dari keramaian, yang telah mulai berkumpul dengan gembira. Tuan dan asistennya mulai memanjati kawat dan galah, jauh di atas keramaian.

  15. Dua Akrobat Tuan berkata pada asisten mudanya,”Kamu mengawasi saya dan saya akan mengawasi kamu.” “Then watching over each other, we’ll perform our acts safely, then come down and receive our rewards.”

  16. Dua Akrobat Tuan berkata pada asisten mudanya,”Kamu mengawasi saya dan saya akan mengawasi kamu.” “Dengan saling mengawasi, kita melakukan pertunjukan dengan aman, kemudian turun dan menerima hadiah kita.”

  17. Dua Akrobat Tetapi asisten muda berkata, “tidak tuan, anda mengawasi diri anda sendiri dan saya akan mengawasi diri saya sendiri.” “Then watching out for ourselves, we’ll perform our acts safely, then come down and receive our rewards.”

  18. Dua Akrobat Tetapi asisten muda berkata, “tidak tuan, anda mengawasi diri anda sendiri dan saya akan mengawasi diri saya sendiri.” “Dengan mengawasi diri kita masing-masing, kita melakukan pertunjukan dengan aman, kemudian turun dan menerima hadiah kita.”

  19. Dua Akrobat Jadi siapa yang benar? The master saying to watch out for each other? Or The assistant saying to watch out for themselves?

  20. Dua Akrobat Jadi siapa yang benar? Perkataan tuan untuk saling mengawasi? Atau The assistant saying to watch out for themselves?

  21. Dua Akrobat Jadi siapa yang benar? Perkataan tuan untuk saling mengawasi? Atau Perkataan asisten untuk mengawasi diri mereka masing-masing?

  22. Dua Akrobat Asistennya benar. How can we watch out for others if we cannot watch out for ourselves first? We have to watch out for ourselves first, before we can watch out for others.

  23. Dua Akrobat Asistennya benar. Bagaimana mungkin kita dapat mengawasi orang lain jika kita tidak dapat mengawasi diri kita terlebih dahulu? We have to watch out for ourselves first, before we can watch out for others.

  24. Dua Akrobat Kita harus mengawasi diri kita terlebih dahulu, sebelum kita dapat mengawasi orang lain.

  25. Dua Akrobat Bagaimana seseorang mengawasi dirinya sendiri? Through pursuing the practice, through developing it, through devoting oneself to it. This is how when watching after oneself, one watches after others.

  26. Dua Akrobat Bagaimana seseorang mengawasi dirinya sendiri? Dengan menjalani praktek, mengembangkannya, dan ketekunan diri. This is how when watching after oneself, one watches after others.

  27. Dua Akrobat Bagaimana seseorang mengawasi dirinya sendiri? Dengan menjalani praktek, mengembangkannya, dan ketekunan diri. Inilah caranya ketika mengawasi diri sendiri, seseorang mengawasi orang lain.

  28. Dua Akrobat Dan bagaimana seseorang mengawasi orang lain? Through harmlessness and compassion, and kindness and sympathy. This is how when watching after others, one watches after oneself.

  29. Dua Akrobat Dan bagaimana seseorang mengawasi orang lain? Melalui cinta kasih dan belas kasih, dan kebaikan dan dengan bersimpati. This is how when watching after others, one watches after oneself.

  30. Dua Akrobat Bagaimana seseorang mengawasi dirinya sendiri? Melalui cinta kasih dan belas kasih, dan kebaikan dan dengan bersimpati. Inilah caranya ketika mengawasi orang lain, seseorang mengawasi diri sendiri.

  31. Dua Akrobat Buddha : When watching after oneself, one watches after others. When watching after others, one watches after oneself.

  32. Dua Akrobat Buddha : Ketika mengawasi diri sendiri, seseorang mengawasi orang lain. When watching after others, one watches after oneself.

  33. Dua Akrobat Buddha : Ketika mengawasi diri sendiri, seseorang mengawasi orang lain. Ketika mengawasi orang lain, seseorang mengawasi diri sendiri.

  34. Dua Akrobat Buddha : Ketika mengawasi diri sendiri, seseorang mengawasi orang lain. Ketika mengawasi orang lain, seseorang mengawasi diri sendiri. Sedaka Sutta : Akrobat Bambu Samyutta Nikaya 47.19

  35. Lima Sila They are our protection But they are more than that! They are the protection of others too.

  36. Lima Sila Mereka adalah perlindungan kita But they are more than that! They are the protection of others too.

  37. Lima Sila Mereka adalah perlindungan kita Tetapi mereka lebih dari itu! They are the protection of others too.

  38. Lima Sila Mereka adalah perlindungan kita Tetapi mereka lebih dari itu! Mereka juga perlindungan bagi orang lain.

  39. Lima Sila Perlindungan 1. Abstain from harming and killing 2. Abstain from taking what is not given 3. Abstain from sexual misconduct 4. Abstain from lying and false speech 5. Abstain from abuse of intoxicants and drugs

  40. Lima Sila Perlindungan 1. Keamanan dan kehidupan semua makhluk 2. Abstain from taking what is not given 3. Abstain from sexual misconduct 4. Abstain from lying and false speech 5. Abstain from abuse of intoxicants and drugs

  41. Lima Sila Perlindungan 1. Keamanan dan kehidupan semua makhluk 2. Penghidupan dan pemilikan orang lain 3. Abstain from sexual misconduct 4. Abstain from lying and false speech 5. Abstain from abuse of intoxicants and drugs

  42. Lima Sila Perlindungan 1. Keamanan dan kehidupan semua makhluk 2. Penghidupan dan pemilikan orang lain 3. Kebahagiaan dan Kesatuan keluarga 4. Abstain from lying and false speech 5. Abstain from abuse of intoxicants and drugs

  43. Lima Sila Perlindungan 1. Keamanan dan kehidupan semua makhluk 2. Penghidupan dan pemilikan orang lain 3. Kebahagiaan dan Kesatuan keluarga 4. Integritas dan keamanan masyarakat 5. Abstain from abuse of intoxicants and drugs

  44. Lima Sila Perlindungan 1. Keamanan dan kehidupan semua makhluk 2. Penghidupan dan pemilikan orang lain 3. Kebahagiaan dan Kesatuan keluarga 4. Integritas dan keamanan masyarakat 5. Semua yang di atas!

  45. Ajaran Buddha dan masyarakat Tidak pernah jalan ‘satu arah’. There are always reciprocal responsibilities between people, groups of people and society as a whole too.

  46. Ajaran Buddha dan masyarakat Tidak pernah jalan ‘satu arah’. Selalu ada tanggung jawab timbal balik diantara orang-orang, kelompok orang dan juga seluruh masyarakat.

  47. Sigalovada Sutta Kode kedisiplinan untuk umat awam The Buddha’s Guide to Peace and Happiness

  48. Sigalovada Sutta Kode kedisiplinan untuk umat awam Nasehat Buddha menuju Perdamaian dan Kebahagiaan

  49. Sigalovada Sutta Anak-anakdanOrangtua Bagaimanaanak-anaksepantasnyamemperlakukanorangtuanyaMenyokongmerekaketikadiperlukanMembantumerekadalambisnis, pekerjaanataudengancaralainnya yang tepatMenjagakebersamaankeluargaPantasuntukmendapatkanwarisanMelakukanperbuatanberjasauntukmengenangorangtuadansanakkeluarga yang telahmeninggal