1 / 35

PENGAWASAN & KINERJA LEMBAGA KEUANGAN

PENGAWASAN & KINERJA LEMBAGA KEUANGAN. Budi Purwanto budipu@about.me http://about.me/budipu http://subud.wordpress.com. SISTEM KEUANGAN. Bank Indonesia. Otoritas Moneter. Banking Supervision. Sistem Moneter. Bank Umum. Perbankan. BPR. UU No. 10/1998. Sistem Keuangan.

meris
Download Presentation

PENGAWASAN & KINERJA LEMBAGA KEUANGAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGAWASAN & KINERJA LEMBAGA KEUANGAN Budi Purwanto budipu@about.me http://about.me/budipu http://subud.wordpress.com

  2. SISTEM KEUANGAN Bank Indonesia Otoritas Moneter BankingSupervision Sistem Moneter Bank Umum Perbankan BPR UU No. 10/1998 Sistem Keuangan Modal Ventura Leasing Perusahaan Pembiayaan Anjak Piutang Non Sistem Moneter Kartu Kredit Pembiayaan Konsumen Asuransi Dana Pensiun Perusahaan Keuangan Lain Perusahaan Sekuritas. Perusahaan Pemeringkat Perusahaan Gadai Pialang Pasar Uang

  3. Pengawasan Lembaga Keuangan • Eksternal – Pemerintah • Internal – Manajemen

  4. TUGAS BANK INDONESIA Menetapkandanmelaksanakankebijakanmoneter. Mengaturdanmenjagakelancaransistempembayaran. MENCAPAI & MEMELIHARA KESTABILAN NILAI RUPIAH Mengatur & mengawasi Bank.

  5. Mengapa Bank Harus Diawasi? Perbankan Lembagakeuanganutamadalamsistemkeuangan (terutamadinegaraberkembang) Kegagalansuatu bank dapatmenyebabkankrisisperbankanSistemkeuangan Sistemperekonomian Biayaperbaikan yang sangatmahal Di Indonesia, perbankan menguasai +/- 90% asset industri keuangan PerbankanSistem dalam Sistem  Interdependen Perlunya bank diatur dan diawasi Perbankan  Lembaga kepercayaan  sangat rentan / fragile

  6. TUJUAN PENGAWASAN BANK • Menciptakan sistem perbankan yang sehat yang memenuhi tiga aspek yaitu : • Sanggup memelihara kepentingan masyarakat. • Bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan. perekonomian dan pengendalian moneter. • Mampu mengembangkan usahanya secara wajar.

  7. Fungsi & Peran Pengawasan • Kepentingan Pemerintah • Alasan Perlu • 3 Fungsi LembagaKeuangan • Sistem Keuangan • Lembaga Pelaksana • Bank Sentral • Bank Sentral Disatukan dalam Otoritas Moneter • Bank Sentral, kemudian Dipisahkan menjadi Otoritas Moneter • Strategi dan Metode Dasar • Regulasi • Pengawasan Tidak Langsung • Pengawasan Langsung • Kontak dan Komunikasi • Tindakan Remedial dan Penerapan Sanksi • Kerjasama dengan Otoritas Pengawasan Bank Negara Lain

  8. Pengaturan & Pengawasan Perbankan Siapa yang mengatur Bank? Pengaturan Bank akan efektif kalau yang mengatur tunggal. Siapa yang mengawasi Bank? Pengaturan Bank oleh Bank Indonesia sebagai Lembaga Otoritas Pengawas Bank. • Pengurus (Pemilik dan Pengelola) • Masyarakat (Market Discipline) • Bank Indonesia (Otoritas Pengawas Bank) Pengawasan Bank oleh Bank Indonesia merupakan amanat UU No.23 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia.

  9. Pengaturan Bank Ketentuan-ketentuan yang mengatur keberadaan dan seluruh kegiatan operasional bank. Bentuk pengaturan Prinsip Prinsip kehati-hatian  Banking prudential principles. Untuk kepentingan pengawasan khususnya oleh lembaga otoritas, dan dalam rangka informasi bagi yang berkepentingan (pengawasan oleh masyarakat dan pengelola). Maksud • Pengaturan izin pendirian (loose or tight). • Pengaturan cakupan kegiatan (boleh/tidak). • Pengaturan pemilik & pengurus (fit and proper). • Pengaturan kecukupan modal (kriteria penilaian aktiva). • Pengaturan risiko. Ruang Lingkup

  10. Pengawasan Bank Pengaturan Bank (Prudential Banking Principles) Pengawasan Bank  Memantau/memeriksaapakahpemilik/pengelolatelahmelaksanakanketentuan Oleh Lembaga Otoritas (Bank Indonesia) LANGSUNG TIDAK LANGSUNG Mendatangi dan memeriksa bank Melalui laporan yang disampaikan oleh bank kepada Bank Indonesia • Umum • Khusus • Periodik • Ad hoc

  11. STRATEGI PENGAWASAN BANK • Menetapkan Peraturan. • Pengawasan Secara Dedicated. • Penerapan Risk Based Supervision yang berorientasi pada forward looking analysis. • Prudential Meeting/Interview. • Pengenaan Sanksi. • Monitoring.

  12. IMPLEMENTASI SISTEM PENGAWASAN • Pengawasan terpadu yaitu melalui kebijakan & ketentuan perbankan (Macro Economic Supervision Function). • “Full Responsibility” dalam pengawasan individual bank. • Prudential Regulation Approach. • Risk - Based Approach. • Consolidated Supervision Approach.

  13. The Basel Commitee on Banking Supervision: Capital Accord • Latar Belakang • Kegagalan Bankhauss Herstatt • Bertujuan Kerjasama dan Harmonisasi Standar • Cakupan Internasional dan Domestik • International Convergence of Capital Measurement and Capital Standards • Solid & Sound • Kecukupan Modal vs Risiko Kredit • Mempertimbangkan Perkembangan Otoritas Pengawasan • Modal dibedakan dalam dua lapis: Inti dan Penunjang • Pembobotan Risiko • Rasio Kecukupan Modal Minimum • The New Basel Capital Accord • Pilar I: Kecukupan Modal Minimum • Pilar II: Riview oleh Pengawas • Pilar III: Disiplin Pasar

  14. The Basel Commitee on Banking Supervision: Core Principle • Konsep Dasar • Batasan Tanggung Jawab Pengawasan Bank • Prinsip Pengawasan Efektif • Precondition • Licencing Process and Approval for Changes in Structure • Prudential Regulations and Requirements • Methods of Ongoing Banking Supervision • Information Requirements of Banking Organization • Formal Powers of Supervisor • Cross-Border Banking

  15. Asas Kehati-hatian (Prudent) • Latar Belakang •  asas perbankan sehat •  asas perkreditan sehat: 5C • Karakter Regulasi dan Supervisi Prudens • Pendekatan Penilaian Kesehatan Bank • Capital • Asset • Management • Earning • Liquidity

  16. Kinerja Lembaga Keuangan Ukuran-ukuran kesehatan

  17. DasarHukum • DasarHukum I UU No. 10 Thn 1998, Undang-UndangPerbankan. • DasarHukum II UU No. 3 Thn 2004, Undang-Undang Bank Sentral.

  18. Perusahaan Aktivitas Profitabilitas Likuiditas Solvensi Pasar Lembaga Keuangan Permodalan Kehati-hatian Risiko Profitabilitas Pasar Rasio-rasio Keuangan

  19. Rasio Keuangan LK • Capital Adequacy Ratio, • Aktiva Produktif, • Non-Performing Loan, • Penyisihan Pencadangan Aktiva Produktif, • Biaya Operasi / Pendapatan Operasi, • Loan to Deposit Ratio

  20. Profitabilitas LK • Return on Equity (ROE) • Return on Assets (ROA) • Cost Efficiency Ratio (CER) • Net Interest Margin (NIM) • Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BOPO) • Rasio Perbaikan Aset • Non Performing Loan (NPL) • Rasio Kehati-hatian • Capital Adequacy Ratio (CAR) • Legal Lending Limit • Net Open Position (NOP) • Loan Concentration Ratio (LCR) • Loan to Deposit Ratio (LDR)

  21. Standar Kinerja

  22. Mengukur Kesehatan Bank Dari hasil pengawasan diketahui tingkat kesehatan Bank yang dapat dikelompokkan dalam empat kategori: SEHAT, CUKUP SEHAT, KURANG SEHAT DAN TIDAK SEHAT.

  23. Kinerja Kesehatan  CAMELS

  24. Modal x100% CAR = ATMR CAR = 8% Capital

  25. AktivaProduktif yang Diklasifikasikan x100% ATMR= 1. 1. Total AktivaProduktif Assets 2. Cadangan Aktiva yang Diklasifikasikan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko

  26. Manajemen 2 Manajemen 1. Manajemen Umum (Strategi, Struktur, Sistem, Sumber Daya Manusia, Kepemimpinan, Budaya Kerja) 2. Manajemen Risiko (Risiko Likiuditas, Risiko Pasar, Risiko Kredit, Risiko Operasional, Risiko Hukum, Risiko Pemilik dan Pengurus)

  27. Laba Sebelum Pajak x100% ROA = 1. 1. Rata-rata Volume Usaha Biaya Opersional x100% BOPO = 2. Rata-rata Volume Usaha Earning 2 Efisiensi

  28. KewajibanBersihAntar Bank 1. x100% Modal Inti Jumlah Kredit yang Diberikan x100% LDR = 2. Dana yang Diterima Bank Liquidity

  29. Kelebihan Modal Kelebihan Modal 1. 2. x100% x100% Potensi Kerugian Suku Bunga Potensi Kerugian Nilai Tukuar Sensitivity

  30. Penilaian Tingkat Kesehatan • Faktor • Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Rentabilitas, Likuiditas, ketentuan lain • Pembobotan • Pengguna • Predikat • Sehat, Cukup Sehat, Kurang Sehat, Tidak Sehat • Hasil Penilaian • Kuantifikasi

  31. Pembobotan Kinerja

  32. Faktor yang MengugurkanPenilaianTingkat Kesehatan Bank ~ Perselisihan Intern ~ Campur Tangan Pihak Luar Bank ~ Window Dressing ~ Praktek Bank dalam Bank ~ Kesulitan yang Mengakibatkan Pengunduran dalam Kliring ~ Praktek yang Membahayakan Usaha Bank

  33. Pelanggaran Batas MaksimumPemberian Kredit PelanggaranKetentuanPenyelesaian PengaduanNasabah 1 5 2 3 PelanggaranKetentuanPosisiDevisaNetto PelanggaranKetentuan Know Your Customer PelanggaranTransparansiProduk Bank dan Penggunaan Data PribadiNasabah 4 Hal-hal yang MempengaruhiPenilaianKesehatan Bank Umum ~

  34. Pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit 1 3 Pelanggaran Ketentuan Know Your Customer Pelanggaran Transparansi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah 4 Hal-hal yang MempengaruhiPenilaianKesehatanBPR ~

  35. Kepustakaan • Saunders, Anthony & Marcia M. Cornett. 2006. Financial Institutions Management: a Risk Management Approach. 5th Edition. McGraw-Hill International Edition. [SC] • Hull, John C. 2002. Option, Futures, & Other Derivatives. Fift Edition. Prentice Hall. [HJ] • Siamat, Dahlan. 2004. ManajemenLembagaKeuangan. EdisiKeempat. LembagaPenerbitFakultasEkonomiUniversitas Indonesia [SD] • Riyadi, Selamet. 2004. Banking Assets and Liability Management. PenerbitFakultasEkonomiUniversitas Indonesia [RS]

More Related