1 / 129

Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

Manajemen. KINERJA. Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Dermawan Wibisono, Ph.D. PENERBIT ERLANGGA. BAB 1. MENGELOLA KINERJA PERUSAHAAN DI ABAD 21. PENERBIT ERLANGGA. TUJUAN BAB 1.

torn
Download Presentation

Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Manajemen KINERJA Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Dermawan Wibisono, Ph.D PENERBIT ERLANGGA

  2. BAB 1 MENGELOLA KINERJA PERUSAHAAN DI ABAD 21 PENERBIT ERLANGGA

  3. TUJUAN BAB 1 • Memberikan pemahaman dan pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan kinerja perusahaan di abad 21 PENERBIT ERLANGGA

  4. Bagan Kebutuhan Sistem Manajemen Kinerja Baru • GlobalisasidanLiberalisasiPerdaganganDunia • AFTA (Asian Free Trade Area) • APEC (The Asian Pasific Economic Cooperation) • NAFTA ( North America Free Trade Area) • GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) PerubahanLingkungan HubunganEkonomi, Iptek, danBudaya PerubahanStrategiDunia Usaha VisidanMisiBaru ParadigmaBaru • ManajemenKinerjaBaru • AlatUntukmengkomunikasikantujuandanpencapaian(goal & Achievement) • Menjaminbahwaperusahaanmenggunakansumberdayasecaraefisien • Fokuspadaperbaikanberkelanjutan • Panduan yang kritisuntukevaluasiefektivitasorganisasi PENERBIT ERLANGGA

  5. SISTEM MANAJEMEN KINERJA:Latar Belakang • Penggunaan rasio finansial secara tunggal tidak lagi mencukupi untuk menganalisis kinerja perusahaan • Diperlukan sistem manajemen kinerja yang baru untuk mengakomodasi perubahan lingkungan persaingan dunia usaha PENERBIT ERLANGGA

  6. SISTEM MANAJEMEN KINERJA:Kebutuhan akan Perubahan • Memenangkan keinginan dan kebutuhan dari setiap stakeholder, yang terdiri dari penanam modal, karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah dan masyarakat PENERBIT ERLANGGA

  7. Bagan Jejaring Hubungan Stakeholder Penyedia Modal Lain PemegangSaham Bankir Investor Pelanggan Pemerintah PERUSAHAAN KelompokPenekan Perantara MitraAliansi SerikatBuruh Pemasok Karyawan Masyarakat PENERBIT ERLANGGA

  8. SISTEM MANAJEMEN KINERJA:Isu-isuTerkini • Revolusi konsep keberhasilan • Pengukuran kinerja vs strategi perusahaan • Agenda sosial • Aktiva tak berwujud • Kekuatan dan kelemahan teknologi informasi • Krisis dalam pengukuran kinerja • Krisis pengukuran • Biaya pengukuran kinerja PENERBIT ERLANGGA

  9. KERANGKA SISTEM MANAJEMEN KINERJA • Kerangkamanajemenkinerja yang umumdipergunakan: - BSC - PRISM - 6 SIGMA - MBNQA - SMART - PMQ - PWCM - QPMM PENERBIT ERLANGGA

  10. BAB 2 KONSEP SISTEM MANAJEMEN KINERJA PENERBIT ERLANGGA

  11. TUJUAN BAB 2 • Memberi pemahaman mengenai dasar dan tahap perancangan sistem manajemen kinerja PENERBIT ERLANGGA

  12. DASAR PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA • 7 kriteria Maskell (1981) • 7 Kriteria Globerson (1996) • Harus dapat mengakomodasikan sistem operasi dari sebuah perusahaan PENERBIT ERLANGGA

  13. TAHAP PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA • Terdiri dari: - Fondasi - Informasi dasar - Perancangan - Penerapan - Penyegaran PENERBIT ERLANGGA

  14. TAHAP 0: FONDASI • 4 fondasi dalam mengembangkan sistem manajemen kinerja yaitu: kemitraan, pemberdayaan, perbaikan kinerja yang terintegrasi dan tim yang mandiri • 5 kaidah perancangan sistem manajemen kinerja PENERBIT ERLANGGA

  15. TAHAP 1: INFORMASI DASAR • Sebagai masukan dalam perancangan • Mencakup informasi tentang industri, pemerintah dan masyarakat, pasar dan pesaing serta produk dan jasa PENERBIT ERLANGGA

  16. TAHAP 2: PERANCANGAN • Penentuan: - Visi - Misi - Strategi - Kerangka kerja PENERBIT ERLANGGA

  17. TAHAP 3: PENERAPAN • Menerapkan rancangan yang mencakup: display, laporan, sosialisasi, analisis manfaat/biaya, modifikasi proses, pelatihan, sumber daya dan kedudukan SMK saat ini terhadap SMK yang baru PENERBIT ERLANGGA

  18. TAHAP 4: PENYEGARAN • Merupakan langkah evaluasi terhadap sistem manajemen kerja yang dirancang PENERBIT ERLANGGA

  19. Elemen Struktur Industri: Lima Kekuatan Porter Ancaman pemainbaru PemainBaru HAMBATAN UNTUK MASUK PERSAINGAN ANTAR KOMPETITOR Ancaman pemain baru TINDAKAN PEMERINTAH HAMBATAN UNTUK KELUAR Pesaing Industri Daya tawar pemasok Daya tawar pembeli Pemasok Pembeli Intensitas persaingan KEKUATAN PEMASOK KEKUATAN PEMBELI Ancamam produk pengganti KETERSEDIAN PENGGANTI ProdukPengganti PENERBIT ERLANGGA

  20. INDUSTRI: Bagan Sistem Analisis Persaingan Tujuandimasadepan Padasetiap level manajemendanmultidimensi Strategisaatini Bagaimanabisnispesaingsaatini? • ProfilResponsPesaing • Apakahpesaingpuasdenganposisinyasaatini? • Apalangkahdanstrategi yang akandiambilolehpesaing? • Di manakahkelemahanpesaing? • Hal apa yang akanmemprovokasitindakanbalasanpesaing? Kapabilitas Kekuatandankelemahanperusahaan Asumsi Cara pandangterhadapdirisendiridanindustri PENERBIT ERLANGGA

  21. BAB3 PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PENERBIT ERLANGGA

  22. TUJUAN BAB 3 • Memberi pengetahuan mengenai mekanisme perancangan sistem manajemen kinerja • Memberi pengetahuan tentang pengembangan visi, misi dan strategi perusahaan PENERBIT ERLANGGA

  23. PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA • Sepuluh kesalahan besar yang sering dilakukan dalam proses perancangan sistem manajemen kinerja PENERBIT ERLANGGA

  24. VISI • Cita-cita sebuah organisasi/perusahaan yang ingin dicapai di masa depan • Kegunaan visi • Kriteria visi yang baik PENERBIT ERLANGGA

  25. Daftar Kata-kata dalam Menyusun Visi Organisasi PENERBIT ERLANGGA

  26. ARTIKULASI VISI • Merinci pernyataan berdasarkan interpretasi dari tiap kata dan implikasi apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya • Checklist kriteria visi PENERBIT ERLANGGA

  27. PERNYATAAN VISI • Merupakan pijakan awal dalam menyusun misi, strategi atau variabel yang akan digunakan PENERBIT ERLANGGA

  28. MISI • Berisi pernyataan tujuan atau alasan eksistensi organisasi PENERBIT ERLANGGA

  29. Contoh Elemen-elemen Misi PENERBIT ERLANGGA

  30. LANGKAH PENYUSUNAN MISI • Brainstorming • Penyusunan prioritas • Mengkombinasikan kata-kata menjadi kalimat atau paragraf • Mengedit kata-kata PENERBIT ERLANGGA

  31. STRATEGI • Mencakup pernyataan yang merupakan integrasi tujuan utama perusahaan dengan rangkaian tindakan PENERBIT ERLANGGA

  32. STRATEGI:4 Elemen Kunci • Berkesinambungan • Pengembangan proses • Penawaran keunggulan kompetitif • Eksploitasi keterkaitan perusahaan dengan lingkungan PENERBIT ERLANGGA

  33. Prinsip Dasar Strategi Kesediaan Pelanggan untuk Membayar Nilai yang Diperoleh Pelanggan Harga Nilai Total yang Dihasilkan Nilai yang Diperoleh Perusahaan Biaya: Jumlah yang dibayarkan pada Pengawal dan Pemasok Nilai yang Diperoleh Pemasok Biaya Pemasok (atau biaya Oportunitas) PENERBIT ERLANGGA

  34. PENILAIAN TERHADAP STRATEGI • 3 uji penerapan, yaitu: uji nilai tambah, uji konsistensi dan uji keunggulan kompetitif • 5 uji akademis, yaitu: uji orisinalitas, uji tujuan, uji konsistensi logika, uji risiki dan sumber daya, serta uji fleksibilitas PENERBIT ERLANGGA

  35. PENETAPAN STRATEGI • 4 Strategi dasar yang umum diterapkan untuk memaksimumkan nilai, yaitu: - low cost - Product leadership - Completecustomer solution - System lock-in PENERBIT ERLANGGA

  36. BAB 4 KERANGKA KERJA SISTEM MANAJEMEN KERJA PENERBIT ERLANGGA

  37. TUJUAN BAB 4 • Memberi pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kerangka kerja sistem manajemen kinerja PENERBIT ERLANGGA

  38. PENYEBAB KEGAGALAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KINERJA • Perbedaan lingkungan perusahaan dengan kerangka kerja standar • Adanya resistensi dari dalam perusahaan PENERBIT ERLANGGA

  39. 7 Langkah Pengembangan Sistem Manajemen Kinerja 1 2 4 3 7 6 5 PENERBIT ERLANGGA

  40. Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja ` SISTEM MANAJEMEN KINERJA INFORMASI DARI PENGETAHUAN TERKINI TAHAP 2: PERANCANGAN BOBOT KEBERPENGARUHAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA KELUARAN ORGANISASI PROSES INTERNAL SEBAB AKIBAT INTERNAL EKSTERNAL VARIABEL KINERJA KAJI BANDING (BENCHMARK) KETERKAITAN KERANGKA KERJA (FRAMEWORK) PENERBIT ERLANGGA

  41. THE BALANCED SCORECARD (BSC) • Salah satu kerangka kerja paling populer • Filosofi: ‘all size’ dan ‘unisex’ • 5 kritik terhadap BSC PENERBIT ERLANGGA

  42. PEMILIHAN VARIABEL KINERJA • Kuantitatif vs kualitatif • Masa lalu vs saat ini vs masa depan • Stratejik vs operasional PENERBIT ERLANGGA

  43. KESALAHAN DALAM PENENTUAN VARIABEL KERJA : Gap Tingkat Kepentingan = tinggi Dukungan = rendah Gap = Penting tetapi tidak didukung PENERBIT ERLANGGA

  44. KESALAHAN DALAM PENENTUAN VARIABEL KERJA : False Alarm Dukungan = tinggi False Alarm = tidak penting tetapi didukung Tingkat Kepentingan = rendah PENERBIT ERLANGGA

  45. Langkah-langkah Penentuan Variabel Kinerja • Langkah 1: • Identifikasifaktor yang mempengaruhikinerja • (Tools: pemetaan/kognitif) • Langkah 2: • Strukturisasiukuran-ukuransecarahierarkis • (Tools: sebabakibatdan diagram struktur) • Langkah 3: • Kuantisasiefekdarifaktorterhadapkinerja • (Tools: AHP & Anal. Faktor) PENERBIT ERLANGGA

  46. PENGUMPULANDATA • Menentukankebutuhan • Rencana • Pertimbangan • Metode • Pengecekan PENERBIT ERLANGGA

  47. BAB 5 KELUARAN ORGANISASI PENERBIT ERLANGGA

  48. TUJUAN BAB 5 • Memberi pengetahuan tentang variabel yang menjadi keluaran organisasi PENERBIT ERLANGGA

  49. SISTEM MANAJEMEN KINERJA:3 Perspektif • Keluaran organisasi • Proses internal • Kemampuan sumber daya PENERBIT ERLANGGA

  50. DUA KATEGORI KELUARAN ORGANISASI • Keluaran finansial 2. Keluaran nonfinansial PENERBIT ERLANGGA

More Related