PERKEMBANGAN PSAK - PowerPoint PPT Presentation

slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PERKEMBANGAN PSAK PowerPoint Presentation
Download Presentation
PERKEMBANGAN PSAK

play fullscreen
1 / 139
Download Presentation
PERKEMBANGAN PSAK
330 Views
dena
Download Presentation

PERKEMBANGAN PSAK

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PERKEMBANGAN PSAK

  2. Informasi Keuangan dan non Keuangan • Akuntansi menghasilkan informasi keuangan sebuah entitas. • Informasi disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP): • LaporanPosisiKeuangan / Neraca • Laporan Laba RugiKomprehensif • Laporan Arus Kas • Laporan Perubahan Ekuitas • Catatan atas laporan keuangan • Selain laporan perusahaan juga membuat  Laporan Tahunan, Sustainability Reporting, Prospektus, Laporan Pajak, Integrating Reporting.

  3. Tujuan Laporan Keuangan • Memberikaninfomasi • posisikeuangan, • kinerja • perubahanposisikeuangansuatuperusahaan yang bermanfaatbagisejumlahbesarpemakaidalampengambilankeputusanekonomi • Laporankeuanganmenunjukkanapa yang telahdilakukanmanajemen (stewardship), danpertanggungjawabansumberdaya yang dipercayakankepadanya • Memenuhikebutuhanbersamasebagianbesarpemakai. • Menyediakanpengaruhkeuangandarikejadiandimasalaludantidakdiwajibkanmenyediakaninformasi non keuangan. Ref: PSAK Conceptual Framework

  4. Laporan Keuangan Relevan dan Reliable Standar Akuntansi Berkualitas • Pasar Modal yang efisien • Keputusan yang tepat Kerangka Konseptual Laporan Keuangan yang Relevan dan Reliable Manajemen Corporate Governance Informasi yang berkualitas Independen • Dampak informasi assimetri • Adverse selection • Moral hazard Kualitas Audit Standar Audit Kompeten

  5. Standar Akuntansi ?? • Untuk keseragaman laporan keuangan • Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun • Memudahkan auditor • Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. • Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna

  6. Empat PilarStandarAkuntansi Indonesia • PernyataanStandar Akuntansi Keuangan • StandarAkuntansiKeuanganEntitasTanpaAkuntabilitasPubliksignifikan - SAK-ETAP • Standar AkuntansiSyari’ah – SAK Syariah • Standar Akuntansi Pemerintahan - SAP • IFRS hanyadiadopsiPSAK • SAK ETAP diluncurkan pada tanggal 17 July 2009 • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan PP 71 tahun 2010

  7. PSAK SYARIAH • Basis transaksi • Digunakanolehentitas yang melakukantransaksisyariahbaikentitaslembagasyariahmaupun non lembagasyariah • Pengembangandengan model PSAK umumnamunberbasissyariahdenganacuan fatwa MUI • PSAK 100 – PSAK 106 • Kerangkakonseptual, PenyajianLaporanKeuanganSyariah, AkuntansiMurabahah, Musyarakah, Mudharabah , Salam, Istishna

  8. SAP • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan, PP 24 tahun 2005  PP 71 tahun 2010 • StandardisusunolehKomiteAkuntansiPemerintahankemudianditetapkandengan PP • Diterapkanuntukentitaspemerintah dalammenyusun LKPP dan LKPD: • instansipemerintahpusat • Instansipemerintahdaerah • BLU (digabung), BUMN (sbg investasi)  PSAK • Entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45.

  9. SAK ETAP • SAK ETAP: Standarakuntansikeuanganuntukentitastanpaakuntabilitaspubliksignifikan • ETAP adalahentitas yang: • Tidakmemilikiakuntabilitaspubliksignifikan; dan • Menerbitkanlaporankeuanganuntuktujuanumum (general purpose financial statement) bagipenggunaeksternal. • Menggunakanacuan IFRS untuk Small Medium Enterprises. • Lebihsederhanaantara lain: • Asettetap, tidakberwujudmenggunakanhargaperolehan • Entitasanaktidakdikonsolidasitetapisebagaiinvestasidenganmetodeekuitas. • Pajak menggunakan konsep pajak terutang bukan pajak tangguhan • Mengacupadapraktikakuntansi yang saatinidigunakan. • Tahun 2011 perusahaanharusmemilihmenjadimenggunakan PSAK-IFRS atau PSAK-ETAP

  10. PSAK – IFRS BASED • Wajibditerapkanuntukentitasdenganakuntabilitaspublikseperti: Emiten, perusahaanpublik, perbankan, asuransi, dan BUMN. • Dapatditerapkanolehentitaslainya. • Basis transaksi, bukan basis industri. • Tujuan: memberikaninformasi yang relevanbagi user laporankeuangan • Indonesia melakukan adopsi penuh 1 Januari 2012

  11. IFRS - PSAK • Pasca Konvergensi PSAK 2012 = IFRS (kecuali IFRS terbaru) • Perbedaan IFRS dengan PSAK dijelaskan dalam Standar bagian depan. • Substansi / konseptual • Redaksional • Tanggal efektif • Secara gradual, IFRS sudah diterapkan mengikuti pemberlakuan PSAK yang bersangkutan. • Setelah konvergensi IFRS  PSAK akan berkembang dinamis mengikuti IFRS

  12. Mengapa IFRS • Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai accounting standard. • Konvergensi IFRS adalahsalahsatukesepakatanpemerintah Indonesia sebagaianggota G20 forum. • Hasildaripertemuanpemimpinnegara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 : • “Strengthening Transparency and Accountability” • Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkankesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.”

  13. Manfaat IFRS • Meningkatkan dayabanding laporankeuangan. • Memberikaninformasi yang berkualitasdipasar modal internasional • Menghilangkanhambatanarus modal internasionaldenganmengurangiperbedaandalamketentuanpelaporankeuangan. • Mengurangibiayapelaporankeuanganbagiperusahaanmultinasionaldanbiayauntukanalisiskeuanganbagiparaanalis. • Meningkatkankualitaspelaporankeuanganmenuju“best practise”.

  14. Roadmap IFRS di Indonesia IAS / IFRS yang belumdiadopsi: IAS 41 Agriculture IFRS First time adoption  adopsibertahap IFRS / Revisi IAS setelah 2010

  15. Karakteristik IFRS • IFRS menggunakan “Principles Base “ : • Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut. • Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. • Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi. • Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai • Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif

  16. “Judgment” • IFRS = Principles • Penerapan standard mengacu pada substansi ekonomi bukan bentuk hukumnya. • Pemahaman underlying transaksi dan detail kontrak menjadi penting • Pengajaran dengan menggunakan kasus • Ilustrasi • PT. A memiliki kontrak dengan PT. B untuk membeli semua produk yang dihasilkan. Produknya khusus dan hanya dapat dijual kepada PT. A. Kontrak meliputi jangka waktu 20 tahun. Kontrak tersebut menjamin bahwa PT. A membeli jumlah minimum produk B setiap tahun dengan harga yang telah ditentukan. Dari kontrak tersebut PT. B dapat memperoleh pengembalian modal dari investasi untuk memproduksi produk tersebut.

  17. Dinamis • IFRS membuka wawasan, bahwa mengajarkan akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar bukan teks book. • Awareness terhadap standar akuntansi meningkat • Materi pengajaran harus dinamis mengikuti perkembangan standar. • IFRS sering berubah • Digunakan perusahaan banyak di negara sehingga kesulitan penerapan akan membuahkan kritik terhadap standar yang ada  perubahan • Perubahan lingkungan usaha • Contoh  Pendapatan awalnya menggunakan konsep risk and reward, kemudian ditambahkan konsep present obligation.

  18. “Fair value” • Nilaiwajaradalahsuatujumlah yang digunakanuntukmengukuraktiva yang dapatdipertukarkanmelaluisuatutransaksi yang wajar (arm's length transaction) yang melibatkanpihak-pihak yang berkeinginandanmemilikipengetahuanmemadai. • Kuotasi harga di pasar aktif; • Jikapasartidakaktif, makamenggunakanteknikpenilaian yang meliputi: • transaksi-transaksipasarwajar yang terkiniantarapihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jikatersedia; • referensiatasnilaiwajarterkinidariinstrumen lain yang secarasubstansialsama; • analisisaruskas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan • model penetapanhargaopsi (option pricing model)

  19. “Fair value” • IAS 41 Agriculture • Biological asset dinilai sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), baik pada pengakuan pertama maupun pada tanggal laporan • Agriculture product dinilai nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), pada pengakuan pertama. • both on initial recognition and at each balance sheet date • Fair valuemenggunakanhargakuotasijikatidakadamenggunakanhargawajaralternatif • Perlu tidak mengajarkan perhitungan fair value • Bagaimana menentuka arus kas • Tingkat suku bunga • Model opsi • Judgment : produk serupa, transaksi terkini, biayapenjualan

  20. Pengungkapan Lebih Banyak PSAK 60 – Instrumen keuangan Pengungkapan kualitatif : eksposure dan timbulnya risiko; tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko; perubahan dua hal tersebut. Pengungkapan kuantitatif: risiko kredit, aset keuangan yang melewati jatuh tempo/mengalami penurunan, agunan dan peningkatan kualitas kredit; risiko pasar; risiko likuiditas analisis sensitifitas; pengungkapan risiko pasar laiinnya. Ilustrasi laporan keuangan. Membaca dan membuat pengungkapan pengungkapan yang diinginkan oleh standar Judgment : apa yang perlu diungkapkan

  21. PSAK

  22. PSAK

  23. PSAK

  24. PSAK

  25. PSAK

  26. PSAK

  27. PSAK Disahkan2007 - 2008 • PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap revisi 2011 • PSAK 13 (revisi 2007): Properti Investasi revisi 2011 • PSAK 30 (revisi 2007): Sewa revisi 2011 • PSAK 14 (revisi 2008): Persediaan

  28. PSAK Disahkan 23 Desember 2009 • PSAK 1 (revisi 2009): PenyajianLaporanKeuangan • PSAK 2 (revisi 2009): LaporanArusKas • PSAK 4 (revisi 2009): LaporanKeuanganKonsolidasiandanLaporanKeuanganTersendiri • PSAK 5 (revisi 2009): SegmenOperasi • PSAK 12 (revisi 2009):BagianPartisipasidalam Ventura Bersama • PSAK 15 (revisi 2009): InvestasiPadaEntitasAsosiasi • PSAK 25 (revisi 2009):Kebijakan Akuntansi, PerubahanEstimasiAkuntansi, danKesalahan • PSAK 48 (revisi 2009): PenurunanNilaiAset • PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, LiabilitasKontinjensi, danAsetKontinjensi • PSAK 58 (revisi 2009): AsetTidakLancar yang DimilikiuntukDijualdanOperasi yang Dihentikan

  29. InterpretasiDisahkan23 Desember 2009 • ISAK 7 (revisi 2009): KonsolidasiEntitasBertujuanKhusus • ISAK 9: PerubahanatasLiabilitasPurnaOperasi, LiabilitasRestorasi, danLiabilitasSerupa • ISAK 10: Program LoyalitasPelanggan • ISAK 11: DistribusiAsetNonkasKepadaPemilik • ISAK 12: PengendalianBersamaEntitas: KontribusiNonmoneterolehVenturer

  30. PPSAK DisahkanSepanjang 2009 (Berlakuefektif 2010) • PPSAK 1 : Pencabutan PSAK 32 Akuntansi Kehutanan, PSAK 35 AkuntansiPendapatanJasa Telekomunikasi, dan PSAK 37 Akuntansi PenyelenggaraanJalanTol • PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Warandan PSAK 43: AkuntansiAnjakPiutang • PPSAK 3:Pencabutan PSAK 54: Akuntansi RestrukturisasiUtangPiutangbermasalah • PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): AkuntansiPerbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, danPSAK 49: Akuntansi Reksa Dana • PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: InterpretasiatasParagraf 12 dan16 PSAK No. 55 (1999) tentangInstrumenDerivatifMelekatpadaKontrakdalam Mata UangAsing

  31. PSAK Disahkan 2010 PSAK Disahkan 19 Februari 2010 • PSAK 19 (2010): Asettidakberwujud • ISAK 14 (2010): BiayaSitus Web • PSAK 23 (2010): Pendapatan • PSAK 7 (2010): PengungkapanPihakBerelasi • PSAK 22 (2010): KombinasiBisnis (disahkan 3 Maret 2010) • PSAK 10 (2010): Transaksi Mata UangAsing (disahkan 23 Maret 2010) • ISAK 13 (2010) : LindungNilaiInvestasiNetodalamKegiatanUsaha LuarNegeri

  32. PSAKDISAHKANNOP 2010 • PSAK 24 (R 2010) : ImbalanKerja • ISAK 16 : PerjanjianKonsesiJasa (IFRIC 12) • PSAK 60 : InstrumenKeuangan: Pengungkapan • PSAK 50 (R 2010): InstrumenKeuangan: Penyajian • PSAK 8 (R 2010): PeristiwaSetelahTanggalNeraca • PSAK 53 (R 2010): PembayaranBerbasisSaham

  33. PSAK DISAHKAN 2011 • PSAK 3 : LaporanKeuangan Interim • PSAK 18 (2010): Program ManfaatPurnakarya • PSAK 61 : Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah • PSAK 56 : Laba Per LembarSaham • PSAK 46 : PajakPenghasilan • PSAK 62 : Kontrak Asuransi • PSAK 63 : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi

  34. PSAK DISAHKAN 2011 • PSAK 28 : Revisi 2011 Akuntansi Asuransi Kerugian • PSAK 36 : Revisi 2011 Akuntansi Asuransi Jiwa • PSAK 34 : Kontrak konstruksi • PSAK 45 : Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba • PPSAK 8 : Pencabutan PSAK 27 Akuntansi Koperasi • PPSAK 6: Pencabutan PSAK 21 Akuntansi Ekuitas, ISAK 1 Penentuan Harga Pasar Dividen, ISAK 2 Penyajian Modal dalam Neraca dan Piutang kepada Pemesan Saham, ISAK 3 Akuntansi atas Sumbangan dan Bantuan

  35. PSAK DISAHKAN 2011 • PSAK 64 : Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral • ISAK 15: Batas AsetImbalanPasti, PersyaratanPendanaan Minimum danInteraksinya. • ISAK 17 : LaporanKeuangan Interim danPenurunanNilai • ISAK 18 : Bantuan Pemerintah – Tidak ada Relasi • Spesifik dengan Aktivitas Operasi • ISAK 19: Penerapan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiper Inflasi • ISAK 20 : Pajak Penghasilan: Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham • ISAK 21 : Perjanjian Konstruksi Real Estate

  36. PSAK yang Disahkan 2011 • ISAK 22: Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan • ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif • ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa • PPSAK 11: Pencabutan PSAK 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi. • PSAK 38 (revisi 2011): KombinasiBisnisEntitasSepengendali •  ISAK 25 : Hakatas Tanah •  PPSAK 10 : Pencabutan PSAK 51: Akuntansikuasireorganisasi

  37. IFRS • Conceptual Framework – still progress • IAS 27 Consolidated and Separate Financial Statements – Superseded by IFRS 10, IFRS 12 and IAS 27 (rev. 2011) effective 2013 • IAS 28 Investments in Associates – Superseded by IAS 28 (rev. 2011) and IFRS 12 effective 2013 • IAS 31 Interests In Joint Ventures – Superseded by IFRS 11 and IFRS 12 effective 2013 • IAS 39 Financial Instruments: Recognition and Measurement – Superseded by IFRS 9 Financial Instrumentseffective 2013 • IFRS 10 Consolidated Financial Statements • IFRS 11 Joint Arrangements • IFRS 12 Disclosure of Interests in Other Entities • IFRS 13 Fair Value Measurement • Revised IAS 32: Financial Instruments: Presentation • RevisedIAS 36: Impairment of Assets • Revisied IAS 39: Financial Instruments:Recognition and Measurement

  38. Perkembangan Tahun 2013

  39. Perkembangan Tahun 2013

  40. Perkembangan Tahun 2013 - Revisi

  41. Kerangka Dasar Penyajian danPenyusunan Laporan Keuangan Kerangka Konseptual Ditujukan untuk: Kerangkakonseptualmenurut PSAK terdiridari: • Penyusunstandarakuntansikeuangandalampelaksanaantugasnya. • Penyusunlaporankeuanganuntukmenanggulangimasalahakuntansi yang belumdiaturdalamstandarakuntansikeuangan. • Auditordalammemberikanpendapatmengenaiapakahlaporankeuangandisusunsesuaidenganprinsipakuntansi yang berlaku. • Para pemakaidalammenafsirkaninformasi yang disajikandalamLaporanKeuangan. • Penggunalaporankeuangan • Tujuanlaporankeuangan • Asumsidasar • Karakteristikkualitatif • Konseppengakuandanpengukuranunsurlaporankeuangan • Konseppemeliharaan modal

  42. Kerangka Konseptual menurut IFRS

  43. Laporan Keuangan • PSAK 1  Penyajian Laporan Keuangan • Komponen • Tanggung jawab laporan keuangan • Karakteristik umum • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK • Kelangsungan usaha • Dasar akrual • Material dan agregasi • Saling hapus • Frekuensi pelaporan • Informasi komparatif • Konsistensi penyajian • Identifikasi laporan keuangan • Laporan Posisi Keuangan • Laporan Laba Rugi Komprehensif • Laporan Perubahan Ekuitas • Laporan Arus Kas • Catatan atas Laporan Keuangan

  44. KarakteristikUmum • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK • Menyebutkansecaraexplisitkepatuhanterhadap SAK • Kepatuhanterhadap PSAK memberikanpemahaman yang salah (kondisijarangterjadi)  tidaksesuai PSAK • Kelangsungan usaha • Laporankeuangandisusunberdasarkanasumsikelangsunganusaha, mengungkapkanfaktajikaterjadipelanggaranasumsi • Dasar akrual • Material dan agregasi • Saling hapus Tidakbolehkecualidisyaratkanataudiizinkansuatu PSAK • Frekuensi pelaporan Tahunan • Informasi komparatif Periodesebelumnya • Konsistensi penyajian Penyajiandanklasifikasi

  45. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) • Nama menjadi Laporan Posisi Keuangan (Neraca), tambahan neraca untuk sinkronisasi dengan regulasi di Indonesia • Perubahandefinisi-definisisepertiKewajibanmenjadi Liabilitasdanhakminoritasmenjadikepentingannonpengendali (non-controlling interest) • Penyajian kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba LK konsolidasian • Laporan keuangan awal periode (dr periode sajian) untuk penyajian retroaktif  perubahan kebijakan dan koreksi kesalahan • Minimum line item Penyajian Neraca • Properti Investasi • Investasi dengan menggunakan metode ekuitas • Aset yang dimiliki untuk dijual • dll • Urutan penyajian laporan keuangan dalam ilustrasi menurut PSAK 1 berbeda dengan IAS 1 (Aset tidak lancar di atas)

  46. Laporan Laba Rugi Komprehensif • Laporan Laba rugi  Laporan Laba Rugi Komprehensif. • Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif • Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas • Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi. • Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat • Penyajian “pos luar biasa / extraordinary item” tidak diperkenankan lagi • Minimum line item : • Pendapatan • Biaya keuangan • Beban pajak • Pendapatan komprehensif • dll

  47. Laporan laba rugi komprehensif • Pendapatan komprehensif: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi • Selisih revaluasi aset tetap • Perubahan nilai investasi available for sales • Dampak translasi laporan keuangan • Dalam dua laporan : • Laba sebelum laba komprehensif • Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih

  48. ED Revisi PSAK 1 (2013) • INFORMASI KOMPARATIF • Persyaratan Minimum Komparatif • informasi komparatif untuk mematuhi periode sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraf 36 dan 36A; dan • Tambahan Informasi Komparatif Sukarela; • POS PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN • LaporanLabaRugiKomprehensif LaporanLabaRugi dan Penghasilan Komprehensif Lain • Pos minimal  jumlah tunggal untuk total operasi yang dihentikan (lihat PSAK 58). • Informasi yang Disajikan dalam Bagian Penghasilan Komprehesif Lain dikelompokkan, sesuai dengan PSAK/ISAK lainnya: (a) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan (b) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.

  49. LAPORAN ARUS KAS • Informasiaruskasentitasbergunasebagaidasaruntukmenilaikemampuanentiasdalammenghasilkankasdansetarakassertamenilaikebutuhankasentitasuntukmenggunakanaruskastersebut. • Laporanaruskasmenggambarkanperubahanhistorisdalamkasdansetarakas yang diklasifikasikanatasaktivitasoperasi, investasidanpendanaanselamasatuperiode

  50. PelaporanAruskasdariAktivitasOperasi • Metode yang dapatdigunakan: • Metodelangsung kelompokutamadaripenerimaandanpengeluarankasbrutodiungkapkan; • Metodetidaklangsung labadisesuaikandenganmengoreksitransaksi non kas, penangguhanatauakrualdanunsurpenghasilan/beban yang terkaitaktivitasinvestasidanpendanaan. • Dianjurkanmelaporkandenganmetodelangsung  informasi yang lebihberguna • ETAP  metode tidak langsung