1 / 17

Enam Diskursus Kemiskinan di Indonesia

Enam Diskursus Kemiskinan di Indonesia. Oleh Ivanovich Agusta iagusta70@gmail.com. Masalah Kebijakan Kemiskinan. Mainstreaming kebijakan : TKPK, SNPK, RPJMN Buku 1. Interdep : PNPM. Kajian interdisipliner.

kort
Download Presentation

Enam Diskursus Kemiskinan di Indonesia

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Enam Diskursus Kemiskinan di Indonesia Oleh Ivanovich Agusta iagusta70@gmail.com

  2. MasalahKebijakanKemiskinan Mainstreaming kebijakan: TKPK, SNPK, RPJMN Buku 1 Interdep: PNPM Kajianinterdisipliner • Kompleksitas kebijakan (mainstreaming, inter-departemental) hanya mengacu pada satu diskursus (cara pandang) kemiskinan, padahal terdapat lebih dari satu diskursus kemiskinan di Indonesia  efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan menurun • Kebijakan penanggulangan kemiskinan hanya diskursus kemiskinan produksi Berbagikelebihan Kemiskinanproduksi PotensiOrangMiskin Kemiskinanrasial-etnis Kemiskinansosialis Kemiskinandiharapkan

  3. BenarkahDiskursusKemiskinanMajemuk? • Warga suku Baduy menolak disebut miskin sebagaimana dinyatakan pemerintah • Rumahtanggamiskin yang diajukanaparatdantokohdesaditolakdigolongkandalamstatistika RTM olehaparatstatistika

  4. MetodeDiskursus PETANDA: Konsepkemiskinan • Diskursus : sudut pandang khusus, tentang cara berpikir, menyusun pernyataan (berbicara, menulis), menyusun aturan yang dibolehkan dan dilarang, menyusun benda-benda. • Hubungan antar diskursus selalu hubungan antar kekuatan: kekuatan untuk menguasai, kekuatan untuk menguatkan solidaritas Kekuatan PENANDA: Citra kemiskinan

  5. KemunculanDiskursus-diskursusKemiskinan DISKURSUS KEMISKINAN Berbagikelebihan Kemiskinanproduksi Kemiskinanrasial-etnis PotensiOrangMiskin Kemiskinandiharapkan Kemiskinansosialis 1750-an 1920-an 1950-an 1960-an 1970-an 1980-an 1990-an RevisiModernisasi Modernisasi Ketergantungan/ Dependency People-centered Post-Development DISKURSUS PEMBANGUNAN

  6. DiskursusBerbagiKelebihan

  7. DiskursusKemiskinan yang Diharapkan

  8. DiskursusKemiskinanProduksi

  9. HipotesisStatistikaPenanggulanganKemiskinan Menengah Atas Menengah Bawah 34% 34% Kaya Sangat Miskin Miskin Sangat Kaya 13,5% 13,5% 2,5% 2,5% 1 SD μ 1 SD 2 SD TERTINGGAL MAJU

  10. Adaptasi PersainganPasardalamKonsep CDD Harga Harga Suplai Proyek Suplai Proyek H1 H1 Demand Masyarakat Demand Masyarakat Kuantitas Kuantitas K1 K1 Motivasi Motivasi Peluang Keberhasilan Reward 0,0 1,0 0,5 Rp 250 juta Rp 0 CDD UMUMNYA CDD Tanpa Persaingan

  11. DiskursusKemiskinanSosialis

  12. DiskursusKemiskinanRasial-Etnis

  13. DiskursusPotensiOrangMiskin

  14. Hubungan DiskursifKemiskinandan Pembangunan MasaKini

  15. Kesimpulan • Rendahnya efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan dapat disebabkan oleh keterbatasan diskursus kemiskinan yang hendak diatasi • Kemajemukan diskursus kemiskinan di Indonesia tumbuh bersama di seluruh wilayah • Terdapat persilangan atau perang antar diskursus-diskursus kemiskinan

  16. Rekomendasi • Diperlukan kebijakan yang spesifik untuk menanggulangi kemiskinan, sesuai dengan diskursus kemiskinan yang dialami  diperlukan 6 seri kebijakan penanggulangan kemiskinan • Penyebab rendahnya efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan perlu digali dari jenis kemiskinan yang berkembang pada masyarakat tertentu

More Related