KATALITIK PROTEIN (ENZIM) - PowerPoint PPT Presentation

katalitik protein enzim n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
KATALITIK PROTEIN (ENZIM) PowerPoint Presentation
Download Presentation
KATALITIK PROTEIN (ENZIM)

play fullscreen
1 / 32
KATALITIK PROTEIN (ENZIM)
325 Views
Download Presentation
farhani
Download Presentation

KATALITIK PROTEIN (ENZIM)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. KATALITIK PROTEIN(ENZIM) - Enzim  katalis biologis - Enzim bersifat spesifik terhadap substratnya - Enzim mempercepat reaksi pada kondisi physiologic (suhu 37oC dan pH netral) - Enzim tidak mengubah kesetimbangan reaksi tetapi mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi reaksi

  2. Koenzim : komponen bukan protein yang membantu aktivitas enzim dalam bentuk senyawa organik • Kofaktor : komponen bukan protein yang membantu aktivitas enzim dalam bentuk senyawa anorganik • Apoenzim : bagian dari enzim yang berupa protein • Holoenzim : seluruh bagian enzim;enzim yang strukturnya sempurna dan aktif mengkatalisis bersama koenzim/kofaktor • Gugus prostetik : kofaktor/koenzim yang terikat kuat pada enzim

  3. VITAMIN • Vitamin : komponen tambahan makanan yang berperan sangat penting dalam gizi makhluk hidup. • Fungsi : sebagai koenzim (terutama kel vit B) dan membantu proses metabolisme dlm tubuh. • Vit larut dalam lemak (A, D, E, K) larut dalam air (B dan C)

  4. PERANAN VITAMIN DALAM METABOLISME SEL • Vitamin B1 (tiamin) tiamin mengadung 2 cincin, yaitu suatu pirimidin dan tiazol. Koenzim yang berasal dari vitamin ini adalah tiamin pirofosfat yang berfungsi dalam reaksi dekarboksilasi. Tiamin pirofosfat berfungsi sebagai senyawa perantara yang membawa gugus aldehid yang terikat secara kovalen dengan tiazol.

  5. Vitamin B2 (riboflavin) Riboflavin mempuyai cincin isoaloksasin. Riboflavin merupakan pembentuk flavin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD). Senyawa ini befungsi sebagai gugus prostetik yang terikat kuat dari kelas dehidrogenase yang dikenal sebagai flavoprotein. Isoaloksasin berfungsi sebagai pembawa sementara sepasang atom H yang dipindahkan dari mol substrat (reaksi redoks).

  6. Niacin Niacin adalah nama sederhana dari asam nikotinat (nikotinamida). Nikotinamida adalah komponen dari 2 enzim yang berhubungan, nikotinamida adenin nukleotida (NAD) dan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADP), berperan sebagai pembawa sementara ion hidrida yang dipindahkan secara enzimatis dari molekul sebstrat oleh kerja dehidrogenase.

  7. Asam Pantotenat asam pantotenat merupakan bagian dari koenzim A yang berfungsi dalam aktivasi dan transfer gugus asil. • Vitamin B6 (piridoksin) bentuk aktif vitamin B6 adalah piridoksal fosfat yang berfungsi sebagai gugus prostetik yang berikatan kuat pada sejumlah enzim yang mengkatalisa reaksi asam amino seperti reaksi transminasi.

  8. ASAM PANTOTENAT

  9. Pyridoxine

  10. Asam Folat Nama lainnya adalah folasin. Asam folat terdiri dari 3 komponen utama yaitu asam glutamat, asam p- amino benzoat, dan pteridin. Bentuk asam folat aktif adalah tetrahidrofolat yang merupakan pembawa unit-unit satu karbon yang aktif dalam reaksi oksidasi dan sebagai enzim essensial di dalam suatu nukleotida pembangun DNA.

  11. Vitamin B12 (kobalamin) vitamin ini merupakan vitamin yang paling kompleks dari lainnya. molekul ini mengandung cobalt. Vitamin B12 biasanya diisolasi sianokobalamin sebab molekul ini mengandung gugus siano yang berikatan dengan kobalt. Membantu dalam pemindahan atom hidrogen dari satu atom karbon ke atom berikutnya sebagai ganti alkil, karboksil, hidroksil, atau gugus amino.

  12. Cyanocobalamine

  13. Biotin Biotin merupakan koenzim pada berbagai enzim karboksilase, koenzim dalam sintesis lemak, metabolisme asam amino, dan pembentukan glikogen. Biotin banyak tersebar luas pada berbagai makanan alami.

  14. Vitamin C (asam askorbat) Asam askobat berfungsi untuk menghambat reaksi-reaksi oksidasi dalam tubuh yang berlebihan atau sebagai kofaktor di dalam hidroksilasi enzimatik residu prolin pada kolagen

  15. Vitamin A vitamin A merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksenil seperti retinal,asam retinoat,retinol. Vitamin A mempunyai provitamin yaitu karoten. berperan dalam sistem penglihatan.

  16. Vitamin D vitamin D mengatur absorbsi kalsium dan fosfor dari saluran pencernaan makanan, mengatur klasifikasi tulang dan gigi, dan diperkirakan membuat mukosa usus halus lebih permeabel untuk kalsium dan fosfor. Diperkirakan juga dapat membantu kelancaran terjadinya transpor aktif kalsium melalui membran.

  17. Vitamin E vitamin E terdiri dari jenis molekul tokoferol. Tokoferol mengandung cincin aromatik tersubtitusi dan rantai panjang isoprenoid sebagai rantai samping. vitamin E ikut dalam mencegah pengaruh merusak oksigen dalam lemakpada membran sel.

  18. Vitamin K vitamin ini berfungsi dalam pembekuan darah, diperlukan untuk pembentukan protein plasma darah protrombin dan potein-protein pembekuan darah lainnya. Disamping itu juga berpartisipasi dalam proses fosforilasi oksidatif dalam metabolisme sel.

  19. SUMBER VITAMIN • VITAMIN A Susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A =rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.

  20. SUMBER VITAMIN • VITAMIN B 1 (TIAMIN) sumber yang mengandung vitamin B1 =gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 =kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.

  21. SUMBER VITAMIN • VITAMIN B 2 (RIBOFLAVIN) Sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =turunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.

  22. SUMBER VITAMIN • VITAMIN B 3 (NIACIN) Buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain

  23. SUMBER VITAMIN • VITAMIN B 5 (ASAM PANTOTENAT) Daging, susu, sayur mayur hijau,hati, kacang hijau, dan banyak lagi yang lain.- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain

  24. SUMBER VITAMIN • VITAMIN B 6 (PIRIDOKSIN) Kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.

  25. SUMBER VITAMIN • VITAMIN B 12 (CIANOKOBALTAMIN) Telur, hati, daging, dan lainnya- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/letih/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya

  26. SUMBER VITAMIN • VITAMIN C Jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C :mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain

  27. SUMBER VITAMIN • VITAMIN D Minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D : gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.

  28. SUMBER VITAMIN • VITAMIN E Ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll

  29. SUMBER VITAMIN • VITAMIN K Susu, kuning telur, sayuran segar, dkk- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya

  30. SENYAWA ANTIVITAMIN