1 / 73

PENANGANAN FRAKTUR KONSERVATIVE

FRAKTUR TULANG PANJANG Dr.Wahyu Eko Widiharso, Sp.OT RS.BINA HUSADA 23 Agustus 2011. PENANGANAN FRAKTUR KONSERVATIVE. FRAKTUR. DEFINISI FRAKTUR adalah putusnya kontinuitas tulang, tulang rawan epifisis dan tulang rawan sendi. PENYEBAB ADALAH : TRAUMA. fraktur. Description of fracture.

Download Presentation

PENANGANAN FRAKTUR KONSERVATIVE

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FRAKTUR TULANG PANJANG Dr.Wahyu Eko Widiharso, Sp.OT RS.BINA HUSADA 23 Agustus 2011 PENANGANAN FRAKTUR KONSERVATIVE

  2. FRAKTUR • DEFINISI FRAKTUR adalah putusnya kontinuitas tulang, tulang rawan epifisis dan tulang rawan sendi. PENYEBAB ADALAH : TRAUMA

  3. fraktur

  4. Description of fracture • Complete/uncomplete • BENTUK GARIS PATAH • JUMLAH GARIS PATAH • DISPLACED UNDISPLACED • TERBUKA/TERTUTUP

  5. INKOMPLIT FRAKTUR

  6. KOMPLETE FRAKTUR

  7. KOMPLETE FRAKTURE

  8. PROSEDURE DIAGNOSA FRAKTUR • ANAMNESA • PEMERIKSAAN FISIK A.PEMERIKSAAN UMUM. B.STATUS LOKALIS. • PEMERIKSAAN RADIOLOGIS

  9. ANAMNESA • TRAUMA KLL/NON KLL • MEKANISME TRAUMA • ANAMNESA HARUS MENDUGA ADANYA POLYTRAUMA, FRAKTUR MULTIPLE,FRAKTUR TEMPAT TERTENTU • NYERI • GANGGUAN FUNGSI.

  10. Traffic accident

  11. Traffic accident

  12. Trafffic accident

  13. Traffic accident

  14. PEMERIKSAAN UMUM • ATLS • ABCD C-SPINE • PERIKSA KEPALA,THORAK,ABDOMEN • PERIKSA KEMUNGKINAN MULTIPLE TRAUMA • SHOCK

  15. PEMERIKSAANSTATUS LOKALIS • LOOK • FEEL • MOVE

  16. LOOK • DEFORMITAS Penonjolan abnormal, angulasi, rotasi dan diskrepensi. • FUNGSIOLAESA Hilangnya Fungsi.

  17. Open fracture

  18. FEEL • Terdapat nyeri tekan dan nyeri sumbu.

  19. MOVE • Krepitasi • Nyeri gerak • ROM dan kekuatan • Abnormal movement.

  20. RADIOLOGI • Fraktur dengan tanda klasik diagnosis klinik bisa ditegakkan. • Fraktur dengan tanda non klasik, perlu pemeriksaan radiologis. • Minimal 2 proyeksi AP/Lateral Axial, alar dan obturator. Anak2 perlu sisi lain. Meliputi 2 sendi.

  21. PENGOBATAN FRAKTUR • KONSERVATIVE • OPERATIVE ( DIBAHAS LAIN WAKTU)

  22. TUJUAN PENGOBATAN FRAKTUR • MENGEMBALIKAN FUNGSI TULANG YANG PATAH DALAM JANGKA WAKTU SESINGKAT MUNGKIN.

  23. TERAPI KONSERVATIVE • 1.PROTEKSI SAJA MITELA ARM SLING MIS: FR.KOLUM CHIRURGIKUM HUMERI

  24. mitella

  25. TERAPI KONSERVATIVE • 2.IMOBILISASI TANPA REPOSISI. PEMASANGAN GIBS BIDAI. MIS : FR. INKOMPLIT/ UNDISPL.

  26. Back slab

  27. Back slab

  28. TERAPI KONSERVATIVE • 3.REPOSISI TERTUTUP DAN FIKSASI DENGAN GIBS. FR.SUPRACONDYLER FR.COLLES FR.SMITH. DENGAN ANESTESI UMUM/LOKAL.

  29. Short arm plaster

  30. Fore arm fracture

  31. Hanging cast

  32. Tibial plateau fracture

  33. TERAPI KONSERVATIVE • TRAKSI TRAKSI UNTUK REPOSISI PERLAHAN HINGGA SEMBUH/ DIPSNG GIBS LAGI. TRAKSI KULIT TRAKSI SKELETAL.

  34. JENIS JENIS FRAKTUR DAN TERAPI • EKSTREMITAS ATAS • EKSTREMITAS BAWAH

  35. EKSTREMITAS ATAS • COLLES FRAKTUR • SMITH FRAKTUR • GALEZI FRAKTUR • RADIUS ULNA FRAKTUR • MONTEGIA FRAKTUR • OLECRANON FRAKTUR • FRAKTUR SUPRACONDYLER HUMERI

More Related