1 / 31

M. HAMDANI – LEKTOR KEPALA INSTITUT SAIN DAN TEKNOLOGI NASIONAL JAKARTA 2009

SISTEM PEMROSESAN SINYAL (DIGITAL SIGNAL PROCESSING). M. HAMDANI – LEKTOR KEPALA INSTITUT SAIN DAN TEKNOLOGI NASIONAL JAKARTA 2009. DEFINISI PEMROSESAN SINYAL DIJITAL Pemrosesan : berbagai macam pengoperasian terhadap suatu sinyal sehingga diperoleh suatu informasi yang berguna

forest
Download Presentation

M. HAMDANI – LEKTOR KEPALA INSTITUT SAIN DAN TEKNOLOGI NASIONAL JAKARTA 2009

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SISTEM PEMROSESAN SINYAL (DIGITAL SIGNAL PROCESSING) M. HAMDANI – LEKTOR KEPALA INSTITUT SAIN DAN TEKNOLOGI NASIONALJAKARTA 2009

  2. DEFINISI PEMROSESAN SINYAL DIJITAL Pemrosesan :berbagaimacampengoperasianterhadapsuatusinyalsehinggadiperolehsuatuinformasi yang berguna Sinyal:kumpulansuatufungsi variable bebas yang mengandunginformasitertentudandapatobservasi Dijital :representasidarisuatusinyaldalambentukbilanganbiner (binary digit) Jadi: PemrosesanSinyalDijitaladalahberbagaimacampengoperasianterhadapsuatusinyaldalambentukbilanganbinersehinggadiperolehsuatuinformasi yang bergunadandapatdiobservasibagikeperluantertentu

  3. Jenis- jenisSinyal :

  4. PEMROSESAN SINYAL DIJITAL

  5. PEMROSESAN SINYAL PROSESSOR SINYAL ANALOG SINYAL OUTPUT ANALOG SINYAL INPUT ANALOG FUNGSI ALIH H(S) Xa(t) Sa(t)

  6. PEMROSESAN SINYAL SECARA LENGKAP

  7. SISTEM PEMROSESAN SINYAL SECARA LENGKAP • Hpf(S) ADC H(Z) DAC Hr(S) X(t) Xa(t) X(n) Y(n) Xa(t) Y(t) Hpf(S) = Analog Pre Filter ADC = Analog to Digital Converter DAC = Digital to Analog Converter H(Z) = Digital Fiter Hre(S) = Recontruction Filter

  8. Hpf(S) = Analog Pre Filter, berfungsiuntukmengurangiterjadinyaInteferensidariluardanmencegahterjadinyaAliassing, biasanyadigunakan LPF dan BPF HPF LPF dB dB f f BSF BPF dB dB f f

  9. PROSES PADA A/D CONVERTER

  10. PROSES PADA D/A CONVERTER • DECODING • RECONTRUCTING • FILTERING • SMOOTHING

  11. REPRESENTASI SINYAL DISKRIT Unit Step Sequence Unit Sample Sequence δ(n) μ(n) n n n, untuk n≥0 1, untuk n=0 1, untuk n≥0 x(n)= δ(n)= μ(n)= 0, untuk n<0 0, untuk n≠0 0, untuk n<0 X(n) X(n) Real Exponential Seq. Unit Ramp Sequence. n n x(n)=

  12. OPERASI SEDERHANA SINYAL DISKRIT

  13. OPERASI SEDERHANA SINYAL DISKRIT

  14. OPERASI SEDERHANA SINYAL DISKRIT

  15. OPERASI SEDERHANA SINYAL DISKRIT

  16. SINYAL SIMETRI DAN SINYAL ASIMETRI X(n) X(n) n n SINYAL SIMETRI (EVEN) adalahsinyalbernilai real X(n) yang memenuhi X(n)=X(-n) X(n) X(n) n n SINYAL ASIMETRI (ODD) adalahsinyalbernilai real X(n) yang memenuhi X(n)= - X(-n)

  17. BLOK DIAGRAM SISTEM WAKTU DISKRIT Z Z-1 PENAMBAH (ADDER) Y(n)=X1(n).X2(n) X1(n) X(n) X2(n) ELEMEN TUNDA SATUAN Y(n)=X(n-1) PENGALI KONSTAN X1(n) a X(n) Y(n)=a.X(n) Y(n)=X1(n).+X2(n) Y(n)=X(n+1) X(n) X2(n) ELEMEN PACU SATUAN PENGALI SINYAL (MULTIPLIER)

  18. BLOK DIAGRAM SISTEM WAKTU DISKRIT y(n) x(n) x(n) y(n)

  19. Blok Diagram dapat disederhanakan menjadi :

  20. Tentukan dan Gambarkan Blok Diagram dari :

  21. OPERASI SISTEM WAKTU DISKRIT DIFFERENSIATOR FOLDING x(n) y(n) y(n)=x(n)-x(n-1) MODULATOR PENGALIH WAKTU Cos wn y(n)= n x(n) y(n)=x(n)coswn x(n) x(n) x(n) y(n) y(n) y(n) y(n)=x(-n) n

  22. Sistem INVARIAN dan VARIAN WAKTU Suatusistemdisebut VARIAN WAKTU biladipenuhi: Bila x(n) T y(n), makaberlaku x(n-k) T y(n-k) Dengandemikian : y(n,k) = y(n-k) disebut INVARIAN WAKTU y(n,k) ≠ y(n-k) disebut VARIAN WAKTU

  23. Keempat system waktudiatasdapatditentukanapakah invariant waktuatauvarianwaktusebagaiberikut : • y(n) = x(n) – x( n - 1) y(n,k) = x(n - k) – x(n – k - 1), sedangkan y(n - k) = x(n – k) – x(n – k - 1) sehingga y(n,k) = y(n - k) , sinyal waktu system adalah invariant waktu • y(n) = n x(n) maka: y(n,k) = n x(n - k) y(n-k) = (n-k)x(n – k) = n x(n-k) – k x(n - k) • jadi y(n,k) ≠ y(n - k) , sehingga sinyal waktu sistem • adalah varianwaktu

  24. y(n) = x(-n) • maka : y(n,k) =x(-n - k), sedangkan • y(n - k) = x(-n + k) • jadi y(n,k) ≠ y(n - k), maka sinyal waktu sistem • adalah varian waktu • y (n) = x(n) Cos wo n • y(n,k) = x(n-k) Cos wo n, sedangkan • y(n-k) = x(n-k) Cos wo (n-k) • sehingga : y( n,k ) ≠ y (n-k) , makasistim • VarianWaktu

  25. Sistem LINIER dan NON LINIER Bila : T{(a1 x1(n) + a2 x2(n)} = a1 T{x1(n)} + a2 T{x2(n) makadisebutSistem LINIER Bila : T{(a1 x1(n) + a2 x2(n)} ≠ a1 T{x1(n)} + a2 T{x2(n)} makadisebutSistem NON LINIER

  26. Tunjukkanlahapakahsinyaldiskritdibawahinivarianatau invariantterhadapwaktu, sertalinier atau non linier, biladiketahui:

  27. TERIMA KASIH HIDUP YANG TAK TERUJI ADALAH HIDUP YANG TAK LAYAK UNTUK DIHIDUPI SOKRATES

More Related