ILMU PELAYARAN ASTRONOMI - PowerPoint PPT Presentation

ilmu pelayaran astronomi n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
ILMU PELAYARAN ASTRONOMI PowerPoint Presentation
Download Presentation
ILMU PELAYARAN ASTRONOMI

play fullscreen
1 / 97
ILMU PELAYARAN ASTRONOMI
498 Views
Download Presentation
zaza
Download Presentation

ILMU PELAYARAN ASTRONOMI

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. ILMU PELAYARAN ASTRONOMI Oleh : www.m4znoer.yolasite.com

  2. Bagian dari ilmu pelayaran yg menggunakan penilikan dr benda angkasa.Tujuan: - Menentukan Kesalahan pedoman / Deviasi - Menentukan posisi kapal Saat ini banyak digunakan alat bantu navigasi elektronik utuk mengganti ilmu Pelayaran Astronomi.Ilmu Pel. Astronomi tetap di perlukan sebab: 1. Jika sistem navigasi elektronik rusak maka perlu pindah ke navigasi astronomi 2. Tdk benar berlayar tampa penglihatan hanya berdasar pada satu sistem saja. ILMU PELAYARAN ASTRONOMI

  3. TATA SURYA Matahari merupakan pusat tata surya kita dikelilingi oleh planet – planet yaitu : 1. Mercuryus 2. Venus Planet dalam 3. Bumi 4. Mars 7. Uranus 5. Jupiter 8. Neptunus 6. Saturnus 9. Pluto PLANET LUAR

  4. LANJUTAN Dari ke 9 planet yang mengelilingi matahari hanya 4 planet yang dapat dipergunakan untuk keperluar bernavigasi penentuan posisi secara astronomis yaitu : Venus Jupiter Mars Saturnus Hal ini dikarenakan - Jaraknya relatif dekat dengan bumi jika dibandingkan planet lain - Ukurannya cukup besar - Daya pantulnya cukup kuat

  5. Semua planet yang mengelilingi matahari termasuk Bumi lintasannya berbentuk elleps . Nilai eksentrisitas dari pada eleps ± 0,017 Adapun peristiwa bumi mengelilingi matahari disebut Revolusi B2 B3 M B1 B4 EKLIPTIKA

  6. Dalam peredarannya bumi mengelilingi matahari, sumbu putar bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika, melainkan membentuk sudut 660.30l terhadap bidang ekliptika. Akibatnya Equator tidak berimpit dengan bidang ekleptika melainkan membentuk sudut 230.30l terhadap bidang ekleptika.

  7. 1.Tata Kordinat Horison Lingk. vertikal Z Diebut tata koordinat horison karena dlm penentuan Posisi suatu BA bidang horizon sebagai Bidang datarnya Tinggi sebuah Bintang dihitung Mengikuti lingkaran Vertikal dari BA Ybs, mulai dari Horizon sampai BA Ybs. Cakrawala W t N S E Azimuth / T Azimuth benda angkasa dihitung bidang horizon mulai dari titik selatan / utara dalam arah jarum jam sampai pada titik proyeksi benda angkasa di bidang horizon. N

  8. 1.1 Z 2 1 4 U S 3 N

  9. 1.2 Z U S N

  10. 2.TATA KORDINAT EQUATOR Z E SBUT = LING HORIZON ZBNT = LING VERTIKAL EBQT = EQUATOR KLU T U S B KLS KLU- B-T-KLS = LING DEKLINASI BENDA ANGKASA Q N

  11. 2.1 TATA KOORDINAT EKUATOR ADALAH TATA KOORDINAT DIMANA BIDANG EKUATOR SEBAGAI BIDANG DATARNYA Sedangkan unsur yang diukur adalah diklinasi benda angkasa dan Arcensiorekta. KLU 2 v 1 4 Q E * w 3 Arcensiorecta diukur mengikuti lingkaran equator yg dimulai dari titik Aries ke arah yang berlawananan deng peredaran harian dari pada Matahari Jadi Arsensiorecta daripada bintang V adalah ¥QEW Untuk menyataakan diklinasi bintang V maka terlebih dahulu dibuat lingkaran diklinasi yg Melalui bintang V, dimana ling deklinasi tsb memotong ekuator pada W dgn demikian diklinasi bitang V adalah busur VW. KLS

  12. 2.2 KLU Ling. Declinasi Equator z Q E SHA KLS

  13. 3.TATA KORDINAT EKLIPTIKA KLU KEU 21/6 4 Q 21/6 E 21/3 3 21/12 KES KLS

  14. 3.TATA KORDINAT EKLIPTIKA KLU KEU Q E KLS

  15. 3.TATA KORDINAT EKLIPTIKA KLU KEU 21/6 4 Q 21/6 E 21/3 3 21/12 KES KLS

  16. DEFINISI- DEFINISI • Cakrawala sejati : Irisan angkasa / bidang yg melalui titik pusat angkasa, tegak lurus pada nornal penilik. • Cakrawala setempat : Bidang yg melalui mata penilik, sejajar dgn cakrawala sejati • Tepi langit sejati : Irisan angkasa dgn bidang kerucut yg dilukiskan oleh garis singgung pada bumi dari mata penilik. • Penundukan tepi langit sejati (pts) : Sudut antara arah tepi langit sejati dan cakrawala setempat. • Tepi langit maya : Batas bagian permukaan bumi yg masih terlihat oleh penilik • Penundukan tepi langit maya (ptm): Sudut antara arah tepi langit maya dan cakrawala setempat. • Tinggi mata : Tinggi mata penilik diatas permukaan laut. • Tinggi ukur (tu) : Sudut antara arah tepi langit maya dan benda angkasa yg terlihat ( tinggi yg terbaca pada pesawat sextan) • Tinggi sejati (ts) : Busur lingkaran tegak yg melalui benda angkasa, antara cakrawala sejati dan titik pusat benda angkasa.

  17. par lsa tu ptm pts ts

  18. tu-ptm-lsa par lsa tu-ptm tu-ptm-lsa tu ptm ts

  19. 1. tu-ptm 2. tu-ptm-lsa 3 3. tu-ptm-lsa+par lsa par tu ptm 3 ts

  20. 3. tu-ptm-lsa+par 4. tu-ptm-lsa+par+1/2m 4. (ts) 3

  21. PENUNDUKAN TEPI LANGIT MAYA ( Ptm)Refraksi bumiawi : - Sinar cahaya yg datang dari tepi langit hrs menempu lapisan terbawah dari udara - Sudut antara arah melihat benda di bumi dan arah sebenarnya√ Ptm=1.77’√h

  22. LENGKUNGAN SINAR ASTROMOMI (Lsa)= sudut antara arah kemana kita melihat benda angkasa dan arah sebenarnya ia berada z maya sejati Zenit, lsa = 0 Cak.setempat max, lsa = 36’ Lsa=60’’ctg t Ptm=1.77’√h

  23. PARALAK = Perbedaan arah, dlm mana benda yg sama terlihat dari dua titik yg berlainan.Paralak datar (Po) = sudut yg menggambarkan jari-jari bumi di tempat sipenilak jika terlihat dari benda angkasa yg berada di atas cakrawalaParalak dalam tinggi (Par) = sudut yg menggambarkan jari-jari bumi di tempat sipenilik jika terlihat dari benda angkasa yg berada di atas cakrawala setempat. z maya sejati Zenit, lsa = 0 Cak.setempat max, lsa = 36’ Lsa=60’’ctg t Par = 8.80’’ cos t Ptm=1.77’√h dist mthr:23500 r dist bln : 60 r

  24. 1/2m • - Matahari antara 15.8’ s/d 16.3’ ( rata-rata 16.05’ ) Dft V / Almanak • Bulan antara 14.7’ s/d 16.7’ ( rata-rata 15.7’ ) Dft VII / Almanak • Bintang dan Planet = 0

  25. PERHITUNGANts = tu – ptm – lsa + par ± ½mUntuk Matahari, Bintang & Planet ptm = 1.77’√h lsa = 60’’ ctg t par = 8.80’’ cos t ½m (Mthr) = 15.8’ – 16.3’ (Juli – Jan) ½m (Bulan) = 14.7’ s/d 16.7’ (rata2 15.7’) par & ½m (Bintang & Planet) = 0 kesimpulan perbaikan tinggi dengan almanak

  26. DAFTAR V, DAFTAR VI DAN DAFTAR VIIts = tu – ptm – lsa + par +1/2gt = tu + ( -ptm-lsa+ Par ) + (±1/2gt ) = tu + ( - ptm-lsa+par+16’) + ( ±1/2gt + 16’ ) = tu + Dft V + Kor tgl kesimpulan perbaikan tinggi dengan ts = tu + Dft V + Kor tgl (untuk Matahari) ts = tu – Dft VI (untuk Bintang dan Planet) ts = tu + Dft VII + Dft VIIA/B (utk Bulan)

  27. MENGGUNAKAN ALMANAKts = tu – ptm – lsa + par ± ½m = tu + (- ptm ) + ( - lsa + par±½m ) ktm = (-ptm) ktu = (-lsa + par ±½m ) kesimpulan perbaikan tinggi dgn ts = tu + ktm + ktu

  28. WAKTU MATAHARI SEJATI ADALAH MATAHAI YANG SESUNGGUHNYA YANG DAPAT DILIHAT DGN MATA DAN PANASNYA DAPAT DIRASAKAN OLEH KULIT KITA MATAHARI SEJATI = WAKTU SEJATI MATAHARI MENENGAH ADALAH MATAHARI KHAYALAN CIPTAAN MANUSIA YANG PEREDARANNYA DENGAN WAKTU YANG KONSTAN ( TETAP ) MATAHARI MENENGAH = WAKTU MENENGAH

  29. Z GMT:15.00 LMT:12.00 Gr 045oB T Gr Ku B KU GMT: 03.00 LMT:00.00 GMT: 00.00 LMT:21.00 N

  30. LMT (Lokal Mean Time)= Waktu menengah yg menjadi dasar suatu tempa ( Busur pada pada katulistiwa mulai dari derajah bawah ke arah edaran harian maya sampai pada matahari menengah.) Selisih waktu = Selisih bujur 1 jam = 150 LMT = GMT ± GMT GRENWICH MEAN TIME ADALAH WAKTU MENENGAH YANG BERLAKU PADA BUJUR GRENWICH ( 7,50 B S/D 7,50 T ) BT dlm wkt BB dlm wkt

  31. WAKTU MINTAKAT ( ZONE TIME ) ADALAH WAKTU MENENGAH PADA DERAJAH PERTENGAHAN ZONE ( DAERAH ) YANG BERSANGKUTAN Bumi dibagi menjadi 24 bagian yang dibatasi oleh bujur dengan selisih bujur 150 dan semua tempat pada satu wilayah zone ( daerah ) mempunyai waktu yang sama Misal : Zone GMT ± 00 dimulai dari bujur 007,50 B sampai pada bujur 007,50 T Kearah timur bertanda positif kearah barat bertanda negatif

  32. Zone Description (ZD) = Koreksi yg hrs dijabarkan pada Zone Time utk mendapatkan GMT GMT = ZT + ZD Zone Description 180B 22.5B 7.5B 7.5T 22.5T 180T Contoh soal:1. Sebuah kapal berada pd bujur 124o24’ B dan wkt Zone di kpl tsb adh jam 13-14-15. Hitunglah wkt setempat...?

  33. Waktu Tolok ( Standart Time )= Wkt menengah yg berlaku bagi suatu negara sehubungan dg kepentingan lalu lintas di negara ybs. ( jumlah wkt & tandanya di jabarkan pd wkt tolok guna mendptkan GMT)contoh : Indonesia WIB = GMT + 07 WITA = GMT + 08 WIT = GMT + 09 India = GMT + 05 30 Malaysia = GMT + 08 Cat : Wkt tolok tdk selalu sama wkt mintakad ( Zone Time ) Waktu Tolok utk semua negara dpt dilihat di “almanak Nautika”

  34. INTERNATIONAL DATE LINE 180 KU 172.5T 172.5B -6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 +12 +11 +10 +9 +8 +7 +6 KS

  35. Contoh:ContohPada pukul 18.00 ZT tgl 24 juni, Kpl berada di bujur duga 179000’B, sepuluh jam kemudian kapal tiba di bujur 179000’ T. Hitunglah ZT ygbaru dan tglnya. 179000’ T 180000’ 179000’ B 10 jam

  36. Contoh:ContohPada pukul 18.00 ZT tgl 24 juni, Kpl berada di bujur duga 179000’T, sepuluh jam kemudian kapal tiba di bujur 179000’ B. Hitunglah ZT ygbaru dan tglnya. 179000’ T 180000’ 179000’ B 10 jam

  37. PENGUKUR WAKTUCronometer adalah: Penunjuk Pengukur Waktu (ppw) di kapal dan waktu yg ditunjukan adalah GMT. mencatat wkt observasi yg akurat, ditemukan oleh : John Harrison (abad 18) dlm bentuk “ mechanical cronometer”. Dikembangkan menjadi “ Quartz Cronometer “duduk (ddk) = selisih waktu antara ppw dan GMT. Disebut jika ppw lebih dari GMT + ---- - Lambat --------- Cepat GMT = ppw + ddk

  38. Lalu = Perubahan duduk selama jangka waktu tertentu yg tdk sama satu hari.Langka = Perubahan duduk selama jangka wkt satu hari.Disebut jika pengukur wkt berjalan + ---- - Lambat --------- Cepat Lalu = ddk baru – ddk lama langka = ddk baru – ddk lama langka = lalu / hari

  39. MENENTUKAN GMTPengukur waktu hanya berjalan 12 jam sehingga tdk dpt menentukan apakah di Greenwich siang ataukah malam serta tanggal berapa di Greenwich.Pertolongan tanggal, waktu di kapal dan bujur duga, kita dapat memeriksabahwa GMT yang di peroleh adalah siang atau malam serta tanggal di Greenwich.Contoh :Pada tgl 9 Maret 20XX di bujur duga 126008’T, kira-kira pukul 07-15 waktudi kapal, diadakan pengamatan matahari pada ppw = 10-14-32.Pada tgl 20 Januari 20XX di bujur duga 154030’B kira-kira pukul 20-20 ZTdi adakan pengamatan bintang pada ppw = 07-20-26. Duduk pada 01 GMT, 6 Maret = (+) 0-22-17 Langka harian = (-) 2.0 detik Duduk pada 19 GMT, 17 Januari = (+) 0-11-28 Langka harian= (+)3

  40. SUDUT JAM BARATGREENWICH = GHASUDUT JAM BARATSETEMPAT = LHA Busur pada lintasan harian dihitung mulai derajah atas kearah Barat sampai benda angkasa ybs. KLU KU Gr B T KS KLS

  41. SUDUT JAM BARAT GREENWICH = GHA KLU KU Gr B T KS KLS SUDUT JAM BARAT SETEMPAT = LHA

  42. Rumus dasar I LHA = GHA ± Bujur Timur Bujur Barat KU Gr Gr GHA BT GHA BT KS

  43. RUMUS DASAR II LHA = GHA + SHA ± Bujur Timur Bujur Barat KLU Gr KLU SHA GHAAries BT SHA GHAAries BT KLS

  44. CONTOH SOAL :1. Dik GHA = 030 Tentukan LHA jika di tilik dari bujur 100 B2. Tentukan LHA mthr pada jam 15.00 WITA jika di tilik dari kota mks yg terletak pada bujur 120 T

  45. PERHITUNGAN SUDUT JAM / PLHA = Busur pada lintasan harian dihitung mulai derajah atas kearah(Sudut Jam Brt) Barat sampai benda angkasa ybs.P = Busur pada lintasan harian di hitung mulai derajah atas(Sudut Jam) kearah Barat atau Timur sampai benda angkasa ybs. (0o – 1800) • Merubah LHA menjadi P • Jika LHA : 000 – 180 maka P = LHA (B) • Jika LHA : 180 – 360 maka P = 360 – LHA (T) • Contoh1. LHA = 400 maka P = 040 B2. LHA = 300 maka P = 060 T

  46. PENGGUNAAN ALMANAKWAKTU= Waktu dihitung mulai saat matahari melewati derajah bawahWAKTU MATAHARI MENENGAHa. Waktu Menengah Greenwich (GMT)b. Waktu Menengah Setempat ( LMT)c. Waktu Tolok ( Standart Time )d. Waktu Mintakad ( Zone Time ) GMT ( Greenwich Mean Time )= Wkt menengah setempat pada derajah greenwich. ( dipakai sbg argumen utk masuk ke dlm “Almanak” )

  47. SUSUNAN ALMANAK NAUTIKAData sehari-hari yg penting di berikan pada halaman harian.- Tanggal dan wkt adalah tanggal dan wkt di Greenwich- Halaman (harian) kiri Almanak a). GHA aries dan GHA serta Zawal Planet2. b). Nilai d (kor d) adh : perubahan zawal tiap jam. Nilai v (kor v) adh : pertumbuhan GHA tiap jam dlm menit busur. c) Daftar SHA tiap2 planet dan Mer Pass dan juga Mer pass aries. d) 57 Selected start menurut abjat ( SHA dan Zawalnya) - Halaman (harian) kanan Almanak a). GHA dan Zawal utk matahari dan bulan. b). Perataan waktu / equatuion of time ½ m untuk matahari dan bulan Merpass Mthr dan Bln c). Sun Rise dan Sun Set serta permulaan dan akhir senja (twilight)

  48. Daftar Interpolasi ( Increment dan Correction).Untuk menentukan GHA dan Zawal benda angkasa untuk saat pengamatan selain dari jam penuh GMT.Di cetak pada halaman berwarna di bgn belakang agar muda mencarinya. Daftar Bintang- bintanga). SHA dan Zawal dari 173 bintang ( pada hal : 268-273), termasuk 57 selected start.b). *57 selected start dipilih menurut kekuatan sorotnya, Nama asli dan urutan SHA yg menurun. *173 bintang tsb, nama rasinya di halaman kiri sedang Nama aslinya di sebelah kanan. Daftar daftar tambahan1). Daftar pengubahan busur ke waktu. (Conversion of arc to time).2). Standar Time berbagai negara3). Daftar perbaikan tinggi4). Daftar Polaris.

  49. SEGITIGA PARALAX Z E KLU S U KLS Q Q

  50. SEGITIGA PARALAX Z T 90-l E 90-t P 90-z KLU S S U KLS Q Q