Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Obesitas Bikin Bengkak Kelamin Anak PowerPoint Presentation
Download Presentation
Obesitas Bikin Bengkak Kelamin Anak

Obesitas Bikin Bengkak Kelamin Anak

140 Views Download Presentation
Download Presentation

Obesitas Bikin Bengkak Kelamin Anak

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. ObesitasBikinBengkakKelaminAnak Obesitasataupenyakitkegemukan yang menimpakalangananak-anakdapatmemicupertumbuhansegalapenyakit, terutamapadabagian organ reproduksi. PakarandrologiRumahSakit (RS) Baptis Kediri, Dr. dr. HudiWinarso, M.Kes, Sp.And, Sabtu, mengemukakan, obesitaspadaanakterjadiakibatadanyaasupansecaraberlebihanberbagaijenismakanan yang tidaksehat. “Sehingga, halinimenjadikansianakkurangaktif,” katanyasaatmenyampaikanpaparannyadalam seminar kesehatanmengenai “DampakObesitasPadaAnak” di RS Baptis Kediri, Jatim. LebihlanjutHudimengatakan, organ reproduksianaklaki-lakidapatterkena “Hipospadia” atauadanyakelainansalurankencingdenganpembengkakanalatkelamin, sehinggapembuangan air kencingtidak normal. “Selainitu, sianak yang menderitaobesitasakanmengalamigangguan ‘Mikro Penis’, karenaperkembangan organ laki-lakimenjadikecil,” katanyamengungkapkan. Gangguan lain yang biasanyaterjadipadaanak-anak yang menderitaobesitas, adalah “Undesensus Testis” ataubijipelir yang posisinyaberadadidalamperut. Selainobesitas, bahankimia yang mengakibatkankerusakanalatreproduksiadalahbahan yang mengandung Dioxin yang biasanyadigunakansebagaipemutihkertas, DDT, danMetanol Ethanol yang banyakterdapatdalamplastik, botol, dankaleng. Sementaraitupembicaralainnyadalam seminar itu, dr. SebastianusJobulmenambahkan, hinggakinidi Indonesia masihbelumadapenelitianmengenaiepidemiologibakutentangobesitas. “Tapiberdasarkanpenelitianepidemiologidi sub urban Jakarta terjadipeningkatan. Tahun 1992 jumlahnya mencapai17,1%, padahalpada 1982 hanya 4,2%,” katanya. Peningkatanitu, lanjut Sebastian, dikarenakanperubahangayahidup yang cenderungkonsumtifdanmenyukaimakananserbainstan. “Besarkemungkinanangkapencetusobesitas, karenasindromametabolikakanterusmeningkat. Inikarenaadanyaperubahangayahidup yang lebihmenyukaimakananinstan,” katanyamenegaskan. Sedangpemerhatikesehatananak, dr. Rihi Here Wilamengatakan, terjadinyaobesitaspadaanak, 90 persendipengaruhinutrisi, sedang 10 persensisanyafaktorketurunan. Namundiamenyatakan, penggunaanobat-obatanpencegahobesitasjustruberdampakburukpadakesehatananak. “Sebenarnyaobesitasdapatdicegah, salahsatunyadenganmemberikan air susuibu (ASI) secaraeksklusifdanmemberikanmakanan yang sehatdanseimbang,” katanya. Iamenyarankan, paraibuuntukmemperbanyakporsimakananpadaanakberupabuah-buahandansayur-sayuran. Menurutdia, denganpolamakan yang lebihteraturdapatmencegahanakterkenaobesitas, sehinggadapatmenghindaririsikoterkenapenyakitsejakdini.