1 / 22

OTORITAS, PENDELEGASIAN WEWENANG DAN DESENTRALISASI

OTORITAS, PENDELEGASIAN WEWENANG DAN DESENTRALISASI. PERTEMUAN 9. OTORITAS, PENGARUH DAN KEKUASAAN. Pengaruh , tindakan atau contoh , yang langsung maupun yang tidak langsung , yang menyebabkan adanya perubahan dari perilaku atau sikap dari orang atau kelompok lain.

lowri
Download Presentation

OTORITAS, PENDELEGASIAN WEWENANG DAN DESENTRALISASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. OTORITAS, PENDELEGASIAN WEWENANG DAN DESENTRALISASI PERTEMUAN 9

  2. OTORITAS, PENGARUH DAN KEKUASAAN Pengaruh, tindakanataucontoh, yang langsungmaupun yang tidaklangsung, yang menyebabkanadanyaperubahandariperilakuatausikapdariorangataukelompok lain.

  3. Kekuasaan, kemampuanuntukmempengaruhi Otoritas formal, salahsatubentuk kekuasaan yang berdasarkanpada pengakuaankeabsahanupayauntuk mempengaruhi.

  4. Asalmulaotoritas formal: • PandanganKlasik. • PandanganPenerima (acceptance)

  5. PandanganKlasikOtoritasberasaldaritingkattertinggidalammasyarakatdankemudianberdasarkanhukumditeruskanketingkat-tingkatlebihbawah.PandanganKlasikOtoritasberasaldaritingkattertinggidalammasyarakatdankemudianberdasarkanhukumditeruskanketingkat-tingkatlebihbawah.

  6. PandanganPenerima (acceptance view),dasarotoritasterletakpadaorang yang dipengaruhi (influencee) danbukanpada yang mempengaruhi (influencer)

  7. Seseorangdapatmenerimasuatupesansebagaiperintah (Chester I. Barnard): • Dapatdanmemangmemahamipesan. • Percayabahwahaltersebuttidakmenyimpangdaritujuanorganisasi. • Percayabahwaperintahitucocokdengankepentinganpribadinyasecarakeseluruhan. • Mampusecarafisikdan mental untukmematuhinya.

  8. SumberKekuasaan John French dan Bertram Raven): • KekuasaanImbalan (reward power). • KekuasaanPaksaan (coercive power). • KekuasaanSah (legitimate power). • KekuasaanAhli (expert power). • KekuasaanReferensi (refent power).

  9. Ciri-ciriPenggunaanKekuasaaan yang Berhasil (John Kotter): • Para manajer yang efektifsensitifterhadapsumberkekuasaannyadanberhati-hatidalammenjaga agar tindakannyasesuaidenganharapanorang. • Manajer yang baikakanmemahami lima basis kekuasaandanmengetahui yang mana yang akandigunakandalamsituasiorang yang berbeda.

  10. Para manajerefektifmenyadaribahwasemua basis kekuasaandalamsituasitertentumempunyaimanfaat. Para manajer yang berhasilmempunyaitujuankarir yang akanmemungkinkannyamengembangkandanmenggunakankekuasaan. Para manajer yang efektifmempertegaskekuasaandengankedewasaandanpengendaliandiri. Para manajer yang berhasilmengetahuibahwakekuasaanituperlu agar pekerjaandapatdilakasanakan.

  11. Otoritasdibedakanmenjadi: • OtoritasLini (line authority), dimulaidaridewandireksidanmenyebarkebarbagaitingkatanhirarkisampaipadakegiatandasarorganisasi. • OtoritasStaf (staff authority), terdiridariorangataukelompokdalamsuatuorganisasi yang berfungsimenyediakanpelayanan, saran, dannasehatpadalini.

  12. Stafdibedakanmenjadi: • Stafpribadi (personal staff), membuatlaporanuntukmanajerdanmembantudalamberbagaikegiatan. • Stafkhusus (specialized staff), melakukanpekerjaan yang membutuhkankeahlianatauobyektivitas yang tidakdimilikiolehlini.

  13. OtoritasFungsional (functional authority) merupakanhakuntukmengendalikankegiatandepartemen lain dalamhuubungannyadengantanggungjawabstaf yang khusus.

  14. PENDELEGASIAN WEWENANG(DELEGATION) • Pemberianotoritasataukekuasaan formal dantanggungjawabuntukmelaksanakankegiatantertentukepadaorang lain.

  15. PedomanKlasikPendelegasianWewenang yang Efektif: • Tanggungjawab, OtoritasdanAkuntabilitas. • PrinsipSkalar. • KesatuanPerintah.

  16. PrinsipSkalar, garisotoritasmenghubungkantingkatorganisasi paling tinggidengantingkatorganisasi paling bawah. Garisotoritas yang jelasmemudahkan bagianggotaorganisasiuntuk mengetahui: • kepadasiapamanajerdapatmelimpahkanwewenang. • Siapa yang dapatmelimpahkanwewenangkepadanya. • Kepadasiapabertanggungjawab.

  17. Prinsipkesatuanperintah (unity of command), setiaporangdalamorganisasiharusmelaporhanyapadasatuatasan.

  18. ManfaatPendelegasianWewenang yang Efektif: • Semakinbanyaktugas yang dilimpahkan, semakinbanyakkesempatanbagimanajeruntukmencaridanmeningkatkantanggungjawab. • Akanmemberikankeputusan yang lebihbaik. • Mempercepatpengambilankeputusan.

  19. HambatanPendelegasianWewenang yang efektif: • Keenggananuntukmendelegasikanwewenang. • Keenggananuntukmenerimapendelegasianwewenang.

  20. DESENTRALISASI • Semakinbesarotoritas yang disebarkankeselururhbagianorganisasi, organisasitersebutsemakinbersifatdesentralisasi.

  21. Manfaatdesentralisasi: • Meringankanbeban top manajer. • Menyempurnakanpembuatankeputusan. • Keluwesandankecepatan yang lebihbesardalampembuatankeputusandalamlingkungan yang cepatberubah.

  22. Faktor-faktor yang MempengaruhiDesentralisasi: • Pengaruhlingkunganusahadiluarorganisasi. • Ukurandan Tingkat perkembanganorganisasi. • Ciri-ciriorganisasi (biayasuatukeputusan, preferensimanajemenpuncak, budayaperusahaan, dankemampuanmanajertingkatbawah.

More Related