dosen pembimbing ir boedi setya rahardja m p a shofy mubarak m si s pi n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Dosen Pembimbing : Ir. Boedi Setya Rahardja,M.P. A.Shofy Mubarak,M.Si.,S.Pi PowerPoint Presentation
Download Presentation
Dosen Pembimbing : Ir. Boedi Setya Rahardja,M.P. A.Shofy Mubarak,M.Si.,S.Pi

play fullscreen
1 / 20
Download Presentation

Dosen Pembimbing : Ir. Boedi Setya Rahardja,M.P. A.Shofy Mubarak,M.Si.,S.Pi - PowerPoint PPT Presentation

conway
247 Views
Download Presentation

Dosen Pembimbing : Ir. Boedi Setya Rahardja,M.P. A.Shofy Mubarak,M.Si.,S.Pi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENAMBAHAN EKSTENDER MADU DALAM PROSES PENYIMPANAN SPERMA BEKU TERHADAP MOTILITAS DAN DAYA HIDUP SPERMATOZOA IKAN KOMET (Carassius auratus auratus) PERMANA SULISTYO RINI 060510207P Dosen Pembimbing : Ir. Boedi Setya Rahardja,M.P. A.Shofy Mubarak,M.Si.,S.Pi

  2. Penerapan bioteknologi reproduksi (pembekuan sperma ) adalah salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah masa pematangan gamet indukikan ♂♀ terkadangtidakterjadisecarabersamaan Perkembangan budidaya ikan dipengaruhi oleh teknologi pembenihan. Namun sering kali pengadaan benih unggul menjadi kendala. Latar Belakang Salah Madu mengandung berbagai kombinasi bahan dasar gula sederhana dan ion-ion garam sehingga dapat meningkatkan motilitas dan daya hidup sperma setelah proses pembekuan Penggunaan madu sebagai bahan pengencer dapat mendukung daya hidup sperma Proses diatas membutuhkan bahan pengencer (ekstender) dan zat anti beku (Cryoprotectan)

  3. Perumusan Masalah Bagaimana pengaruh penambahan ekstender madu dalam meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ikan komet (Carassius auratus auratus) setelah proses pembekuan. Berapakah konsentrasi madu yang tepat dalam pembekuan tersebut.

  4. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh madu dalam meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ikan komet (Carasius auratus auratus) setelah proses pembekuan dan untuk mengetahui konsentrasi madu yang tepat dalam proses pembekuan tersebut.

  5. Manfaat Penelitian ini diharapkan memberikan informasi bermanfaat sebagai bahan pertimbangan tentang pengaruh penambahan ekstender madu dalam meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ikan komet (Carasius auratus auratus) setelah proses pembekuan serta menentukan konsentrasi madu secara tepat dalam proses pembekuan tersebut.

  6. Kerangka Konseptual Teknologi fertilisasi buatan Bertujuan untuk: Penyelamatan plasma nutfah, Breeding Menjaga keanekaragaman genetik Penyimpanan sperma beku Cold shock Motilitas pasca thawing NaCl fisiologis + madu + Gliserol Sumber energi, Anti oksidan Zat pelindung dalam proses pembekuan • Kualitas sperma pasca thawing tetap baik: • motilitas • viabilitas

  7. Hipotesis Penelitian H0 : Penambahan madu pada media ekstender tidak memberikan pengaruh terhadap kualitas spermatozoa beku ikan komet. H1 : Penambahan madu pada media ekstender dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas spermatozoa beku ikan komet.

  8. MetodologiPenelitian Tempat dan waktu : Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2010 di Laboratorium Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang Bahan Penelitian: sperma ikan komet (Carassius auratus auratus), alkohol 70%, madu, glukosa, fruktosa, Natrium sitrat, Tris Aminomethane, Nitrogen cair, antibiotik, gliserol, NaCl fisiologis, larutan eosin nigrosin dan aquadest. Alat Penelitian mikroskop, tabung Eppendorf, tabung reaksi, gelas ukur, mini straw, obyek glass, cover glass, thermometer, autoclave, erlenmeyer, handtally counter, cool top cabinet, container nitrogen cair, timbangan analitik, lap halus, kertas pH, pipet, spuit, haemocytometer, aluminium foildan lemari pendingin.

  9. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL)Perlakuan 9 perlakuan 3 ulangan, yang terdiri dari:perlakuan KT : Kontrol Tris AminomethanePerlakuan KG : Kontrol NaCl fis+glukosa 0,05%Perlakuan KF : Kontrol NaCl fis+fruktosa 0,05%Perlakuan KN : Kontrol NaCl fisiologis tanpa penambahanPerlakuan A : NaCl fis+madu 0,3%Perlakuan B : NaCl fis+madu 0,4%Perlakuan C : NaCl fis+madu 0,5%Perlakuan D : NaCl fis+madu 0,6%Perlakuan E : NaCl fis+madu 0,7%

  10. Parameter Pengamatan Parameter Utama persentase hidup(%) dan lama gerak (detik) Parameter Penunjang derajat keasaman (pH), dan warna sperma.

  11. Bagan rancangan penelitian Stripping induk ikan komet jantan Pengamatan kualitas sperma Tidaklayak Layakpakai Pengenceran Dibuang Tris Aminomethane Nacl Fis + Glyserol Glukosa+ Nacl Fis+ Glyserol Fruktosa + Nacl Fis+ Glyserol Madu 0,3% gyserol + Nacl Fisiologis Madu 0,4% gyserol + Nacl Fisiologis Madu 0,5% gyserol + Nacl Fisiologis Madu 0,6% gyserol + Nacl Fisiologis Madu 0,7% gyserol + Nacl Fisiologis Pengamatan sperma setelah diencerkan Pengisian sperma ke dalan straw Waktu adaptasi Prae freezing dan freezing • Pemeriksaan 24 jam sekali dengan parameter uji utama: • Lama Gerak • Hidup dan mati Pasca Thawing Analisis Data Thawing

  12. Analisis Data Data penelitian dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji ANAVA. Data yang dihasilkan bila terdapat perbedaan dilakukan uji lanjutan. Uji lanjutan yang digunakan adalah uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test)

  13. Hasil penelitian Pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis sperma segar

  14. Hasil penelitian Rata-rata persentase hidup sperma

  15. Hasil penelitian Grafik persentase hidup sperma

  16. Hasil penelitian Rata-rata lama gerak spermatozoa ikan komet

  17. Hasil penelitian Grafik lama gerak sperma

  18. Simpulan dan saran Simpulan Penambahanekstender madudapat meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ikan komet (Carassiusauratusauratus) selama proses pembekuan. Penambahanmadudengandosis 0,6% merupakandosis yang terbaikdalammeningkatkanmotilitas dan daya hidup spermatozoa ikan komet (Carassiusauratusauratus).

  19. Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan spermatozoa dalam fertilisasi setelah proses pembekuan. Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan bahan pengencer yang lain.

  20. TerimaKasih