TUGAS POWERPOINT AGAMA - PowerPoint PPT Presentation

ford
tugas powerpoint agama n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
TUGAS POWERPOINT AGAMA PowerPoint Presentation
Download Presentation
TUGAS POWERPOINT AGAMA

play fullscreen
1 / 85
Download Presentation
TUGAS POWERPOINT AGAMA
439 Views
Download Presentation

TUGAS POWERPOINT AGAMA

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. TUGAS POWERPOINT AGAMA Oleh : Dunan perangin-angin 135100300111057 Dosen : Roike R. Kowal, S.Th., M.A., M.Th UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

  2. Bab 1 TUHAN Apakah TUHAN itu? Tuhan itu merupakan sebuah jalan menuju keselamatan. Jika Takut Akan TUHAN maka engkau akan diberi jalan bagi-Nya. Melalui Tuhan Yesus Allah memberikan segalanya bagi umat-Nya. TUHAN JALAN KESELAMATAN Seperti yang tertulis dalam alkitab Yesaya 35,tertulis bahwa TUHAN merupakan jalan keselamatan bagi umatNya, Ia membuat segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada,dan segala sesuatu itu menjadi indah oleh-Nya. (Yesaya 35:1-10)

  3. Makna Keselamatan yang diberikan oleh Allah Makna Keselamatan yang dikerjakan Allah dalam Yesus Kristus Keselamatan diungkapkan dengan istilah : - Hidup kekal - Masuk, mewarisi kerajaan Allah/Sorga Allah di dalam Yesus Kristus menyelamatkan manusia dari hukum dosa. Dosa adalah maut Roma 6:23  maut atau kematian disini bersifat rohani. Yakni keterasingan dari Allah, putus atau rusaknya hubungan atau persekutuan manusia. Keselamatan yang dikerjakan Allah pada dasarnya adalah restorasi (pembaharuan, perbaikan) hubungan dengan Allah atau persekutuan yg benar

  4. Tuhan adalah Penolong Tuhan adalah penolong satu-satunya yang ada di dunia ini, seperti yang terdapat di alkitab Yesaya 31:1 dikatakan “celakalah orang-orang yang pergi ke mesir minta pertolongan,yang mengandalkan kuda-kuda,yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak,dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya,tetapi tidak memandang kepada yang Mahakudus,Allah Israel,dan tidak mencari TUHAN” maka dari itu TUHAN penolong bagi umat yang percaya kepadaNya dan yang akan Takut kepadaNya.

  5. Tuhan Meninggikan orang yang rendah Tuhan berhati mulia kepada umat-umatNya yang percaya dan Takut akan-Nya. Wahai engkau para umat yang terkasih datanglah kepada ku maka engkau akan diberi jalan kebenaran.Seperti yang tertulis di Mazmur 113 :7 tertulis “ Ia menegakkan orang yang hina dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur”. • Adapun yang kita ketahui tentang Sifat-sifat Allah Sifat merupakan karakteristik yang dimiliki oleh seseorang. Karena itu ketika kita berbicara tentang sifat-sifat Allah yang kita maksudkan adalah karakteristik yang dimiliki Allah sebagai Allah, yang menjadikan Allah siapa dan apakah Dia.

  6. Tuhan Raja Yang Kudus Tuhan itu merupakan sosok seorang Raja yang Kudus, Tuhan Yesus seorang Raja yang pernah Lahir di dunia,mati di kayu salib dan bangkit ke surga.Tuhan itu raja,maka bangsa-bangsa gemetar. Ia duduk diatas kerub-kerub,maka bumi goyang (Mazmur 99:1). Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat,Kuduslah Ia! (mazmur 99:3) Dalam pendidikan Agama Kristen harus lebih peka terhadap Tuhan Yesus,karena di dalam pendidikan agama kristen yaitu mempelajari Tuhan Yesus lebih mendalam dan lebih spesifik.

  7. Tuhan MahaPencipta Allah memberikan semuanya melalui anaknya Tuhan Yesus kristus,Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya (kejadian 1:1 ) yang tertulis sebagai berikut “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” Allah menciptakan segala isi di bumi serta penerang bagi bumi dikala siang hari maupun malam hari. . Allah Sang Pencipta - Kodrat dan sifat-sifatNya - Karya-karyaNya (apa yang dilakukan Allah) Alkitab memulai kesaksiannya tentang Allah sebagai pencipta langit dan bumi dan seluruh isinya termasuk manusia (Kej. 1 dan 2). Kekristenan percaya akan adanya pencipta di balik keberadaan dunia yang menakjubkan ini (Kej.1,2; Mzm. 33:6)

  8. Allah ituKekal(Yes. 43:10) :  selalu ada dan tak pernah • berakhir. • Allah ituMahaKuasa Allah kuat dlm segala-galanya • dan sanggup melakukan apa saja sesuai dgn sifatNya sendiri. • (kpd Abraham Kej. 17:1, Musa Kel. 6:3, org pcy 2 Kor. 6:18 • kpd Yohanes Why. 1:8; 19:6). • Allah ituMahatahu Allah mengetahui segala sesuatu, yang • sebenarnya dan mungkin, tanpa kesulitan dan sama baiknya. • (Kis. 15:18; Mzm. 147:4; Mat. 11:21, Mzm. 139:16). • Allah ituMahahadir Allah hadir dimana-mana dengan • seluruh keberadaanNya pada segala waktu (Mzm. 139:7-11, • diatas tahtaNya Why 4:2, dlm bait Salomo 2 Taw. 7:2, dlm • org pcy Gal. 2:20. • Dari segala perumpamaan tentang Tuhan Allah yang maha pengampun, kita tahu siapa sesungguhnya Dia,yang selalu ada bagi PpengikutNya yang Loyal terhadap-Nya.

  9. Allah MahaPencipta Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama kali yang ditempatkan Allah di Taman Eden Jatuh kedalam dosa. Manusia merupakan makhluk Ciptaan-Nya yang berada dikasta paling tinggi diantara ciptaan-Nya yang lain. Sebab,manusia memiliki akal Budi dan pikiran, sehingga manusia digolongkan Makhluk yang paling tinggi dibandingkan Hewan dan Tumbuhan.

  10. Disamping kita mengenal siapa itu Allah? Allah yang Rohadanyaadalah Allah yang berkepribadian yang memiliki • Kehendak/kemauan (will) • Pikiran/akal (mind) • Perasaan/emosi (emotion) Manusia merupakan gambaran yang serupa dengan Allah, Hanya saja manusia telah terjerumus ke dalam Dosa,manusia sebagai makhluk pendosa (sinner), Manusia dikatakan segambar dengan Allah karena Manusia memiliki kemauan,pikiran serta emosi yang sama Dengan Roh yang ada pada Allah sendiri.

  11. Apakah Kita perlu Mencari Allah? Dari keseluruhan penjelasan mengenai Allah tersebut, Apakah kita perlu mencari Allah? Perlu, Karena dalam mencari Allah itu diperlukan Hati yang sungguh (2 tawarikh 16:9),Jiwa yang penuh Kerinduan (Mzm 42:2),Roh yang menyala-nyala (Roma 12:11) seperti yang tertulis dalam ulangan 4:29 yang berisi “dan baru disana engkau mencari TUHAN,Allahmu,dan menemukan-Nya,asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu” Sebagai umat kristen kita harus mebuat kehidupan itu menjadi terang,yang semulanya gelap harus diubah menjadi terang yang disebut dengan ekklesia.

  12. BAB 2 MANUSIA

  13. Manusia Apa yang dimaksud dengan manusia? Apakah manusia itu segambar dengan Allah? Manusia merupakan makhluk yang dapat berkembang biak dan bereproduksi,Manusia tergolong sebagai Makhluk Sosial yang berarti manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan manusia membutuhkan orang lain hadir disetiap waktu yang berbeda dan saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Manusia itu segambar dan serupa dengan Allah, karena manusia sebagai ciptaan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah.Segambar dan serupa dengan Allah berasal dari bahasa Ibrani yaitu tselem dan rupa yaitu demuth.

  14. Manusia Manusia merupakan Makhluk sosial,Definisi makhuk dapat dikatakan bahwa makhluk itumenunjuk kepada kenyataan bahwa manusia adalah ciptaan bukan pencipta. Manusia dapat digolongkan sebagai berikut: • Manusia sebagai Makhluk Religius • Manusia sebagai Makhluk Sosial • Manusia Sebagai makhluk yang segambar dan serupa dengan Allah (imago dei) • Manusia sebagai makhluk rasional dan berbudaya • Manusia sebagai makhluk pendosa (sinner) • Manusia sebagai makhluk etis

  15. Manusia sebagai Makhluk Religius Manusia dikatakan sebagai makhluk religius karena manusia bebas menganut suatu kepercayaan atau agama sejak mereka dilahirkan di bumi. kesadaran religius yakni mengakui akan adanya kodrat ilahi di atas manusia, serta selalu berorientasi terhadap yg dianggap ilahi. Manusia bebas memiliki suatu kepercayaan, baik itu islam,kristen, katolik, hindu,buddha.

  16. Manusia sebagai Makhluk Sosial • Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan individu maupun kebutuhan kelompok. Manusia sebagai makhluk sosial juga dapat diartikan sebagai Suatu kecenderungan tetap untuk berorientasi terhadap sesama yang mengambil bentuk dalam menciptakan pranata sosial. Manusia sebagai makhluk sosial terdapat dalam kitab kejadian 2:18 yang tertulis “ Tuhan allah berfirman: Tidak baik,kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,yang sepadan dengan dia”

  17. Manusia sebagai makhluk yang segambar dan serupa dengan Allah Imago Dei merupakan istilah dari manusia segambar dan serupa dengan Allah, yang dimaksud dengan imago Dei ialah Secara harafiah berarti gambar/rupa Allah yang mempunyai arti dasar, potensi relasional manusia dengan Tuhan. Arti dari serupa dan segambar dengan Allah menyatakan bahwa Allah ingin berkomunikasi dengan Manusia. Jadi Allah menciptakanmanusiadalamhalroh danjiwanya (za. 12:1) tetapi Allah menjadikanmanusia dalamhaltubuhnya (Kej. 2:7).

  18. Manusia dikatakan sebagai makhluk rasional dan berbudaya karena Allah memberikan tugas kepada manusia untuk memandatiritas,memelihara segala ciptaanNya serta menunjukkan hubungan antara alam semesta dengan manusia. Terdapat dalam kitab kejadian 1:18 yang berisi seperti “dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik”. Itu merupakan tugas mandat sebagai manusia makhluk rasional dan berbudaya. Manusia sebagai makhluk rasioanl dan berbudaya

  19. Manusia sebagai makhluk pendosa (Sinner) Pada dasarnya manusia telah masuk kedalam Pada saat adam dan hawa terjerumus ke dalam Dosa di Taman Eden. Dosa memang mengandung konsekuensi- konsekuensi etis dan moral dalam berbagai dimensi hubungan manusia: dengan sesama dan diri sendiri, dan hubungan dengan alam semesta. Pada kitab kejadian 3 tertulis bahwa manusia jatuh ke Dalam dosa, dalam kejadian 1:22 “Berfirmanlah Tuhan Allah: sesungguhnya manusia itu telah menjadi sperti salah satu dari kita,tahu tentang yang baik dan jahat maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangan nya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakan nya,sehingga ia hidup untuk selama-lamanya”.

  20. Manusia sebagai Makhluk Etis Manusia mempunyai kesadaran etis yakni kesadaran untuk membedakan mana yang baik & buruk, benar dan salah, bertanggung jawab dan tidak. Manusia mempunyai kebebasan etis yakni memilih secara bebas dari alternatif di atas. Manusia mempunyai pertanggungjawaban etis, yakni bertanggung jawab dengan pilihannya. KitabKejadian 1:31 mengatakan "maka Allah melihatsegala yang dijadikan­Nyaitu, sungguhamatbaik."

  21. BAB 3 Moralitas

  22. Apa yang dimaksud dengan Moralitas? Moralitas merupakan Pola tingkah laku yang berhubungan dengan norma kesusilaan, dimana Moralitas itu merupakan suatu sikap yang sesuai dengan Allah. Kesusilaan atau kebiasaan baik yang berlaku pada sesuatu kelompok tertentu Ajaran kesusilaan atau dengan kata lain, ajaran tentang asas dan kaidah kesusilaan yang dapat dipelajari secara sistematik. Di Dalam moralitas terdapat etika yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos yang artinya suatu kebiasaan Seseorang.

  23. Apa yang dimaksud dengan Etika? Etika merupakan suatu tingkah laku atau suatu kebiasaan yang sering dilakukan dengan cara sistematis serta yang mendasari ialah motivasi dan kesadaran batin oleh individunya. Etika Kristen Etika kristen ialah suatu tingkah laku atau kebiasaan yang didasari oleh Firman Tuhan serta percaya dan Takut akan Tuhan. Sebagaimana dinyatakan dalam firman Tuham.

  24. Hubungan dan Pengaruh Iman dengan Etika Iman selalu berhubungan dengan etika, oleh sebab itu etika kristen selalu dibarengi dengan iman kristen. Pengaruh Iman terhadap Etika : • Iman selalu dianggap sebagai kepercayaan dan yang dianggap penting. • Iman sebagai hubungan perorangan dengan Allah,sama halnya seperti Etika yang selalu berinteraksi dengan orang lain. • Iman sebagai pengikutsertaan pekerjaan dengan Allah. • Iman sebagai pendirian tentang apa yang benar.

  25. Dalam Etika memiliki Kesadaran Etis Kesadaran etis merupakan tahap-tahap yang dilakukan atas Perkembangan Moral,adapun Tahap- Tahap tersebut menurut Kohlberg terdiri dari : Pra-konvesional Konvesional Paska-Konvesional Pada tahap Pra-Konvesional itu dibagi menjadi 2 Jenjang,yaitu jenjang pertama yang menyatakan Bahwa Kesadaran Etis berdasarkan hukum dan Kepatuhan,sedangkan jenjang yang kedua menyatakan Tindakan yang lebih rasional serta membandingkan sebab- Akibatnya.

  26. Tahap Konvesional Sama halnya dengan tahap Pra-konvesional,tahap ini juga dibagi 2 jenjang, yaitu jenjang pertama menyatakan bahwa kesadaran etis bertujuan untuk menyenangkan orang lain baik individu maupun kelompok. Sedangkan jenjang kedua itu menyatakan Bahwa suatu hukum sudah bersifat objektif dan mencakup hal yang lebih luas.

  27. Tahap Paska-Konvesional Pada Tahap ini juga dibagi menjadi 2 jenjang, jenjang pertama menyatakan bahwa akal manusia sudah berpikir lebih baik sudah mengetahui baik atau Salahnya suatu tindakan yang dilakukan individu Tersebut, sedangkan jenjang kedua menyatakan bahwa moralitas itu berpusat pada suara hati dan pada jenjang ini merupakan jenjang yang paling tinggi dan penting.

  28. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan etis Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan etis yaitu: 1. iman 2. Tabiat atau sifat-sifat batin 3. Orang lain atau Lingkungan Sosial 4. Norma-norma atau Hukum 5. Unsur situasi yang perlu diperhatikan.

  29. BAB 4 IPTEK

  30. Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan Teknologi terdiri dari dua kata yang memiliki arti yang berbeda, Ilmu pengetahuan merupakan mengetahui segalanya tentang dunia dan alam semesta serta mengembangkan nya menjadi suatu cabang ilmu. Sedangkan,Teknologi merupakan alat atau prasarana yang dapat mempermudah pekerjaan manusia,serta aplikasi dari perkembangan ilmu pengetahuan. Jadi, ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang.

  31. Teori pendapat tentang Iman dan IPTEK oleh para ilmuwan Adapun Tipologi hubungan iman dengan IPTEK yang dikemukakan oleh Ian Barbour dan Liek wilardjo yakni : • Pertentangan atau Konflik yang berarti perselisihan diantara suatu hubungan yang mengakibatkan perkelahian maupun permusuhan. • Perpisahan atau Independence yang berarti ilmu dan agama berjalan masing-masing, serta ini merupakan cara untuk menghindari terjadinya pertentangan,

  32. Perbincangan atau diskusi (dialogue) merupakan suatu cara yang dimana didalamnya terdaopat saling keterbukaan,saling memahami satu dengan yang lain yang dikenal dengan sliahturahmi atau musyawarah, ini merupakan cara untuk mencegah terjainya selisih antara iman dengan ilmu pengetahuan. Perpaduan (integration) merupakan integrasi atau perpaduan antara iman dan ilmu pengetahuan. Ada pendapat yang mengatakan, bahwa ilmu pengetahuan tanpa iman hakikatnya adalah mati.

  33. Bagaimana Hubungan Iman dengan IPTEK? Hubungan iman dengan Iptek, Tidak ada iman yang menghalangi kemajuan IPTEK, serta Tidak ada iman yang bertentangan dengan IPTEK. Itu semua karena IPTEK merupakan bagian dari iman. Sedangkan Hubungan IPTEK dengan Iman itu terjadi pertentangan, karena Manusia berdosa,IPTEK terpisah dari iman serta IPTEK dilakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Sehingga akibat dari hal tersebut telah terjadi penyimpangan IPTEK yang bertentangan dengan ajaran Kristus.

  34. Apakah ada Penyimpangan dari Peranan IPTEK? Tentu ada, sebab IPTEK dibuat oleh manusia berdosa sehingga IPTEK banyak memiliki penyimpangan dari peran nya yang mempermudah pekerjaan manusia. Hal-hal penyimpangan dari IPTEK itu sendiri ialah terutama dalam bidang kedokteran seperti bayi tabung, kloning, pencangkokan jantung maupun Hati serta obat-obat yang telah disalahgunakan oleh manusia itu sendiri. Sedangkan didalam bidang teknologi IPTEK menjadi ajang penipuan,pornografi serta perjudian secara online.

  35. Disamping penyimpangan IPTEK,IPTEK memiliki peran bagi IMAN Peran IPTEK bagi iman meliputi : Memurnikan pemahaman IMAN dari pemalsuan,Mensistematiskan pemahaman Iman,memperjelas pengertian,Memperkuat Pegangan,Memperkuat pengambilan keputusan Etis,Memperkuat Apologetika serta mempertajam pra-evangelistik.

  36. Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan itu merupakan suatu cara untuk mengetahui segalanya, Ilmu pengetahuan itu relatif karena ilmu pengetahuan selalu berkembang dan selalu ditentang dengan pendapat yang berbeda. Tingkatan Ilmu Pengetahuan itu terdiri atas : • Pengetahuan Umum • Pengetahuan Ilmiah • Pengetahuan Empiris • Pengetahuan Theologis • Pengetahuan Filosofis

  37. Seperti yang tertulis dalam kitab Daniel 1:4 yang menyatakan “ yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela,yang berperawakan baik,yang memahami berbagai-bagai hikmat,berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu,yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja,supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang kasdim”.

  38. Kerukunan Antar Umat Beragama BAB 5

  39. Pengertian Kerukunan Pengertian MultikulturalismeYang berarti didalam masyarakat terdapat multikulturalisme,dimana pengertian multikultutralisme itu berbagai macam perbedaan baik agama,suku,golongan,ras maupun budaya. Di dalam kerukunan Multikulturalisme penting menjaga sikap saling menghargai dan menghormati serta sikap Toleransi yang tinggi antar individu maupun kelompok sehingga tidak terjadi konflik. Kerukunan merupakan suatu istilah yang mana didalamnya terdapat sikap saling menghargai,saling menghormati,saling mendukung satu sama lain serta toleransi yang tinggi antar umat beragama didalam suatu kelompok yang menciptakan suasana damai.

  40. Makna Kerukunan Antar umat beragama Kerukunan dalam perspektif Teologi Kerukunan memiliki fungsi antar umat beragama antara lain menciptakan suasana yang damai diantara perbedaan agama yang ada didalam masyarakat serta mencegah terjadinya pertentangan atau konflik di lingkup masyrakat baik kecil maupun dalam lingkup yangluas. Dalam perspektif yang lebih luas kerukunan juga dibicarakan dalam kitab Mazmur 133:1 yang berisi “Nyanyian Ziarah Daud,Sungguh,alangkah baiknya dan indahnya,apabila saudara- saudara diam bersama dengan rukun”. Itu menandakan bahwa kita Umat Kristen harus bisa menciptakan dan menjaga suasana kerukunan antarumat beragama. Makna Kerukunan

  41. Sikap Kerukunan Antar Umat Beragama Ada 3 sikap kerukunan antar umat beragama, yaitu : • Esklusivisme • Inklusivisme • Pluralisme Ketiga sikap kerukunan diatas saling berkaitan sehingga dapat membentuk kerukunan atau menciptakan Pertentangan. 1. Eksklusivisme Merupakan suatu sikap keturunan yang menganggap bahwa ajaran dan nilai agamanya yang paling benar dibandingkan agama lain, sehingga menimbulkan sikap fanatik, munafik dan rasisme terhadap agama lain yang dianggap nya salah.

  42. Inklisivisme dan Pluralisme 2. Inklusivisme Merupakan suatu sikap kerukunan yang mengakui agama lain tapi tetap mengganggap bahwa nilai-nilai dari agama yang dianutnya yang paling benar dan tepat dibandingkan dengan agama lain,sebab dia berprinsip bahwa ajaran agama yang dianutnya sudah terlalu penting bagi hidupnya sehingga mengganggap bahwa nilai agamanya yang paling benar dan baik. 3.Pluralisme Merupakan sikap kerukunan yang mengakui angama- agama lain itu baik dan mengganggap bahwa setiap agama itu memberikan ajaran yang baik dan menuju keselamatan bagi penganut nya sendiri.

  43. Berbagai Pertimbangan Sikap Pluralisme di masyarakat Sikap pluralisme di masyarakat indonesia sangat sulit ditemukan, karena masyarakat indonesia hampir keseluruhan itu memiliki sikap inklusivisme dan ekslklusivisme. Akibat dari sikap fanatisme yang tinggi bahwa Agama yang dianutnya agama yang paling benar dan agama yang menunjukkan jalan keselamatan bagi penganutnya,Serta agama menjadi media Politikus untuk mendapatkan dukungan sehingga agama menjadi tempat politisir.

  44. Fungsi dari Kerukunan Antar umat Beragama Menciptakan suasana damai diantara umat bergama serta memberikan kenyamanan dilingkungan sekitar, memiliki sikap toleransi yang tinggi dan mencegah terjadinya pertentengan antar individu maupun kelompok.

  45. Kerukunan seperti yang terdapat dalam kitab Roma 15:5 yang berisi “semoga Allah,yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan,mengkaruniakan kerukunan kepada kamu,sesuai dengan kehendak kristus yesus.

  46. Bab 6 MASYARAKAT

  47. Pengertian Masyarakat Pengertian Masyarakat dalam lingkup luas ialah merupakan suatu perkumpulan atau kelompok- kelompok yang membentuk suatu kelompok interaksi baik secara individu maupun secara kelompok. MasyarakatadalahSebuahkomunitas yang interdependen (salingtergantungsatusama lain). Umumnya, istilahmasyarakatdigunakanuntuk mengacusekelompokorang yang hidupbersama dalamsatukomunitas yang teratur.

  48. Peran Agama Kristen di Masyarakat Adapun peran agama kristen di dalam lingkungan masyarakat itu harus sesuai dengan ajaran dan firman Tuhan. Kesempurnaan Agama Kristen dalam kesaksian yaitu dengan melakukan apa yang diimani. Di dalam masyarakat umat kristen harus menjadi Terang Dunia dan Garam Dunia diantara perbedaan agama-agama lainnya.

  49. Pengertian dari kesempurnaan Iman Kesempurnaan Iman bisa kita lihat di kitab yakobus 2:22 yang berisi “ kamu lihat,bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan- perbuatan itu iman menjadi sempurna”. Arti yang dimaksud dalam ayat tersebut diwujudkan dalam mengaminkan setiap doa. Hubungan Kesempurnaan Iman dalam masyarakat agar umat Kristen menjadi contoh dan menjadi simbol yang baik di tengah-tengah masyarakat banyak.

  50. Kehidupan di Masyarakat Kata masyarakat berasal dari bahasa arab yaitu Musyarak yang berarti hubungan antar entitas- entitas,secara kenyataan kehidupan masyarakat selalu berhubungan dengan mengakui persamaan derajat dan persamaan antar umat beragama, saling mencintai,bersikap tenggang rasa,tidak semena-mena dengan orang lain serta menjunjung dan membela nilai kebenaran, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.