Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan - PowerPoint PPT Presentation

dasar dasar fisiologi tumbuhan n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan PowerPoint Presentation
Download Presentation
Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan

play fullscreen
1 / 226
Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan
559 Views
Download Presentation
juro
Download Presentation

Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Dasar-dasarFisiologi Tumbuhan PNA 2200 A/E Didik Indradewa Eka Tarwaca Susila Putra

  2. Sistem Perkuliahan • Student centered learning : dibagi dalam kelompok diskusi, mahasiswa presentasi, ditambah materi dari dosen • Research university : Research Based Learning dosen memberikan contoh hasil penelitiannya untuk bahan kuliah • e Learning : bahan yang disiapkan dosen maupun penunjang dapat diakses lewat internet, diskusi lewat blog

  3. Sistem Perkuliahan (lanjutan) • Bahan dari dosen 1 (Didik Indradewa) digunakan untuk ujian sisipan • Bahan dari dosen 2 (Eka Tarwaca, SP) dan hasil praktikum digunakan untuk ujian akhir • Nilai ujian sisipan + akhir + praktikum + Presentasi : 4

  4. Silabus Pengertian dan ruang lingkup fisiologi tumbuhan, sel dan organela sel, gerakan partilel berupa difusi, osmosis dan imbibisi. Peran air bagi tumbuhan, penyerapan dan pengangkutan air serta transpirasi. Dalam metabolisme dibahas tentang ensim, fotositesis dan respirasi. Fotosintesis mencakup reaksi cahaya, reaksi gelap dan faktor-faktor yang berpengaruh. Respirasi mencakup glikolisis, siklus Krebs faktor-faktor yang berpengaruh dan respirasi cahaya. Pengangkutan hasil fotosintesis, jalur dan teori pengangkutan.

  5. Pustaka • Devlin, R.M. and F.H. Witham. 1983. Plant Physiology. • Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1978. Plant Physiology. • Taiz, L. and E. Zeiger. 1998. Plant Physiology.

  6. Jadual 2012

  7. Jadual 2012

  8. Pendahuluan

  9. Pendahuluan Batasan • Fisiologi Tumbuhan : ilmu yang membahas proses-proses yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan pada tingkatan molekuler dan seluler • Fisiologi Tanaman : ilmu yang membahas proses-proses yang terjadi di dalam tubuh tanaman pada tingkatan individu dan populasi • Tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan

  10. Mengapa tumbuhan-tanaman perlu dipelajari ? • Tumbuhan-tanaman mempunyai peran yang penting bagi kehidupan manusia

  11. Peran Tumbuhan-Tanaman Sumber pangan

  12. Sandang

  13. Papan

  14. Kosmetik

  15. Jamu

  16. Bahan Industri

  17. Biodisel

  18. Bioetanol

  19. Keindahan dan Rekreasi

  20. Daur hidrologi

  21. Paru-paru Dunia

  22. Faktor Berpengaruh thd Tanaman Genetik Iklim Air,Chya,Suhu,CO2 Tanaman Orgme Tan. Hma, Peny,Glm Proses Tanah Fisik, Kimia, Biol Fisiologis Macam, mekanisme. tempat Pertumbuhan Hasil

  23. Pembahasan dalam Fisiologi Tumbuhan • Macam proses : transpirasi, fotosintesis, respirasi dll • Mekanisme proses : fotosintesis terdiri dari reaksi cahaya dan rekasi gelap • Di mana terjadinya ; fotosintesis di dalam kloroplas • Faktor yang berpengaruh : fotositesis dipengaruhi intensitas cahaya

  24. Ilmu Pendukung • Anatomi dan Morfologi : penyerapan air

  25. Fisika dan Kimia reaksi cahaya dan gelap fotosintesis

  26. Matematik

  27. Sel dan Organela

  28. Gerakan Partikel Difusi, Osmosis dan Imbibisi

  29. Gerakan Partikel CO2 O2 H2O Ion H2O

  30. Tanaman bertambah besar ukurannya karena adanya bahan tambahan berupa partikel • Partikel berupa ion atau molekul yang masuk dan keluar dari dalam tubuh tanaman • Ion yang masuk antara lain berupa nutrisi misalnya NH4+, NO3- dll • Molekul yang masuk misalnya : CO2 dan H2O • Molekul yang keluar misalnya O2 dan H2O • Masuk dan keluarnya partikel dengan proses gerakan partikel berupa difusi, osmosis dan imbibisi

  31. Difusi gerakan partikel dari tempat dengan potensial kimia lebih tinggi ke tempat dengan potensial kimia lebih rendah karena energi kinetiknya sendiri sampai terjadi keseimbangan dinamis

  32. Potensial kimia : energi bebas per mol • Energi bebas : energi untuk melakukan kerja • Energi kinetik : energi yang dimiliki partikel dengan suhu di atas 0o K untuk melakukan gerakan • Keseimbangan dinamis : partikel tetap bergerak namun jumlah yang masuk seimbang dengan jumlah yang keluar, sehingga difusi berhenti

  33. Laju gerakan partikel • V = (8RT)1/2/ π M • V = laju (cm/det) T = suhu K • R = tetapan gas M = BM π = 3,14 • Faktor yg mempengaruhi difusi 1. Suhu, makin tinggi difusi makin cepat 2. BM makin besar difusi makin lambat 3. Kelarutan dalam medium, makin besar difusi makin cepat 4. Beda potensial kimia, makin besar beda difusi makin cepat

  34. Contoh Difusi • Model A B 1. CO2 2x CO2 4x CO2 3x CO2 3x 2. CO2 2x, O22x CO2 4x CO2 3x, O21x CO2 3x, O21x

  35. Difusi CO2, O2 dan H2OCO2 O2 H2O

  36. Osmosis • Osmosis : gerakan air dari potensial air lebih tinggi ke potensial air lebih rendah melewati membran selektif permeabel sampai dicapai keseimbangan dinamis

  37. Sifat Membran • Sifat membran solvent solut permeabel + + semi permeabel + - selektif permeabel + +/- impermeabel - - + = dapat lewat - = tidak • Contoh membran : membran plasma, membran vakuola, membran kloroplas

  38. Membran

  39. Potensial Air • Potensial air : energi bebas per mol air • Ψ = Ψs + Ψp + Ψm satuan : atm, bar, Pa • Ψ (potensial air) = - DTD (defisit tek difusi) • Ψs (potensial solut) = -TO (tek osmosis) • Ψp (potensial tekanan) = TT (tek turgor) • Ψm (potensial matriks) = TI (tek imbibisi) • DTD = TO - TT • Di dalam sel Ψm kecil – diabaikan • Di dalam benih Ψp kecil - diabaikan

  40. Potensial Solut • Potensial solut : penurunan energi bebas air dalam suatu larutan karena interaksi air dengan solut, dibanding dengan air murni • Potensial air murni -> maksimal = 0 bar • Larutan mempunyai potensial air < 0 atau negatif • Larutan di tempat terbuka mempunyai Ψp = 0, sehingga Ψ = Ψs

  41. Ψs = - m i R T TO = M R T • m = molalitas i = derajat ionisasi ( sukrosa =1, Na Cl = 1,8 pada 20o C) R = tetapan gas = 22,7/273 bar T = suhu K = 0C + 2730

  42. Faktor yang berpengaruh thd Ψs 1. Molallitas (konsentrasi), makin tinggi Ψs makin rendah 2. Derajat ionisasi, makin tinggi Ψs makin rendah 3. Derajat hidrasi, solut mudah mengikat air, Ψs rendah 4. Suhu, makin tinggi , Ψs makin rendah

  43. Arah gerakan air • Dari potensial air lebih tinggi ke potensial air lebih rendah • Dari DTD lebih rendah ke DTD lebih tinggi • Dari larutan dengan konsentrasi lebih rendah ke konsentrasi lebih tinggi • Dari larutan lebih encer ke larutan lebih kental

  44. Ketentuan dalam gerakan air • Saat seimbang dinamik , potensial air atau DTD sama • Bila salah satu bagian tidak terbatas misal lengas tanah, potensial air sama dengan bagian yang tidak terbatas • Bila dua bagian terbatas , potensial air akhir merupakan rata-rata • Potensial solut tidak berubah sampai potensial tekanan mencapai 0 bar

  45. Sel A dalam Larutan B • Keadaan awal A. Ψ = Ψs+Ψp = -30 + 0 = -30 bar B. Ψ = Ψs+Ψp = -10 + 0 = -10 bar • Keseimbangan A. Ψ = Ψs+Ψp = -30 + 20 = -10 bar B. Ψ = Ψs+Ψp = -10 + 0 = -10 bar

  46. Sel A dengan Sel B • Keadaan awal A. Ψ = Ψs+Ψp = -14+4 = -10 bar B. Ψ = Ψs+Ψp A = -24+ 8 = -16 bar • Keseimbangan A. Ψ = Ψs+Ψp = -14+1 = - 13 bar B. Ψ = Ψs+Ψp B = -24+11 = -13 bar

  47. Hubungan Ψ, Ψs, Ψp • Sel turgor penuh Ψ = Ψs + Ψp = -12,5 + 12,5 = 0 bar • Sel mengempis, volume relatif 80% Ψ = Ψs+ Ψp = -14 + 0 = -14 bar

  48. Mengukur potensial air Metode Gravimetri

  49. Metode Chardakov

  50. Pressure Bomb Scholandersampel manometer gas N2