Advertisement
1 / 50

FONOLOGI PowerPoint PPT Presentation


  • 316 Views
  • Uploaded on 01-10-2012
  • Presentation posted in: General

FONOLOGI. Oleh Litta Mirnawati / 0903192 Silyawati / 0903224. Pengertian Bunyi Bahasa. - PowerPoint PPT Presentation

Download Presentation

FONOLOGI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Fonologi

FONOLOGI

Oleh

LittaMirnawati / 0903192

Silyawati / 0903224


Pengertian bunyi bahasa

PengertianBunyiBahasa

Bunyibahasamerupakanunsurbahasa yang paling kecil. Istilahbunyibahasaataufonmerupakanterjemahandaribahasainggris phone ‘bunyi’. Bunyibahasamenyangkutgetaranudara.Bunyiituterjadikarenaduabendaataulebihbergeseranatauberbenturan.Sebagaigetaranudara, bunyibahasamerupakansuara yang dikeluarkanolehmulut, kemudiangelombang-gelombangbunyisehinggadapatditerimaolehtelinga.


Kajian bunyi bahasa

KajianBunyiBahasa

  • Bunyibahasaataubunyiujaran (fon) menyangkutbunyi yang dikeluarkanolehalatbicaratanpamelihatfungsinyasebagaipembedaarti. Bunyibahasadarisudutujaranatauturunan (parole).

  • Fonetikdapatdidefinisikansebagaikajiabtentangbunyibahasa, pembentukannya, frekuensinyasebagaigetaranudara, dancarapenerimaannyaolehtelinga.


F onetik dibagi menjadi tiga jenis

Fonetikdibagimenjaditigajenis

  • Fonetikartikulatorisialah, fonetikyang mempelajaribagaimanamekanismealat-alatbicara yang adadalamtubuhmanusiamenghasilkanbunyibahasa.

  • Fonetikakustis, mempelajaribunyibahasasebagaigejalafisis yang berupagetaranudara.

  • Fonetikauditoris, mempelajaribagaimanamekanismetelingamenerimabunyibahasasebagaigetaranudara.


Produksi bunyi bahasa

ProduksiBunyiBahasa

Dalampembentukanbunyibahasaadatigafaktorutama yang terlibat, yaknisumbertenaga, alatucap yang menimbulkangetaran, danronggapengubahgetaran. Proses pembentukanbunyibahasadimulaidenganmemanfaatkanpernapasansebagaisumbertenaganya.


Pembentukan dan klasifikasi bunyi bahasa

PembentukandanKlasifikasiBunyiBahasa

1. Vokal, Konsonan, danSemivokal

  • Vokaladalahbunyibahasa yang arusudaranyatidakmengalamirintangan.

  • Kosonanadalahbunyibahasa yang dibentukdenganmenghambatarusudarapadasebagianalatucap.

  • Bunyisemivokaladalahbunyi yang secarapraktistermasukkonsonan, tetapikarenapadawaktudiartikulasiknbelummembentukkonsonanmurni.

    2. Bunyi Nasal dan Oral

  • Bunyi nasal atausengaudibedakandaribunyi oral berdasarkanjalankeluarnyaarusudara. Bunyi nasal dihasilkandenganmenutuparusudarakeluarmelaluironggamulut, membukajalan agar daptkeluarmelaluihidung.

  • Selainbunyi nasal, semuabunyivokaldankonsonanbahasa Indonesia termasukbunyi oral.

    3. BunyiKerasdanLunak

  • Bunyikerasdibedakandaribunyilunakberdasarkanadatidakadanyaketeganganarusudarapadawaktubunyiitu di artikulasikan.Bunyibahasadisebutkerasapabilapadawaktudiartikulasikandisertaiketegangankekuatanarusudara. Sebaliknya, apabilapadawaktu di artikulasikantidak di sertaiketegangankekuatanarusudara, bunyiitudisebutlunak.

    4. BunyiPanjangdanPendek

  • Bunyipanjangdibedakandaribunyipendekberdasarkanlamanyabunyitersebutdiucapknataudiartikulasikan.Vocaldankonsonandapatdibedakanatasbunyipanjangdanbunyipendek.


Fonologi

5. BunyiNyaringdanTakNyaring

  • Pembedaanbunyiberdasarkanderajatpenyaringanitumerupakantinjauanfonetikauditoris.Derajatpenyaringanitusendiriditentukanolehluassempitnyaataubesarkecilnyaruangresonansipadawaktubunyiitudiucapkan.

    6. Bunyi Tunggal danRangkap

  • Bunyitunggaladalahsebuahbunyi yang berdirisendiridalamsatusuku kata, sedangkanbunyirangkapadalahduabunyiataulebih yang bergabungalamsatusuku kata

    7. BunyiEgresifdanIngresif

  • Bunyiegresifdaningresifdibedakanberdasrkanarusudara. Bunyiegresifdibentukdengancaramengeluarkanarusudaradaridalamparu-paru, sedangkanbunyiingresifdibentukdengancaramengisapudarakedalamparu-paru. Kebanyakanbunyibahasa Indonesia merupakanbunyiegresif.


Pembentukan vokal

PembentukanVokal

1. Cara PembentukanVokal

  • Pembentukan vocal BerdasarkanPosisiBibir

  • PembentukanVokalBerdasarkanTinggirendahnyaLidah

  • PembentukanVokalBerdasarkanMajumundurnyaLidah

  • Strikturadalahkeadaanbubunganprofesionalartikulator (aktif) denganartikulatorpasifatautitikartikulasi. Dilihatdaristrikturnya, vokaldibedakanatasempatjenis, yaknivokaltertutup, vokal semi-vokal, vokalterbuka, danvokal semi-terbuka.


Pembentukan konsonan

PembentukanKonsonan

1. PembentukanKonsonanBerdasarkan Daerah Artikulasi

  • Konsonan bilabial,

  • Konsonanlobiodental,

  • Konsonanapiko-dentall,

  • Konsonanapiko-alveolar,

  • Konsonan palatal ataulamino-palatal,

  • Konsonan velar ataudorso-velar,

  • Konsonanglotalatauhamzah,

  • Konsonanlaringal,

    2. PembentukanKonsonanBerdasarkan Cara Artikulasi

  • Konsonanhambat (stop),

  • Konsonangeserataufrikatif,

  • Konsonanlikuida tau lateral,

  • Konsonangetaratau trill,

  • Semi-vokal,


Fonologi

3. PembentukanKonsonanBerdasarkanPosisi Pita Suara

  • Konsonanbersuara, yaitukonsonan yang terjadijikaudara yang keluardarironggaujaranturutmenggetarkan pita suara. Konsonan yang dihasilkanialah m, b, v, n, d, r, ñ, j, η, g, dan R.

  • Konsonantakbersuara, yaitukonsonan yang terjadijikaudara yang keluardarironggaujarantidakmenggetarkansuara. Konsonan yang dihasilkanialah p, t, c, k, ?, f, Š, x, dan h.

    4. PembentukanKonsonanBerdasarkanJalanKeluarnyaUdara

  • Berdasarkanjalankeluarnyaudaradarironggaujaran, konsonandapatdibedakanataskonsonan oral dankonsonan nasal.

  • Konsonan oral, yaitukonsonan yang terjadijikaudarakeluarmelaluironggamulut. Konsonan yang dihasilkanialah p, t, c, k, ?, b, d, j, g, f, Š, x, h, r, l, w, dan y.

  • Konsonan nasal, yaitukonsonan yang terjadijikaudarakeluarmelaluironggahidung. Konsonan yang dihasilkanialah m, n, ñ, dan η.


Fonetik realisasi dan problematika bunyi bahasa

Fonetik : RealisasidanProblematikaBunyiBahasa

1. Pengaruh-pemengaruhBunyiBahasa

  • Pengaruhbunyibahasamunculsebagaiakibat proses asimilasi.

  • Pemengaruhbunyibahasamerupakantempatartikulasi yang mempengaruhibunyi yang disebutartikulasipenyerta (artikulasisekunderataukoartikulasi) .

    a.  Proses Asimilasi

  • Proses asimilasidalamuraianiniterbataspadaasimilasifonetissaja, yaitupengaruhmempengaruhibunyitanpamengubahidentitasfonem.

  • Asimilasiprogresifterjadiapabilaarahpengaruhbunyiitukedepan.

  • Asimilasiregresifterjadiapabilaarahpengaruhbunyiitukebelakang.

    b. ArtikulasiPenyerta

  • Labialisasiadalahpembulatanbibirpadaartikulasiprimer

  • Retrosfleksiadalahpenarikanujunglidahkebelakangpadaartikulasi primer, sehinggaterdengar [r] padabunyiutamanya.

  • Palatalisasiadalahpengangkatandaunlidahkearahlangit-langitkeraspadaartikulasi primer.

  • Velarisasiadalahpengangkatanpangkallidahkearahlangit-langitlunakpadaartikulasi primer.

  • Glotalisasiadalah proses penyertahambatanpada glottis atau glottis tertutuprapatsewaktuartulasi primer diucapkan.


Fonologi

c. PengaruhBunyiKarenaDistribusi

  • Pengaruhbunyikarenadistribusinyapadaawal kata, tengah kata, atau di akhir kata seringmenentukanperwujudanbunyitertentu.

  • Aspirasiadalahpengucapansuatubunyi yang disertaidenganhembusankeluarnyaudaradengankuatsehinggaterdengarbunyi [h].

  • Pelepasanadalahpengucapanbunyihambat letup yang seharusnyadihambatataudiletupkan, kemudiandenganserentakbunyiberikutnyadiucapkan.

  • Pengafrikatanataupaduanisasiterjadijikabunyi letup hambat yang seharusnyadihambatatudiletupkantidakdilakukan, melainkansetelahhambatandilepaskansecarabergeserdanpelan-pelan.

    d. Kehomorgananialahmempergunakanalat-alatucap yang samadandengantempatartikulasi yang sama.


Fonologi

2. RealisasiFonem

  • Realisasifonemadalahpelafalanfonemolehpenutursuatubahasa. Realisasiataulafalfonemmencakup:

  • Vocal

  • Diftong

  • Konsonan.

    3. TranskripsiBunyiBahasaadalahpenuliantuturanataupengubahanteksdengantujuanuntukmenyarankanlafalbunyi, fonem, morfem, atautulisansesuaidenganejaan yang berlakudalamsuatubahasayang menjadisasarannya.

    Transkripsidibedakanatasbeberapajenisberikut:

  • Transkripsifonetis

  • Transkriprifonemis

  • Transkripsimorfemis

  • Transkripsiotografis

  • Transliterasiadalahpenggantianhuruf demi hurufdariabjad yang satukeabjad yang lain, tanpamenghiraukanlafalbunyi kata yang bersangkutan.


Bunyi suprasegmental

BunyiSuprasegmental

Disampingbunyi segmental, terdapat pula bunyi lain yang mendukungbunyi segmental, yakni “bunyisuprasegmental”.

Ciri-ciriBunyiSuprasegmental

  • Jangka, Jangka, panjang, atauintensitasmenyangkutlamanyabunyidiucapkan.

  • Tekanan, dalamsuatu kata ataukelompok kata selaluadasatusuku kata yang menonjol.

  • Jeda, kesenyapanatausendimerupakanciriberhentinyatuturanataupengucapan.

  • Intonasimerupakanperubahantitinadadalamberbicara.


Fonologi

  • Problem bunyibahasa

    Setiapbahasatermasukbahasa Indonesia, walaupundikatakanmempunyaisistemdalampemakaiannyaselalutimbulmasalah-masalah, baikmasalah yang berhubungandenganpengucapanbunyibahasa, bentukankata, penulisan, danpemakaiankalimat. Hal itudisebabkansifatbahasa yang selaluberkembangseiringperkembanganpikirandanbudayapemakaibahasa yang bersangkutan. Adahal yang menjadidasarpokokpermasalahandalampengucapanbunyi-bunyibahasa, diantaranya:

  • Faktorbahasadaerahberdasarkandialekmasing-masingataumenyerapbahasa-bahasadaerahsehinggaterjadipenyebutanbunyi-bunyifonem yang tidakbaku.

  • Adanyakata-kata yang diserapdaribahasaasingsehinggapengucapanbunyi-bunyiterhadapkata-katatertentuada yang salah.


Fonologi

Serangkaianproblematikadalampengucapanbunyi-bunyibahasa yang menyebabkansulitberbahasa yang baku, tetapiadabeberapaupaya yang dapatkitalakukandengan problem semacamtersebutdiantaranya:

  • Bahasa yang kebanyakantelahdiserapolehbahasaasingdapatkitaatasidenganmelakukanpemasyarakatanberbahasa Indonesia yang ditujukanpadaupayapeningkatansikappositifterhadapbahasa Indonesia yang bakudenganmengacupadanilai-nilaidengansistembunyibahasa yang telahdiserapolehbahasaasing.

  • Meningkatkanperanahlilinguistikdenganmemberikaninformasitentangpemakaianbahasa Indonesia yang bakudenganpengucapanbunyifonem yang benar.


Fonologi

Upayaselanjutnya yang dapatkitalakukantentangproblemabunyibahasakarenafaktorbahasadaerahyaitukitadituntutbisamangklasifikasikanpemakaianbahasadenganragambunyibahasaitusendirisehinggatidakadapengucapanbunyifonembahasa yang salahdalamberbahasakhususnyadalamsituasi-situasiresmi.

Jikaserangkaianproblematikadapatdiatasidenganupayapemecahansepertidiatasmakaakanterciptanyaberbahasa Indonesia yang baku.


Fonologi

J. KAJIAN FONEM

  • PengertiandanPengenalanFonem

  • PengertianFonem

    Fonemadalah satuan bunyi bahasa terkecil yang bersifat fungsional, artinya satuan memiliki fungsi untuk membedakan makna.Fonemdapatjugadibatasisebagai unit bunyi yang bersifatdistingtifatau unit bunyi yang signifikan. Variasifonemkarenapengaruhlingkungan yang dimasukidisebutalofon. Gambarataulambangfonemdinamakanhuruf. Jadifonemberbedadenganhuruf.


Fonologi

  • PengenalanFonem

    Untukmengenaldanmenentukanbunyi-bunyibahasa yang bersifatfungsionalataufonem, biasanyadilakukanmelalui “kontraspasangan minimal”. Memangtidakmudahmencaripasangan minimal dalamsebuahbahasa. Dalamhalinipasangan minimal ialahpasanganbentuk-bentukbahasa yang terkecildanbermaknadalamsebuahbahasa (biasanyaberupakatatunggal) yang secara ideal sama, kecualisatubunyiberbeda. Bunyi yang berbedaitusalingbertentangandalamposisiataudistribusi yang sama.


Fonologi

  • PengenalanFonem

    Untukmengenaldanmenentukanbunyi-bunyibahasa yang bersifatfungsionalataufonem, biasanyadilakukanmelalui “kontraspasangan minimal”. Memangtidakmudahmencaripasangan minimal dalamsebuahbahasa. Dalamhalinipasangan minimal ialahpasanganbentuk-bentukbahasa yang terkecildanbermaknadalamsebuahbahasa (biasanyaberupakatatunggal) yang secara ideal sama, kecualisatubunyiberbeda. Bunyi yang berbedaitusalingbertentangandalamposisiataudistribusi yang sama.


2 realisasi dan variasi fonem

2. Realisasidanvariasifonem

  • Realisasi

    Realisasi fonem adalah pengungkapan yang sebenarnya dari ciri atau satuan fonologis, yaitu fonem menjadi bunyi bahasa. Realisasifonemeratkaitannyadenganvariasifonem. Variasifonemmerupakansalahsatuwujudpengungkapandarirealisasifonem. Dan adabeberapajenisrealisasifonemyaitu:

  • Realisasi vokal

  • Vokaldiproduksidenganbentukbibirtertentu. Hal inimenunjukkanbahwabentukbibirdapatmempengaruhikualitasvokal. Berdasarkan pembentukannya, realisasi fonem vokal dibedakan sebagai berikut :

  • Fonem /i/ adalah vokal tinggi-depan-tak bulat.Vokalinidibentukdengankeduabibiragakterentangkesamping. Misalnya :

  • /ikan//pinta//padi/

  • Fonem /u/ adalah vokal atas-belakang-bulat.Vokalinidibentukdengankeduabibiragakmajukedepandanagakmembundarsertakebelakanglidahagakmeninggi. Misalnya :

  • /upah//bulan//lalu/


Fonologi

  • Fonem /e/ adalah vokal sedang-depan-bulat.Vokalinidibentukdengandaunlidahdinaikkan, tetapiagaklebihrendahdaripadauntukvokal /i/. vokalinidisertaidenganbentukbibirnetral, artinyatidakterlentangdanjugatidakmembundar. Misalnya :

    /ejaan//rela//tape/

  • Fonem /∂/adalah vokal sedang-tengah-takbulat.Vokalinidibentukdengandaunlidahdinaikkan, tetapiagaklebihrendahdari /i/ maupun /u/. vokalinidisertaidenganbentukbibir yang netral, sertaagakketengah. Misalnya :

    /∂mas//metod∂/

  • Fonem /o/ adalah vokal sedang-belakang-bulat. Vokalinidibentukdengankeduabibiragakmajukedepandanagakmembundarsertabelakanglidahagakmeninggi, tetapiagaklebihrendahdankurangbundardaripada /u/. Misalnya :

    /obat//kontan//toko/

  • Fonem /a/ adalah vokal rendah-tengah-bulat.Vokalinidibentukdenganbagiantengahlidahagakmeratadanmulut pun terbukalebar. Misalnya : /aku//mau//pita/


Fonologi

  • 2. Realisasi konsonan

    Berdasarkan cara pembentukannya, realisasi fonem konsonan dibedakan sebagai berikut :

  • a. Konsonan hambat, dibedakan sebagai berikut :

    1) Konsonan hambat-bilabial, yaitu fonem /p/ dan /b/.

  • 2) Konsonan hambat-dental, yaitu fonem /t/ dan /d/.

  • 3) Konsonan hambat-palatal, yaitu /c/ dan /j/.

  • 4) Konsonan hambat-velar, yaitu /k/ dan /g/.

  • b. Konsonan Frikatif, dibedakan sebagai berikut :

  • 1) Konsonan frikatif-labio-dental, yaitu /f/ dan /v/.

  • 2) Konsonan frikatif-alveolar, yaitu /s/ dan /z/.

  • 3) Konsonan frikatif-palatal tak bersuara, yaitu /š/

  • 4) Konsonan frikatif-velar tak bersuara, yaitu /x/ dan /kh/

  • 5) Konsonan frikatif-glotal tak bersuara, yaitu /h/


Fonologi

c. Konsonan getar-alveolar, yaitu /r/

d. Konsonan lateral-alveolar, yaitu /l/

e. Konsonan nasal, dibedakan dalam daerah artikulasinya sebagai berikut :

1) Konsonan nasal-bilabial, yaitu /m/

2) Konsonan nasal-dental, yaitu /n/

3) Konsonan nasal-palatal, yaitu /ň/

4) Konsonan nasal-velar, yaitu /h/

f. Semi-vokal , yaitu semivokal bilabial (/w/) dan semivokal palatal ( /y/).


Fonologi

  • VariasiFonem

    Variasifonemterjadikarenaposisiatauletaksuatufonemdalamsuatukataatausukukata yang merupakanlingkungannya. Variasifonemdisebutjugavariasialofonis, yaitualofonataurealisasifonemdalamsuatulingkungan. Variasibebasadalahvariasifonem, yang tidakmengubahmaknapadasuatulingkungantertentu. Variasibebasdapatterjadikarenaketidaksengajaanataukarenadialek.

    Variasi fonem ditentukan oleh lingkungan dalam distribusi yang komplementer disebut variasi alofonis. Variasi fonem yang tidak membedakan bentuk dan arti kata disebut alofon.

  • Alofon vokal

    Alofon fonem /i/, yaitu:

    [i] Jika terdapat pada suku kata terbuka. Misalnya, [bibi]à /bibi/

    [I] Jika terdapat pada suku kata tertutup. Misalnya, [karIb]à /karib/

    [Iy] Palatalisasi jika diikuti oleh vokal [aou].à [kiyos]à /kios/

    [ϊ] Nasalisasi jika diikuti oleh nasal. [ϊndah]à /indah/


Fonologi

  • Alofon fonem /ε/, yaitu

    [e] Jika terdapat pada suku kata terbuka dan tidak diikuti oleh suku kata yang mengandung alofon [ε]. Misalnya, [sore]à /sore/

    [ε] Jika terdapat pada tempat-tempat lain. Misalnya, [pεsta]à/pesta/

    Alofon fonem /o/, yaitu

    [o] jika terdapat pada suku kata akhir terbuka. [soto]à/soto/

    Alofon fonem /a/, yaitu

    [a] jika terdapat pada semua posisi suku kata.

    [aku]à/aku, [sabtu]à/sabtu/

  • Alofon fonem /u/, yaitu

  • [u] jika terdapat pada posisi suku kata terbuka.

  • [aku]à/aku/, [buka]à/buka/


Fonologi

  • Alofon konsonan

  • Fonem /p/

    [p] bunyi lepas jika diikuti vokal.

    [pipi]à/pipi/, [sapi]à/sapi/

    [p>] bunyi tak lepas jika terdapat pada suku kata tertutup.

    [atap>]à/atap/, [balap>]à/balap/

  • Fonem /t/

    [t] bunyi lepas jika diikutu oleh vokal.

    [tanam]à/tanam/, [tusuk]à/tusuk/

    [t>] bunyitaklepasjikaterdapatpadasukukatatertutup.

    [lompat>]à/lompat/,[sakit>]à/sakit/


Fonologi

  • Fonem /k/

    [k] bunyilepasjikaterdapatpadaawalsukukata.

    [kala]à/kala/, [kelam]à/kelam/

    [k>] bunyitaklepasjikatedapatpadatengahkatadandiikutikonsonan lain.

    [pak>sa]à/paksa/, [sik>sa]à/siksa/

  • Fonem /g/

    [g] bunyilepasjikadiikuti glottal. Contohnya [gagah]à/gagah/, [gula]à/gula/

    [k>] bunyihambat-velar-takbersuaradanlepasjikaterdapatdiakhirkata. [beduk>]à/bedug/,[gudek>]à/gudeg/


Fonologi

  • Fonem /c/

    [c] bunyilepasjikadiikutivokal.

    [cari]à/cari/, [cacing]à/cacing/

  • Fonem /j/

    [j] bunyilepasjikadiikutivokal.

    [juga]à/juga/, [jadi]à/jadi/ 

  • Fonem /f/

    [f] jikaterdapatpadaposisisebelumdansesudahvokal.

    [fakir]à/fakir/, [fitri]à/fitri/

  • Fonem /p/

    [p] bunyikonsonanhambat-bilabial-takbersuara

    [piket]à/piket/, [hapal]à/hapal/

  • Fonem /z/

    [z] [zat]à/zat/, [izin]-à/izin/

  • Fonem /š/

    [š] umumnyaterdapatdiawaldanakhirkata

    [šarat]à/syarat/, [araš]à/arasy/


Fonologi

  • Fonem /x/

    [x] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [xas]à/khas/, [xusus]à/khusus/

  • Fonem /h/

    [h] bunyitakbersuarajikaterdapatdiawaldanakhirsukukata.

    [hasil]à/hasil, [hujan]à/hujan/

    [H] jikaberadaditengahkata

    [taHu]à/tahu/, [laHan]à/lahan/

  • Fonem /m/

    [m] beradadiawaldanakhirsukukata

    [masuk]à/masuk/, [makan]à/makan/

  • Fonem /n/

    [n] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [nakal]à/nakal/, [nasib]à/nasib/


Fonologi

  • Fonem /ň/

    [ň] beradadiawalsukukata

    [baňak]à/banyak/, [buňi]à/bunyi/

  • Fonem /Ƞ/

    [Ƞ] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [Ƞarai]à/ngarai/, [paȠkal]à/pangkal/

  • Fonem /r/

    [r] beradadiawaldanakhirsukukata, kadang-kadangbervariasidenganbunyigetar uvular [R].

    [raja] atau [Raja]à/raja/, [karya] atau [kaRya]à/karya/


Fonologi

  • Fonem /l/

    [l] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [lama]à/lama/, [palsu]à/palsu/

  • Fonem /w/

    [w] merupakankonsonanjikaterdapatdiawalsukukatadan semi vokalpadaakhirsukukata.

    [waktu]à/waktu/, [wujud]à/wujud/

  • Fonem /y/

    [y] merupakankonsonanjikaterdapatdiawalsukukatadan semi vokalpadaakhirsukukata.

    [santay]à/santai/, [ramai]à/ramai/.


Fonologi

Gejalafonologis

Adabeberapajenis-jenisgejalafonologisadalah :

  • NetralisasidanArkifonem

    Netralisasiadalahalternasifonemakibatpengaruhlingkunganataupembatalanperbedaan minimal fonempadaposisitertentu. Alternasifonemadalahperubahanfonemmenjadifonem lain tanpamembedakanmakna. Adanyabunyi /t/ padaakhirlafalkata [babat] untuk /babad/ adalahhasilnetralisasi.

    Arkifonemadalahgolonganfonem yang kehilangankontraspadaposisitertentudanbiasadilambangkandenganhurufbesarseperti /D/ yang memilikialternasiatauvarianfonem /t/ danfonem /d/ padakata [babat] untuk /babad/ .


Fonologi

  • PelepasanFonemdanKontraksi

    Pelepasanbunyiadalahhilangnayabunyiataufonempadaawal, tangahdanakhirsebuahkatatanpamengubahmakna. Pelepasandapat pula berupakontraksiataupemendekankata. Contoh : /tetapi/ menjadi /tapi/. Pelepasandibagimenjaditiga, yaitu

  • Aferesis, yaitupelepasanfonempadaawalkata. Contohnya /tetapi/ menjadi /tapi/, /baharu/ menjadi /baru.

  • Sinkope, yaitupelepasanfonempadatengahkata. Contohnya /silahkan/ menjadi /silakan/, /dahulu/ menjadi /dulu/

  • Apokope, yaitupelepasanfonempadaakhirkata. Contohnya /president/ menjadi /president/, /standard/ menjadi /standar/

  • Jenispelepasanbunyi yang lain adalahhaplologi,yaitupemendekanpadasebuahkatakarenapenghilangansuatubunyiatausukukatapadapengucapannya. Misalnya : tidakadamenjaditiada, bagaimanamenjadigimana.


  • Fonologi

    • Disimilasi

      Disimilasiadalahperubahanbentukkatakarenasalahsatudariduabuahfonem yang samadigantidenganfonem yang lain. Contohdisimilasi :

  • Disimilasisinkronis

    Contohnya : ber + ajar belajar. Fonem /r/ padaawalanber- diubahmenjadi /l/.

  • Disimilasidiakronis

    Contohnya : kataciptaberasaldaribahasaSansekertayaitucitta. Jaditerdapatperubahandarifonem /tt/ menjadi /pt/.


  • Fonologi

    • Metatesis

      Dalamprosesmetatesis yang diubahadalahurutanfonem-fonemtertentu yang biasanyaterdapatbersamadenganbentukasli, sehinggaadavariasibebas. Misalnya, jalurmenjadilajur, almarimenjadilemari.

    • PenambahanFonem

      Berdasarkan letaknya, penambahan fonem dibedakan menjadi :

  • Protesis, yaitu penambahan fonem di awal kata. Contohnya :/mas/ menjadi /emas, /tik/ menjadi/ketik/.

  • Epentesis, yaitu penambahan fonem di tengah kata.Contohnya : /upat/ menjadi /umpat/, /kapak/ menjadi /kampak/.

  • Paragoge, yaitu penambahan fonem di akhir kata.Contohnya :/ina/ menjadi /inang/, /lamp/ menjadi /lampu/.


  • K fonotatik fonotatik dan distribusi fonem

    K. FONOTATIKFonotatikdandistribusifonem

    Fonotatik

    Setiapbahasamempunyaiketentuansendiri yang berkaitandengankaidahkebahasaannya, termasukdidalamnyakaidahderetanfonem. Kaidah yang mengaturderetanfonemmana yang terdapatdalambahasadanmana yang tidakdinamakanfonotaktik (Moeliono, 1993:52).

    Ada pula yang mengatakanbahwaFonotaktikadalahbidangfonologiataufonemik yang mengaturtentangpenjejeranfonemdalamkata. Contohnya, katapertandinganmemiliki 12 fonem. Jejeranfonemdarikatatersebutadalah /p,e,r,t,a,n,d,i,n,g,a,n/.


    Fonologi

    Distribusifonem

    Distribusifonemadalahletakatauposisisuatufonemdalamsuatusatuan yang lebihbesaryaitututur, morfem, ataukata. Dalamsatuan yang lebihbesardarifonemitu, terdapattigaposisiuntuksetiapfonem, yaituposisiawal (inisial), posisitengah (medial), danposisiakhir (final).

    Sebuahfonemberdistribusiawalapabilaletaknyaterdapatpadaawalsatuanitudandisebutberdistribusi medial, apabilafonemituterletakditengahsatuanitu, sertaberdistribusi final, bilafonemituterletakpadaakhirsatuanitu.


    Fonologi

    • DeretanFonem, Diftong, danGugus

      DeretanFonem

      Deretanfonemmerupakanurutanberuntundariduafonemataulebih yang sejenisdalamsebuahkata. Deretanfonemdapatberupaderetanvokalmaupunderetankonsonan.

      Diftong

      Diftongmerupakanderetanvokal yang beradapadasatusukukata. Diftongmerupakanvokal yang padasaatpengujarannyaberubahkualitasnya. Dalamsistemtulisandiftongbiasadilambangkanolehduavokal yang berurutandankeduavokaltersebuttidakdapatdipisahkan. Berikutinidiftongdalambahasa Indonesia : diftongau,ai, oi, dll.


    Fonologi

    • Gugus

      Gugusatauklustermerupakanderetankonsonan yang adapadasatusukukata. Meskipunderetanduakonsonandapatmembentukgugus, tetapijumlahnyaterbatas. Dalamguguskonsonan yang pertamahanyalah /p/, /b/, /t/, /k/, /g/, /s/, dan /d/, sedangkankonsonan yang keduahanyalah /l/, /r/, /w/, ataudalambeberapakataberupa /s/, /m/, /n/, dan /k/.


    Fonologi

    • PenyukuandanPemenggalanKata

      Penyukuan

      Sukukataatausilabedapatdidefinisikandaritigasegi, yaitudarisegifisiologis, segiartikulatoris, dandarisegifonologis. Dari segifisiologis, sukukataadalahujaran yang terjadidalamsatudenyut dada, yaitusatupeneganganototpadawaktupengembusanudaradariparu-paru. Dari segiartikulatoris, sukukataadalahreganganujaran yang terjadidarisatupuncakkenyaringandiantaraduaunsur yang takberkenyaringan. Dari sudutfonologis, sukukataadalahstruktur yang terjadidarisatufonematauurutanfonembersamadengan cirri lain sepertitekanandanpanjang, yang kadang-kadangadakesepadananantarasukukata yang ditetapkansecarafonetisdansecarafonologis, kadang-kadangtidak.


    Fonologi

    Sukukata pun merupakansatuanritmisterkecildalamarusujaran. Puncakritmeatauiramaitusamadengankenyaringanatausonoritas, yaitupantulansuara yang dihasilkanataudimungkinkanolehadanyaruangresonansi. Secarasederhanadapatdisebutkanbahwasukukatamerupakanbagiankata yang diucapkandalamsatuhembusannafasdanumunyaterdiridaribeberapafonem. Misalnyakatajalanitudihembuskandenganduahembusannafas: satuhembusanuntukja- dansatunyalagiuntuk -lan. Karenaitu, katajalanterdiriatasduasukukata. Tiap-tiapsukukataterdiriatasduadantigabunyi : [ja] dan [lan].

    Sukukatadalambahasa Indonesia selalumemilikivokal yang menjadipuncaksukukata. Puncaksukukataitudapatdidahuluidandiikutiolehsatukonsonaataulebih, meskipundapatterjadibahwasukukatahanyaterdiriatassatuvokalatausatuvokaldengansatukonsonan.


    Fonologi

    Contoh :

    Penting pen-ting

    Kepentinganke-pen-ting-an

    Andilan-dil

    Diadi-a

    Sukukatadapatberakhirdenganvokalmaupunkonsonan . Sukukata yang berakhirdenganvokal, (K) V, disebutsukubuka, sedangkansukukata yang berakhirdengankonsonan , (K) VK, disebutsukututup.


    Fonologi

    • Kaidahgrafemis

      • HubunganFonemdanGrafem

        Fonemitubersangkutandenganbunyi, dangrafembersangkutandenganhuruf. Fonemberadadalamwilayahbahasalisan, sedangkangrafemberadadalamwilayahbahasatulis. Representasitertuliskeduainiseringkalisama. Misalnyauntukmenyatakanbenda yang dipakaiuntukmenulispadapapantulis, kitamenuliskatakapurdanmengucapkannya pun /kapur/. Baikdarisegifonemismaupundarisegigrafemis, katakapuritumemiliki lima satuan, yaitu /k/, /a/, /p/, /u/, /r/. Akantetapi, hubungansatulawansatuantarafonemdangrafemtidakselaluditemukan. Grafem /e/, misalnyadapatmewakilifonem /e/ sepertipadakatasore. Sebaliknya. Fonem /f/ bisa pula dinyatakandenganduagrafem yang berbedayaitu <f> dan <v> sepertipadakatafajardan visa.


    Fonologi

    • Realisasigrafemis

      Ejaan yang baikadalah yang mempunyaidasar : satufonemsatutanda (grafem). Ejaan yang sempurnaitudisebutejaanfonemis. Akantetapi, ejaanfonemisitutidakpernahdiperoleh, karenapenyusunansuatuejaantidakhanyadidasarkanpadahal-halilmiah, tetapijugapadakepraktisandantradisiejaandalammasyarakatbahasaitu. Dasarilmiahdiberikanolehkajianfonemik, sedangkandasarpraktisdisesuaikandengankeadaanmasyarakatbahasaitu.


    Fonologi

    • Pungtuasi

      Bunyibahasadibedakanatasbunyi segmental dansuprasegmental. Unsur-unsur segmental dapatdenganmudahdigambarkan, sedangkan unsure suprasegmentalcukupsulit. Unsure segmental biasanyadinyatakansecaratertulisdenganabjad, persukuan, danpenulisankata. Sebaliknya, unsure suprasegmentalbiasanyadinyatakansecaratertulismelaluitanda-tandabacaataupungtuasi.

      Pungtuasidirealisasikanberdasarkanduahalutama yang komplementeryaitu :

  • Unsur-unsursuprasegmental

  • Hubungansintaksis


  • Fonologi

    Misalnyadalamkalimatberikutterdapattandabaca yang memenuhikeduasyarattersebut.

    Cobakatakan, Saudara, siapanamamu ?

    Dalamujaran yang wajarantarakatakandansaudaratidakterdapatperhentian. Karenaitu, seharusnyatandakomadalamkalimattersebutdihilangkan. Namun, karenakataSaudaramerupakanunsur yang tidakadahubungannyadengankatakatakan, makaharusditempatkankoma. Antarakatasaudaradansiapaditempatkankoma, karenadiberikanperhentiansebentardenganintonasimenaik. Sebaliknya, diakhirkalimatdiberikantandatanyakarenaintonasinyaadalahintonasitanya.


    Fonologi

    Sistempungtuasiatautandabacadalambahasa Indonesia meliputitandatitik, tandakoma, tandatitikkoma, tandatitikdua, tandahubung, tandapisah, tandatanya, tandaseru, tandakurung, tandakurungsiku, tandapetik, tandapetiksatu, tandagaris miring, dantandapenyingkat.


    Daftar pustaka

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Resmini, Novi, dkk. 2006. Kebahasaan 1 (Fonologi, Morfologi, danSemantik). Bandung : UPI PRESS.

    2.Chaer, Abdul. 2002. Psikolinguistik. Jakarta : RINEKA CIPTA.

    3. Alwasilah, A, Chaedar. 1993. LinguistikSuatuPengantar. Bandung : Angkasa.

    4. Husen, Akhlan, dkk. 1996. FonologiBahasa Indonesia. Jakarta : DepartemenPendidikandanKebudayaanDirektoratJenderalPendidikanDasardanMenengahBagianProyekPenataran Guru SLTP SetaraD-III Tahun 1996/1997.


    Fonologi

    TerimaKasih