Download

FONOLOGI






Advertisement
/ 50 []
Download Presentation
Comments
kalani
From:
|  
(1273) |   (0) |   (0)
Views: 248 | Added:
Rate Presentation: 0 0
Description:
FONOLOGI. Oleh Litta Mirnawati / 0903192 Silyawati / 0903224. Pengertian Bunyi Bahasa.
FONOLOGI

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




FonologiSlide 1

FONOLOGI

Oleh

LittaMirnawati / 0903192

Silyawati / 0903224

Pengertian bunyi bahasaSlide 2

PengertianBunyiBahasa

Bunyibahasamerupakanunsurbahasa yang paling kecil. Istilahbunyibahasaataufonmerupakanterjemahandaribahasainggris phone ‘bunyi’. Bunyibahasamenyangkutgetaranudara.Bunyiituterjadikarenaduabendaataulebihbergeseranatauberbenturan.Sebagaigetaranudara, bunyibahasamerupakansuara yang dikeluarkanolehmulut, kemudiangelombang-gelombangbunyisehinggadapatditerimaolehtelinga.

Kajian bunyi bahasaSlide 3

KajianBunyiBahasa

  • Bunyibahasaataubunyiujaran (fon) menyangkutbunyi yang dikeluarkanolehalatbicaratanpamelihatfungsinyasebagaipembedaarti. Bunyibahasadarisudutujaranatauturunan (parole).

  • Fonetikdapatdidefinisikansebagaikajiabtentangbunyibahasa, pembentukannya, frekuensinyasebagaigetaranudara, dancarapenerimaannyaolehtelinga.

F onetik dibagi menjadi tiga jenisSlide 4

Fonetikdibagimenjaditigajenis

  • Fonetikartikulatorisialah, fonetikyang mempelajaribagaimanamekanismealat-alatbicara yang adadalamtubuhmanusiamenghasilkanbunyibahasa.

  • Fonetikakustis, mempelajaribunyibahasasebagaigejalafisis yang berupagetaranudara.

  • Fonetikauditoris, mempelajaribagaimanamekanismetelingamenerimabunyibahasasebagaigetaranudara.

Produksi bunyi bahasaSlide 5

ProduksiBunyiBahasa

Dalampembentukanbunyibahasaadatigafaktorutama yang terlibat, yaknisumbertenaga, alatucap yang menimbulkangetaran, danronggapengubahgetaran. Proses pembentukanbunyibahasadimulaidenganmemanfaatkanpernapasansebagaisumbertenaganya.

Pembentukan dan klasifikasi bunyi bahasaSlide 6

PembentukandanKlasifikasiBunyiBahasa

1. Vokal, Konsonan, danSemivokal

  • Vokaladalahbunyibahasa yang arusudaranyatidakmengalamirintangan.

  • Kosonanadalahbunyibahasa yang dibentukdenganmenghambatarusudarapadasebagianalatucap.

  • Bunyisemivokaladalahbunyi yang secarapraktistermasukkonsonan, tetapikarenapadawaktudiartikulasiknbelummembentukkonsonanmurni.

    2. Bunyi Nasal dan Oral

  • Bunyi nasal atausengaudibedakandaribunyi oral berdasarkanjalankeluarnyaarusudara. Bunyi nasal dihasilkandenganmenutuparusudarakeluarmelaluironggamulut, membukajalan agar daptkeluarmelaluihidung.

  • Selainbunyi nasal, semuabunyivokaldankonsonanbahasa Indonesia termasukbunyi oral.

    3. BunyiKerasdanLunak

  • Bunyikerasdibedakandaribunyilunakberdasarkanadatidakadanyaketeganganarusudarapadawaktubunyiitu di artikulasikan.Bunyibahasadisebutkerasapabilapadawaktudiartikulasikandisertaiketegangankekuatanarusudara. Sebaliknya, apabilapadawaktu di artikulasikantidak di sertaiketegangankekuatanarusudara, bunyiitudisebutlunak.

    4. BunyiPanjangdanPendek

  • Bunyipanjangdibedakandaribunyipendekberdasarkanlamanyabunyitersebutdiucapknataudiartikulasikan.Vocaldankonsonandapatdibedakanatasbunyipanjangdanbunyipendek.

FonologiSlide 7

5. BunyiNyaringdanTakNyaring

  • Pembedaanbunyiberdasarkanderajatpenyaringanitumerupakantinjauanfonetikauditoris.Derajatpenyaringanitusendiriditentukanolehluassempitnyaataubesarkecilnyaruangresonansipadawaktubunyiitudiucapkan.

    6. Bunyi Tunggal danRangkap

  • Bunyitunggaladalahsebuahbunyi yang berdirisendiridalamsatusuku kata, sedangkanbunyirangkapadalahduabunyiataulebih yang bergabungalamsatusuku kata

    7. BunyiEgresifdanIngresif

  • Bunyiegresifdaningresifdibedakanberdasrkanarusudara. Bunyiegresifdibentukdengancaramengeluarkanarusudaradaridalamparu-paru, sedangkanbunyiingresifdibentukdengancaramengisapudarakedalamparu-paru. Kebanyakanbunyibahasa Indonesia merupakanbunyiegresif.

Pembentukan vokalSlide 8

PembentukanVokal

1. Cara PembentukanVokal

  • Pembentukan vocal BerdasarkanPosisiBibir

  • PembentukanVokalBerdasarkanTinggirendahnyaLidah

  • PembentukanVokalBerdasarkanMajumundurnyaLidah

  • Strikturadalahkeadaanbubunganprofesionalartikulator (aktif) denganartikulatorpasifatautitikartikulasi. Dilihatdaristrikturnya, vokaldibedakanatasempatjenis, yaknivokaltertutup, vokal semi-vokal, vokalterbuka, danvokal semi-terbuka.

Pembentukan konsonanSlide 9

PembentukanKonsonan

1. PembentukanKonsonanBerdasarkan Daerah Artikulasi

  • Konsonan bilabial,

  • Konsonanlobiodental,

  • Konsonanapiko-dentall,

  • Konsonanapiko-alveolar,

  • Konsonan palatal ataulamino-palatal,

  • Konsonan velar ataudorso-velar,

  • Konsonanglotalatauhamzah,

  • Konsonanlaringal,

    2. PembentukanKonsonanBerdasarkan Cara Artikulasi

  • Konsonanhambat (stop),

  • Konsonangeserataufrikatif,

  • Konsonanlikuida tau lateral,

  • Konsonangetaratau trill,

  • Semi-vokal,

FonologiSlide 10

3. PembentukanKonsonanBerdasarkanPosisi Pita Suara

  • Konsonanbersuara, yaitukonsonan yang terjadijikaudara yang keluardarironggaujaranturutmenggetarkan pita suara. Konsonan yang dihasilkanialah m, b, v, n, d, r, ñ, j, η, g, dan R.

  • Konsonantakbersuara, yaitukonsonan yang terjadijikaudara yang keluardarironggaujarantidakmenggetarkansuara. Konsonan yang dihasilkanialah p, t, c, k, ?, f, Š, x, dan h.

    4. PembentukanKonsonanBerdasarkanJalanKeluarnyaUdara

  • Berdasarkanjalankeluarnyaudaradarironggaujaran, konsonandapatdibedakanataskonsonan oral dankonsonan nasal.

  • Konsonan oral, yaitukonsonan yang terjadijikaudarakeluarmelaluironggamulut. Konsonan yang dihasilkanialah p, t, c, k, ?, b, d, j, g, f, Š, x, h, r, l, w, dan y.

  • Konsonan nasal, yaitukonsonan yang terjadijikaudarakeluarmelaluironggahidung. Konsonan yang dihasilkanialah m, n, ñ, dan η.

Fonetik realisasi dan problematika bunyi bahasaSlide 11

Fonetik : RealisasidanProblematikaBunyiBahasa

1. Pengaruh-pemengaruhBunyiBahasa

  • Pengaruhbunyibahasamunculsebagaiakibat proses asimilasi.

  • Pemengaruhbunyibahasamerupakantempatartikulasi yang mempengaruhibunyi yang disebutartikulasipenyerta (artikulasisekunderataukoartikulasi) .

    a.  Proses Asimilasi

  • Proses asimilasidalamuraianiniterbataspadaasimilasifonetissaja, yaitupengaruhmempengaruhibunyitanpamengubahidentitasfonem.

  • Asimilasiprogresifterjadiapabilaarahpengaruhbunyiitukedepan.

  • Asimilasiregresifterjadiapabilaarahpengaruhbunyiitukebelakang.

    b. ArtikulasiPenyerta

  • Labialisasiadalahpembulatanbibirpadaartikulasiprimer

  • Retrosfleksiadalahpenarikanujunglidahkebelakangpadaartikulasi primer, sehinggaterdengar [r] padabunyiutamanya.

  • Palatalisasiadalahpengangkatandaunlidahkearahlangit-langitkeraspadaartikulasi primer.

  • Velarisasiadalahpengangkatanpangkallidahkearahlangit-langitlunakpadaartikulasi primer.

  • Glotalisasiadalah proses penyertahambatanpada glottis atau glottis tertutuprapatsewaktuartulasi primer diucapkan.

FonologiSlide 12

c. PengaruhBunyiKarenaDistribusi

  • Pengaruhbunyikarenadistribusinyapadaawal kata, tengah kata, atau di akhir kata seringmenentukanperwujudanbunyitertentu.

  • Aspirasiadalahpengucapansuatubunyi yang disertaidenganhembusankeluarnyaudaradengankuatsehinggaterdengarbunyi [h].

  • Pelepasanadalahpengucapanbunyihambat letup yang seharusnyadihambatataudiletupkan, kemudiandenganserentakbunyiberikutnyadiucapkan.

  • Pengafrikatanataupaduanisasiterjadijikabunyi letup hambat yang seharusnyadihambatatudiletupkantidakdilakukan, melainkansetelahhambatandilepaskansecarabergeserdanpelan-pelan.

    d. Kehomorgananialahmempergunakanalat-alatucap yang samadandengantempatartikulasi yang sama.

FonologiSlide 13

2. RealisasiFonem

  • Realisasifonemadalahpelafalanfonemolehpenutursuatubahasa. Realisasiataulafalfonemmencakup:

  • Vocal

  • Diftong

  • Konsonan.

    3. TranskripsiBunyiBahasaadalahpenuliantuturanataupengubahanteksdengantujuanuntukmenyarankanlafalbunyi, fonem, morfem, atautulisansesuaidenganejaan yang berlakudalamsuatubahasayang menjadisasarannya.

    Transkripsidibedakanatasbeberapajenisberikut:

  • Transkripsifonetis

  • Transkriprifonemis

  • Transkripsimorfemis

  • Transkripsiotografis

  • Transliterasiadalahpenggantianhuruf demi hurufdariabjad yang satukeabjad yang lain, tanpamenghiraukanlafalbunyi kata yang bersangkutan.

Bunyi suprasegmentalSlide 14

BunyiSuprasegmental

Disampingbunyi segmental, terdapat pula bunyi lain yang mendukungbunyi segmental, yakni “bunyisuprasegmental”.

Ciri-ciriBunyiSuprasegmental

  • Jangka, Jangka, panjang, atauintensitasmenyangkutlamanyabunyidiucapkan.

  • Tekanan, dalamsuatu kata ataukelompok kata selaluadasatusuku kata yang menonjol.

  • Jeda, kesenyapanatausendimerupakanciriberhentinyatuturanataupengucapan.

  • Intonasimerupakanperubahantitinadadalamberbicara.

FonologiSlide 15

  • Problem bunyibahasa

    Setiapbahasatermasukbahasa Indonesia, walaupundikatakanmempunyaisistemdalampemakaiannyaselalutimbulmasalah-masalah, baikmasalah yang berhubungandenganpengucapanbunyibahasa, bentukankata, penulisan, danpemakaiankalimat. Hal itudisebabkansifatbahasa yang selaluberkembangseiringperkembanganpikirandanbudayapemakaibahasa yang bersangkutan. Adahal yang menjadidasarpokokpermasalahandalampengucapanbunyi-bunyibahasa, diantaranya:

  • Faktorbahasadaerahberdasarkandialekmasing-masingataumenyerapbahasa-bahasadaerahsehinggaterjadipenyebutanbunyi-bunyifonem yang tidakbaku.

  • Adanyakata-kata yang diserapdaribahasaasingsehinggapengucapanbunyi-bunyiterhadapkata-katatertentuada yang salah.

FonologiSlide 16

Serangkaianproblematikadalampengucapanbunyi-bunyibahasa yang menyebabkansulitberbahasa yang baku, tetapiadabeberapaupaya yang dapatkitalakukandengan problem semacamtersebutdiantaranya:

  • Bahasa yang kebanyakantelahdiserapolehbahasaasingdapatkitaatasidenganmelakukanpemasyarakatanberbahasa Indonesia yang ditujukanpadaupayapeningkatansikappositifterhadapbahasa Indonesia yang bakudenganmengacupadanilai-nilaidengansistembunyibahasa yang telahdiserapolehbahasaasing.

  • Meningkatkanperanahlilinguistikdenganmemberikaninformasitentangpemakaianbahasa Indonesia yang bakudenganpengucapanbunyifonem yang benar.

FonologiSlide 17

Upayaselanjutnya yang dapatkitalakukantentangproblemabunyibahasakarenafaktorbahasadaerahyaitukitadituntutbisamangklasifikasikanpemakaianbahasadenganragambunyibahasaitusendirisehinggatidakadapengucapanbunyifonembahasa yang salahdalamberbahasakhususnyadalamsituasi-situasiresmi.

Jikaserangkaianproblematikadapatdiatasidenganupayapemecahansepertidiatasmakaakanterciptanyaberbahasa Indonesia yang baku.

FonologiSlide 18

J. KAJIAN FONEM

  • PengertiandanPengenalanFonem

  • PengertianFonem

    Fonemadalah satuan bunyi bahasa terkecil yang bersifat fungsional, artinya satuan memiliki fungsi untuk membedakan makna.Fonemdapatjugadibatasisebagai unit bunyi yang bersifatdistingtifatau unit bunyi yang signifikan. Variasifonemkarenapengaruhlingkungan yang dimasukidisebutalofon. Gambarataulambangfonemdinamakanhuruf. Jadifonemberbedadenganhuruf.

FonologiSlide 19

  • PengenalanFonem

    Untukmengenaldanmenentukanbunyi-bunyibahasa yang bersifatfungsionalataufonem, biasanyadilakukanmelalui “kontraspasangan minimal”. Memangtidakmudahmencaripasangan minimal dalamsebuahbahasa. Dalamhalinipasangan minimal ialahpasanganbentuk-bentukbahasa yang terkecildanbermaknadalamsebuahbahasa (biasanyaberupakatatunggal) yang secara ideal sama, kecualisatubunyiberbeda. Bunyi yang berbedaitusalingbertentangandalamposisiataudistribusi yang sama.

FonologiSlide 20

  • PengenalanFonem

    Untukmengenaldanmenentukanbunyi-bunyibahasa yang bersifatfungsionalataufonem, biasanyadilakukanmelalui “kontraspasangan minimal”. Memangtidakmudahmencaripasangan minimal dalamsebuahbahasa. Dalamhalinipasangan minimal ialahpasanganbentuk-bentukbahasa yang terkecildanbermaknadalamsebuahbahasa (biasanyaberupakatatunggal) yang secara ideal sama, kecualisatubunyiberbeda. Bunyi yang berbedaitusalingbertentangandalamposisiataudistribusi yang sama.

2 realisasi dan variasi fonemSlide 21

2. Realisasidanvariasifonem

  • Realisasi

    Realisasi fonem adalah pengungkapan yang sebenarnya dari ciri atau satuan fonologis, yaitu fonem menjadi bunyi bahasa. Realisasifonemeratkaitannyadenganvariasifonem. Variasifonemmerupakansalahsatuwujudpengungkapandarirealisasifonem. Dan adabeberapajenisrealisasifonemyaitu:

  • Realisasi vokal

  • Vokaldiproduksidenganbentukbibirtertentu. Hal inimenunjukkanbahwabentukbibirdapatmempengaruhikualitasvokal. Berdasarkan pembentukannya, realisasi fonem vokal dibedakan sebagai berikut :

  • Fonem /i/ adalah vokal tinggi-depan-tak bulat.Vokalinidibentukdengankeduabibiragakterentangkesamping. Misalnya :

  • /ikan/ /pinta/ /padi/

  • Fonem /u/ adalah vokal atas-belakang-bulat.Vokalinidibentukdengankeduabibiragakmajukedepandanagakmembundarsertakebelakanglidahagakmeninggi. Misalnya :

  • /upah/ /bulan/ /lalu/

FonologiSlide 22

  • Fonem /e/ adalah vokal sedang-depan-bulat.Vokalinidibentukdengandaunlidahdinaikkan, tetapiagaklebihrendahdaripadauntukvokal /i/. vokalinidisertaidenganbentukbibirnetral, artinyatidakterlentangdanjugatidakmembundar. Misalnya :

    /ejaan/ /rela/ /tape/

  • Fonem /∂/adalah vokal sedang-tengah-takbulat.Vokalinidibentukdengandaunlidahdinaikkan, tetapiagaklebihrendahdari /i/ maupun /u/. vokalinidisertaidenganbentukbibir yang netral, sertaagakketengah. Misalnya :

    /∂mas/ /metod∂/

  • Fonem /o/ adalah vokal sedang-belakang-bulat. Vokalinidibentukdengankeduabibiragakmajukedepandanagakmembundarsertabelakanglidahagakmeninggi, tetapiagaklebihrendahdankurangbundardaripada /u/. Misalnya :

    /obat/ /kontan/ /toko/

  • Fonem /a/ adalah vokal rendah-tengah-bulat.Vokalinidibentukdenganbagiantengahlidahagakmeratadanmulut pun terbukalebar. Misalnya : /aku/ /mau/ /pita/

FonologiSlide 23

  • 2. Realisasi konsonan

    Berdasarkan cara pembentukannya, realisasi fonem konsonan dibedakan sebagai berikut :

  • a. Konsonan hambat, dibedakan sebagai berikut :

    1) Konsonan hambat-bilabial, yaitu fonem /p/ dan /b/.

  • 2) Konsonan hambat-dental, yaitu fonem /t/ dan /d/.

  • 3) Konsonan hambat-palatal, yaitu /c/ dan /j/.

  • 4) Konsonan hambat-velar, yaitu /k/ dan /g/.

  • b. Konsonan Frikatif, dibedakan sebagai berikut :

  • 1) Konsonan frikatif-labio-dental, yaitu /f/ dan /v/.

  • 2) Konsonan frikatif-alveolar, yaitu /s/ dan /z/.

  • 3) Konsonan frikatif-palatal tak bersuara, yaitu /š/

  • 4) Konsonan frikatif-velar tak bersuara, yaitu /x/ dan /kh/

  • 5) Konsonan frikatif-glotal tak bersuara, yaitu /h/

FonologiSlide 24

c. Konsonan getar-alveolar, yaitu /r/

d. Konsonan lateral-alveolar, yaitu /l/

e. Konsonan nasal, dibedakan dalam daerah artikulasinya sebagai berikut :

1) Konsonan nasal-bilabial, yaitu /m/

2) Konsonan nasal-dental, yaitu /n/

3) Konsonan nasal-palatal, yaitu /ň/

4) Konsonan nasal-velar, yaitu /h/

f. Semi-vokal , yaitu semivokal bilabial (/w/) dan semivokal palatal ( /y/).

FonologiSlide 25

  • VariasiFonem

    Variasifonemterjadikarenaposisiatauletaksuatufonemdalamsuatukataatausukukata yang merupakanlingkungannya. Variasifonemdisebutjugavariasialofonis, yaitualofonataurealisasifonemdalamsuatulingkungan. Variasibebasadalahvariasifonem, yang tidakmengubahmaknapadasuatulingkungantertentu. Variasibebasdapatterjadikarenaketidaksengajaanataukarenadialek.

    Variasi fonem ditentukan oleh lingkungan dalam distribusi yang komplementer disebut variasi alofonis. Variasi fonem yang tidak membedakan bentuk dan arti kata disebut alofon.

  • Alofon vokal

    Alofon fonem /i/, yaitu:

    [i] Jika terdapat pada suku kata terbuka. Misalnya, [bibi]à /bibi/

    [I] Jika terdapat pada suku kata tertutup. Misalnya, [karIb]à /karib/

    [Iy] Palatalisasi jika diikuti oleh vokal [aou].à [kiyos]à /kios/

    [ϊ] Nasalisasi jika diikuti oleh nasal. [ϊndah]à /indah/

FonologiSlide 26

  • Alofon fonem /ε/, yaitu

    [e] Jika terdapat pada suku kata terbuka dan tidak diikuti oleh suku kata yang mengandung alofon [ε]. Misalnya, [sore]à /sore/

    [ε] Jika terdapat pada tempat-tempat lain. Misalnya, [pεsta]à/pesta/

    Alofon fonem /o/, yaitu

    [o] jika terdapat pada suku kata akhir terbuka. [soto]à/soto/

    Alofon fonem /a/, yaitu

    [a] jika terdapat pada semua posisi suku kata.

    [aku]à/aku, [sabtu]à/sabtu/

  • Alofon fonem /u/, yaitu

  • [u] jika terdapat pada posisi suku kata terbuka.

  • [aku]à/aku/, [buka]à/buka/

FonologiSlide 27

  • Alofon konsonan

  • Fonem /p/

    [p] bunyi lepas jika diikuti vokal.

    [pipi]à/pipi/, [sapi]à/sapi/

    [p>] bunyi tak lepas jika terdapat pada suku kata tertutup.

    [atap>]à/atap/, [balap>]à/balap/

  • Fonem /t/

    [t] bunyi lepas jika diikutu oleh vokal.

    [tanam]à/tanam/, [tusuk]à/tusuk/

    [t>] bunyitaklepasjikaterdapatpadasukukatatertutup.

    [lompat>]à/lompat/,[sakit>]à/sakit/

FonologiSlide 28

  • Fonem /k/

    [k] bunyilepasjikaterdapatpadaawalsukukata.

    [kala]à/kala/, [kelam]à/kelam/

    [k>] bunyitaklepasjikatedapatpadatengahkatadandiikutikonsonan lain.

    [pak>sa]à/paksa/, [sik>sa]à/siksa/

  • Fonem /g/

    [g] bunyilepasjikadiikuti glottal. Contohnya [gagah]à/gagah/, [gula]à/gula/

    [k>] bunyihambat-velar-takbersuaradanlepasjikaterdapatdiakhirkata. [beduk>]à/bedug/,[gudek>]à/gudeg/

FonologiSlide 29

  • Fonem /c/

    [c] bunyilepasjikadiikutivokal.

    [cari]à/cari/, [cacing]à/cacing/

  • Fonem /j/

    [j] bunyilepasjikadiikutivokal.

    [juga]à/juga/, [jadi]à/jadi/ 

  • Fonem /f/

    [f] jikaterdapatpadaposisisebelumdansesudahvokal.

    [fakir]à/fakir/, [fitri]à/fitri/

  • Fonem /p/

    [p] bunyikonsonanhambat-bilabial-takbersuara

    [piket]à/piket/, [hapal]à/hapal/

  • Fonem /z/

    [z] [zat]à/zat/, [izin]-à/izin/

  • Fonem /š/

    [š] umumnyaterdapatdiawaldanakhirkata

    [šarat]à/syarat/, [araš]à/arasy/

FonologiSlide 30

  • Fonem /x/

    [x] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [xas]à/khas/, [xusus]à/khusus/

  • Fonem /h/

    [h] bunyitakbersuarajikaterdapatdiawaldanakhirsukukata.

    [hasil]à/hasil, [hujan]à/hujan/

    [H] jikaberadaditengahkata

    [taHu]à/tahu/, [laHan]à/lahan/

  • Fonem /m/

    [m] beradadiawaldanakhirsukukata

    [masuk]à/masuk/, [makan]à/makan/

  • Fonem /n/

    [n] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [nakal]à/nakal/, [nasib]à/nasib/

FonologiSlide 31

  • Fonem /ň/

    [ň] beradadiawalsukukata

    [baňak]à/banyak/, [buňi]à/bunyi/

  • Fonem /Ƞ/

    [Ƞ] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [Ƞarai]à/ngarai/, [paȠkal]à/pangkal/

  • Fonem /r/

    [r] beradadiawaldanakhirsukukata, kadang-kadangbervariasidenganbunyigetar uvular [R].

    [raja] atau [Raja]à/raja/, [karya] atau [kaRya]à/karya/

FonologiSlide 32

  • Fonem /l/

    [l] beradadiawaldanakhirsukukata.

    [lama]à/lama/, [palsu]à/palsu/

  • Fonem /w/

    [w] merupakankonsonanjikaterdapatdiawalsukukatadan semi vokalpadaakhirsukukata.

    [waktu]à/waktu/, [wujud]à/wujud/

  • Fonem /y/

    [y] merupakankonsonanjikaterdapatdiawalsukukatadan semi vokalpadaakhirsukukata.

    [santay]à/santai/, [ramai]à/ramai/.

FonologiSlide 33

Gejalafonologis

Adabeberapajenis-jenisgejalafonologisadalah :

  • NetralisasidanArkifonem

    Netralisasiadalahalternasifonemakibatpengaruhlingkunganataupembatalanperbedaan minimal fonempadaposisitertentu. Alternasifonemadalahperubahanfonemmenjadifonem lain tanpamembedakanmakna. Adanyabunyi /t/ padaakhirlafalkata [babat] untuk /babad/ adalahhasilnetralisasi.

    Arkifonemadalahgolonganfonem yang kehilangankontraspadaposisitertentudanbiasadilambangkandenganhurufbesarseperti /D/ yang memilikialternasiatauvarianfonem /t/ danfonem /d/ padakata [babat] untuk /babad/ .

FonologiSlide 34

  • PelepasanFonemdanKontraksi

    Pelepasanbunyiadalahhilangnayabunyiataufonempadaawal, tangahdanakhirsebuahkatatanpamengubahmakna. Pelepasandapat pula berupakontraksiataupemendekankata. Contoh : /tetapi/ menjadi /tapi/. Pelepasandibagimenjaditiga, yaitu

  • Aferesis, yaitupelepasanfonempadaawalkata. Contohnya /tetapi/ menjadi /tapi/, /baharu/ menjadi /baru.

  • Sinkope, yaitupelepasanfonempadatengahkata. Contohnya /silahkan/ menjadi /silakan/, /dahulu/ menjadi /dulu/

  • Apokope, yaitupelepasanfonempadaakhirkata. Contohnya /president/ menjadi /president/, /standard/ menjadi /standar/

  • Jenispelepasanbunyi yang lain adalahhaplologi,yaitupemendekanpadasebuahkatakarenapenghilangansuatubunyiatausukukatapadapengucapannya. Misalnya : tidakadamenjaditiada, bagaimanamenjadigimana.

  • FonologiSlide 35

    • Disimilasi

      Disimilasiadalahperubahanbentukkatakarenasalahsatudariduabuahfonem yang samadigantidenganfonem yang lain. Contohdisimilasi :

  • Disimilasisinkronis

    Contohnya : ber + ajar belajar. Fonem /r/ padaawalanber- diubahmenjadi /l/.

  • Disimilasidiakronis

    Contohnya : kataciptaberasaldaribahasaSansekertayaitucitta. Jaditerdapatperubahandarifonem /tt/ menjadi /pt/.

  • FonologiSlide 36

    • Metatesis

      Dalamprosesmetatesis yang diubahadalahurutanfonem-fonemtertentu yang biasanyaterdapatbersamadenganbentukasli, sehinggaadavariasibebas. Misalnya, jalurmenjadilajur, almarimenjadilemari.

    • PenambahanFonem

      Berdasarkan letaknya, penambahan fonem dibedakan menjadi :

  • Protesis, yaitu penambahan fonem di awal kata. Contohnya :/mas/ menjadi /emas, /tik/ menjadi/ketik/.

  • Epentesis, yaitu penambahan fonem di tengah kata.Contohnya : /upat/ menjadi /umpat/, /kapak/ menjadi /kampak/.

  • Paragoge, yaitu penambahan fonem di akhir kata.Contohnya :/ina/ menjadi /inang/, /lamp/ menjadi /lampu/.

  • K fonotatik fonotatik dan distribusi fonemSlide 37

    K. FONOTATIKFonotatikdandistribusifonem

    Fonotatik

    Setiapbahasamempunyaiketentuansendiri yang berkaitandengankaidahkebahasaannya, termasukdidalamnyakaidahderetanfonem. Kaidah yang mengaturderetanfonemmana yang terdapatdalambahasadanmana yang tidakdinamakanfonotaktik (Moeliono, 1993:52).

    Ada pula yang mengatakanbahwaFonotaktikadalahbidangfonologiataufonemik yang mengaturtentangpenjejeranfonemdalamkata. Contohnya, katapertandinganmemiliki 12 fonem. Jejeranfonemdarikatatersebutadalah /p,e,r,t,a,n,d,i,n,g,a,n/.

    FonologiSlide 38

    Distribusifonem

    Distribusifonemadalahletakatauposisisuatufonemdalamsuatusatuan yang lebihbesaryaitututur, morfem, ataukata. Dalamsatuan yang lebihbesardarifonemitu, terdapattigaposisiuntuksetiapfonem, yaituposisiawal (inisial), posisitengah (medial), danposisiakhir (final).

    Sebuahfonemberdistribusiawalapabilaletaknyaterdapatpadaawalsatuanitudandisebutberdistribusi medial, apabilafonemituterletakditengahsatuanitu, sertaberdistribusi final, bilafonemituterletakpadaakhirsatuanitu.

    FonologiSlide 39

    • DeretanFonem, Diftong, danGugus

      DeretanFonem

      Deretanfonemmerupakanurutanberuntundariduafonemataulebih yang sejenisdalamsebuahkata. Deretanfonemdapatberupaderetanvokalmaupunderetankonsonan.

      Diftong

      Diftongmerupakanderetanvokal yang beradapadasatusukukata. Diftongmerupakanvokal yang padasaatpengujarannyaberubahkualitasnya. Dalamsistemtulisandiftongbiasadilambangkanolehduavokal yang berurutandankeduavokaltersebuttidakdapatdipisahkan. Berikutinidiftongdalambahasa Indonesia : diftongau,ai, oi, dll.

    FonologiSlide 40

    • Gugus

      Gugusatauklustermerupakanderetankonsonan yang adapadasatusukukata. Meskipunderetanduakonsonandapatmembentukgugus, tetapijumlahnyaterbatas. Dalamguguskonsonan yang pertamahanyalah /p/, /b/, /t/, /k/, /g/, /s/, dan /d/, sedangkankonsonan yang keduahanyalah /l/, /r/, /w/, ataudalambeberapakataberupa /s/, /m/, /n/, dan /k/.

    FonologiSlide 41

    • PenyukuandanPemenggalanKata

      Penyukuan

      Sukukataatausilabedapatdidefinisikandaritigasegi, yaitudarisegifisiologis, segiartikulatoris, dandarisegifonologis. Dari segifisiologis, sukukataadalahujaran yang terjadidalamsatudenyut dada, yaitusatupeneganganototpadawaktupengembusanudaradariparu-paru. Dari segiartikulatoris, sukukataadalahreganganujaran yang terjadidarisatupuncakkenyaringandiantaraduaunsur yang takberkenyaringan. Dari sudutfonologis, sukukataadalahstruktur yang terjadidarisatufonematauurutanfonembersamadengan cirri lain sepertitekanandanpanjang, yang kadang-kadangadakesepadananantarasukukata yang ditetapkansecarafonetisdansecarafonologis, kadang-kadangtidak.

    FonologiSlide 42

    Sukukata pun merupakansatuanritmisterkecildalamarusujaran. Puncakritmeatauiramaitusamadengankenyaringanatausonoritas, yaitupantulansuara yang dihasilkanataudimungkinkanolehadanyaruangresonansi. Secarasederhanadapatdisebutkanbahwasukukatamerupakanbagiankata yang diucapkandalamsatuhembusannafasdanumunyaterdiridaribeberapafonem. Misalnyakatajalanitudihembuskandenganduahembusannafas: satuhembusanuntukja- dansatunyalagiuntuk -lan. Karenaitu, katajalanterdiriatasduasukukata. Tiap-tiapsukukataterdiriatasduadantigabunyi : [ja] dan [lan].

    Sukukatadalambahasa Indonesia selalumemilikivokal yang menjadipuncaksukukata. Puncaksukukataitudapatdidahuluidandiikutiolehsatukonsonaataulebih, meskipundapatterjadibahwasukukatahanyaterdiriatassatuvokalatausatuvokaldengansatukonsonan.

    FonologiSlide 43

    Contoh :

    Penting pen-ting

    Kepentinganke-pen-ting-an

    Andil an-dil

    Diadi-a

    Sukukatadapatberakhirdenganvokalmaupunkonsonan . Sukukata yang berakhirdenganvokal, (K) V, disebutsukubuka, sedangkansukukata yang berakhirdengankonsonan , (K) VK, disebutsukututup.

    FonologiSlide 44

    • Kaidahgrafemis

      • HubunganFonemdanGrafem

        Fonemitubersangkutandenganbunyi, dangrafembersangkutandenganhuruf. Fonemberadadalamwilayahbahasalisan, sedangkangrafemberadadalamwilayahbahasatulis. Representasitertuliskeduainiseringkalisama. Misalnyauntukmenyatakanbenda yang dipakaiuntukmenulispadapapantulis, kitamenuliskatakapurdanmengucapkannya pun /kapur/. Baikdarisegifonemismaupundarisegigrafemis, katakapuritumemiliki lima satuan, yaitu /k/, /a/, /p/, /u/, /r/. Akantetapi, hubungansatulawansatuantarafonemdangrafemtidakselaluditemukan. Grafem /e/, misalnyadapatmewakilifonem /e/ sepertipadakatasore. Sebaliknya. Fonem /f/ bisa pula dinyatakandenganduagrafem yang berbedayaitu <f> dan <v> sepertipadakatafajardan visa.

    FonologiSlide 45

    • Realisasigrafemis

      Ejaan yang baikadalah yang mempunyaidasar : satufonemsatutanda (grafem). Ejaan yang sempurnaitudisebutejaanfonemis. Akantetapi, ejaanfonemisitutidakpernahdiperoleh, karenapenyusunansuatuejaantidakhanyadidasarkanpadahal-halilmiah, tetapijugapadakepraktisandantradisiejaandalammasyarakatbahasaitu. Dasarilmiahdiberikanolehkajianfonemik, sedangkandasarpraktisdisesuaikandengankeadaanmasyarakatbahasaitu.

    FonologiSlide 46

    • Pungtuasi

      Bunyibahasadibedakanatasbunyi segmental dansuprasegmental. Unsur-unsur segmental dapatdenganmudahdigambarkan, sedangkan unsure suprasegmentalcukupsulit. Unsure segmental biasanyadinyatakansecaratertulisdenganabjad, persukuan, danpenulisankata. Sebaliknya, unsure suprasegmentalbiasanyadinyatakansecaratertulismelaluitanda-tandabacaataupungtuasi.

      Pungtuasidirealisasikanberdasarkanduahalutama yang komplementeryaitu :

  • Unsur-unsursuprasegmental

  • Hubungansintaksis

  • FonologiSlide 47

    Misalnyadalamkalimatberikutterdapattandabaca yang memenuhikeduasyarattersebut.

    Cobakatakan, Saudara, siapanamamu ?

    Dalamujaran yang wajarantarakatakandansaudaratidakterdapatperhentian. Karenaitu, seharusnyatandakomadalamkalimattersebutdihilangkan. Namun, karenakataSaudaramerupakanunsur yang tidakadahubungannyadengankatakatakan, makaharusditempatkankoma. Antarakatasaudaradansiapaditempatkankoma, karenadiberikanperhentiansebentardenganintonasimenaik. Sebaliknya, diakhirkalimatdiberikantandatanyakarenaintonasinyaadalahintonasitanya.

    FonologiSlide 48

    Sistempungtuasiatautandabacadalambahasa Indonesia meliputitandatitik, tandakoma, tandatitikkoma, tandatitikdua, tandahubung, tandapisah, tandatanya, tandaseru, tandakurung, tandakurungsiku, tandapetik, tandapetiksatu, tandagaris miring, dantandapenyingkat.

    Daftar pustakaSlide 49

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Resmini, Novi, dkk. 2006. Kebahasaan 1 (Fonologi, Morfologi, danSemantik). Bandung : UPI PRESS.

    2.Chaer, Abdul. 2002. Psikolinguistik. Jakarta : RINEKA CIPTA.

    3. Alwasilah, A, Chaedar. 1993. LinguistikSuatuPengantar. Bandung : Angkasa.

    4. Husen, Akhlan, dkk. 1996. FonologiBahasa Indonesia. Jakarta : DepartemenPendidikandanKebudayaanDirektoratJenderalPendidikanDasardanMenengahBagianProyekPenataran Guru SLTP SetaraD-III Tahun 1996/1997.

    FonologiSlide 50

    TerimaKasih


    Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro