Mata kuliah fonologi
Download
1 / 90

MATA KULIAH FONOLOGI - PowerPoint PPT Presentation


  • 564 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

MATA KULIAH FONOLOGI. OLEH DIRMAN, M.Pd. Pengertian Fonologi. Dari beberapa sumber, pengertian fonologi dapat dikemukakan sebagai berikut 1) Fonologi ialah bagian dari tata bahasa yang memperlajari bunyi-bunyi bahasa (Keraf, 1984: 30). pengertian.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'MATA KULIAH FONOLOGI ' - michi


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Mata kuliah fonologi

MATA KULIAH FONOLOGI

OLEH

DIRMAN, M.Pd.

fonologi


Pengertian fonologi
Pengertian Fonologi

  • Dari beberapa sumber, pengertian fonologi dapat dikemukakan sebagai berikut

  • 1) Fonologi ialah bagian dari tata bahasa yang memperlajari bunyi-bunyi bahasa (Keraf, 1984: 30).

fonologi


Pengertian
pengertian

  • 2) Fonologi ialah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya (Kridalaksana, 1995: 57).

  • 3) Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa, yang secara etimologi terbentuk dari kata fon yaitu bunyi dan logi yaitu ilmu (Chaer, 1994: 102).

fonologi


Simpulan
simpulan

  • Berdasarkan beberapa sumber tersebut dapatlah disimpulkan bahwa fonologi ialah bidang linguisik atau lmu bahasa yang menyelidiki, mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berserta fungsinya.

fonologi


Cabang fonologi
Cabang Fonologi

  • Cabang Fonologi

Fonologi

Fonemik

Fonetik

fonologi


Pengertian1
Pengertian

  • 1) Fonetik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak (Chaer, 1994: 102).

fonologi


Pengertian2
Pengertian

  • 2) Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur, serta mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia (Keraf, 1984: 30).

fonologi


Pengertian3
Pengertian

  • Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki penghasilan, penyampaian, dan penerimaan bunyi bahasa; ilmu interdisipliner linguistik dengan fisika, anatomi, dan psikologi (Kridalaksana, 1995: 56).

fonologi


Simpulan1
simpulan

  • Dengan demikian, jelaslah bahwa fonetik itu ialah cabang studi fonologi yang menyelidiki, mempelajari, dan menganalisis penghasilan, penyampaian, dan penerimaan bunyi-bunyi ujaran/bahasa yang dipakai dalam tutur tanpa memperhatikan fungsinya sebagai pembeda makna/arti, yang melibatkan analisis ilmu fisika, anatomi, dan psikologi.

fonologi


Fonemik
Fonemik

  • 1) Fonemik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi tersebut sebagai pembeda makna. Untuk jelasnya kalau kita perhatikan baik-baik ternyata bunyi [i] yang terdapat pada kata-kata [intan], [angin], dan [batik] adalah tidak sama.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Dalam kajiannya, fonetik akan berusaha mendeskripsikan perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

fonologi


Pengertian4
Pengertian perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

  • 2) fonemik adalah ilmu yang mempelajari bunyi ujaran dalam fungsinya sebagai pembeda arti (Keraf, 1984: 30).

  • 3) Fonemik adalah penyelidikan mengenai sistem fonem suatu bahasa (Kridalaksana, 1995: 56).

fonologi


Simpulan2
simpulan perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

  • Jadi, jelaslah bahwa fonemik itu adalah cabang studi fonologi yang menyelidiki dan mempelajari bunyi ujaran/bahasa atau sistem fonem suatu bahasa dalam fungsinya sebagai pemdeda arti.

  • Kalau dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat-alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi ujaran/bahasa yang manakah dapat mempunyai fungsi untuk membedakan arti.

fonologi


Jenis jenis fonetik
Jenis-jenis Fonetik perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

  • Menurut urutan proses terjadinya bunyi bahasa, Chaer (1994: 103) membedakan adanya tiga jenis fonetik, yaitu

Fonetik

FonetikAuditoris

Fonetik Artikulatoris

Fonetik Akustik

fonologi


Penjelasan
penjelasan perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

  • fonetik artikulatoris, disebut juga fonetik organis atau fonetik fisiologis, mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.

fonologi


Penjelasan1
penjelasan perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

  • Fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam. Bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi getarannya, amplitudonya, intensitasnya, dan timbrennya

  • Fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.

fonologi


Mata kuliah fonologi

Fonetik

Fonetik instrumental

Fonetik terapan

Fonetik parametris

fonologi


Penjelasan2
penjelasan sebagai berikut.

  • Fonetik instrumental adalah bagian dari fonetik yang merekam, menganalisis, dan mengukuur unsur-unsur bunyi dengan mesin atau alat-alat elektronis seperti spektograf, osiloskop, dan lai-lain.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Fonetik parametris adalah pendekatan dalam fonetik yang memandang wicara sebagai sistem fisiologis tunggal dengan variabel-variabel artikulasi dalam saluran suara yang terus-menerus bergerak dan saling bekerja sama dalam dimensi waktu untuk menghasilkan kontinuum bunyi yang disegmentasikan oleh pendengar menurut kaidah bahasa yang berlaku. Pandangan dinamsis ini berbeda dari pandangan statsis yang menganggap wicara sebagai urutan segmen-segmen yang terurai sebagai kumpulan ciri-ciri yang dapat dipisah-pisahkan (tempat artikulasi, artikulator, dan sebagainya).

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonetik

fonetik khusus

fonetik umum

fonologi


Penjelasan3
Penjelasan berikut:

  • fonetik umum, yaitu fonetik yang membahas bunyi bahasa yang dapat dihasilkan manusia secara umum.

  • Fonetik khusus, yaitu fonetik yang memfokuskan perhatiannya pada bunyi bahasa tertentu, misalnya fonetik yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa Indonesia disebut fonetik bahasa Indonesia.

fonologi


Alat ucap
Alat Ucap berikut:

Alat Ucap

Titik artikulasibagian dari alat ucap yang menjadi tujuan sentuh dari artikulator

Udara, yang dialirkan keluar

dari paru-paru.

Artikulator, bagian dari alat ucap yang

dapat digerakkan atau atau digeserkan

untuk menimbulkan suatu bunyi.

fonologi


Pita suara
Pita Suara berikut:

  • Di ujung atas dari larynx terdapatlah dua buah pita yang elastis yang disebut pita suara. Letak pita suara itu horizontal. Antara kedua pita suara itu terdapat suatu celah yang disebut glottis.

fonologi


Vokal
Vokal berikut:

  • Vokal adalah bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru tidak mendapat halangan (Keraf, 1984: 34).

Vokal

Maju Mundurnya Lidah

Posisi Bibir

Tinggi Rendahnya Lidah

fonologi


Diftong
Diftong berikut:

Diftong

Diftong lebar

Diftongturun

Diftong naik

Diftong sempit

fonologi


Konsonan
Konsonan berikut:

  • Konsonan adalah bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan. (Keraf, 1984: 35). Konsonan adalah bunyi bahasa yang dihasilkan dengan menghambat aliran udara pada satu tempat di saluran suara di atas glottis; bunyi bahasa yang dapat berada pada tepi suku kata dan tidak sebagai inti suku kata; fonem yang mewakili bunyi tersebut (Kridalaksana, 1993: 118).

fonologi


Berdasarkan artikulator dan titik artikulasinya
Berdasarkan artikulator dan titik artikulasinya berikut:

  • Konsonan-konsonan dapat dibagi atas:

  • 1) Konsosnan bilabial, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua belah bibir: p, b, m, w. Karena kedua belah bibir sama-sama bergerak, serta keduanya juga menjadi titik sentuh dari bibir yang lainnya, maka sekaligus mereka bertindak sebagai artikulator dan titik artikulasi.

  • 2) Konsonan labiodental, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas sebagai titik artikulasi dan bibir bawah sebagai artikulatornya: f, v.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Konsonan apikointerdental, yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah (apex) yang bertindak sebagai artikulator dan daerah antargigi (dens) sebagai titik artikulasinya. Dalam bahasa Indonesia hanya terdapat konsonan t dan n. Dalam bahasa Jawa terdapat konsonan t, d, dan n.

  • 4) Konsonan apikoalveolar, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah sebagai artikulator dan lengkung kaki gigi (alveolum) sebagai titik artikulasinya. Dalam bahasa Indonesia hanya terdapat d dan n, sedangkan dalam bahasa Jawa terdapat t, d, dan n.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Konsonan palatal, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah sebagai artikulatror dan langit-langit keras (palatum) sebagai titik artikulasinya: c, j, ny.

  • 6) Konsonan velar, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah sebagai artikulator dan langit-langit lembut (velum) sebagai titik artikulasinya, misalnya: k, g, ng, kh.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • 7) Hamzah (glotalstop), yaitu bunyi yang dihasilkan dengan posisi pita suara tertutup sama sekali, sehinga sama sekali menghalangi udara yang keluar dari paru-paru. Celah antara kedua pita suara (sama dengan glottis) tertutup rapat.

  • 8) Laringal, yaitu bunyi yang terjadi karena pita suara terbuka lebar. Bunyi ini dimasukkan dalam konsonan karena udara yang keluar mengalami gesekan

fonologi


Berdasarkan halangan yang dijumpai udara waktu keluar dari paru paru
Berdasarkan halangan yang dijumpai udara waktu keluar dari paru-paru

konsonan

Getar atau tril

Konsonan hambat (stop)

Frikatif

Likuida atau disebut juga

lateral

Spiran

fonologi


Penjelasan4
Penjelasan paru-paru

  • 1) Konsonan hambat (stop), yaitu konsonan yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru sama sekali dihalangi, misalnya: p, b, k, t, d, dan lai-lain. Dalam pelaksanaannya, konsonan hambat dapat disudahi dengan suatu letusan; dalam hal ini konsonan hambat itu tersebut: konsonan peletus atau konsonan eksplosif, misalnya konsonan p dalam kata pukul, lapar. Atau konsonan hambat itu dapat dilaksanakan dengan tidak ada letusan; maka hambat itu bersifat implosif, misalnya t dalam kata berat, parit, dan lai-lain. Dengan cara sederhana dapat dikatakan bahwa hambat eksplosif terdapat bila suatu konsonan hambat diikuti vokal, sedangkan konsonan hambat implosif terjadi bila konsonan hambat itu tidak diikuti vokal.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • 2) Frikatif, yaitu bila udara yang keluar dari paru-paru digesekkan, terjadilah bunyi yang disebut bunyi geser atau frikatif, misalnya f, v, kh.

  • 3) Spiran, yaitu bila udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan berupa pengadukan, sedangkan sementara itu terdengar bunyi desis, maka konsonan itu disebut spiran; s, z, sy.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • 5) Getar atau tril, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke alveolum atau pangkal gigi, kemudian lidah itu menjauhi lagi alveolum, dan seterusnya terjadi lagi seperti tadi berulang-ulang dengan cepat, sehingga udara yang keluar digetarkan. Bunyi ini, yang dihasilkan dengan ujung lidah sebagai artikulator disebut getar apical (apical tril).

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Di samping itu dalam ilmu bahasa dikenal pula semacam bunyi getar lain yang mempergunakan anak tekak sebagai artikulatornya, dan yang bertindak sebagai titik artikulasinya adalah belakang lidah. Konsonan getar macam ini disebut: getar uvular (uvular tril). Getar apical dilambangkan dengan /r/, sedangkan getar uvular secara fonetis dilambangkan dengan /R/.

fonologi


Berdasarkan turut tidaknya pita suara bergetar konsonan dapat dibagi atas
Berdasarkan turut tidaknya pita suara bergetar, konsonan dapat dibagi atas:

  • 1) Konsonan bersuara, yaitu bila pita suara turut bergetar: b, d n. g, w, dan sebagainya.

  • 2) konsonan tak bersuara, yaitu bila pita suara tidak bergetar: p, t, c, k, dan sebagainya

fonologi


Mata kuliah fonologi
Berdasarkan jalan yang diikuti arus udara ketika keluar dari rongga ujaran, konsonan dapat dibeda-bedakan atas:

  • 1) Konsonan oral, yaitu bila udaranya keluar melalui rongga mulut (mulut = Latin: os, -oris), misalnya p, b, k, d, w, dan sebagainya.

  • 2) konsonan nasal, yaitu bila udaranya keluar melalui rongga hidung (hidung = Latin: nasus), misalnya: m. n, ny, ng.

fonologi


Intonasi
Intonasi rongga ujaran, konsonan dapat dibeda-bedakan atas:

Intonasi

Tekanan (Stress)

Durasi

Nada

Perhentian

fonologi


Tekanan
tekanan rongga ujaran, konsonan dapat dibeda-bedakan atas:

tekanan

Tekanan Kalimat

Tekanan Distingtif

dan Nondistingtif

Tekanan dalam

Bahasa Indonesia

fonologi


Penjelasan5
Penjelasan rongga ujaran, konsonan dapat dibeda-bedakan atas:

  • Intonasi adalah kerja sama antara nada, tekanan, durasi, dan perhentian-perhentian yang menyertai suatu tutur, dari awal hingga ke perhentian terakhir (Keraf,1984: 38). Intonasi adalah pola perubahan nada yang dihasilkan pembicara pada waktu mengucapkan ujaran atau bagian-bagiannya (Kridalaksana, 1993: 85).

fonologi


Tekanan1
tekanan rongga ujaran, konsonan dapat dibeda-bedakan atas:

  • 1) Pengertian Tekanan

    Yang dimaksud dengan tekanan (stress) adalah suatu jenis unsur supra segmental yang ditandai oleh keras lembutnya arus ujaran. Arus ujaran yang lebih keras atau lebih lembut ditentukan oleh amlpitudo getaran, yang dihasilkan oleh tenaga yang lebih kuat atau lebih lemah. Bila kita mengucapkan sepatah kata secara nyaring, misalnya kata /perumahan/, maka akan terdengar bahwa dalam arus ujaran itu ada bagian yang lebih keras diucapkan dari bagian yang lain

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Penjelasan6
Penjelasan tekanan yang bertalian dengan tingkatan keras-lembutnya, yaitu:

  • 1) Pengertian Tekanan

  • Yang dimaksud dengan tekanan (stress) adalah suatu jenis unsur supra segmental yang ditandai oleh keras lembutnya arus ujaran.Arus ujaran yang lebih keras atau lebih lembut ditentukan oleh amlpitudo getaran, yang dihasilkan oleh tenaga yang lebih kuat atau lebih lemah.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Bila kita mengucapkan sepatah kata secara nyaring, misalnya kata /perumahan/, maka akan terdengar bahwa dalam arus ujaran itu ada bagian yang lebih keras diucapkan dari bagian yang lain. Jadi, dalam hal ini dapat dibeda-bedakan beberapa macam tekanan yang bertalian dengan tingkatan keras-lembutnya, yaitu:

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Tekanan paling keras kata /perumahan/, maka akan terdengar bahwa dalam arus ujaran itu ada bagian yang lebih keras diucapkan dari bagian yang lain. Jadi, dalam hal ini dapat dibeda-bedakan beberapa macam tekanan yang bertalian dengan tingkatan keras-lembutnya, yaitu:

  • Tekanan keras

  • Tekanan lembut

  • Tekanan paling lembut

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • 2) Tekanan Distingtif dan Nondistingtif kata /perumahan/, maka akan terdengar bahwa dalam arus ujaran itu ada bagian yang lebih keras diucapkan dari bagian yang lain. Jadi, dalam hal ini dapat dibeda-bedakan beberapa macam tekanan yang bertalian dengan tingkatan keras-lembutnya, yaitu:

  • Dalam beberapa bahasa Barat, misalnya Inggris dan Belanda, tekanan dapat berfungsi untuk membedakan arti (distingtif). Berarti bila tekanan keras pada suatu bagian (segmen) dari kata dipindahkan ke bagian yang lain maka makna kata berubah, misalnya:

  • Inggris: refuse= sampah

  • refuse= menolak

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • 3) Tekanan dalam Bahasa Indonesia kata /perumahan/, maka akan terdengar bahwa dalam arus ujaran itu ada bagian yang lebih keras diucapkan dari bagian yang lain. Jadi, dalam hal ini dapat dibeda-bedakan beberapa macam tekanan yang bertalian dengan tingkatan keras-lembutnya, yaitu:

  • Walapun tekanan dalam bahasa Indonesia tidak bersifat distingtif, itu tidak berarti bahwa kata-kata dalam bahasa Indonesia tidak mengandung tekanan. Seperti dalam ilustrasi dengan kata /prumahan/, jelas ada tekanan dalam bahasa Indonesia.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Tetapi yang menimbulkan persoalan adalah di mana letak tekanan keras pada kata-kata bahasa Indonesia? Bangsa Indonesia yang memiliki bermacam-macam bahasa daerah dan dialek, memiliki pola intonasi yang berbeda ragamnya. Keanekaan intonasi itu dibawa serta ke dalam bahasa Indonesia, hingga mempengaruhi pula intonasi bahasa Indonesia. Dalam pergaulan kita sehari-hari, kita menjumpai bermacam-macam orang yang mempergunakan bahasa Indonesia, tetapi betapa beda intonasi yang digunakan oleh seorang Jawa dari seorang Batak, seorang Minang dari seorang Sunda, Ambon atau Flores

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • 4) Tekanan Kalimat benar? Ukuran-ukuran manakah yang dipakai untuk menetapkan intonasi yang benar? Hingga kini belum ada ketentuan resmi mengenai hal itu.

  • Walaupun tekanan yang distingtif dalam bidang kata tidak ada dalam bahasa Indonesia dalam bidang kalimat tekanan yang distingtif itu ada. Tekanan semacam itu biasanya disebut empasis.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi
Nada tertentu dari kalimat dipentingkan atau dipertentangkan dengan bagian lain. Misalnya:

Nada

Nada yang Distingtif

dan Nondistingtif

Nada dalam Kalimat

fonologi


Penjelasan7
Penjelasan tertentu dari kalimat dipentingkan atau dipertentangkan dengan bagian lain. Misalnya:

  • 1) Pengertian Nada

  • Yang dimaksud dengan nada (pitch) adalah suatu jenis unsur suprasegmental yang ditandai oleh tinggi rendahnya arus ujaran (Keraf, 1984: 42).

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Sebaliknya berada dalam keadan gembira atau marah, nada tinggilah yang dipergunakan orang. Suatu perintah atau pertanyaan selalu disertai nada yang khas. Nada dalam ilmu bahasa biasanya dilambangkan dengan angka misalnya /232/ yang berarti segmen pertama lebih rendah bila dibandingkan dengan segmen kedua, sedangkan segmen ketiga lebih rendah dari segmen kedua.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Nada yang Distingtif dan Nondistingtif situasi yang dimasuki itu berbeda:

  • Dalam bahasa German, demikian juga dalam bahasa nusantara, nada dalam bidang kata tidak diakui sebagai fonem, yaitu bahwa tidak ada nada yang bersifat distingtif. Sebaliknya, ahli-ahli bahasa mengakui bahwa nada (pitch) dalam bahasa Yunani dan Cina mempunyai fungsi distingtif, yaitu peranan untuk membedalkan arti.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Durasi dalam kalimat
Durasi dalam Kalimat dilambangkan dengan tanda-tanda tertentu, yaitu:

  • Sebagai sudah dikatakan di atas durasi dalam bidang kata tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Namun dalam bidag kalimat terdapat durasi yang distingtif. Sebuah segmen dalam sebuah kalimat dapat diucapkan dalam waktu yang relatif lama dari segmen-segmen lain dalam kalimat, untuk menekan segmen itu.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Misalnya: dilambangkan dengan tanda-tanda tertentu, yaitu:

  • /pakaian yang dipakainya itu maha..l sekali/

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Atau apabila seorang lagi berpidato atau berbicra akan mengucapkan bagian tertentu dari pidatonya, entah berwujud klausa, kalimat, atau rangkaian kalimat-kalimat dalam waktu yang lebih lambat dari bagian-bagian lainnya. Dan dalam banyak hal cara ini sering digunakan bagian yang tidak penting diucapkan cepet-cepet. Sementara bagian yang penting diucapkan lambat-lambat

fonologi


Perhentian
Perhentian mengucapkan bagian tertentu dari pidatonya, entah berwujud klausa, kalimat, atau rangkaian kalimat-kalimat dalam waktu yang lebih lambat dari bagian-bagian lainnya. Dan dalam banyak hal cara ini sering digunakan bagian yang tidak penting diucapkan cepet-cepet. Sementara bagian yang penting diucapkan lambat-lambat

  • Perhentian macam yang pertama disebut perhentian antara koma atau perhentian nonfinal atau jeda. Perhentian ini biasanya dilambangkan dengan tanda koma (,). Sedangkan perhentian macam yang kedua disebut perhentian akhir/pinal. Perhentian ini biasanya dilambangkan dengan titik (.) atau titik koma (;)

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • / di bawah ini:bahwa kecanduan narkotika merusak manusia, baik pisik maupun mental, sudah sering dikemukakan, dan bukti-buktinyapun banyak /ada lebih dari satu perhentian antara dan satu perhentian akhir.

fonologi


Pengertian fonem
Pengertian Fonem di bawah ini:

  • Objek penelitian fonetik adalah fon, yaitu bunyi bahasa pada umumnya tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna kata atau tidak. Sebaliknya, objek penelitian fonemik adalah fonem, yakni bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Kalau dalam fonetik, misalnya kita meneliti bunyi-bunyi /a/ yang berbeda pada kata-kata seperti lancar, laba, dan lain; atau meneliti perbedaan bunyi /i/ seperti yang terdapat pada kata ini, intan, dan pahit: maka dalam fonemik kita meneliti apakah perbedan bunyi itu mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Fonem adalah bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem (Finoza, 2005: 61). Fonem tidak sama dengan huruf. Fonem adalah bunyi dari huruf, dan huruf adalah lambang dari bunyi. Jumlah huruf ada 26, jumlah fonem lebih dari 26.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Klasifikasi Fonem /ng/, dan /sy/. Ada beberapa huruf yang dilambangkan oleh satu fonem seperti /e/ pada kata /sate/, /pedas/, dan /enak/.

  • Fonem dapat diklasifikasi atau digolongkan atas:

  • Fonem Segmental

    Fonem segmental ialah fonem yang dapat dianalisis, karena merupakan bagian dari unsur segmental bahasa. Jenis fonem ini disebut juga fonem primer, misalnya /a/, /b/, /c/, /d/, dan sebagainya. Fonem segmental ini dibagi atas vokal, diftong, dan konsonan.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Fonem Suprasegmental /ng/, dan /sy/. Ada beberapa huruf yang dilambangkan oleh satu fonem seperti /e/ pada kata /sate/, /pedas/, dan /enak/.

  • Fonem suprasegmental yaitu fonem yang kehadirannya menyertai fonem segmental. Jenis fonem ini disebut juga fonem sekunder, misalnya tekanan, nada, intonasi, dan sebagainya.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Alofon
Alofon untuk mengucapkan sebuah bunyi, misalnya /lembab/ diucapkan dengan /lem/ lebih panjang daripada /bab/.

  • Alofon adalah varian fonem berdasarkan posisi. Misalnya, fonem /i/ pada kata ingkar, cita, dan tari, masing-masing /i/ tersebut merpakan alofon dari /i/; fonem /o/ mempunyai alofon seperti pada kata tokoh dan toko, dan sebagainya.

fonologi


Perubahan fonem
Perubahan Fonem untuk mengucapkan sebuah bunyi, misalnya /lembab/ diucapkan dengan /lem/ lebih panjang daripada /bab/.

  • Dalam pelaksanaan bunyi-bunyi ujaran, terjadlah pengaruh timbal balik antara bunyi-bunyi ujaran yang berdekatan. Karena adanya pengaruih timbal balik itu terjadilah perubahan-perubahan bunyi ujaran; ada perubahan yang jelas kedengaran, ada yang kurang jelas kedengaran.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Perubahan-perubahan yang jelas kedengaran dan yang terpenting, yang biasa terdapat dalam bahasa adalah:

  • Asimilasi

  • Asimilasi dalam pengertian biasa berarti penyamaan. Dalam ilmu bahasa asimilasi berarti proses dua bunyi yang tidak sama disamakan atau dijadikan hampir bersamaan. Asimilasi dapat dibagi berdasarkan beberapa segi, yaitu berdasarkan tempat dari fonem yang diasimilasikan, dan berdasarkan sifat asimilasi itu sendiri.

fonologi


Berdasarkan tempat dari fonem yang diasimilasikan asimilasi dapat dibadi atas
Berdasarkan tempat dari fonem yang diasimilasikan, asimilasi dapat dibadi atas:

  • Asimilasi progresif: bila bunyi yang diasimilasikan terletak sesudah bunyi yang mengasimilasikan. Contoh dalam bahasa Indonesia sejauh ini belum dapat ditemukan. Tetapi untuk memperjelas proses ini dapat diambil suatu contoh asing:

  • Latin Kuno: colnis > Latin: collies.

  • Dalam contoh di atas fonem /n/ diasimilasikan dengan fonem /i/ yang mendahuluinya.

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Berdasarkan sifat asimilasi itu sendiri asmilasi dapat dibedakan atas
berdasarkan sifat asimilasi itu sendiri, asmilasi dapat dibedakan atas:

  • 1) Asimilasi total: bila dua fonem yang disamakan itu dijadikan serupa betul:

  • ad + similatio- assimilasi> asimilasi

  • in + moral- immoral > imoral

  • al + salam- assalam > asalam

fonologi


Mata kuliah fonologi

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Disimilasi hanya disamakan sebagian saja, misalnya:

  • Kebalikan dari asimilasi adalah disimilasi, yaitu proses dimana dua bunyi yang sama dijadikan tidak sama. Contoh:

  • saj- jana Skt- sarjana

  • kolonel- kornel

  • prakrtiSkt.- pekerti

  • lauk-lauk - lauk-pauk

  • sayur-sayur- sayur-mayur

  • citta Skt. - cipta

fonologi


Suara bakti
Suara Bakti hanya disamakan sebagian saja, misalnya:

  • Dalam mengucapkan kata-kata seperti: gurauan, kepulauan, pakaian, putra, putri, bahtra, dan lain-lain, kedengaran bahwa dalam hubungan fonem-fonem itu timbul lagi bunyi w atau y, an/tara u-a, dan antara i-a. sedangkan pada kata-kata putra, putri, dan bahtra diselipkan bunyi e (pepet) antara t-r bunyi ini sama sekali tidak mempunyai fungsi untuk membedakan arti; gunanya hanya sebagai pelancar ucapan saja.

fonologi


Mata kuliah fonologi

  • Bunyi-bunyi semacam itu disebut hanya disamakan sebagian saja, misalnya: suara bakti.

  • Jadi, suara bakti adalah bunyi yang timbul antara dua fonem, dan mempunyai fungsi untuk melancarkan ucapan suatu kata.

fonologi


Daftar pustaka
DAFTAR PUSTAKA hanya disamakan sebagian saja, misalnya:

  • Cahyono, Bambang Yudi. 1995. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press.

  • Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

  • Depdikbud. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

  • Finoza, Lamuddin. 2005. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.

  • Keraf, Gorys. 1994. Tata Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah

  • Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

  • Ramelan. 1985. English Phonetics. Semarang: IKIP Semarang press.

fonologi


Mata kuliah fonologi

TERIMA KASIH hanya disamakan sebagian saja, misalnya:

fonologi


ad
  • Login