Selamat datang dalam kuliah terbuka ini
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 26

Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini PowerPoint PPT Presentation


  • 132 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini. Kuliah terbuka kali ini berjudul “ Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan s”. Disajikan oleh Sudaryatno Sudirham melalui www.darpublic.com. Sesi 3 Fungsi Jaringan. Bahasan kita berikut ini adalah mengenai Fungsi Jaringan.

Download Presentation

Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

SelamatDatangDalamKuliah Terbuka Ini


Kuliah terbuka kali ini berjudul analisis rangkaian listrik di kawasan s

Kuliahterbuka kali iniberjudul“AnalisisRangkaianListrikdi Kawasan s”


Disajikan oleh sudaryatno sudirham melalui www darpublic com

DisajikanolehSudaryatno Sudirhammelaluiwww.darpublic.com


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Sesi 3

FungsiJaringan


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

BahasankitaberikutiniadalahmengenaiFungsiJaringan

FungsiJaringanmerupakanfungsis yang merupakankarakteristikrangkaiandalammenghadapiadanyasuatumasukanataupunmemberikanrelasiantaramasukandankeluaran.

Bahasanakanmencakup

Pengertian Dan Macam Fungsi Jaringan.

Peran Fungsi Alih.

Hubungan Bertingkat

Kaidah Rantai


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Pengertian dan Macam Fungsi Jaringan

Fungsi Jaringan

Prinsip proporsionalitas berlaku di kawasan s.

Faktor proporsionalitas yang menghubungkan keluaran dan masukan berupa fungsi rasional dalam s

dan disebut fungsi jaringan (network function).

  • Definisi ini mengandung dua pembatasan, yaitu

  • kondisi awal harus nol dan

  • sistem hanya mempunyai satu masukan


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Fungsi jaringan yang sering kita hadapi ada dua bentuk, yaitu

fungsi masukan (driving-point function) dan

fungsi alih (transfer function)

Fungsi masukan adalah perbandingan antara tanggapan di suatu gerbang (port) dengan masukan di gerbang yang sama.

Fungsi alih adalah perbandingan antara tanggapan di suatu gerbang dengan masukan pada gerbang yang berbeda.


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Fungsi Masukan

impedansi masukan

admitansi masukan

Fungsi Alih


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

+

a).

b).

R

R

Is(s)

Vs(s)

CONTOH:

Carilah impedansi masukan yang dilihat oleh sumber pada rangkaian-rangkaian berikut ini


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Io(s)

+

Vin(s)

+

Vo(s)

R

Iin(s)

R

a).

b).

CONTOH:

Carilah fungsi alih rangkaian-rangkaian berikut


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

+

vin

+

vo

L

R1

R2

C

Ls

+

Vin(s)

+

Vo (s)

R1

R2

1/Cs

CONTOH:

Tentukan impedansi masukan dan fungsi alih rangkaian di bawah ini

Transformasi ke kawasan s


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

+

+

R2

R1

+

vin

+

vo

C2

C1

R2

R1

+

Vin(s)

+

Vo(s)

1/C1s

1/C2s

CONTOH:

Tentukan impedansi masukan dan fungsi alih rangkaian di samping ini

Transformasi rangkaian ke kawasan s


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

1F

A

+ vo

+

vs

+

vx

1M

1M

vx

1F

106/s

+

Vs(s)

+

Vx

+ Vo(s)

A

106

106

+

+

Vx

106/s

Fungsi alih :

CONTOH:

Persamaan tegangan untuk simpul A:


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Peran Fungsi Alih

Dengan pengertian fungsi alih, keluaran dari suatu rangkaian di kawasan s dapat dituliskan sebagai

T(s) padaumumnyaberbentukrasiopolinom

Rasiopolinominidapatdituliskan:

Fungsi alihT(s)akan memberikan

zero di z1 …. zm

pole di p1 …. pn.


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Pole dan zero dapat mempunyai nilai riil ataupun kompleks konjugat karena koefisien dari b(s) dan a(s) adalah riil.

Sementara itu sinyal masukan X(s) juga mungkin mengandung zero dan pole sendiri. Oleh karena itusinyal keluaran Y(s)akan mengandung pole dan zero yang dapat berasal dari T(s) ataupun X(s).

Pole dan zero yang berasal dari T(s) disebut pole alami dan zero alami, karena mereka ditentukan semata-mata oleh parameter rangkaian dan bukan oleh sinyal masukan;

Poledanzero yang berasal dari X(s) disebut pole paksa dan zero paksa karena mereka ditentukan oleh fungsi pemaksa (masukan).


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

106/s

+

Vs(s)

+

Vx

+ Vo(s)

A

106

106

+

Vx

106/s

CONTOH:

Jikavin = cos2t u(t) , carilah pole dan zero sinyal keluaran Vo(s) untuk  = 0,5

Fungsi alih :

Pole dan zero adalah :


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Impuls

Impuls dinyatakan dengan x(t) = (t).

Pernyataan sinyal ini di kawasan s adalah X(s) = 1

Vo(s) yang diperoleh dengan X(s) = 1 ini disebut H(s) agar tidak rancu dengan T(s).

Karena X(s) = 1 tidak memberikan pole paksa, makaH(s) hanya akan mengandung pole alami.

Keluaran di kawasan t, vo(t) = h(t),diperoleh dengan transformasi balik H(s).

Bentuk gelombang h(t) terkait dengan pole yang dikandung oleh H(s). Pole riil akan memberikan komponen eksponensial pada h(t); pole kompleks konjugat (dengan bagian riil negatif ) akan memberikan komponen sinus teredam pada h(t).

Pole-pole yang lain akan memberikan bentuk-bentuk h(t) tertentu yang akan kita lihat melalui contoh berikut.


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

106/s

+

Vs(s)

+

Vx

+ Vo(s)

A

106

106

+

Vx

106/s

CONTOH:

Jika sinyal masukan pada rangkaian dalam contoh-3.5 adalah vin = (t) , carilah pole dan zero sinyal keluaran untuk nilai  = 0,5 ; 1 ; 2 ; 3 ; 4, 5.

Dengan masukan vin = (t) berarti Vin(s) = 1, maka keluaran rangkaian adalah :


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Contohinimemperlihatkan bagaimana fungsi alih menentukan bentuk gelombang sinyal keluaran melalui pole-pole yang dikandungnya. Berbagai macam pole tersebut akan memberikan h(t) dengan perilaku sebagai berikut.

 = 0,5: dua pole riil negatif tidak sama besar; sinyal keluaran sangat teredam.

 = 1 : dua pole riil negatif sama besar ; sinyal keluaran teredam kritis.

 =2: dua pole kompleks konjugat dengan bagian riil negatif ; sinyal keluaran

kurang teredam, berbentuk sinus teredam.

 = 3: dua pole imaginer; sinyal keluaran berupa sinus tidak teredam.

 = 4: dua pole kompleks konjugat dengan bagian riil positif ; sinyal keluaran

tidak teredam, berbentuk sinus dengan amplitudo makin besar.

 = 5: dua pole riil posistif sama besar; sinyal keluaran eksponensial dengan

eksponen positif; sinyal makin besar dengan berjalannya t.


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Posisi pole dan bentuk gelombang keluaran


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Rangkaian Dengan Masukan Sinyal Anak Tangga

Transformasi sinyal masukan yang berbentuk gelombang anak tangga x(t) = u(t) adalah X(s) = 1/s.Jika fungsi alih adalah T(s) maka sinyal keluaran adalah

Tanggapan terhadap sinyal anak tangga ini dapat kita sebut

Karena H(s) hanya mengandung pole alami, maka dengan melihat bentuk G(s) kita segera mengetahui bahwa tanggapan terhadap sinyal anak tangga di kawasan s akan mengandung satu pole paksa disamping pole-pole alami.

Pole paksa ini terletak di s = 0 + j0 (lihatgambar)


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

CONTOH:

Jika  = 2 dan sinyal masukan berupa sinyal anak tangga, carilah pole danzero sinyal keluarandalam rangkaiancontoh-3.7,

Dengan  = 2 fungsi alihnya adalah

Dengan sinyal masukan X(s) = 1/s , tanggapan rangkaian adalah

Dari sini kita peroleh :


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

+

Vin

+

Vo

Ls

R2

+

Vo

+

Vin

R1

Ls

R2

1/Cs

+

Vo

+

Vin

R1

1/Cs

Hubungan Bertingkat

CONTOH:

dan

DuaRangkaiandihubungkan


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

+

+

Vo

+

Vin

Ls

R1

R2

1/Cs

Vo(s)

Vo1

Vo1

Vin(s)

TV1

1

TV1

Fungsi alih dari rangkaian yang diperoleh dengan menghubungkan kedua rangkaian secara bertingkat tidak sertamertamerupakan perkalian fungsi alih masing-masing.

Hal ini disebabkan terjadinya pembebanan rangkaian pertama oleh rangkaian kedua pada waktu mereka dihubungkan. Untuk mengatasi hal ini kita dapat menambahkan rangkaian penyangga di antara kedua rangkaian sehingga rangkaian menjadi seperti di bawah ini.

Diagram blok rangkaian ini menjadi :


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Y1(s)

Y(s)

X(s)

T1(s)

T2(s)

Kaidah Rantai

Jika suatu tahap tidak membebani tahap sebelumnyaberlakukaidah rantai .

Oleh karena itu agar kaidah rantai dapat digunakan, impedansi masukan harus diusahakan sebesar mungkin, yang dalam contoh diatas dicapai dengan menambahkan rangkaian penyangga.

Dengan cara demikian maka hubungan masukan-keluaran total dari seluruh rangkaian dapat dengan mudah diperoleh jika hubungan masukan-keluaran masing-masing bagian diketahui.


Selamat datang dalam kuliah terbuka ini

Kuliah Terbuka

AnalisisRangkaianListrik di Kawasans

Sesi 3

SudaryatnoSudirham


  • Login