Plagiarisme ditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya
Download
1 / 20

PLAGIARISME ditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya - PowerPoint PPT Presentation


  • 174 Views
  • Uploaded on

PLAGIARISME ditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL. DASAR HUKUM. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasio nal; Undang - Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ;

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PLAGIARISME ditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya' - zola


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Plagiarisme ditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya

PLAGIARISMEditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya

BIRO HUKUM DAN ORGANISASI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


Dasar hukum
DASAR HUKUM

  • Undang-UndangNomor 20 Tahun 2003 tentangSistemPendidikanNasional;

  • Undang-UndangNomor 14 Tahun 2005 tentang Guru danDosen;

  • PeraturanPemerintahNomor 37 tahun 2009 tentangDosen;

  • PeraturanPemerintahNomor 17 Tahun 2010 tentangPengelolaan Dan PenyelenggaraanPendidikan

  • PeraturanPemerintahNomor66 Tahun 2010 tentangPerubahan PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan PenyelenggaraanPendidikan


Latar belakang

LATAR BELAKANG

PLAGIARISME


Kebebasan akademik pasal 91 pp 17 2010
KEBEBASAN AKADEMIK(Pasal 91 PP 17/2010)

  • Pimpinanperguruantinggiwajibmengupayakandanmenjamin agar setiapanggotasivitasakademikamelaksanakankebebasanakademikdankebebasanmimbarakademiksecarabertanggungjawabsesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan, dandilandasioleh etika dan norma/kaidah keilmuan.

  • Dalammelaksanakankebebasanakademikdankebebasanmimbarakademik, setiapanggotasivitasakademika:

  • mengupayakanagar kegiatandanhasilnyadapatmeningkatkanmutuakademikperguruantinggi yang bersangkutan;

  • mengupayakanagar kegiatandanhasilnyabermanfaatbagimasyarakat, bangsa, negara,dankemanusiaan;

  • bertanggung jawab secara pribadi ataspelaksanaan dan hasilnya, serta akibatnyapada diri sendiri atau orang lain;

  • melakukannya dengan cara yang tidakbertentangandengannilaiagama,nilaietika,dankaidahakademik; dan

  • tidak melanggar hukum dan tidak mengganggu kepentingan umum


Lanjutan
Lanjutan...

  • Kebebasanakademikdankebebasanmimbarakademikdimanfaatkanolehperguruantinggiuntuk:

  • melindungi dan mempertahankan hakkekayaanintelektual;

  • melindungi dan mempertahankan kekayaandan keragaman alami, hayati, sosial, danbudayabangsadannegaraIndonesia;

  • menambah dan/atau meningkatkan mutukekayaanintelektualbangsadannegara Indonesia; dan

  • memperkuatdayasaingbangsadannegaraIndonesia.

  • Kebebasanakademikdankebebasanmimbarakademik dilaksanakansesuaidenganotonomiperguruantinggi.


Otonomi keilmuan pasal 92 pp 17 2010
OTONOMI KEILMUAN (Pasal 92 PP 17/2010)

  • Pimpinanperguruantinggiwajibmengupayakandanmenjamin agar setiapanggotasivitasakademika melaksanakan otonomi keilmuan secarabertanggungjawabsesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangandandilandasietikadannorma/kaidahkeilmuan.

  • Otonomi keilmuan merupakankemandiriandankebebasansivitasakademikasuatucabangilmupengetahuan,teknologi, seni, dan/atauolahragayang melekatpadakekhasan/keunikancabangilmupengetahuan, teknologi, seni, dan/atauolahragayang bersangkutan, dalammenemukan,mengembangkan, mengungkapkan, dan/ataumempertahankankebenaranmenurutkaidahkeilmuannyauntukmenjaminkeberlanjutanperkembangancabangilmupengetahuan,teknologi, seni, dan/atauolahraga.


Penelitian pasal 93 dan 94 pp 17 2010
PENELITIAN(Pasal 93 dan 94 PP 17/2010)

Pasal 93 PP 17 / 2010

  • Universitas, institut, dansekolahtinggiwajibmelaksanakan penelitian dasar, penelitian terapan,penelitianpengembangan, dan/ataupenelitianindustri.

  • Akademi dan politeknik wajib melaksanakanpenelitianterapan, penelitianpengembangan,dan/ataupenelitianindustri.

  • Penelitiansebagaimanadimaksuddilaksanakan untuk:

  • mencari dan/atau menemukan kebaruankandunganilmupengetahuan, teknologi, seni,dan/atauolahraga; dan/atau

  • mengujiulangteori, konsep, prinsip, prosedur,metode, dan/atau model yang sudahmenjadikandunganilmupengetahuan, teknologi, seni,dan/atauolahraga.

  • Kegiatanpenelitiansebagaimanadimaksuddilaksanakan oleh dosendan/ataumahasiswadenganmematuhikaidah/norma dan etika akademik sesuai denganprinsipotonomikeilmuan.

  • Penelitiandimaksud harusdipublikasikanpadaterbitanberkalailmiahdalamnegeriterakreditasiatauterbitanberkalailmiahinternasional yang diakuiKementerian.

  • Hasil penelitian dilakukan oleh dosen untukmemenuhidharma penelitianwajibdiseminarkandan dipublikasikan pada terbitan berkala ilmiahterakreditasi atau yang diakui Kementerian.

  • Hasilpenelitianperguruantinggidiakuisebagaipenemuanbarusetelahdimuatdalamterbitanberkala ilmiah terakreditasi yang diakuiKementeriandan/ataumendapatkanhakkekayaanintelektual.

  • Hasilpenelitianperguruantinggiyangdilaksanakan oleh dosen dimanfaatkan untukmemperkaya materi pembelajaran mata kuliah yangrelevan.


Lanjutan1
Lanjutan...

Pasal 94 PP 17/2010

  • Perguruan tinggi, fakultas, lembaga penelitian,program studi, pusatstudi, ataulembagasejenisdapat menerbitkan terbitan berkala ilmiah.

  • Terbitanberkalailmiahdimaksudmemuatartikelhasilpenelitian.

  • Penelitiandapatberupahasilpenelitianempirikatauhasilpenelitianteoretis.

  • Berkalailmiahditulis dalam bahasa Indonesiadan/ataubahasaresmiPerserikatanBangsa-Bangsa.

  • Terbitanberkalailmiahditerbitkansecara tercetak dan secaraelektronikmelaluijejaringteknologiinformasidankomunikasi.



Plagiarisme ditinjau dari aspek hukum dan latar belakangnya

  • menemukan, mempertahankan, danmenjunjungtinggikebenaran;

  • bahwauntukmemenuhimisitersebut, mahasiswa/dosen/ peneliti/tenagakependidikan yang berkaryadibidangakademikdiperguruantinggimemilikiotonomikeilmuandankebebasanakademik;

  • bahwadalammelaksanakanotonomikeilmuandankebebasanakademik, mahasiswa/dosen/peneliti/tenagakependidikanwajibmenjunjungtinggikejujurandanetikaakademik, terutamalaranganuntukmelakukanplagiatdalammenghasilkankaryailmiah, sehinggakreativitasdalambidangakademikdapattumbuhdanberkembang;


Plagiat
PLAGIAT

  • Plagiatadalahperbuatansecarasengajaatautidaksengajadalammemperolehataumencobamemperolehkreditataunilaiuntuksuatukaryailmiah, denganmengutipsebagianatauseluruhkaryadan/ataukaryailmiahpihak lain yang diakuisebagaikaryailmiahnya, tanpamenyatakansumbersecaratepatdanmemadai.

  • Plagiat meliputi tapi tidak terbatas pada:

  • mengacudan/ataumengutipistilah, kata-katadan/ataukalimat, data dan/atauinformasidarisuatusumbertanpamenyebutkansumberdalamcatatankutipandan/atautanpamenyatakansumbersecaramemadai;

  • mengacudan/ataumengutipsecaraacakistilah, kata-katadan/ataukalimat, data dan/atauinformasidarisuatusumbertanpamenyebutkansumberdalamcatatankutipandan/atautanpamenyatakansumbersecaramemadai;

  • menggunakansumbergagasan, pendapat, pandangan, atauteoritanpamenyatakansumbersecaramemadai;

  • merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai;

  • menyerahkansuatukaryailmiah yang dihasilkandan/atautelahdipublikasikanolehpihak lain sebagaikaryailmiahnyatanpamenyatakansumbersecaramemadai.


Lanjutan 1
Lanjutan...(1)

  • Tempat terjadinya plagiat:

  • didalamlingkunganperguruantinggi, antarkaryailmiahmahasiswa, dosen/ peneliti/tenagakependidikandandosenterhadapmahasiswaatausebaliknya.

  • daridalamlingkunganperguruantinggiterhadapkaryailmiahmahasiswadan/ataudosen/peneliti/tenagakependidikandariperguruantinggi lain, karyadan/ataukaryailmiahorangperseorangandan/ataukelompokorang yang bukandarikalanganperguruantinggi, baikdalammaupunluarnegeri;

  • diluarperguruantinggiketikamahasiswadan/ataudosen/peneliti/tenagakependidikandariperguruantinggi yang bersangkutansedangmengerjakanataumenjalankantugas yang diberikanolehperguruantinggiataupejabat yang berwenang.


Lanjutan 2
Lanjutan...(2)

  • Waktuterjadiplagiat:

  • selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran;

  • sebelumdansetelahdosenmengembanjabatanakademikasistenahli, lektor, lektorkepala, atau guru besar/profesor;

  • sebelumdansetelahpeneliti/tenagakependidikanmengembanjabatanfungsionaldenganjenjangpertama, muda, madya, danutama.


Plagiator
PLAGIATOR

  • Plagiatoradalahorangperseoranganataukelompokorangpelakuplagiat, masing-masingbertindakuntukdirisendiri, untukkelompokatauuntukdanatasnamasuatubadan.

  • Plagiator di perguruan tinggi adalah:

  • satuataulebihmahasiswa;

  • satuataulebihdosen/peneliti/tenagakependidikanatau;

  • satuataulebihdosen/peneliti/tenagakependidikanbersamasatuataulebihmahasiswa.


Pencegahan plagiat
PENCEGAHAN PLAGIAT

  • Pencegahanplagiatadalahtindakanpreventif yang dilakukanolehPimpinanPerguruanTinggi yang bertujuanagar tidakterjadiplagiatdilingkunganperguruantingginya.

  • Langkah-langkah pencegahan plagiat:

  • Pimpinan Perguruan Tinggi mengawasi pelaksanaan kode etik yang ditetapkan oleh Senat;

  • PimpinanPerguruanTinggimenetapkandanmengawasipelaksanaangayaselingkung;

  • Pimpinan Perguruan Tinggi secara berkala mendiseminasikan kode etik.


Penanggulangan plagiat
PENANGGULANGAN PLAGIAT

  • Penanggulanganplagiatadalahtindakanrepresifyang dilakukanolehPimpinanPerguruanTinggidenganmenjatuhkansanksikepadaplagiatordilingkunganperguruantingginya yang bertujuanmengembalikankredibilitasakademikperguruantinggi yang bersangkutan.

  • Langkah-langkah penanggulangan:

  • membuatpersyandinganantarakaryailmiahmahasiswadengankaryadan/ataukaryailmiah;

  • memintaseorangdosensejawatsebidanguntukmemberikankesaksiansecaratertulistentangkebenaranplagiat;

  • Mahasiswa yang didugamelakukanplagiatdiberikesempatanmelakukanpembelaandihadapanketuajurusan/departemen/bagian.

  • Apabilaberdasarkanpersandingandankesaksiantelahterbuktiterjadiplagiat, makaketuajurusan/departemen/bagianmenjatuhkansanksikepadamahasiswasebagaiplagiator.

  • Apabilaternyatatidakdapatmembuktikanterjadinyaplagiat, makasanksitidakdapatdijatuhkankepadamahasiswa yang didugamelakukanplagiat.



Rehabilitasi
REHABILITASI

Dalamhalmahasiswa/dosen/peneliti/tenagakependidikantidakterbuktimelakukanplagiat, pemimpinperguruantinggimelakukanpemulihannamabaik yang bersangkutan.

NB: apakah yang dipulihkan hanya nama baik yang bersangkutan saja? Bagaimana dengan hak2 nya?..lalu apakah ada kompensasi dari tuduhan yang tidak terbukti?


Faktor faktor penegakan hukum
FAKTOR-FAKTOR PENEGAKAN HUKUM

  • Menurut pendapat Lawrence.M.Friedman:

  • Substance

  • Structure

  • Culture

  • Berdasarkan pendapat dari Soerjono Soekanto:

  • Substansi Aturan

  • Aparat

  • Fasilitas

  • Masyarakat (Termasuk Budaya Hukum)