1 / 24

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH. Hambatan/Resistansi(R) Pada Sebuah Kawat. Perhatikan betul-betul gambar berikut !!!. ρ. l. A. ρ. l. R =. A. Keterangan. R =. hambatan kawat( Ω ). panjang kawat(m). l =. A =. Luas penampang kawat(m 2 ). ρ =.

velvet
Download Presentation

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

  2. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH Hambatan/Resistansi(R) Pada Sebuah Kawat Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! ρ l A ρ l . R = A Keterangan R = hambatan kawat(Ω) panjang kawat(m) l= A = Luas penampang kawat(m2) ρ= hambatan jenis kawat(Ωm)

  3. LATIHAN SOAL

  4. R A E = A = V = R E = Hukum Ohm Rangkaian percobaan yang dilakukan oleh Ohm Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! i(A) Grafik Hasil Percobaan V 4 3 2 1 V(volt) 4 6 2 8 Amperemeter Adalah alat untuk mengukur: Kuat arus listrik Voltmeter Tegangan listrik Adalah alat untuk mengukur: Resistor/hambatan listrik ggl/gaya gerak listrik(volt)

  5. i V i = = = = = = R R i = = V (A atau ampere) kuat arus listrik i = (volt) tegangan listrik = V (Ω atau ohm) = hambatan listrik R Berdasarkan Grafik Berikut, maka Grafik Hubungan Antara Kuat arus(i) Terhadap Tegangan Listrik(V) i(A) 4 3 2 1 V(volt) 4 6 2 8 Dari grafik di atas dapat diartikan!!! 1 . V V 4 8 6 R 2Ω 3 2 4 i V Keterangan R . i R

  6. LATIHAN SOAL

  7. i i masuk keluar i3 i2 i2 i5 i4 i3 i1 + + + i4 i1 i5 Hukum I Kirchhoff “ Jumlah arus listrik yang masuk/menuju suatu titik percabangan sama dengan Jumlah arus listrik yang keluar/meninggallkan titik percabangan “ Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! = =

  8. . . Σ Σ Σ Σ E E i i R R E = ggl sumber arus atau tegangan i = kuat arus listrik (A atau ampere) = (Ω atau ohm) R hambatan listrik E2 R2 i E3 E1 E2 E3 E1 = 18 volt R1 R1 = 5Ω E2 = 10 volt R3 R2 = 10Ω E3 = 4 volt R3 = 5Ω R4 = 4Ω R4 E1 Hukum II Kirchhoff “ Jumlah aljabar ggl (sumber arus listrik) = jumlah aljabar penurunan tegangannya (hasil kali antara I dengan R) “ = Contoh penerapannya = a). 1. Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! i ( R1 + R2 + R3+ R4 ) = Dari gambar disamping bila: loop Hitung kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian!!

  9. E2 R2 i E3 R1 . Σ Σ E R3 i R R2 E1 E1 E2 E3 b). Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! loop = i ( R1 + R2 + R3+ R4 ) = Dari gambar disamping bila: E1 = 18 volt R1 = 5Ω E2 = 10 volt R2 = 10Ω E3 = 4 volt R3 = 5Ω R4 = 4Ω Hitung kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian!!

  10. R1=2Ω i3 A i1 i2 E1 R3=2Ω R2=2Ω 10V E2 B 10V 2. Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! loop 2 loop 1 Dari rangkaian di atas, hitung: a. Arus listrik yang mengalir pada tiap cabang (i1, i2, i3) b. Tegangan antara ujung A dengan B c. Energi kalor yang diterima hambatan R2 selama ½ menit

  11. 12V i1 i2 A E1 i3 R1=2Ω R2=3Ω 6V B E1 3. Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! loop 2 loop 1 Dari rangkaian di atas, hitung: a. i1, i2, dan i3 b. VAB c. Energi kalor yang diterima R2 selama 1/6 menit

  12. R A i B ENERGI (W) DAN DAYA (P) LISTRIK ENERGI/USAHA (W) LISTRIK Usaha(W) untuk memindahkan muatan listrik(q) pada potensial V q . V W = q = i . t Keterangan Energi listrik(joule) i . t . V W = = Muatan listrik(C) q = V . i . t W = Kuat arus listrik(A) i = i . R Waktu(detik) V = t = Potensial listrik(volt) V = V i = Hambatan listrik(Ω) R R = W = i2 . R . t V2 . t W = R

  13. P = V . i DAYA(P) LISTRIK Adalah: Besar usaha /energi listrik tiap satu-satuan waktu W Satuan daya listrik: Joule/detik atau watt P = t 3,6 . 106 joule 1000 watt . 3600 detik = 1 kWh = q . V P = t q = i t = i . V i2 . R P = i . R V = V2 V P = i = R R

  14. SUSUNAN RESISTOR ATAU HAMBATAN LISTRIK

  15. R3 R2 R1 i V V1 V2 V3 + + i . Rs = i . R1 i . R2 i . R3 + + Rs = R1 + R2 R3 + SUSUNAN RESISTOR/HAMBATAN LISTRIK 1. SUSUNAN SERI/DERET Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! V3 V2 V1 V =

  16. R1 i1 i2 i1 i3 i + = + i2 R2 + + i3 R3 i 1 1 1 + + V R1 R2 R3 R5 R4 2. SUSUNAN PARALEL/SEJAJAR Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! V V V V = R3 Rp R2 R1 1 = R3 Rp R2 R1 3. SUSUNAN CAMPURAN (CAMPURAN SERI – PARALEL ATAU CAMPURAN PARALEL – SERI) Perhatikan betul-betul gambar berikut !!!

  17. B B R1 R3 Rb A C R2 Rc Ra A C TRANSFORMASI DELTA BINTANG Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! BENTUK DELTA BENTUK BINTANG

  18. B Rb R1 R3 Ra Rc A C R2 Rb . Rc Ra . Rb Rc . Ra + + Rb . Rc Ra . Rb Rc . Ra + + Rb . Rc Ra . Rb Rc . Ra + + Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! DELTA BINTANG BINTANG DELTA R1 . R2 Ra = R1 = Rc R1 + R2 + R3 R1 . R3 Rb = R2 = Rb R1 + R2 + R3 R2 . R3 Rc = R3 = Ra R1 + R2 + R3

  19. i1 R2 3Ω i2 R1 R6 R5 R3 A B C D E 8Ω 10Ω 5Ω 8Ω i i3 R4 24Ω 50V E SOAL-SOAL 1. Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! Dari gambar di atas, hitung! a. RAE b. Kuat arus listrik i c. VAB d. VCE e. VBC f. Kuat arus listrik i1, i2, dan i3

  20. R1 R4 10Ω 10Ω A B R3 5Ω 4Ω 10Ω R2 R5 R4 10Ω R4 R1 10Ω 10Ω Rb Rb Ra Ra A R3 A 5Ω B B Rc 10Ω Rc R2 4Ω R5 4Ω R5 2. Dari gambar berikut, tentukan nilai hambatan pengantinya(RAB) Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! Gambar di atas dapat dirubah menjadi

  21. E1 R2 i 1Ω 24V E2= 2VR3 R1 4Ω R3= 3Ω 3. Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! VR3 Dari rangkaian di atas, hitung: a. i b. VR3

  22. R1 8Ω R2 R3 R4 B A D C 4Ω 2Ω 4Ω 2Ω R5 C R1 R4 8Ω Rb 4Ω Ra A D R3 2Ω 4Ω 2Ω Rc R2 R5 B 4. Dari gambar berikut, tentukan nilai hambatan pengantinya(RAB) Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! Gambar di atas dapat dirubah menjadi

  23. R1 R2 i1 0 G - + i2 i R4 R3 E . i1 = RANGKAIAN JEMBATAN WHEATSTONE B Perhatikan betul-betul gambar berikut !!! D A C R4 . R2 R3 = R1 Bila jarum galvanometer(G) berada pada posisi nol(ditengah), maka berlaku: R1 . R3 R4 . R2 = VAB VBD VCD VAC = = i1 . R2 = i2 . R3 i1 . R1 i2 . R4 atau = i2 . R4 i2 . R4 R2 . R4 R1 . R3 = R2 = i2 . R3 R1 R1

  24. R RX 0 G - + E ρ ρ Rx = . . Rx . . R PENGUKURAN NILAI HAMBATAN/RESISTOR DENGAN KONSEP JEMBATAN WHEATSTONE l1 l2 ρ R1= ρ R2= A A l1 l2 Resistor/hambatan yang telah diketahui nilainya R = Resistor/hambatan yang akan dicari diketahui nilainya Rx = Dari Rangkaian Berlaku Rx . l1 R . l2 = Rx . R1 R . R2 = l2 l1 l2 R . = l1 A A

More Related