1 / 27

Gangguan pada Keseimbangan Cairan & Elektrolit

Gangguan pada Keseimbangan Cairan & Elektrolit. Kelompok 9. Nola Asril Ratna Juwita Silvia Handayani Sarie Andhika Putri. Cairan Tubuh. Cairan Intrasel Cairan Ekstrasel (CIS) (CES) Elektrolit Mineral Sel. Elektrolit. KATION Na + Ca 2+ K + Mg 2+ ANION K lorida (Cl - )

toril
Download Presentation

Gangguan pada Keseimbangan Cairan & Elektrolit

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. GangguanpadaKeseimbangan Cairan & Elektrolit Kelompok 9 • Nola Asril • RatnaJuwita • Silvia Handayani • SarieAndhikaPutri

  2. Cairan Tubuh CairanIntraselCairanEkstrasel (CIS) (CES) Elektrolit Mineral Sel

  3. Elektrolit • KATION Na+ Ca2+ K+Mg2+ • ANION Klorida (Cl-) Bikarbonat (HCO3 -) Fosfat (PO3-)

  4. Pergerakan Cairan Tubuh • Difusi • Osmosis • Filtrasi • Transport aktif

  5. Pengaturan Volume Cairan Ekstrasel • Mempertahankan keseimbangan intake dan outputair • Memperhatikan keseimbangan garam

  6. Pengaturan Osmolaritas Cairan Ekstrasel • Perubahan Osmolaritas di Nefron • Mekanisme Haus Dan Peranan Vasopresin (Antidiuretic Hormone/ADH)

  7. Masukan & HaluaranpadaOrangDewasa / 24 Jam

  8. Test Laboratorium untuk Mengevaluasi Status Cairan • Osmolaritas urine 50 – 1400 mOsm/kg • Berat Jenis Urine1.001 sampai 1.040 • Nitrogen Urea Darah (BUN) 10 – 20 mg/dl. • Kreatinin serum 0,6 – 1,5 mg/dl • Hematokrit40% - 54% (pria) 37% - 47% (wanita)

  9. Kadar Elektrolit Utama dalam Cairan Tubuh

  10. Gangguan Keseimbangan Cairan • Ketidakseimbangan Isotonik • Sindrom Ruang-Ketiga • Ketidakseimbangan osmolar

  11. Gangguan Keseimbangan Elektrolit • Hiponatremia & Hipernatremia • Hipokalemia & Hiperkalemia • Hipokalsemia & Hiperkalsemia • Hipomagnesemia & Hipermagnesemia • Hipokloremia & Hiperkloremia • Hipofosfatemia & Hiperfosfatemia

  12. Sindroma ruang-ketiga Perdarahan/ luka bakar Kerusakan pembuluh kapiler Perpindahan cairan dari sistem vaskuler ke ruang tubuh yang lain Pemakaian diuretik >> Diare/muntah/keringat berlebihan/demam/drainase/ penurunan asupan oral Poliuri Diabetes Insipidus Volume intravaskuler ↓ Edema pada luka bakar Asites pada sirosis Peritonitis Pemberian formula hipertonik cepat Plasma darah ↓ Hiperglikemia Kehilangancairan Air berpindahdariintraselkeekstrasel Volume darah ↓ Diuresis Osmotik Hipomagnesemia Hiponatremia Takikardi & takipneu Gangguanpolanafas Shock hipovolemik Poliuria Fungsi seluler rusak Hiponatremia Kekurangan volume cairan Dehidrasi intra sel Jantung Saluran pencernaan Ginjal Kulit/mukosa Otak Otot Kulitdingin, kering & lengket Cairan elektrolit ↓ Gangguan aktin & miosin Rasa haus ↑ Produksi renin ↑ Jumlah cairan ↓ Isikuncup ↓ Anoxia Angiotensin I ↑ Rangsangan kemoreseptor di hipothalamus Anoreksia Mual Muntah Turgor jelek Curahjantung ↓ Kontraksi otot melemah Metabolisme Anaerob Angiotensin II ↑ Resikokerusakanintegritaskulit TD↓ Kelemahan Diteruskan ke hipofisis anterior Aldosteron ↑ Asam laktat ↑ ↓ BB Intoleransi aktifitas Freuensijantunglemah Menahan air + Na Produksi ADH ↑ Gangguan rasa nyaman Penyerapan air di tubulus distal ↑ Gangguan perubahan nutrisi Hipotensi Hipernatremia Rasa haus Hiperkalemia Hipokalemia Temuan Laboratorium : - Hematokrit ↑ - Kadar protein serum ↑ - BUN ↑ Oliguria/Anuria Hipomagnesemia Hipermagnesemia Perubahan eliminasi

  13. Gagal jantung kongestif Sindroma Cushing Gagal ginjal Hipomagnesemia Malnutrisi Malnutrisi Gangguan aliran darah Asupan protein ↓ ↑ sekresi ADH & aldosteron Perubahan struktur & fungsi hepar Terapi korticosteroid Kontraktilitas ↓ Pemberian larutan garam IV secara cepat Retensi air & natrium Hipoalbuminemia Hipokalsemia Nekrosis parenkim hepar ↑ frekwensi jantung Hipernatremia Gangguan permeabilitas & keseimbangan osmotik Fibrosis Asupan natrium >> COP ↓ Edema pada wajah, tungkai Perpindahan cairan intravaskuler ke ekstravaskuler Sirosis hepatis ↑ volume & tekanan ventrikel kanan Asupan air >> Sumbatan aliran darah ke vena kava inferior Cairan terkumpul di tungkai , lengan, wajah, abdomen, peri orbital, skrotal Kelebihan volume cairan ↑ tekanan vena kava resistensi pembuluh darah ↑ Hepatomegali Pengenceran volume cairan extrasel Asites Tekanan sinusoid ↑ Cairan terdorong ke abdomen Osmosis air ke intra sel Hipertensi portal Asites Sirkulasi darah Otak Tekanan hidrostatik ↑ Paru-paru Kulit Extravasasi Pe (+) BB ↑ TD Denyut nadi kuat Distensi vena jugularis ↑ CVP Lecet & meregang Pleura Edema serebral Asites Gangguan perfusi jaringan serebral ↓ tingkat kesadaran Sesak nafas/dipsnea Kerusakan integritas kulit Inefektif pola nafas Koma

  14. Kehilangan air melebihi hilangnya Na Per(+) Na melampaui pe(+) air - Demam - Luka bakar - Hiperventilasi - Diare berair - Pemberian reseptor lama - Diuresis osmotik HIPERNATREMIA Asupan air tidak cukup Konsentrasi Na ↑ Hiperosmolaritas Perpindahan cairan ICF ke ECF Dehidrasi Susunan neurologik Pengkerutan sel Haus ↑ suhu tubuh Selaput lendir kering & lengket Lemah Disorientasi/ dilusi/ halusinasi Agitasi Delirium Kejang Koma

  15. - Gagal ginjal - Ber(-) volume sirkulasi efektif - Pemberian diuretik >> - Pengobatan diuretik - Kehilangan melalui saluran cerna - Gagal ginjal (gangguan kemampuan menyimpan Na) - Defisiensi adrenal Ber(-) kemampuan untuk membuang air bebas Kehilangan Na melampaui kehilangan air Retensi air Pelepasan ADH dari hipofisis posterior Ber(-) volume sirkulasi efektif Menghambat elevasi kemih Ber(-) volume ECF Ber(+) volume ECF - Kejang - Anorexia - Sakit kepala - Disfungsi saraf

  16. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPERKALEMIA Teknik pengambilan darah vena yg jelek Ekskresi kalium yg tidak memadai Kalium keluar dari sel menuju ECF - Gagal ginjal (akut & kronik) - Hipoaldosteronisme - Penyakit Addiso - Diuretik hemat kalium - Asisdosis metabolik - Luka bakar, perdarahan internal Asupan ber>> Laboratorium → EKG - Pemberian cepat larutan IV yg mengandung K - Pemberian transfusi darah cepat - Makan pengganti garam pd pasien gagal ginjal - Kalium serum >5,3 mEq/L menyebabkan repolarisasi lebih cepat, HR 60-110x/i - Kalium serum >7 mEq/L menyebabkan konduksi interatrial rusak - Kalium serum >8 mEq/L menyebabkan tidak adanya aktifitas atrial HIPERKALEMIA Neuromuskuler - Kelemahanotot - Parastesia Saluran cerna - Mual - Kolik Kardiovaskuler - Disritmia jantung, bradikardia, blok jantung komplit, fibrilasi ventrikel atau henti jantung - Perubahan EKG : ▪ Gelombang T yg tinggi & tajam ▪ Interval PR memanjang ▪ QRS melebar Ginjal - Oligori

  17. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPOKALEMIA Perpindahan K ke dlm sel Hilang lewat ginjal Asupan makanan me↓ Keringat >> Hilang dari saluran cerna - Alkalosis metabolik - Obat diuretik - Penyakit ginjal - Diuresis osmotik - Penyembuhan luka bakar yg berat - Efek mineral kortikosteroid >> - Antibiotik - ↓ Mg - Muntah - Diare (penyalahgunaan laksatif) - Ileostomi - dll Laboratorium - Kalium serum <3 mEq/L menyebabkan depresi gelombang ST - Kalium serum 2 mEq/L menyebabkan kompleks QRS melebar HIPOKALEMIA SSP & Neuromuskuler - Parastesia - Kelemahanotot - Reflek tendon hilang Ginjal - Poliuria - Nokturia Pernafasan - Ototpernafasanlemah - Nafasdangkal Salurancerna - Anoreksia, mual, muntah Kardiovaskuler - Hipotensi portural - Disritmia - Perubahan pada EKG : ▪ Gelombang T yg lebar & mendatar progresif ▪ Depresi segmen ST ▪ Gelombang U yg menonjol

  18. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPERKALSEMIA Metastase tumor tulang Pemakaian diuretik tiasid Hiperparatiroidisme Penyakit paget Osteoporosis Intoksikasi vit.A & vit.D Imobilisasi lama • Laboratorium • Kalsium serum > 5 mEq/L • ↑ BUN >25 mg/100ml • ↑ Kreatinin >1,5 mg/100ml • Rontgen → osteoporosis • batu sal. kemih HIPERKALSEMIA Neuromuskuler - Kelemahan - Inkoordinasi Mental - Konfusi - Kerusakanmemori - Bicaratidakjelas - Letargi Kardiovaskuler - Koma - Hentijantung Ginjal - Poliuria - Rasa hausyghebat - Batuginjal Sal. pencernaan - Konstipasi - Anoreksia - Mual/muntah - Dehidrasi - Nyeri abdomen - Distensi abdomen

  19. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPOKALSEMIA Hipoalbuminemia Defisiensi vit. D Penyakit neoplastik Pemberian darah yg mengandung sitrat yg cepat Hipoparatiroidisme Alkalosis Pankreatitis Defisiensi Mg Laboratorium - Kalsium serum < 4,3 mEq/L - Perubahan EKG HIPOKALSEMIA Mental - Depresi - Kerusakanmemori - Delirium - Halusinasi Kardiovaskuler - Perubahan pada EKG : Interval QT memanjang - Bentuk taki kardi ventrikular yg disebut Torsades de Pointes # patologis Spasmeototekstremitas nyeri Tanda Trousseau (+) Spasme karpopedal disertai hipoksia Tetani - Kramotot - Kesemutanpada jari & mulut - Reflekhiperaktif - Kejang Tanda chvostek (+) Kontraksi otot wajah saat syaraf wajah diketuk

  20. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPERMAGNESEMIA Gagal ginjal Pemberian Mg parenteral >> Diabetik ketoasidosis Laboratorium - Mg serum >2,5 mEq/L HIPERMAGNESEMIA Neuromuskuler - Reflek tendon dlmhipoaktif - Kelemahanotot - Paralisis Mental - Letargi - Mengantuk - Kesulitanbicara Kardiovaskuler - Hipotensi - Pernafasandangkal & lambat - Frekwensidenyutjantung lambat - Kemerahan pd wajah - Koma - Hentijantung Saluran cerna Mual, muntah

  21. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPOMAGNESEMIA Kelebihan aldosteron Absorbsi yg tdk adekuat Poliuria Hipoparatiroidisme Asupan yg tdk adekuat - Malnutrisi - Alkoholisme - Diare - Muntah - Drainase nasogastrik - Fistula - Diet Ca yg ber>> Kehilangan Mg yg >> akibat penggunaan diuretik tiazid Laboratorium - Mg serum <1,5 mEq/L HIPOMAGNESEMIA Neuromuskuler - Hipereksitabilitas - Kelemahanotot - Tremor - Tetani Tanda Trousseau (+) Kardiovaskuler - Disritmiajantung - Takikardiasupraventikular - Fibrilasiventrikular Tanda chvostek (+) Mental - Apatis - Depresi - Gelisah - Insomnia - Pusing - Delirium - Psikosis - Halusinasi - Disorientasi

  22. Patofisiologi (WOC) Hiperfosfatemia Kemotheraphy Asupan fosfor ↑ Nekrosis otot yg luas Gagal ginjal ↓ absorbsi fosfor ↓ ekskresifosfor HIPERFOSFATEMIA Tetani - Kelemahanotot - Kesemutan Salurancerna - Mual - Muntah - Anoreksia Klasifikasimetastatik (Jaringanlunak, sendi & arteri Hipokalsemia

  23. PATOFISIOLOGI (WOC) HIPOFOSFATEMIA Respirasi alkalosis Luka bakartermal Diabetik ketoasidosis Malnutrisi Kalori protein Alkoholisme kronis Hiperventilasi berat Poliuria - Hipomagnesium - Hipokalemia - Hiperparatiroideisme HIPOFOSFATEMIA Mental - Perdarahan - Memarakibattrombosis Defisiensi ATP (AdenosinBiposfat - Kerusakanotot - Kelemahanotot - Nyeriotot Alkalosis respiratorik - ↑ Pernafasan - Kelemahan otot pernafasan Defisiensi DPG (2,3-difosfogliserat) - ↓ pengiriman oksigenkejaringan perifer - Anoksiajaringan Neurologis - Gelisah - Kejang - Koma Resisten insulin Hiperglikemia

  24. Patofisiologi (WOC) Hipoklorida Obat diuretik Muntah Drainase nasogastrik Drainase fistula Diare pada bayi ↑ ekskresi klorida HIPOKLORIDA Reabsorbsi ion bikarbonat

  25. Tarimokasih

More Related