gangguan nutrisi dan penyakit metabolik pada anak dan remaja n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Gangguan Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak dan Remaja PowerPoint Presentation
Download Presentation
Gangguan Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak dan Remaja

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 47

Gangguan Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak dan Remaja - PowerPoint PPT Presentation


  • 902 Views
  • Uploaded on

Gangguan Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak dan Remaja. Nutrisi pada remaja. Fenomena pertumbuhan pada masa remaja menuntut kebutuhan nutrisi yang tinggi agar tercapai potensi pertumbuhan secara maksimal karena nutrisi dan pertumbuhan merupakan hubungan integral

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Gangguan Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak dan Remaja' - drew


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
nutrisi pada remaja
Nutrisipadaremaja
  • Fenomena pertumbuhan pada masa remaja menuntut kebutuhan nutrisi yang tinggi agar tercapai potensi pertumbuhan secara maksimal karena nutrisi dan pertumbuhan merupakan hubungan integral
  • Tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada masa ini dapat berakibat terlambatnya pematangan seksual dan hambatan pertumbuhan linear.
slide3

Sebelum masa remaja

  • kebutuhan nutrisi anak lelaki dan anak perempuan tidak dibedakan

Masa remaja

  • Terjadi perubahan biologik dan fisiologik tubuh yang spesifik sesuai gender (gender specific) sehingga kebutuhan nutrienpun menjadi berlainan

 remaja perempuan membutuhkan zat besi lebih banyak karena mengalami menstruasi setiap bulan.

slide4

Masalah nutrisi utama pada remaja adalah

  • Defisiensi mikronutrien khususnya anemia defisiensi zat besi
  • Masalah malnutrisi :
    • Gizi kurang dan perawakan pendek
    • Gizi lebih sampai obesitaskomorbiditasnya yang keduanya seringkali berkaitan dengan perilaku makan salah
masalah nutrisi pada remaja
Masalah nutrisi pada remaja

Isu masalah nutrisi pada remaja

1. Defisiensi besi, anemia defisiensi besi dan defisiensi mikronutrien lain.Anemia merupakan masalah nutrisi utama pada remaja dan umumnya pola makan salah sebagai penyebabnya di samping infeksi dan menstruasi.

  • Prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi
  • Sukarjo dkk di Jawa Timur (2001) mendapatkan prevalensi sebesar 25.8% pada remaja perempuan dan 12.1% pada remaja lelaki usia 12-15 tahun
  • Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan defisiensi besi dengan gangguan proses kognitif yang membaik setelah mendapat suplementasi zat besi.
masalah nutrisi pada remaja1
Masalah nutrisi pada remaja

Isu masalah nutrisi pada remaja

2. Gizi kurang dan perawakan pendek

  • Perawakan pendek pada remaja seringkali ditemukan pada populasi dengan kejadian malnutrisi tinggi, prevalensi berkisar antara 27 – 65%
  • pada 11 studi oleh ICRW (International Centre for Research on Women). Gizi kurang kronik yang mengakibatkan perawakan pendek merupakan penyebab terjadinya hambatan pertumbuhan dan maturasi, memperbesar risiko obstetrik, dan berkurangnya kapasitas kerja.
masalah nutrisi pada remaja2
Masalah nutrisi pada remaja

3. Obesitas

  • Obesitas pada masa remaja cenderung menetap hingga dewasa dan makin lama obesitas berlangsung makin besar korelasinya dengan mortalitas dan morbiditas
  • Obesitas sentral (rasio lingkar pinggang dengan panggul) terbukti berkorelasi terbalik dengan profil lipid padal penelitian longitudinal Bogalusa. Obesitas juga menimbulkan masalah besar kesehatan dan sosial, dan pengobatan tidak saja memerlukan biaya tinggi tetapi seringkali juga tidak efektif. Karenanya pencegahan obesitas menjadi sangat penting dan remaja merupakan target utama.
anemia defisiensi besi
ANEMIA DEFISIENSI BESI

KEGUNAAN ZAT BESI DALAM TUBUH

  • Pembentukan hemoglobin
  • Pertumbuhan
  • Bekerjanya bbrp macam enzim
  • Meningkatkan :
      • ketahanan terhadap infeksi
      • kemampuan usus menetralisir zat toksik
      • kemampuan belajar ( konsentrasi )
kebutuhan terhadap besi
KEBUTUHAN TERHADAP BESI
  • 5 – 10 mgr / hari
  • Meningkat pada :
    • Bayi
    • Prasekolah
    • Remaja / pubertas
    • Penyakit infeksi

Pertumbuhan

meningkat

Pengeluaran besi

Sangat sedikit

Deskuamasi: sel-sel kulit, sal cerna

Keringat, urine & empedu

slide12

Mikronutrien atau trace element :

    • Merupakan komponen nutrisi
    • Relatif dibutuhkan dalam jumlah sedikit (<1 g/hari, kadang hanya mcg/hari)
    • Berperan esensial dalam banyak fungsi untuk memelihara proses metabolisme seluler dalam tubuh

Sarma, 2009

slide13

Banyak larut dalam air & diekskresikansehingga:

    • tidak semuanya disimpan dalam tubuh
    • tidak semuanya tersedia dalam jumlah cukup pada makanan sehari – hari
  • Diet monoton & tidak seimbang menyebabkan defisiensi mikronutrien
  • Usia, sex, & kehanilan juga faktor yang mempengaruhi status mikronutrien

Sarma, 2009

slide14

Malnutrisi meningkatkan morbiditas, mortalitas,& mempengaruhi tumbuh kembang anak

  • Defisiensi mikronutrien biasanya menyertai defisiensi makronutrien
    • Menimbulkan gejala klinis akibat gangguan metabolisme
    • Namun bila defisiensi mikronutrien masih tingkat fungsional, belum menampakkan gejala klinis yang jelas

Bhan, 2001

slide15

Defisiensi mikronutrien selama pertumbuhan cepat pada masa anak-anak:

    • Merupakancerminan kelaparan terselubung
    • Mengganggu :
      • Pertumbuhanfisik
      • Perkembangan (motorik kasar, halus, mental dan sosial)
      • Fungsiimunitas
      • Kognitif

Sarma, 2009

slide16

Defisiensi yodium, besi, & vitamin merupakan masalah kesehatan terbanyak

    • Yodium & selenium: fungsi normal tiroid  defisiensi akan menimbulkan kretinisme hipotiroid
    • Besi: defisiensi mengganggu status imun, pertumbuhan fisik, & kognitif
klasifikasi
KLASIFIKASI
  • Mikronutrien dibagi menurut kepentingannya
    • Esensial:
      • Seng, Yodium, Besi, Selenium, Tembaga, Molibden, Fluor, Vitamin
    • Mungkinesensial:
      • Nikel, Timah, Silikon
    • Nonesensial
      • Aluminium, Kadnium, Arsen, Timbal

Mayes, 2001

peran titik tangkap
PERAN & TITIK TANGKAP
  • Berperan pada tiap tahap proses pertumbuhan, contoh:
    • berupa sinyal (misalnya asam retinoat)
    • struktural (Zn pada faktor transkripsi)
    • katalitik (misalnya tembaga)

McArdle, 1999

slide21
Zinc
  • Peran vital dalam sintesis protein, pertumbuhan & deferensiasi sel
  • Berperan sebagaikofaktorenzim
    • Beberapa enzim zinc-dependent merupakan katalisator penting replikasi DNA selama pembelahan sel, contoh:
      • Thimidine kinase,
      • RNA polimerase, DNA polimerase,
      • Ribonuklease,
      • Reverse transcriptase

Shankar & Prasad, 1998; McLange, 1998

slide22
zinc
  • Mempengaruhi sistem imun:
    • Imunitas non-spesifik: netrofil, sel NK
    • Regulasi gen pada limfosit T
    • Aktivasi &produksi sitokin oleh Th-1 & 2
    • Perkembangan limfosit B serta produksi Ab, khususnya IgG

Defisiensi Zn menghambat proliferasi sel yang berdampak berkurangnya sel limfosit & aktivasi limfosit T

Anak dengandefisiensi Zn akan rentan terhadap patogen yang berakibat mengganggu tumbuhkembanganak

Wahid, 2001

slide23
zinc
  • Sebagai antioksidan
    • Oksidan mengganggu integritas selkarena bereaksi dengan komponen sel baik komponen struktur sel (misalnya molekul penyusun membran sel) maupun fungsional (molekul enzim dan DNA)
    • Suplementasi Zn mencegah peroksidasi lemak , mencegah kerusakan paru tikus akibat hipoksia dengan membatasi kerusakan membran oleh radikal bebas selama inflamasi

Shankar & Prasad, 1998

slide24
zinc
  • Efek terhadap enterosit & sel imun yang berinteraksi dengan infectious agentdiare
    • Menstabilkanstruktur membran sel
    • Memodifikasifungsi membran dengan cara berinteraksi dengan nitrogen, oksigen dan ligan sulfur makro molekul hidrofilik
    • Aktivitas antioksidan
    • Bekerja pada tightjunctionlevel untuk mencegah meningkatnya permeabilitas usus
    • Mencegah dilepaskannya histamin oleh sel mast
    • Mencegahrespon kontraksi serta sekretorikterhadap histamin dan serotonin usus.
    • Mencegah peningkatan permeabilitas endotel yang diprakarsai oleh TNF-

Wapnir, 2000

yodium
Yodium
  • Diperlukan untuk sintesis hormon tiroksin
  • Hormon tiroid mempunyai peran kunci dalam fase replikasi sel
  • Defisiensi yodium yang berat saat kehamilan menyebabkan:
    • abortus, kematian janin in utero, anomali kongenital, BBLR, kretinisme, defek psikomotor , & meningkatkan mortalitas neonatal
    • Hipotiroidisme kongenital menyebabkan fungsi mental terganggu atau retardasi mental

Bhan, 2001

yodium1
yodium
  • Anak yang lahir dari ibu dengandefisiensi yodium tampak normal, tetapi mengalami kerusakan sel saraf pusat:
    • menurunkan IQ
    • mempengaruhi potensi perkembangan
    • kesulitan belajar di sekolah

Ekweagwu, 2008

selenium
Selenium
  • Selenium (Se) dalam tubuh sebagian besar terikat dengan protein membentuk seleno-protein
    • penting sebagai bentuk enzim antioksidan disebut glutation peroksidase
  • Potensi antioksidan dari Selenoprotein:
    • mencegah kerusakan seluler dari radikal bebas
    • mengatur fungsi tiroid
    • berperan pada sistem imun
  • Selenium bersama dengan vitamin E bekerja bersama secara sinergis sebagai antioksidan dan imunostimulanyang lebih baik daripada berdiri sendiri

Ekweagwu, 2008

selenium1
selenium
  • Fungsi lain:
    • membantu menstimulasi pembentukan Absebagai respon terhadap vaksin
    • melindungi tubuh dari keracunan logam berat
    • mungkin terlibat dalam sintesis protein dalam proses tumbuh-kembang, sertafertilitas

Ekweagwu, 2008

selenium2
selenium
  • Defisiensi Selenium menyebabkan:
    • gangguan fungsi hormon tiroid
    • menurunnya produksi &sintesis hormon tiroid
    • penyakit Keshan,merupakan penyakit kardiomiopati endemik

Bhan, 2001

tembaga
Tembaga
  • Defisiensi tembaga menyebabkan:
    • Abnormalitas kulit, neuronal, & rambut.
    • Penelitian yang dilakukan pada dombamenunjukkankelainan “Swaybak” yaitu kelainan denganmanifestasi klinis kelemahan otot & ataksia
    • Keadaan ini diduga timbul selama perkembangan akibatkerusakan oksidatif berlebihan terhadap sel

McArdle, 1999

t embaga
tembaga
  • Beberapahasil penelitian menunjukkan:
    • Berkurangnya aktivitas enzim Cu-Zn-Superoksid dismutase pada tikus yang lahir dengan defisiensi tembaga
    • Menurunnya enzim berhubungan dengan kerusakan protein & lipid,serta kematian sel berlebihan
    • Ditemukan bahwa aktivitas enzim Cu-Zn-SOD menurun pada medium dengan defisiensi Cu, juga ditemukan tingginya insiden abnormalitas embrio-embrio tersebut,
      • penambahan scavenger mampu membalikkan efek tersebut

Keen, 1999

vitamin a
Vitamin A
  • Retinoid
    • Dibutuhkan dalam pertumbuhan, perkembangan & reproduksi
    • Berperanpada penglihatan, embriogenesis, spermatogenesis, perkembangan kulit & pemeliharaan sel-sel epitel
    • Vitamin A merupakan senyawa induk retinoid
  • Fungsi:
    • Sistem penglihatan, pertumbuhan , perkembangan, & menjaga integritas sel-sel epitel
    • Menjaga fungsi imunitas dan reproduksi

Bhan, 2001,McArdle, 1999

vitamin a1
vitamin A
  • Defisiensi vitamin A selama masa kehamilan mempunyai efek serius pada perkembangan paru janin
    • bersifat irreversibel
    • meningkatkan transmisi HIV vertikal
    • mempengaruhi fungsi paru sampai usia dewasa
    • pada model hewan cobadefisiensi vitamin A menyebabkan disfungsi plasenta & malformasi kongenital

McArdle, 1999

vitamin b
Vitamin B
  • Vitamin B1(Thiamin) berperanmencegah teratogenesis
  • Vitamin B2 (Riboflavin) mempunyai korelasi positif dengan pertumbuhan janin
  • Vitamin B6 merupakan kofaktor penting perkembangan sistem saraf pusat, perkembangan otak & fungsi kognitif
    • Defisiensi vitamin B6 selama masa kehamilan & laktasi mengubah fungsi reseptor N-Metil-D-Aspartat (NMDA), yang merupakan reseptor subtipe sistem glutamatergik yang diduga berperandalam belajar & memori

McArdle, 1999

v itamin b
vitamin B
  • Asam folat berperandalam sintesisasam nukleat
    • Kebutuhan folat meningkat selama pertumbuhan jaringan cepat selama masa kehamilan .
    • Asam folat perikonseptual dapat mengurangi kejadian neuraltubedefect
    • Defisiensi vitamin B12 selama kehamilan menghambat mielenisasi saraf pusat janin , tetapi efek ini dapat dikoreksi dengan suplementasi vitamin B12 post – natal

McArdle, 1999

vitamin c
Vitamin C
  • Suplementasi vitamin C dosis besar (> 600mg/hari tanpa vitamin E)
    • Menghambat produksi superoksid & menurunkan produksi pembentukan radikal bebas & sitotoksisitas
    • Meningkatkan adherence neutrofil
    • Meningkatkan sifat fagositosis
      • Kemampuan fagositik berhubungan dengan meningkatnya NADPH oksidase(untuk membentuk superoksid) dan aktivitas mieloperoksidase (untuk mengubah H2O2 menjadi hipoklorit).
    • Saat peradangan berpotensi merusakoksidan jaringan
    • Uptake askorbat oleh netrofil merupakan cadangan aman untuk antioksidan & menurunkan risiko meningkatnya peradangan pada infeksi/trauma
  • Konsentrasi askorbat dalam serum disarankan 5-50 mcg/ml (30-300 mikromol/Ll)

Turnham, 2004; Bourgeois, 2003

vitamin d
Vitamin D
  • Metabolit aktif vitamin D3 kalsitriol berperan sentral pada:
    • homeostasis kalsium
    • modulasi transkripsi gen
    • berinteraksi dengan retinoat untuk fungsi imunologis
    • mempunyai sifat imunomodulator
      • reseptor kalsitriol terdapat pada berbagai macam sel sistem hemopoetik

McArdle, 1999

vitamin d1
vitamin D
  • Kurangnya paparan sinar matahari merupakanpredisposisi defisiensi vitamin D
  • Kadar serum hormon paratiroid maternal saat aterm berbanding terbalik dengan panjang kepala – tungkai
    • Defisiensi vitamin D mempengaruhi pertumbuhan janin melalui efek pada homeostasis kalsium maternal

McArdle, 1999

vitamin e
Vitamin E
  • Defisiensi vitamin E selama masa kehamilan pada hewan coba menghasilkan malformasi embrio dan kematian janin
  • Defisiensi vitamin E maternal mungkin berhubungan dengan pre-eklampsia& penumpukan lipid peroksidase
    • Defisiensi vitamin E pada ibu menyebabkan vasokonstriksi ,sehinggaterjadi hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan

McArdle, 1999

vitamin k
Vitamin K
  • Tulang & gigi yang sedang berkembang mengandung:
    • protein tergantung vitamin K
    • protein gla matriksyang dibutuhkan untuk memelihara tulang rawan pada tahap non-kalsifikasi
    • protein gla tulang yang penting untuk mineralisasi gigi.
  • Efek defisiensi dicerminkan oleh:
    • Trimester I: hipoplasia maksilonasal pada neonatus dengan implikasi orthodontik & fasial
    • Pada bayi dari ibu denganmalabsorbsi vitamin K akan menderita abnormalitas tulang belakang & kalsifikasi tulang tidak normal

McArdle, 1999

slide41

OBESITAS REMAJA

  • Masalahkesehatandunia epidemi global
  • Di Indonesia, perubahangayahidupanaksekolahwesternisasidansedentary
  • Prevalensi ↑  negaramajumaupunnegarasedangberkembang.
  • WHO, prevalensiobesitaspadaremajapeningkatan 25% daritahunsebelumnya.
  • 1,5 kali obesitasremaja gangguanmetabolikdanpsikososial
patofisiologi
PATOFISIOLOGI
  • Proses terjadinya obesitas  dimulai penimbunan lemak dalam sel lemak sehingga terjadi hipertrofi sel tersebut
  • Hipertrofi sel lemak (adiposit)  akan terjadi rangsangan pembentukkan sel lemak baru dari bakal sel lemak (preadiposit)  hiperplasi
  • Faktor yang mempengaruhi belum jelas?????

Diduga :

    • Adipose differentiation related protein (ADRP)
    • Perilipin
    • Hewan coba  hormon insulin berperan dalam proses maturasi preadiposit ini.
patofisiologi1
PATOFISIOLOGI
  • Hipertrofi sel lemak  resistensi insulin (jaringan otot dan adiposa)  Produksi insulin ↑↑oleh pankreas
  • Resistensi insulin  peningkatan glukosa plasma dan keadaan ini merangsang lagi peningkatan sekresi insulin  hiperinsulinisme yang akan merangsang sekresi enzim lipoprotein lipase (LPL)  penimbunan lemak didalam adiposit semakin bertambah  proses obesitas terus berlangsung
slide44

Definisi dan Kriteria Obesitas

  • Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan

penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.

  • Untuk menentukan obesitas diperlukan kriteria yang berdasarkan pengukuran
  • antropometri dan atau pemeriksaan laboratorik, pada umumnya digunakan:

a. Pengukuran berat badan (BB) yang dibandingkan dengan standar dan disebut obesitas bilaBB > 120% BB standar

b. Pengukuran berat badan dibandingkan tinggi badan (BB/TB). Dikatakan obesitas bila BB/TB> persentile ke 95 atau > 120% 6 atau Z-score = + 2 SD

c. Pengukuran lemak subkutan dengan mengukur skinfold thickness (tebal lipatan kulit/TLK).Sebagai indikator obesitas bila TLK Triceps > persentil ke 85

d. Pengukuran lemak secara laboratorik, misalnya densitometri, hidrometri dsb. yang tidak digunakan pada anak karena sulit dan tidak praktis. DXA adalah metode yang paling akurat,tetapi tidak praktis untuk dilapangan.

e. Indeks Massa Tubuh (IMT), > persentil ke 95 sebagai indikator obesitas.6

dampak obesitas pada anak
Dampak Obesitas pada anak

1. Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler

  • Faktor Risiko ini meliputi peningkatan: kadar insulin, trigliserida, LDL-kolesterol dan

2. Diabetes Mellitus tipe-2

3. Obstruktive sleep apnea

Sering dijumpai pada anak obesitas dengan kejadian 1/100 dengan gejala mengorok. Penyebabnya adalah penebalan jaringan lemak didaerah dinding dada dan perut yangmengganggu pergerakan dinding dada dan diafragma, sehingga terjadi penurunanvolume dan perubahan pola ventilasi paru serta meningkatkan beban kerja otot pernafasan. Pada saat tidur terjadi penurunan tonus otot dinding dada yang disertaipenurunan saturasi oksigen dan peningkatan kadar CO2, serta penurunan tonus ototyang mengatur pergerakan lidah yang menyebabkan lidah jatuh kearah dinding belakangfaring yang mengakibatkan obstruksi saluran nafas intermiten dan menyebabkan tidur

slide46

4. Gangguan ortopedik

Pada anak obesitas cenderung berisiko mengalami gangguan ortopedik yangdisebabkan kelebihan berat badan, yaitu tergelincirnya epifisis kaput femoris yangmenimbulkan gejala nyeri panggul atau lutut dan terbatasnya gerakan panggul

5. Pseudotumor serebri

Pseudotumor serebri akibat peningkatan ringan tekanan intrakranial pada obesitasdisebabkan oleh gangguan jantung dan paru-2 yang menyebabkan peningkatan kadar CO2 dan memberikan gejala sakit kepala, papil edema, diplopia, kehilangan lapanganpandang perifer dan iritabilitas