1 / 49

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR. Major Reservoirs of Water. Distribution of Water (from “ Resources of the Earth ” 1972 data). Distribution of Water h ttp://ga.water.usgs.gov/edu/waterdistribution.html (1997 data). Di China : ± 4.000 tahun Sebelum Masehi air untuk irigasi .

shirin
Download Presentation

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

  2. Major Reservoirs of Water

  3. Distribution of Water(from “Resources of the Earth” 1972 data)

  4. Distribution of Waterhttp://ga.water.usgs.gov/edu/waterdistribution.html (1997 data)

  5. Di China : ± 4.000 tahunSebelumMasehi air untukirigasi. ± 200 tahunSebelumMasehiBendungan Tzu Kiang (sungai Huang Ho) air untukirigasi ± 200.000 Ha. ± Abad 7, dibangunSaluranInduk 1.120 KM. Di Mesir: ± 3.200 tahunSebelumMasehi, Air Sungai Nil untukirigasi, bangunanpeluap/pelimpah. ± 500 tahunSebelumMasehi, Bendungandenganpanjang ± 100 M, tinggi 12 M untuk irigasi ±100 Ha.

  6. Di Indonesia : • Air untukirigasidiPulauJawa, Tahun ± 1852, BendunganGlapendi Kali Tuntang, Jawa Tengah untukperkebunankapas ± 14.000 Ha. • Tahun ± 1908, BendungLengkongdi Kali Brantas, JawaTimuruntuktanamantebu dan irigasi pertanian ± 40.000 Ha. IrigasiBanjarCahyanadiBanyumas, WadukPejalindiMalahayuBrebesdanirigasi Pemali – Comal di Pekalongan.

  7. Tahun 1957, BendunganSerbagunaJatiluhur Kali Citarumuntukirigasi 230.000 Ha dan PLTA 125 MW. Tahun 1970, banyakBendung, BendungandibangunsepertiSengguruh, KarangKates, Wlingi , Lodoyo, Wonorejo, Widas, Gunung Sari (kali Brantas), Saguling, Cirata, Curuk (kali Citarum), Sempor (diGombongJawa Tengah), RiamKanan (Kalimantan), Garugu, Bakaru (Sulawesi Selatan), BatangAgam, Maninjau, Tes, Besai, Tangga, Renun, Koto Panjang (Sumatera) dan lain – lain.

  8. Ancient Hydrologic HistoryNile RiverThe longest river in the world(6650 km) Hydrology has been a subject of investigation and engineering for millennia. For example, about 4000 B.C. the Nile was dammed to improve agricultural productivity of previously barren lands. Mesopotamian towns were protected from flooding with high earthen walls. Aqueducts were built by the Greeks and Ancient Romans, while the History of China shows they built irrigation and flood control works. The ancient Sinhalese used hydrology to build complex irrigation Works in Sri Lanka, also known for invention of the Valve Pit which allowed construction of large reservoirs, anicuts and canals which still function. Loucks and van Beek, 2006

  9. Ancient Hydrologic History http://www.bibleplaces.com/aswan.htm

  10. Persediaan air segarduniahampirseluruhnyaberasaldarihujansebagaihasilpenguapandari air laut. SiklusHidrologiadalahprosesperalihandaripenguapan air lautbergerakkeatasmenjadidingin, membekumenjadititik – titik air yang berkumpulbanyakdanturunmenjadihujan.

  11. Bibliographical Acknowledgment referenced publication for content development Peixoto and Kettani, 1973 The Control of the Water CycleScientific American - Vol. 228 - pp. 46-6

  12. Tantangan

  13. Banjir

  14. Kekeringan

  15. Kwalitas air

  16. Pertanian

  17. Perikanan

  18. Pariwisata

  19. Energi

  20. Industri

  21. Kegiatan-KegiatanPengembanganSumberDaya Air • Perencanaan (Planning) • Perancangan (Desain) • Konstruksi (Construction) • Pengelolaan (Management) sertaoperasidanpemeliharaan.

  22. PersoalanPadaAlokasi Dan ManajemenSumberdaya Air • Kekeringan, terutamadimusimkemarau • Pemanfaatandanpengelolaansumberdaya air untuk: • Irigasidalamrangkamendukungswasembadapangan • PLTA ygmenggunakansumberdaya renewable denganpencemaranlingkunganyg minim • Industri, perikanan, danrekreasi • Perlindungankawasandaribanjir • Menurunnyamutubakulingkunganakibatpencemaranolehbuangan air limbah, baiklimbahindustrimaupundomestik • Penurunanmuka air tanahakibateksploitasitakterkendali • Banjirakibatpengelolaanhutanygkurangmemperhatikanaspekkonservasitanahdan air • Keterbatasandanauntukpembangunaninfrastruktur yang diperlukan • Tidaktersedianyabiayaoperasidanpemeliharaan (O&P) yang memadai • Dll.

  23. PersoalanperencanaandapatdipandangsebagaiprosespembuatankeputusanPersoalanperencanaandapatdipandangsebagaiprosespembuatankeputusan • Keputusan yang harusdiambilpadasaatsekarangygumumnyabersifattetapkarenatidakakanberubahdimasa yang akandatang, misalnya: membangunbendung, membangunbendungan (dam) untuk reservoir, membanguntanggul, dan lain-lain. • Keputusan yang harusdiambiluntukkeperluanmasa yang akandatang. Keputusaninibersifattidaktetap, dapatberubahsesuaidenganperkembanganpersoalandimasa yang akandatang. Misal: penetapanpedomanoperasibendung, pedomanoperasi reservoir, dan lain-lain.

  24. Keputusanygbersifattetaptsb. (no. 1) dapatdikelompokkandalam hal2 sbb. • Apa yang harusdibangununtukmemecahkanpersoalan? Dam, saluran, PLTA, pompa air? • Dimanabangunan air tersebutharusditempatkan? • Bagaimanakahbangunan-bangunan air tersebut? Menyangkutkapasitasdandimensidaribangunan air yang akandibuat. • Kapanbangunantersebutharusdibuat? Utkmenjawab pertanyaan2 iniselainmemperhatikanhasilkajiansecarateknis, paling tidakdiperlukananalisistentangEkonomiTeknikuntukmenentukansaatkapanbangunan-bangunantersebutharusdibuatsehinggadiperolehsolusipermasalahandengan benefit yang optimal

  25. Keputusan yang menyangkutmasadatang (no. 2) berkaitandenganoperasisuatusistemsumberdaya air, misalnya: • Cara danpetunjukoperasisuatuwaduk yang perludilakukanpeninjauanulangkarenaadanyapeningkatanmacamdanjumlahkebutuhan air. • Cara danpetunjukoperasisuatubendung yang harusdisesuaikandenganperubahan areal irigasi, poladanjadwaltanam.

  26. Pengambilankeputusan optimal terkaitdenganpermasalahansumberdaya air memerlukanteknikanalisissistemberdasarkan model matematikdanriset-operasi. Salahsatuanalisispenting yang selaluharusdilakukanadalahanalisistentang“benefit-cost” yang hasilnyadapatdigunakanuntukmengukurkelayakandarisuaturencanaatauskenariopengelolaansumberdaya air darisudutpandangekonomi

  27. PengertianDasarSumberDaya Air • Sumberdaya air merupakankaruniaTuhan Yang MahaEsa yang memberikanmanfaatuntukmewujudkankesejahteraanbagiseluruhrakyat Indonesia dalamsegalabidang. • Dalammenghadapiketidakseimbanganantaraketersediaan air yang cenderung • menurundankebutuhan air yang semakinmeningkat, sumberdaya air wajibdikeloladenganmemperhatikanfungsisosial, lingkunganhidupdanekonomisecaraselaras. • Pengelolaansumberdaya air perludiarahkanuntukmewujudkansinergidanketerpaduan yang harmonisantarwilayah, antarsektor, danantargenerasi. • Sejalandengansemangatdemokratisasi, desentralisasi, danketerbukaandalamtatanankehidupanbermasyarakatberbangsadanbernegara, masyarakatperludiberi peran dalam pengelolaan sumber daya air. • Didasarkanpadapertimbangandiatas, DewanPerwakilan Rakyat Republik Indonesia danPresidenRepublik Indonesia memutuskan : MenetapkanUndangUndangTentangSumberDaya Air Nomor 7 tahun 2004.

  28. 1. DefinisiSumberDaya Air Definisisumberdaya air dapatdilihatdidalamUndang – UndangSumberDaya Air Bab I KetentuanUmumPasal 1 : • Sumberdaya air adalah air, sumber air, dandaya air yang terkandungdi • dalamnya. • Air adalahsemua air yang terdapatpada, diatas, ataupundibawahpermukaantanah, termasukdalampengertianini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang beradadidarat. • Air permukaanadalahsemua air yang terdapatpadapermukaantanah. • Air tanahadalah air yang terdapatdalamlapisantanahataubatuandibawahpermukaantanah. • Sumber air adalahtempatatauwadah air alamidanataubuatan yang terdapatpada, diatas, ataupundibawahpermukaantanah. • Daya air adalahpotensi yang terkandungdalam air danataupadasumberdaya air yang dapatmemberikanmanfaatataupunkerugianbagikehidupandanpenghidupanmanusiasertalingkungannya. • Pengelolaansumberdaya air adalahupayamerencanakan, melaksanakan, memantau, danmengevaluasipenyelenggaraankonservasisumberdaya air, pendayagunaansumberdaya air, danpengendaliandayarusak air.

  29. Dari definisidiatasterlihatbahwaPengembanganSumberDaya Air dimaksudkan : • untuk memahami dan menerapkan pengetahuan Sumber Daya Air mulai dari Tahapperencanaan, pendayagaunaan, pembangunan, pemeliharaandanpengendalianterhadapdayarusak air.

  30. 2. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR • DalampelaksanaanPengembanganSumberDaya Air, dasarutamakebijakan yang akandiambilharusmengacukepadaUndang – UndangSumberDaya Air Nomor 7 tahun 2004. • Undang – UndangSumberDaya Air Nomor 7 tahun 2004 mencakupsemuadasarkebijakanuntuksemuabidangdalampemerintahan yang terkaitpermasalahansumberdaya air, namundidalampembahasanlebihrinciakandititikberatkankepadakebijakanSumberDaya Air dibawahDepartemenPekerjaanUmum.

  31. Masing – masingkebutuhanDepartemen yang terkaitdenganUndang – UndangSumberDaya Air No. 7 tahun 2004 akandijabarkankedalamPeraturanPemerintah. Sedangkanketentuan- ketentuan yang bersifatNasionalakanditetapkandenganKeputusanPresiden. • PembagianWewenangdantanggungjawabdapatdilihatpadauraiandibawahini : • a. Wilayah sungaidancekungan air tanahditetapkandenganKeputusanPresiden. Wilayah sungaiadalahkesatuanwilayahpengelolaansumberdaya air dalamsatuataulebihdaerahaliransungaidan/ataupulau – pulaukecil yang luasnyakurangdariatausamadengan 2.000 km2. Cekungan air tanahadalahsuatuwilayah yang dibatasiolehbatashidrogeologis, tempatsemuakejadianhidrogeologissepertiprosespengimbuhan, pengaliran, danpelepasan air tanahberlangsung.

  32. b. Presidenmenetapkanwilayahsungaidancekungan air tanahdenganmemperhatikanpertimbanganDewanSumberDaya Air Nasional. KoordinasipadatingkatnasionaldilakukanolehDewanSumberDaya Air Nasional yang dibentukolehPemerintah, danpadatingkatprovinsidilakukanolehwadahkoordinasidengannamadewansumberdaya air provinsiataudengannama lain yang dibentukolehpemerintahprovinsi. Koordinasi pada tingkat kabupaten/kota dapat dibentuk wadah koordinasi dengannamadewansumberdaya air kabupaten/kotaataudengannama lain olehpemerintahkabupaten/kota. Wadahkoordinasipadawilayahsungaidapatdibentuksesuaidengankebutuhanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungai yang bersangkutan. Hubungankerjaantarwadahkoordinasitingkatnasional, provinsi, kabupaten/kota, danwilayahsungaibersifatkonsultatifdankoordinatifPusat

  33. c. WewenangdantanggungjawabPemerintahanterdiridari : • WewenangdantanggungjawabPemerintahmeliputi : • menetapkankebijakannasionalsumberdaya air; • menetapkanpolapengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintasprovinsi, wilayahsungailintasnegara, danwilayahsungaistrategisnasional; • menetapkanrencanapengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintasprovinsi, wilayahsungailintasnegara, danwilayahsungaistrategisnasional; • menetapkandanmengelolakawasanlindungsumberdaya air padawilayahsungailintasprovinsi, wilayahsungailintasnegara, danwilayahsungaistrategisnasional; • melaksanakanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintasprovinsi, wilayahsungailintasnegara, danwilayahsungaistrategisnasional; • mengatur, menetapkan, danmemberiizinataspenyediaan, peruntukan, penggunaan, dan pengusahaansumberdaya air pada wilayahsungailintasprovinsi, wilayahsungailintasnegara, danwilayahsungaistrategisnasional; • g. mengatur, menetapkan, danmemberirekomendasiteknisataspenyediaan, peruntukan, penggunaan, dan pengusahaan air tanah pada cekungan air tanahlintasprovinsidancekungan air tanahlintasnegara; • h. membentukDewanSumberDaya Air Nasional, dewansumberdaya air wilayahsungailintasprovinsi, dandewansumberdaya air wilayahsungaistrategisnasional; • i. memfasilitasipenyelesaiansengketaantarprovinsidalampengelolaansumberdaya air; • menetapkannorma, standar, kriteria, danpedomanpengelolaansumberdaya air; • menjagaefektivitas, efisiensi, kualitas, danketertibanpelaksanaanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintasprovinsi, wilayahsungailintasnegara, danwilayahsungaistrategisnasional; dan • memberikanbantuanteknisdalampengelolaansumberdaya air kepadapemerintahprovinsidanpemerintahkabupaten/kota.

  34. 2. Wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi meliputi : menetapkankebijakanpengelolaansumberdaya air diwilayahnyaberdasarkankebijakannasionalsumberdaya air denganmemperhatikankepentinganprovinsisekitarnya; menetapkanpolapengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintaskabupaten/kota; menetapkanrencanapengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintaskabupaten/kotadenganmemperhatikankepentinganprovinsisekitarnya; menetapkandanmengelolakawasanlindungsumberdaya air padawilayahsungailintaskabupaten/kota; melaksanakanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintaskabupaten/kotadenganmemperhatikankepentinganprovinsisekitarnya; mengatur, menetapkan, danmemberiizinataspenyediaan, peruntukan, penggunaan, dan pengusahaansumberdaya air pada wilayahsungailintaskabupaten/kota; mengatur, menetapkan, danmemberirekomendasiteknisataspenyediaan, pengambilan, peruntukan, penggunaan, dan pengusahaan air tanahpadacekungan air tanahlintaskabupaten/kota; membentukDewanSumberDaya Air Nasional, dewansumberdaya air wilayahsungailintaskabupaten/kota; memfasilitasipenyelesaiansengketaantarkabupaten/kotadalampengelolaansumberdaya air; membantukabupaten/kotapadawilayahnyadalammemenuhikebutuhanpokokmasyarakatatas air; menjagaefektivitas, efisiensi, kualitas, danketertibanpelaksanaanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungailintaskabupaten/kota; dan memberikanbantuanteknisdalampengelolaansumberdaya air kepadapemerintahkabupaten/kota.

  35. 3. WewenangdantanggungjawabPemerintahKabupaten/kotameliputi : menetapkankebijakanpengelolaansumberdaya air diwilayahnyaberdasarkan kebijakan nasional sumber daya air dan kebijakan pengelolaansumberdaya air provinsidenganmemperhatikankepentingankabupaten/kotasekitarnya; menetapkanpolapengelolaansumberdaya air padawilayahsungaidalamsatukabupaten / kota; menetapkanrencanapengelolaansumberdaya air padawilayahsungaidalamsatukabupaten / kotadenganmemperhatikankepentingankabupaten/kotasekitarnya; menetapkandanmengelolakawasanlindungsumberdaya air padawilayahsungaidalamsatukabupaten/kota; melaksanakanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungaidalamsatukabupaten / kotadenganmemperhatikankepentingankabupaten /kotasekitarnya; mengatur, menetapkan, danmemberiizinataspenyediaan, peruntukan, penggunaan, danpengusahaan air tanahdiwilayahnyasertasumberdaya air padawilayahsungaidalamsatukabupaten / kota; membentukdewansumberdaya air ataudengannama lain ditingkatkabupaten / kotadan / ataupadawilayahsungaidalamsatukabupaten /kota; memenuhikebutuhanpokok minimal sehari – hariatas air bagimasyarakatdiwilayahnya; dan menjagaefektivitas, efisiensi, kualitas, danketertibanpelaksanaanpengelolaansumberdaya air padawilayahsungaidalamsatukabupaten/kota.

  36. 4. WewenangdantanggungjawabPemerintahDesaatau yang disebutnama lain meliputi : mengelolasumberdaya air diwilayahdesa yang belumdilaksanakanolehmasyarakatdan / ataupemerintahandiatasnyadenganmempertimbangkanasaskemanfaatanumum; menjagaefektivitas, efisiensi, kualitas, danketertibanpelaksanaanpengelolaansumberdaya air yang menjadikewenangannya; memenuhikebutuhanpokok minimal sehari - hariwargadesaatas air sesuaidenganketersediaan air yang ada; dan memperhatikan kepentingan desa lain dalam melaksanakan pengelolaan sumberdaya air diwilayahnya.

  37. Dalamrangkamenjaminterselenggaranyatatapengaturan air secaranasional yang dapatmemberikanmanfaatsebesar - besarnyabagimasyarakatdanmenjaminkoordinasiantaraPemerintahdenganPengelolaSumberDaya Air dapatberjalandenganbaikmakadiaturdidalamPeraturanPemerintah. DalamhaltentangSumberDaya Air ditetapkanolehMenteriPekerjaanUmum, misal : • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 39/PRT/1989 tentang Pembagi Wilayah Sungai • PeraturanMenteriPekerjaanUmum No. 63/KPR/1993 tentangGarisSepadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai danBekas Sungai • PeraturanMenteriPekerjaanUmum No. 98/KPRS/1993 tentangOrganisasiKeamananBendungan

  38. Sumber daya air dikembangkan digunakanuntuk mengontrol air tanah dan air permukaan. • Suatu kegiatan pengembangan SDA terdiri dari • mempelajari ketersediaandan permintaan air • Membuat sebuah proyek yang dapat memenuhi kebutuhan yang dapatdiharapkandari pasokan yang tersedia melalui rekayasateknik dan langkah-langkah nonstruktural. • Pengendalian air dengan mengatur laju pasokan airdalam rangka meningkatkan kondisi dalam suatu daerah. T • Tujuan • Penyediaanfasilitasoleh proyek adalahkarenabanyaknyavariasi kuantitas dan kualitas, waktu pasokan, sertamenyesuaikanpenggunaansumber daya agar sesuai dengan kebutuhan. • Mengembangkan SDA dapatdiartikanmengaturstruktural komponen, layout, dan desain bersama dengan langkah-langkah nonstruktural,jika ada, untuk melayani tujuan yang telah ditetapkan.

  39. Berapa banyak air yang dibutuhkan? • Untuk proyek penggunaan air, sangatpenting untukmengetahui persyaratan saat ini danmemprediksi durasikebutuhan air dalamperiode rencana untuk antisipasipenggunaan. • Berapa banyak air yang tersedia? • Pertanyaan ini mencerminkan tujuan utamadari studi hidrologidanilmu berhubungan dengan kejadian dan distribusiair alami di bumi. • Perkiraan yang tepattentang air permukaan segar dan air yang masukdalamtanahdalam DAS serta distribusi spasial dan temporal merupakan problem yang sangatpenting.

  40. 3. PerencanaanPengembanganSumberDaya Air • PencapaianPerencanaanSumberDaya Air adalahSumberDayaManusiadanSumberDayaAlam yang dimiliki. PerencanaanPengembanganSumberDaya Air Nasionalmeliputi : • Pembangunan Nasional • Peningkatan Nilai Hidup / Kwalitas Hidup • PerbaikanLingkungan • PemerataanKeseimbangan Pembangunan

  41. HubunganAntaraProsesPembuatKeputusandenganProsesPengembanganSumberDaya Air. • ProsesMembuatSuatuKeputusan, diantaranyamelaluitahapansebagai • berikut: • IdentifikasiPermasalahan • AnalisisPermasalahan • AnalisisAlternatifSolusi • Pemilihan dan Penetapan Alternatif Solusi Terbaik • TindakanTerhadapMasalah • PengecekanTerhadapTindakan • PerbaikanTerhadapTindakanMasalah • SedangkanProsesPengembanganSumberDaya Air, diantaranyamelalui • tahapansebagaiberikut : • Kebutuhan yang diperlukanmasyarakat • Penetapankebutuhanmasyarakat (objektifitas) • Penetapan kriteria dan persyaratan terhadap kebutuhan • Pemilihanpemakaian formula perencanaan • DilakukankajiankelayakanPengembanganSumberDaya Air • PerencanaanRinciuntukdilaksanakan

  42. PerencanaanPengembanganSumberDaya Air merupakantugas yang melibatkanberbagaiAhli, diantaranyabidangkeahlian • TeknikSipil, • Geologi, Geodesi, • Pengembangan Wilayah / kota (Planologi), • Lingkungan, • TeknikMesin, • TeknikListrik, • IlmuSosial, Politik, dll. • DisampingitudalamperencanaanPengembanganSumberDaya Air harusmemperhatikansemuatahapanPengembanganSumberDaya Air mulaidaritahap • perencanaan, • pembangunan, • pengoperasian, • pemeliharaan, dan • KonservasiSumberDaya Air, • Pengendaliandayarusak air termasukhakperandanperanmasyarakatsecarakeseluruhanharusdiperhatikan

  43. 4. PendayagunaanSumberDaya Air Pendayagunaansumberdaya air dilakukanmelaluikegiatanpenatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, danpengusahaansumberdaya air denganmengacupadapolapengelolaansumberdaya air yang ditetapkanpadasetiapwilayahsungai. Pendayagunaansumberdaya air ditujukanuntukmemanfaatkansumberdaya air secaraberkelanjutandenganmengutamakanpemenuhankebutuhanpokokkehidupanmasyarakatsecaraadil. Pendayagunaansumberdaya air dikecualikanpadakawasansuakaalamdankawasanpelestarianalam. Pendayagunaansumberdaya air diselenggarakansecaraterpadudanadil, baikantarsektor, antarwilayahmaupunantarkelompokmasyarakatdenganmendorongpolakerjasama. Pendayagunaansumberdaya air didasarkanpadaketerkaitanantara air hujan, air permukaan, dan air tanahdenganmengutamakanpendayagunaan air permukaan. Setiaporangberkewajibanmenggunakan air sehematmungkin. Pendayagunaan sumber daya air dilakukan dengan mengutamakan fungsi sosial untukmewujudkankeadilandenganmemperhatikanprinsippemanfaat air membayarbiayajasapengelolaansumberdaya air dandenganmelibatkanperanmasyarakat.

  44. Dalampelaksanaannyapendayagunaansumberdaya air mempunyaibidangusaha yang sangatluas, mulaidaripemenuhankebutuhan air untukkepentingan primer manusia, sepertiuntuk air minumdankebutuhanuntuk utility, sampaikebutuhan air untukirigasi, perhubungan, pembangkitlistrik, industri, dan lain-lain. • Sedangkanuntukdapatmengusahakansumberdaya air melibatkanberbagaiinstitusi, baikpemerintahmaupunswasta, sepertipeninjauandariinstansiterkait, perbankan, konsultan perencana, laboratorium, jasa konstruksi, dan lain-lain.

  45. Contoh-contohdarikebijakan yang lahirdariUndang-undangSumberDaya Air, diantaranyaadalah : • Pembagian Wilayah Sungai ; diterbitkanPeraturanMenteriPekerjaanUmum No. 39/PRT/1989, tentang “Pembagian Wilayah Sungai”. Dari seluruh Wilayah Indonesia dibagimenjadi 90 Nama Wilayah Sungai dandikelompokkanmenjadi 07 Kode Wilayah Sungai. • KebijakanPemerintahdibidangoperasidanpemeliharaanjaringanirigasidiserahkankepadaPerkumpulanPetaniPemakai Air (P3A) diterbitkanPeraturanMenteriPekerjaanUmum No. 42/PRT/1989, tentang “Tata LaksanaPenyerahanJaringanIrigasi Kecil berikutWewenangPengurusannyakepadaPerkumpulanpetaniPemakai Air (P3A)”. • Kebijakanuntukmelaksanakankoordinasitatapengaturan air di Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I ; diterbitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 67/PRT/1993, tentang “Panitia Tata Pengaturan Air Provinsi Daerah Tingkat I”.

More Related