1 / 22

Obat epilepsi

Obat epilepsi. epilepsi. Epilepsi adalah gangguan neurologik kronik yang ditandai dengan kejang berulang (partial seizure atau serangan berulang atau focal dan general seizure atau serangan umum yang terdiri dari grand mal dan petit mal. Grand mal dan petit mal.

sheila
Download Presentation

Obat epilepsi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Obat epilepsi

  2. epilepsi • Epilepsi adalah gangguan neurologik kronik yang ditandai dengan kejang berulang (partial seizure atau serangan berulang atau focal dan general seizure atau serangan umum yang terdiri dari grand mal dan petit mal.

  3. Grand mal dan petit mal • Petit mal (absence) ditandai dengan kebingungan (impaired consciousness) • Grand mal ditandai dengan hilangnya kesadaran, jatuh, kejang tonik (kaku di sekujur tubuh dan anggota badan), kejang klonik (kontraksi pada tangan dan kaki)

  4. Penyebab • Injury saat persalinan, vascular insult, trauma di kepala, malformasi kongenital, gangguan metabolik (serum Na, Ca, glukosa, urea), pengaruh obat (sindroma putus obat terutama golongan barbiturat dan depresan SSP lain), faktor genetik, infeksi, hipertermia pada anak-anak

  5. Insiden epilepsi banyak terjadi pada neonatus dan anak-anak serta pasien di atas 65 tahun • Epilepsi merupakan gejala gangguan aktivitas elektrik di otak yang dapat disebabkan berbagai stimulus. • Gangguan aktivitas elektrik ini menyebabkan terjadinya kejang

  6. Kerja obat antiepilepsi • Obat antiepilepsi bekerja di SSP dengan mengurangi gangguan elektrik yang patologis atau menghambat perkembangan aktivitas elektrik yang menyimpang. • Hal ini dapat terjadi melalui efek spesifik terhadap kanal ion, inhibisi atau induksi neurotransmiter.

  7. Fenitoin • Fenitoin adalah suatu antikonvulsan hidantoin yang strukturnya mirip dengan barbiturat tetapi lebih lemah keasamannya sehingga lebih sukar larut dalam air. • Fenitoin efektif mengurangi frekuensi dan keparahan kejang, tanpa menyebabkan depresi SSP.

  8. Mekanisme kerja fenitoin • Mempengaruhi perubahan fungsi membran saraf, misal pada pengaturan perubahan voltase yang diatur melalui kanal ion. Fenitoin dan karbamazepin memblok kanal Na pada saraf sehingga dapat mereduksi perulangan potensial aksi yang sangat berguna untuk mengontrol serangan tonik-klonik

  9. Farmakokinetika • Farmakokinetika fenitoin sangat dipengaruhi oleh kelarutannya dalam air yang kecil dan metabolismenya oleh enzim sitokrom P450 • Fenitoin hanya sedikit diabsorpsi di lambung karena walaupun berada dalam bentuk tak terion tapi kelarutannya sangat rendah. Absorpsi terjadi di duodenum

  10. Farmakokinetik • Fenitoin terikat plasma 90% terutama dengan albumin. • Ikatan dengan plasma tergantung kadar albumin dan dapat dipengaruhi berbagai kondisi klinis seperti kadar serum albumin yang rendah, gagal ginjal, penggunaan bersama obat lain yang juga terikat protein. • Dimetabolisme oleh enzim sitokrom P450 • ± 95% diekskresi lewat urin atau feses dalam bentuk metabolit.

  11. Benzodiazepin • Benzodiazepin (BDZ) yang terikat pada reseptor GABA(gamma-aminobutyric acid) akan meningkatkan kerja GABA. • Pengikatan GABA pada reseptornya  pembukaan kanal Cl-  memungkinkan masuknya ion Cl melewati membran sel syaraf  meningkatkan potensial elektrik sepanjang membran sel  sel sukar tereksitasi (potensial istirahat) • Aktivitas GABA memberikan efek penenangan

  12. Mekanisme kerja BDZ • Ikatan BDZ bersama GABA pada reseptor ABA akan meningkatkan efek pembukaan kanal Cl akibat peningkatan daya ikat GABA pada reseptornya

  13. Mekanisme kerja BDZ • Adanya BDZ akan mempertahankan efek pembukaan kanal Cl sehingga terjadi efek anxiolitik/antikonvulsan • Dengan BDZ frekuensi pembukaan kanal Cl meningkat • Efek depresi SSP BDZ meliputi : ansiolitik, relaksan otot, antiamnesia, antikonvulsan, dan sedatif

  14. Barbiturat • Kerja barbiturat searah dengan BDZ yaitu bekerja terhadap kanal Cl tetapi dengan cara memperpanjang durasi pembukaan kanal Cl • Efek-efek yang ditimbulkan searah dengan BDZ

  15. Karbamazepin • Merupakan obat pilihan pertama pada epilepsi karena efek sampingnya rendah dan tidak banyak mempengaruhi fungsi kognitif dan perilaku (behaviour) • Antikonvulsan fenitoin, fenobarbital, karbamazepin merupakan penginduksi enzim di hati yang dapat saling mempengaruhi kerja masing-masing saat dikombinasi

  16. Kombinasi antikonvulsan • Kombinasi antar antikonvulsan jarang dilakukan karena dapat menurunkan efektivitas obat.

  17. Asam valproat • Bekerja terhadap kanal Na (memblok kanal Na) dan berefek terhadap peningkatan kerja ke reseptor GABA

  18. Obat yang digunakan pada serangan grand/petit mal • Fenitoin • Karbamazepin • Asam valproat • Benzodiazepin • Fenobarbital • Obat alternatif : vigabatrin, gabapentin, lamotrigin (bila obat-obat di atas tidak dapat mengatasi masalah)

  19. Obat khusus untuk petit mal • Etosuksimid : efektif untuk absence dan kejang mioklonik (kedutan satu tungkai atau semua tungkai setelah bangun tidur atau sebelum tidur) • Obat-obat seperti fenitoin, valproat, BDZ juga dapat dipakai pada serangan petit mal ini tetapi dengan dosis yang lebih rendah

  20. Vigabatrin • Merupakan penghambat ireversibel GABA-T yang berfungsi menguraikan GABA menjadi suksinat semialdehid sehingga terjadi peningkatan kadar GABA dan GABA ini akan dapat bekerja di reseptor GABA-A (kanal Cl)

More Related