1 / 36

TERMOKIMIA-2

TERMOKIMIA-2. Penentuan Kalor reaksi ( Kalorimetri ) Oleh : N.MARPAUNG GMP . KIMIA SMA NEGERI 1 PANYABUNGAN. Kalor adalah bentuk energi yang menyebabkan suatu zat memiliki suhu .

sachi
Download Presentation

TERMOKIMIA-2

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TERMOKIMIA-2 PenentuanKalorreaksi (Kalorimetri) Oleh : N.MARPAUNG GMP. KIMIA SMA NEGERI 1 PANYABUNGAN

  2. Kalor adalah bentuk energi yang menyebabkan suatu zat memiliki suhu. Dalam sistim Internasional (SI) satuan untuk kalor dinyatakan dalam satuan Kalori (kal) , Kilokalori (kkal) atau Joule (J) dan Kilojoule (kJ)

  3. Dalam sistim Internasional (SI) satuan untuk kalor dinyatakan dalam satuan Kalori (kal) , Kilokalori (kkal) atau Joule (J) dan Kilojoule (kJ) 1 Kilokalori = 1000 kalori 1 Kilojoule = 1000 Joule 1 Kalori = 4,18 Joule

  4. 1 Kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik sebesar 1oC atau 1K Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1oC atau 1K dari 1 gram zat disebut Kalor Jenis

  5. Jadi : c =atau Q = m.c.∆t Dimana : Q = jumlah kalor (dalam Joule) m = massa zat (dalam gram) ∆t = perubahan suhu ( t2 – t1 ) c = kalor jenis jadi satuan untuk kalor jenis adalah Joule pergram perderajat celsius ( J g-1 oC-1 ) atau Joule pergram perkelvin ( J g-1 K-1 )

  6. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkansuhu suatu zat sebesar 1oC atau 1K disebutKapasitas Kalor Jadi satuan untuk Kapasitas Kalor adalah: Kal oC-1atau JK-1 Sehingga : C = atau Q = C.∆t dimana C = Kapasitas Kalor Dari kedua defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa : c= dimana c = kalor jenis ( c huruf kecil) C = Kapasitas Kalor ( C huruf kapital)

  7. Kalorimeter Pengukuran Kalor dari suatu reaksi dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Kalorimeter Contoh :Kalorimeter Termos, Kalorimeter Bom, Kalorimeter Thienman, dan lain-lain Kalorimeter yang lebih sederhana dapat dibuat dari sebuah bejana plastik yang ditutup rapat sehingga bejana ini merupakan sisitim yang terisolasi.

  8. KalorimeterPlastik Terbuatdaribejanaplastik (stirofoam)

  9. Cara Kerjanya : Setelah suhunya diukur kedua larutan tersebut dimasukkan kedalam kalorimeter sambil diaduk agar zat-zat bereaksi dengan baik, kemudian suhu akhir diukur Besarnya kalor yang diserap atau dibebaskan reaksi itu adalah sebanding dengan perubahan suhu dan massa larutan

  10. Jadi : dimana : Q = Kalor yang diserap / dibebaskan oleh reaksi m = massa larutan ( gram ) ∆t = Perubahan suhu (oC atau K ) c = Kalor jenis larutan

  11. KalorimeterBom Terdiri dari wadah (Bom) sebagai tempat berlangsungnya reaksi, yang dicelupkan ke dalam suatu bak terisolasi berisi air Jika reaksi di dalam Bom berlangsung secara eksoterm, maka panas yang dihasilkan akan dilepas ke lingkungan (ke dalam air ) sehingga sistim keseluruhan (Bom dan air ) akan mengalami kenaikan suhu

  12. Dengan mengetahui kapasitas panas kalorimeter dan kalor jenis air, maka jumlah kalor yang dibebaskan / diserap oleh reaksi dapat ditentukan yaitu : Jumlah kalor yang diserap atau dibebaskan oleh kalorimeter ditambah dengan jumlah kalor yang dibebaskan atau diserap oleh air Qreaksi = Qkalorimeter + Qair

  13. Karena reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka : Apabila reaksi berlangsung eksoterm maka ∆H = -Q dan Apabilareaksiberlangsung endoterm maka ∆H = +Q

  14. HUKUM HES (HukumpenjumlahanKalor) Beberapa reaksi kimia tidak dapat ditentukan Perubahan entalpinya (∆H) dengan menggunakan kalorimeter Germain Hess melakukan berbagai percobaan, dia menemukan bahwa reaksi kimia yang dapat berlangsung dengan beberapa tahapan, harga ∆H untuk reaksi itu merupakan jumlah semua perubahan entalpi (∆H) dari semua tahapan reaksi tersebu.

  15. Dari hasilpengamatannya Hess menyimpulkanbahwa : Setiap reaksi memiliki perubahan entalpi yang tetap, dan perubahan entalpi dari suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi atau tahapan reaksi, tetapi hanya tergantung pada keadaan awal dankeadaan akhir

  16. Contoh : secara kalorimetris entalpi pembentukan CO tidak dapat ditentukan, namun berdasarkan tahapan reaksi pembentukan CO2 entalpi pembentukan CO dapat ditentukan. Telah diketahui reaksi pembentukan CO2 dapat dilakukan dengan dua tahap yaitu : CO(g) + ½O2(g) → CO2(g) ∆H = -284,3 kJ C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H = -395,2 kJ

  17. Berdasarkan kedua tahapan reaksi ini maka entalpi pembentukan CO dapat ditentukan sebagai berikut : C(s) + ½O2(g) → CO(g) ∆H1 = ...........kJ CO(g) + ½O2(g) → CO2(g) ∆H2 = -284,3 kJ + C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H3 = -395,2 kJ Menurut Hukum Hess : ∆H3 = H1 + ∆H2 atau ∆H1 = ∆H3 - ∆H1 ∆H1 = -395,2 kJ - (-284,3 kJ) = -110,9 kJ

  18. Tahapanreaksidiatasdapatdigambarkandalambentuk diagram sebagaiberikut :

  19. Contohsoal : Jika diketahui : C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O ∆H = -327 kkal C + O2 → CO2 ∆H = -94 kk H2 + ½O2 → H2O ∆H = -68,4 kkal Hitunglah perubahan entalpi yang timbul pada pembentukan C2H5OH dari unsur-unsurnya menurut persamaan reaksi : 2C + 3H2 + ½O2 → C2H5OH Jawab : Ketiga reaksi di atas kita susun sedemikian rupa sehingga bila dijumlahkan akan menghasilkan reaksi pembentukan C2H5OH , dan ∆H nya adalah jumlah ∆H dari ketiga reaksi tersebut. ( C + O2 → 2CO2 ) x2 ∆H = -188 kJ (harga ∆H dikali 2) ( H2 + ½O2 → H2O ) x3 ∆H = -205,2 kJ (harga ∆H dikali 3) 2CO2 + H2O → C2H5OH + 3O2 ∆H = -327 kJ + 2C + ½O2 + 3H2 → C2H5OH ∆H = -66,2 kJ Jadi perubahan entalpi yang timbul pada pembentukan C2H5OH adalah -66,2 kJ

  20. Beberapahal yang perludiperhatikan : 1. Jika persamaan reaksi dibalik, maka harga entalpi reaksi (∆H) harus berubah tanda Contoh : H2(g) + ½O2(g) → H2O(g) ∆H = -68,4 kkal....... jika reaksinya dibalik menjadi : H2O(g) → ½O2(g) + H2(g) ∆H = +68,4 kkal 2.Jika koefisien reaksi dikali atau dibagi dengan suatu bilangan, maka harga entalpi reaksi (∆H) juga harus dikali atau dibagi dengan bilangan pengali atau pembagi itu Contoh : H2(g) + ½O2(g) → H2O(g) ∆H = -68,4 kkal……jia reaksi ini dikalikan dengan 2, maka 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H = -136,8 kkal (∆H nya juga dikali 2 ) H2(g) + ½O2(g) → H2O(g) ∆H = -68,4 kkal.........jika reaksi ini dibagi 2 menjadi :½H2(g) + O2(g) → ½H2O(g) ∆H = -34,2 kkal (∆H nya juga dibagi 2) 3.Pada penjumlahan reaksi, apabila di ruas kanan dan ruas kiri persamaan reaksi terdapat zat-zat yang sejenis (molekul dan fasenya sama) maka zat-zat tersebut dapat dihilangkan sebelumreaksi tersebut dijumlahkan. Contoh : H2(g) + ½O2(g) → H2O(g) ∆H = +241,80 kJ H2O(l) → H2(g) + ½O2(g) ∆H = -285,85 kJ + H2O(l) → H2O(g) ∆H = -44,05 kJ

  21. Penentuan H reaksi berdasarkan data H pembentukanstandar (H) dengan menganggap bahwa reaksi kimia terjadi karena adanya reaksi peruraian kemudian diikuti dengan pembentukan kembali zat-zat hasil reaksi, dimana zat-zat pereaksi lebih dahulu terurai menjadi unsur-unsurnya, kemudian unsur-unsur itu tersusun kembali membentuk zat-zat hasil reaksi contoh reaksi : AB + CD → AD + CB.

  22. Reaksiinidapatdibuatmenjadibeberapatahapyaitu : AB → A + B ∆H = - ∆Hfo AB (ingat hukum Laplace) CD → C + D ∆H = - ∆Hfo CD A + D → AD ∆H = + ∆Hfo AD C + B → CB ∆H = + ∆Hfo CB + AB + CD → AD + CB ∆H = - ∆Hfo AB + (-∆Hfo CD) + ∆Hfo AD + ∆Hfo CB atau ∆H = (∆Hfo AD + ∆Hfo CB ) – (∆Hfo AB + ∆Hfo CD ) Σ∆H hasilΣ∆H pereaksi Jadi : Perubahan entalpi reaksi adalah: selisih antara perubahan entalpi pembentukan zat hasil reaksi dengan zat pereaksi.

  23. SecaraUmum : UntukReaksi : pAB + qCD → rAD + sCB ∆H = ? Atau :

  24. Catatan : Harga Entalpi Pembentukan unsur-unsur dalam keadaan bebas seperti O2, N2, Cl2, Br2, I2dan lain-laintidak diikutsertakan dalam perhitungan entalpi reaksi, sebab entalpi Pembentukan usur dalam bentuk paling stabil sama dengan nol.

  25. ContohSoal : Jika diketahui entalpi pembentukan CH4 = -74,8 kJ mol-1, CO2 = -393,5 kJ mol-1 dan H2O = -241,8 kJ mol-1, tentukanlah perubahan entalpi yang timbul pada pembakaran gas metana menjadi gas CO2 dan uap air ! Jawab : Reaksi Pembakaran CH4 adalah : CH4(g) + 2O2 (g) → CO2(g) + 2H2O(g) ∆Hreaksi = Σ∆Hfo hasil – Σ∆Hfo pereaksi ∆Hreaksi= (1.∆HfoCO2 +2.∆HfoH2O) - (1.∆HfoCH4 +2.∆HfoO2) = 1.(-393,5 kJ) + 2.(-241,8 kJ) - 1.(-74,8 kJ) +2.0= -802,3 kJ

  26. EnergiIkatan Adalah : Energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan kimia pada 1 mol senyawa berwujud gas menjadi atom-atomnya pada keadaan standar Untuk molekul yang terdiri dari dua mol ikatan atau lebih digunakan pengertian Energi ikatan rata-rata yang diberi lambang D, dengan satuan kJ/mol atau kkal/mol

  27. Contoh Pada penguraian 1 mol CH4 menjadi atom-atomnya diperlukan 1656 kJ CH4(g) → C(g) + 4H(g) ∆H = 1656 kJ/mol Maka energi ikatan rata-rata (D) untuk memutuskan 1 mol ikatan C-H adalah : 414 kJ/mol.

  28. EnergiIkatandanEntalpiReaksi Harga energi ikatan dapat digunakan untuk menentukan entalpi dari suatu reaksi kimia, anggapan bahwa energi yang terjadi pada reaksi kimia berasal dari pemutusan ikatan lama dan pembentukan kembali ikatan yang baru. Pada pemutusan ikatan diperlukan sejumlah energi, sedangkan pada pembentukan ikatan dibebaskan sejumlah energi. Perubahan entalpi reaksi adalah selisih antara energi pemutusan ikatan dengan energi pembentukan ikatan.

  29. Contoh : Jika diketahui : DN-N = 226 kkal, DN-H = 93,4 kkal dan DH-H = 104,2 kkalHitung entalpi yang timbul pada reaksi : N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g) Jawab : Energi pemutusan ikatan 1 ikatan N-N diperlukan energi : 1 x 226 kkal = 226 kkal 3 ikatan H-H diperlukan energi : 3 x 104,2 kkal = 312,6 kkal Energi pembentukan ikatan:6 ikatan N-H dibebaskan energi : 6 x 93,4 kkal = 560,4 kkal Maka ;∆H reaksi = Σ Energi pemutusan ikatan – Σ Energi pembentukan ikatan = (226 kkal + 312.6kkal) – 560,4 kkal= -21,8 kkal

  30. Reaksi di atas dapat juga ditulis dengan beberapa tahapan reaksi, jika reaksi-reaksi tersebut disusun sedemikian rupa akan sesuai dengan hukum Hess, dimana perubahan entalpi reaksi sama dengan jumlah entalpi (energi ikatan) dari keseluruhan tahapan reaksinya. N2(g) → 2N(g) ∆H1 = +226 kkal 3H2(g) → 6H(g) ∆H2 = +312,6 kkal 2N2+ H2(g) → 2NH3(g) ∆H3 = -560,4 kkal N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g) ∆Hr= ∆H1 +∆H2 + ∆H3 = +226 kkal + 312,6 kkal + (-560,4 kkal) = -21,8 kkal

  31. EnergiIkatanDissosiasi : Adalah : Energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan di dalam molekul suatu senyawa Contoh : CH4(g) CH3(g) + H(g) D(H-CH ) = 103 kkal H2O(g) H(g) + OH(g) D(H-OH) = 119,7 kkal

  32. ReaksiPembakaranBahanBakar Bahan bakar Batubara Batubara mengandungbelerang yang cukuptinggi, sehinggapadapembakarannyaakanmenghasilkan gas Gas di udaradapatmenimbulkanHujanasam (acid rain) Jadi gas perludipisahkanataubelerangdipisahkansebelumbatubaradibakar

  33. 2. BahanBakarHidrokarboncair Dibuat dari Batubara yang diubahmenjadi gas air (campuran CO dan) kemudian dilanjutkan denganreaksikatalitikuntukmembentukHidrokarboncair C(s) + CO(g) + (g) nCO + (2n+1) + n

  34. 3. BahanBakarMetanol Diperoleh dari gas air (batubara) melaluireaksi ; CO(g) + 2 Dapatjugadiperolehdarihasilpenguraiantermal (pirolisis) kayu, pupukkandang, air buangan, ataulimbah-limbahkota. Nilaioktanmetanolcukuptinggiyaitu 106 Hasilpembakarannyalebihbersihdaribensin

  35. 4. BahanbakarEtanol Dihasilkan darihasilpermentasibahanorganik yang seringdisebutBiomassa Dapatjugadihasilkandari gas etilena (, 5. BahanBakarKayu Selainnilaienergi yang dihasilkankecil, jugapenyumbangpolusi yang cukupbesar, karenapadapembakarannya yang tidaksempurnamenghasilkanasap (C), CO dan PembakaranBahanbakarminyakbumi yang tidaksempurnadapatmenghasilkanpolutanseperti C, CO,

  36. Sekianselamatbelajar

More Related