1 / 6

PEMERIKSAAN AKTIVA TAK BERWUJUD ( Intangible Asset )

PEMERIKSAAN AKTIVA TAK BERWUJUD ( Intangible Asset ). SIFAT DAN CONTOH AKTIVA TAK BERWUJUD Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Menurut PSAK No. 19 IAI, 2002:19.5 (Revisi 2000) adalah : Aktiva non meneter Dapat diidentifikasikan Tidak mempunyai wujud fisik

Download Presentation

PEMERIKSAAN AKTIVA TAK BERWUJUD ( Intangible Asset )

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PEMERIKSAAN AKTIVA TAK BERWUJUD (Intangible Asset) SIFAT DAN CONTOH AKTIVA TAK BERWUJUD • Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Menurut PSAK No. 19 IAI, 2002:19.5 (Revisi 2000) adalah: • Aktiva non meneter • Dapat diidentifikasikan • Tidak mempunyai wujud fisik • Dimiliki untuk digunakan dalam rangka menghasilkan/menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lain, untuk tujuan administratif • Sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, mengembangkan, memelihara, atau memperkuat sumberdaya tidak berwujud, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, desain dan implementasi sistem atau proses baru, lisensi, hak kekayaan intelektual, pengetahuan mengenai pasar dan merek dagang (termasuk merek produk/brand names) • Contoh : software, hak paten, hak cipta, film gambar hidup, daftar langganan, HPH, kuota impor, waralaba, hubungan dengan pemasok/pelanggan, kesetiaan pelanggan, hak pemasaran dan pangsa pasar

  2. Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud • Syarat aktiva tetap tidak berwujud, adanya : • Keteridentifikasian • Pengendalian sumber daya • Manfaat ekonomis dimasa depan • Jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka pengeluaran untuk memperoleh/ menciptakan sendiri aktiva, diperlakukan sebagai  Beban pada saat terjadinya • Contoh (untuk keteridentifikasian) : adanya hasil dari penggabungan usaha (akuisisi) diperlakukan sebagai bagian dari muhibah (goodwill) yang diakui pada saat tanggal akuisisi • Muhibah (goodwill) dari akuisisi adalah : • Pembayaran yang dilakukan oleh pihak yang mengakuisisi dengan harapan akan memperoleh manfaat ekonomis dimasa depan, • Timbul dari : • Sinergi antara aktiva yang diperoleh dan dapat diindentifikasi • Aktiva yang secara individual tidak memenuhi syarat untuk diakui dalam laporan keuangan walaupun yang mengakuisisi bersedia untuk membayar aktiva tersebut

  3. Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud • Untuk membedakan antara muhibah (goodwill) dengan jenis aktiva tak berwujud lainnya : aktiva harus dapat dipisahkan, dengan cara menyewakan, menjual, menukarkan, atau mendistribusikan manfaat ekonomis masa depan yang terdapat pada aktiva tersebut tanpa melepaskan manfaat ekonomis dimasa depan yang timbul dari aktiva lain yang digunakan dalam aktivitas yang sama dalam menghasilkan pendapatan • Manfaat ekonomis masa depan yang timbul dari aktiva tidak berwujud mencakup : pendapatan dari penjualan barang/jasa, penghematan biaya, atau manfaat lain yang berasal dari penggunaan aktiva tersebut oleh perusahaan, seperti penggunaan hak kekayaan intelektual tidak meningkatkan pendapatan masa depan, tetapi menekan biaya produksi masa depan • Syarat pengakuan pos aktiva tidak berwujud, jika : • Memenuhi definisi aktiva tidak berwujud • Memenuhi kriteria pengakuan sebagaimana diatur dalam pernyataan ini (PSAK No. 19) • Kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aktiva tersebut, dengan cara : • menggunakan asumsi yang masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan • mempertimbangkan bukti yang tersedia pada saat pengakuan awal aktiva tidak berwujud dengan menekankan bukti ekstern • Biaya perolehan aktiva tersebut dapat diukur secara andal • Aktiva tidak berwujud diakui pada saat awal, sebesar : Biaya Perolehan

  4. Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud Menurut Sukrisno Agoes (2004) : • Sifat Aktiva Tak Berwujud, adalah : • Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun • Tidak mempunyai bentuk, sehingga tidak bisa dipegang/diraba atau dilihat • Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya cukup material • Contoh : 1. Goodwill : timbul ketika perusahaan mengakuisisi diatas harga yang berlaku (karena perusahaan yang dibeli mempunyai keunggulan tertentu) untuk aktiva bersihnya (setelah dikurangi biaya-biaya) 2. Hak Patent : timbul ketika perusahaan/seseorang menemukan sutu produk baru setelah melakukan riset selama beberapa waktu dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Pemilik hak paten akan mendapat royalti jika orang lain membuat produk yang sama dan membeli hak paten tersebut 3. Hak Cipta (Copy Right) : diberikan kepada orang yang mencipta lagu atau mengarang buku 4. Franchise : timbul ketika seseorang membeli makanan/ minuman dengan rasa, bentuk, penyajian dan dekorasi yang sama (KFC, McD, Es Teler 77)

  5. Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud TUJUAN PEMERIKSAAN AKTIVA TAK BERWUJUD 1. Memeriksa keberadaan internal control aktiva tak berwujud • Memeriksa validitas,kelengkapan bukti dan otorisasi perolehan, penambahan dan penghapusan aktiva tak berwujud • Memeriksa masa manfaat aktiva tak berwujud (lebih 1 tahun) • Memeriksa kesesuaian amortisasi aktiva tak berwujud dengan PSAK/PABU • Memeriksa apakah hasil/pendapatan yang diperoleh dari aktiva tak berwujud sudah dicatat dan diterima perusahaan • Memeriksa kesesuaian penyajian aktiva tak berwujud dalam laporan keuangan dengan PABU/PSAK

  6. Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud PROSEDUR PEMERIKSAAN AKTIVA TAK BERWUJUD • Pelajari dan evaluasi internal control atas aktiva tak berwujud (lihat Exhibit 14-1) • Minta perincian aktiva tak berwujud (saldo awal, penambahan, amortisasi dan penghapusan serta saldo akhir) per tanggal neraca (lihat Exhibit 14-2) • Cocokkan saldo awal dan akhir ke buku besar, lalu periksa footing dan cross footing • Periksa penambahan aktiva tak berwujud (otorisasi, notulen rapat, validitas dan kelengkapan) • Periksa kesesuaian amortisasi dengan PSAK/PABU dan penghapusan (jika ada) aktiva tak berwujud • Periksa perjanjian dan pendapatan dari perjanjian dengan pihak ke tiga yang ingin menggunakan hak patent, hak cipta dan franchise(dalam bentuk royalty fee) • Periksa kesesuaian penyajian aktiva tak berwujud dengan PSAK/PABU

More Related