1 / 87

bali basworo pramudito & setyo s.moersidik

D AMPAK T ERHADAP K UALITAS U DARA. bali basworo pramudito & setyo s.moersidik. UDARA. SEBAGAI KOMPONEN PENTING KEHIDUPAN T ELAH MENGALAMI PERUBAHAN KUALITAS (SEGAR MENJADI KERING DAN KOTOR). ALAMI. ANTROPOGENIK.

Download Presentation

bali basworo pramudito & setyo s.moersidik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DAMPAK TERHADAP KUALITAS UDARA bali basworo pramudito & setyo s.moersidik

  2. UDARA SEBAGAI KOMPONEN PENTING KEHIDUPAN TELAH MENGALAMI PERUBAHAN KUALITAS (SEGAR MENJADI KERING DAN KOTOR) ALAMI ANTROPOGENIK BILA TIDAK DITANGGULANGI AKAN BERDAMPAK NEGATIF THD KES. MANUSIA, KEHIDUPAN HEWAN & TUMBUHAN, MATERIAL, VISIBILITAS, DAN ESTETIKA.

  3. Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel/aerosol) ke dalam udara. ALAMI ANTROPOGENIK • asap kebakaran hutan, • letusan gunung berapi, • debu meteorit, • pancaran garam dari laut • dekomposisi biotik, • debu, • spora, dll • kegiatan transportasi, • industri, • pembuangan sampah (dekomposisi atau pembakaran) • pertanian, dll

  4. PENCEMAR UDARA PARTIKULAT: PADAT : Debu (Dust), Asap (Smoke), Abu Terbang (Fly ash), Uap asap (Fumes) CAIR : Halimun (Mist), Percikan (Spray) GAS: ORGANIK : Hidrokarbon (hexane, benzene, etilen, metana, butana), Formaldehid, Aseton, Chlorinated Hydrocarbon ANORGANIK : Oksida karbon (CO, CO2), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen (NOx), H2S, HF, Ammonia

  5. 1. ANTROPOGENIK – TRANSPORTASI ANTROPOGENIK > SUMBER ALAMI • TRANSPORTASI DARAT/KENDARAAN BERMOTOR • CO • NOx • HC • SO2 • Pb • Partikulat

  6. ANTROPOGENIK – TRANSPORTASI

  7. ANTROPOGENIK – TRANSPORTASI

  8. 2. ANTROPOGENIK – INDUSTRI • Emisi pencemaran udara oleh industri sangat tergantung dari jenis industri dan prosesnya. • Berbagai industri dan pusat pembangkit tenaga listrik menggunakan tenaga dan panas yang berasal dari pembakaran arang dan bensin, hasil sampingan dari pembakaran tersebut adalah SOx, asap, dan bahan pencemar lainnya. • Penggunaan energi dari bahan bakar fosil telah diikuti dengan peningkatan konsentrasi emisi gas-gas rumah kaca, utamanya CO2 ke lingkungan global. Gas-gas rumah kaca yang antropogenik tersebut diyakini sebagai penyebab terjadinya pemanasan global.

  9. ANTROPOGENIK – INDUSTRI

  10. 2. ANTROPOGENIK – INDUSTRI • Masyarakat negara maju gunakan hampir 70% dari seluruh bahan bakar fosil dunia. • AS adalah negara pengemisi CO2 terbesar di dunia yaitu sekitar 1.387 juta metrik ton pada tahun 1994, dan disusul oleh China sekitar 67% di bawahnya. • Yang menarik adalah Indonesia, sebagai pengemisi ke 16 terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 67 juta metrik ton. • Selama tahun 1989-1990 saja emisi CO2 Indonesia meningkat sangat mencolok yaitu sebesar 76,7%, sebagian besar karena peningkatan penggunaan gas alam.

  11. 2. ANTROPOGENIK – INDUSTRI • Pada tahun 1994, komposisinya adalah 74% emisi CO2 Indonesia berasal dari bahan bakar minyak dan 14% dari gas alam yang penggunaannya bertambah terus sejak tahun 1970. • Emisi CO2 perkapita Indonesia pada tahun 1994 adalah 0,34 metrik ton karbon, masih jauh lebih rendah dari rata-rata angka global, tetapi meningkat 10 kali lipat sejak tahun 1950. • Walaupun masih rendah, namun perlu diwaspadai karena besarnya jumlah penduduk.

  12. 3. ANTROPOGENIK – BAKAR SAMPAH • Proses pembakaran sampah walaupun skalanya kecil sangat berperan dalam menambah jumlah zat pencemar di udara, terutama debu dan hidrokarbon. • Hal penting yang perlu diperhitungkan dalam emisi pencemaran udara oleh sampah, adalah emisi partikulat akibat proses pembakaran, sedangkan emisi dari proses dekomposisi yang perlu diperhatikan adalah emisi hidrokarbon (HC) dalam bentuk gas methane.

  13. LAUTAN SAMPAH DIMANA-MANA…

  14. AYO MAIN SAMPAH DENGAN KAMI.............

  15. MAKAN DULU YUK….!!!

  16. JENIS PENCEMAR • Dilihat dari ciri fisik, bahan pencemar dapat berupa: • Partikel (debu, aerosol, timah hitam) • Gas (CO, NOx, SOx, H2S, Hidrokarbon) • Energi (suhu dan kebisingan) • Berdasarkan dari kejadian, terbentuknya pencemar terdiri dari: • Pencemar primer (diemisikan langsung oleh sumber) • Pencemar sekunder (terbentuk karena reaksi di udara antara berbagai zat.

  17. Dilihat secara kimiawi, banyak sekali macam bahan pencemar (puluhan ribu bahkan tidak terbatas), sebagai contoh dari asap rokok telah diidentifikasikan lebih dari 200 macam bahan pencemar. • Namun biasanya yang menjadi adalah pencemar utama (major air pollutants) yaitu golongan: • Oksida Karbon (CO, CO2), • Oksida Belerang (SO2, SO3), • Oksida Nitrogen (N2O, NO, NO3), • Senyawa hasil reaksi foto kimia, • Partikel (asap, debu, asbestos, metal, minyak, garam sulfat), • penyawa anorganik (asbestos, HF, H2S, NH, H2SO4, HNO3), • Hidrokarbon (CH4, C4H10), • Unsur radioaktif (Tritium, Radon), • Energi panas (suhu) dan kebisingan.

  18. SUMBER, TOTAL EMISI, & EFEK KESEHATAN • ZAT PENCEMAR EMISI TAHUNAN EFEK KESEHATAN • % Total Urutan % Total Urutan • SO2  12,9% 3 14,6 4 • Partikulat  9,7% 4 27,9 1 • NO2  8,6% 5 18,6 2 • HC  13,1% 2 17,7 3 • CO  55,7% 1 1,2 5 • % Total Urutan • Sumber • Pembangkit Tenaga 16,9% 2 • Industri 15,3 3 • Transportasi 54,5 1 • Kebakaran hutan 7,3 4 • Sampah 4,2 5 • Lain-lain 1,8 6

  19. DAMPAK TERHADAP KESEHATAN INDOOR: • Sick Building Syndrome • Asbestos • Asap Rokok • Senyawa Organik Volatil (VOC’s) • Formaldehyde • Pestisida • Mikroorganisme • Kenyamanan dalam Gedung • Dan lain-lain

  20. Pengaruh Sick Building Syndrome Sindrome Penyakit yang diakibatkan oleh kondisi gedung • Beberapa penyakit yang terdapat di dalam ruang : • Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan • Kulit dan lapisan lendir yang kering • Erythema • Kelelahan mental, sakit kepala • Infeksi saluran pernafasan, batuk • Bersin-bersin • Reaksi sensitivitas yang sangat tinggi (Sumber : WHO, 1984)

  21. Asbestos Asbes adalah campuran berbagai silikat dengan komponen utama magnesium silikat. Penyakit yang disebabkan oleh pengaruh debu asbes adalah asbestosis. Gejala-gejala: - Sesak nafas - Batuk dan banyak mengeluarkan lendir - Pelebaran ujung-ujung jari - Krepitasi halus di dasar paru-paru - Resiko kanker paru-paru 5x >

  22. ASAP ROKOK Dampak bagi perokok aktif << perokok pasif → Resiko terhadap kanker paru-paru & penyakit Cardio Pulmonari. Kanker paru-paru (perokok pasif) → proses biologis senyawa2 kimia → asap sidestream. Asap sidestream mengandung racun yang sama dan agent “tumor” seperti pada mainstream Beberapa diantaranya → kondisi yang lebih tinggi → kondisi pembakaran (pembentukan sidestream)

  23. Senyawa Organik Volatil (VOC) • Beberapa senyawa organik volatil yang ditemukan di dalam ruangan: • Formaldehyde • Benzene • Naphtalene • Styrene • Beberapa gejala penyakit yang dijumpai di dalam ruangan: • Sakit kepala • Iritasi mata dan selaput lendir • Iritasi sistem pernafasan • Drowsiness (mulut kering) • Fatigue (kelelahan) • Malaise umum

  24. Formaldehyde Formaldehyde banyak didapati pada perlengkapan dalam gedung. • Menyebabkan iritasi pada sistem pernafasan, iritasi pada mata, iritasi pada kulit dan tenggorokan serta sakit kepala. • Sifat Formaldehyde → molekul reaktif & kovalen dengan protein → iritasi / sensitifitas / alergi. Dampak lainya pada efek kesehatan dan ketidak nyamanan terhadap bau dan di dalam ruangan adalah sebagai berikut: • limone, • a-pinene • n-hexanol • 1,3- xylenes

  25. Pestisida • Efek pestisida bagi kesehatan: • Sakit kepala • Mual • Pusing • Iritasi kulit dan mata • Efek akut pada pemakaian pestisida dgn konsentrasi tinggi ex ; pemakaian termisida dlm pengawetan kayu.

  26. Mikroorganisme • Dampak bagi kesehatan : • Alergi pernafasan → infeksi pernafasan & asma. • Tergantung sensitifitas perorangan/individu • Tingkatan penyakit berbeda2 → tipe partikel Sumber mikroorganisme: • 1. Sistem pemanas udara yg terkontaminasi • 2. Kelembaban yang terkontaminasi

  27. Kenyamanan dalam Gedung Parameter : • Bau • Kondisi panas • Kelembaban relatif • Kecepatan udara • Turbulensi • Temperatur dan radiasi • Pakaian • Parameter lain

  28. DAMPAK TERHADAP KESEHATAN OUTDOOR: • Pencemaran oleh Karbon Monoksida (CO) • Pencemaran oleh Nitrogen Oksida (NOX) • Pencemaran oleh Belerang Oksida (SOX) • Pencemaran oleh Hidrokarbon • Pencemaran oleh Partikel • Pencemaran Udara Lainnya

  29. Dampak Pencemaran Udara Oleh Karbon Monoksida (CO) Ciri-ciri Karbon Monoksida (CO): • Tidak berbau • Tidak berasa • Tidak berwarna • Bersifat racun metabolis • Lebih stabil berikatan dengan darah daripada oksigen

  30. Dampak CO bagi lingkungan dan kesehatan Bagi manusia Pada konsentrasi tinggi→ gangguan kesehatan & menimbulkan kematian. Gas CO→ paru2→ peredaran darah, akan menghalangi masuknya O2 yang dibutuhkan dalam tubuh. Hemoglobin + O2 → O2Hb (Oksihemoglobin) Hemoglobin + CO → COHb (Karboksihemoglobin)

  31. Pengaruh konsentrasi CO di udara dan pengaruhnya pada tubuh bila kontak terjadi pada waktu yang lama

  32. Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx) Dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Gas nitrogen monoksida (NO) Konsentrasi Gas NO yg tinggi dpt menyebabkan gangguan pada sistem syaraf yg mengakibatkan kejang2. Gas NO sulit diamati → tidak berwarna & tidak berbau 2. Gas nitrogen dioksida (NO2) Paru2 yang terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak → sulit bernafas yg dpt mengakibatkan kematian. Gas NO2 mudah diamati → baunya menyengat & berwarna coklat kemerahan Sifat racun/ toksisitas gas NO2 4x lebih kuat daripada toksisitas gas NO Menyebabkan Peroxy Acetil Nitrates (PAN) → iritasi pada mata & kabut foto kimia yg mengganggu lingkungan (bercampur dgn senyawa kimia lain di udara)

  33. Dampak pencemaran oleh Belerang Oksida (SOx) • Sebagian besar pencemaran udara oleh gas belerang oksida (SOX) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, terutama batubara. • Menyebabkan hujan asam • 2SO2 + O2→ 2SO3 • SO2 + H2O → H2SO3 • SO3 + H2O → H2SO4 • Dampak hujan asam bagi lingkungan : terjadi kerusakan pada tanaman akibat kenaikan pH tanah menjadi asam → ketandusan lingkungan • Dampak bagi manusia :

  34. Dampak Pencemaran Hidrokarbon (HC)

  35. Dampak Pencemaran oleh Partikel Penyakit Silikosis • Disebabkan o/ pencemaran debu silika bebas (SiO2) → paru-paru & mengendap • Gejala penyakit silikosis → sesak nafas yg disertai batuk-batuk yg tidsk disertai dahak. Penyakit Asbestosis • Disebabkan oleh debu/serat asbes di udara → paru-paru • Gejala sesak nafas & batuk-batuk yg disertai dgn dahak. Penyakit Bisinosis • Disebabkan o/ pencemaran debu kapas/serat kapas di udara → paru2 • Gejala penyakit pneumokoniosis • Gejala kronis: bronkitis kronis & disertai emphysema

  36. PENYAKIT ANTRAKOSIS • Disebabkan o/ pencemaran debu batubara → mengandng debu silikat → penyakit silikosis • Gejala penyakit saluran pernafasan → Rasa sesak nafas → Penyakit silikoantrakosis PENYAKIT BERILIOSIS • Disebabkan o/ pencemaran debu logam berilium • Gejala penyakit pernafasan (beriliosis) ex; nasoparingitios, bronkitis & pneumonitis

  37. Pencemaran Udara Lainnya • Dampak Kebisingan • Menggangu kenyamanan pendengaran • > 50dB → kebisingan • 65-80 dB → kerusakan alat pendengaran, tuli, stress • Dampak Pemakaian Insektisida • Merangsang timbulnya kanker & gangguan pernafasan • Dampak Kerusakan Ozon dan Efek Rumah Kaca • Kanker kulit • Suhu bumi naik

  38. KARAKTERISTIK PENCEMAR UDARA

  39. KARAKTERISTIK PENCEMAR UDARA

  40. DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN Perubahan lingkungan global yang langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan adalah: 1. Pemanasan Global 2. Lubang atau Penipisan Lapisan Ozon 3. Efek Rumah Kaca 4. Hujan Asam 5. Naiknya permukaan air laut

  41. EFEK RUMAH KACA Sebagian panas sinar matahari yang diterima permukaan bumi dipantulkan kembali sebagai radiasi sinar infra merah ke angkasa  efek rumah kaca (fenomena rumah kaca) Panas yang timbul di dalam lapisan atmosfer bawah, dekat dengan permukaan bumi, akan terperangkap. Keseimbangan energi antara kedua proses tersebut akan menentukan temperatur rata-rata di permukaan bumi. Fenomena rumah kaca sudah berlangsung sejak lama di lapisan troposfer. Gas rumah kaca: CO2, CO, methana, N2O, CFC, dll.

  42. PENIPISAN LUBANG OZON

  43. HUJAN ASAM • Turunnya derajat keasaman air hujan karena terjadinya reaksi antara polutan dengan air di udara membentuk suatu komposisi baru di udara yang bersifat asam dan turun bersama hujan. • Hujan Asam  pH < 5,5 • Sumber penyebab hujan asam  SOx (bahan bakar fosil), dan NOx. • Dampak: • H2SO4  berikatan dengan partikulat masuk ke sal. • Pernafasan  gangguan paru-paru kronis hingga kanker. • Kematian tumbuhan dan hewan. Area jadi gersang. • Korosif thd material dan memudarkan warna akibat adanya asam nitrat yang menjadi oksidator.

  44. KEBAUAN (ODOUR) • Bau adalah sesuatu yang disebabkan oleh zat/senyawa an organik atau organik, umumnya bersifat volatil yang memberikan efek rangsang terhadap penciuman. • Bau adalah parameter kualitas udara yang bersumber dari pembusukan limbah (industri/domestik) yang mengandung unsur sulfida dan nitrogen yg diuraikan oleh bakteri baik di air, tanah, atau udara secara anareob  menghasilkan senyawa H2S, NH3, Karbon disulfida (CS2), dll. • Dampak: • NH3  iritasi pada sal. Pernafasan, batuk, muntah, dll • H2S  iritan thd paru-paru, melumpuhkan sal. pernafasan, hingga kematian karena tersumbatnya sal pernafasan.

  45. KEBISINGAN & GETARAN Bising (Noise) dan Getaran (Vibration) sering dijelaskan perbedaannya dengan menyebut bahwa bising adalah sesuatu fenomena yang dapat didengar (Hearing) sedangkan getaran adalah fenomena yang dapat dirasakan (Feeling). Pada umumnya tidak semua suara menimbulkan getaran yang dapat dirasakan. Namun dapat dikatakan bahwa semua getaran pasti dapat didengar.

  46. PENGERTIAN Kebisingan dapat diartikan sebagai bentuk suara yang tidak dikehendaki atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Pengertian bising dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP. 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan didefinisikan sebagai Bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.

  47. DUA HAL YANG MENENTUKAN KUALITAS BISING SUATU BUNYI: • 1. Frekuensi, yang dinyatakan dalam jumlah getaran per detik atau disebut Hertz (Hz), yaitu jumlah dari gelombang-gelombang yang sampai di telinga setiap detiknya. • Intensitas atau arus energi per satuan luas, biasanya dinyatakan dalam suatu logaritmis yang disebut decibel. (dB(A)). • Skala A artinya pembobotan dengan skala A=Weighted Sound Level, karena telinga manusia kurang memberikan reaksi pada frekuensi rendah dan tinggi dibandingkan frekuensi seperti pada saat berbicara.

  48. SKALA INTENSITAS KEBISINGAN

  49. JENIS KEBISINGAN • BISING YANG KONTINYU (STEADY NOISE). • Jenis bising ini mempunyai tingkat tekanan suara yang relative sama selama terjadinya bising. Contoh penyebab bising ini adalah • air terjun, mesin pembangkit tenaga listrik, mesin industri, dan lain-lain. • 2. BISING YANG TIDAK TERUS-MENERUS. • Jenis bising ini mempunyai tingkat tekanan suara yang berbeda-beda selama bising berlangsung. Contoh penyebab bising ini adalah lalu lintas kendaraan bermotor (dari jarak dekat), suara senjata, pesawat terbang sedang lewat, dan sebagainya.

  50. DAMPAK TERHADAP MANUSIA Gangguan kebisingan dapat berakibat buruk bagi manusia, baik secara psikis maupun fisik. Gangguan fisik adalah jika kebisingan itu mengakibatkan kerusakan organ pendengaran manusia, sedangkan gangguan psikis adalah reaksi manusia pada kebisingan yang cenderung menjurus stress. Tinggi rendahnya tingkat kebisingan akan mempengaruhi tinggi rendahnya dampak pada manusia. Tingkat kebisingan di atas 85 dB(A), tidak hanya mengganggu aspek psikologis, tetapi juga akan merusak aspek fisiologik ke pendengaran sesudah periode ulangan pemaparan selama 8 jam atau lebih.

More Related