STATISTIK HORTIKULTURA - PowerPoint PPT Presentation

statistik hortikultura n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
STATISTIK HORTIKULTURA PowerPoint Presentation
Download Presentation
STATISTIK HORTIKULTURA

play fullscreen
1 / 123
STATISTIK HORTIKULTURA
603 Views
Download Presentation
meara
Download Presentation

STATISTIK HORTIKULTURA

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. STATISTIK HORTIKULTURA

  2. BUAH-BUAHAN

  3. SAYUR-SAYURAN

  4. TANAMAN HIAS

  5. TANAMAN BIOFARMAKA

  6. STATISTIK HORTIKULTURA BADAN PUSAT STATISTIK • Kebijakan dan sasaran program hortikultura akan dapat terlaksana dengan baik bila didukung oleh data produksi, produktivitas, potensi wilayah dan struktur ongkos usaha hortikultura yang lengkap, akurat dan up-to-date • Sesuaidengantuntutankebutuhan data hortikultura, beberapapengembanganstatistikhortikulturatelahdilaksanakanselama lima tahunterakhirini, yaitu: • Memperluascakupankomoditasdalampengumpulan data statistikpertanianhortikulturadari 72 jenismenjadi 90 jenis. • Penyajianangkasementara (ASEM) padabulan April, danangkatetap (ATAP) padabulanAgustus. • Studiproduktivitas (ubinan) hortikulturauntukkomoditasstrategis. • Implementasipengukuranproduktivitas (ubinan) cabedanbawangmerah.

  7. Perkembangan hortikultura di IndonesiaPerkembangan hortikultura di Indonesia hingga saat ini, belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini antara lain disebabkan karena hortikultura perlu penanganan yang serius, modal besar, dan berisiko tinggi. Selain itu, harga produk hortikultura rendah dan berfluktuasi sehingga memperbesar risiko rugi bagi petani. Adanya dorongan pemerintah dalam sistem agribisnis yang berbasis hortikultura, diharapkan perkembangan hortikultura berjalan pesat.

  8. Pengembangan agribisnis berbasis hortikultura merupakan integrasi yang komprehensif dari semua komponen agribisnis yang terdiri dari lima subsistem, yaitu 1.subsistem agribisnis hulu 2. subsistem usahatani; 3. subsistem pengolahan; 4. subsistem pemasaran; 5. dan subsistem penunjang.

  9. Proses pengolahan/pengawetanmerupakansalahsatubentukkegiatanagribisnishortikultura yang bertujuanuntukmengubahbentukfisikmenjadibentukfisik lain yang tahansimpan. • Selainitu, kemampuanmelihatpeluangdanpotensi, sertamengatasikendalaygadamerupakanusahauntmeningkatkanpengem banganhortikulturaygberorientasipdagribisnis.Dalammengatasikendala yang ada, pemerintahtelahmelakukanberbagaiupaya, yaituadanyabeberapakebijaksanaan.

  10. KEGUNAAN • Evaluasi • Perencanaan Pembangunan • Penentuan kebijakan

  11. SYARAT DATA STATISTIK YANG BAIK • OBJEKTIF yaitu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan bukan apa yang diharapkan. • REPRESENTATIF yaitu harus mewakili keadaan sebenarnya (berkaitan dengan sampel). • TELITI yaitu tingkat kesalahannya kecil.

  12. LANDASAN HUKUM 1. UU no. 16 Tahun 1997 tentang statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 no. 39, Tambahan Lembaran negara Nomor 3683) 2. PP No. 51 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik 3. KEPMENTAN NO. 511/Kpts/PD.310/9/2006, tentang jenis komoditi tanaman binaan Ditjen Perkebunan, Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen Hortikultura.

  13. Data yang dihasilkan dari subdit Statistik Hortikultura • 1. Data Survei Pertanian Hortikultura (SPH) • 2. Direktori Perusahaan Hortikultura • 3. Studi/Implementasi pengukuran produksi bawang merah dan cabai • 4. Indikator Pertanian • 5. Survei Pendapatan Petani

  14. SURVEI PERTANIAN HORTIKULTURA (SPH) Cakupan wilayah: Seluruh Indonesia Petugas pengumpul data: Mantri Tani Cakupan komoditas: 90 komoditas Sarana pengumpul data : daftar isian SPH dan register kecamatan

  15. DAFTAR ISIAN HORTIKULTURA

  16. DAFTAR ISIAN HORTIKULTURA

  17. DATA YANG DIKUMPULKAN

  18. DATA YANG DIKUMPULKAN

  19. DATA YANG DIKUMPULKAN

  20. KONSEP DAN DEFINISI • TanamanSayuranSemusim : Tanamansayuran yang berumurkurang 1 tahun a. Tanamansayuran yang dipanensekaligus : tanamansehabispanenlangsungdibongkar/dicabut b. Tanamansayuran yang dipanenberulangkali/lebihdarisatu kali.

  21. 2. Tanaman Buah-buahan Semusim adalah tanaman buah-buahan yang brumur kurang 1 tahun dapat berbentuk rumpun, menjalar, dan berbatang lunak. 3. Tanaman Buah-buahan Semusim. a. Jenis tanaman buah-buahan yang tidak berumpun dan dipanen sekaligus. b. Jenis tanaman buah-buahan yang tidak berumpun dan dipanen berulangkali/lebih dari satu kali c. Jenis tanaman buah-buahan yang berumpun dan dipanen terus menerus

  22. 4. Tanaman sayuran tahunan adalah tanaman buah-buahan yang berumur lebih dari satu tahun serta berbentuk pohon5 Tanaman Biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetika dan kesehatan dan berumur lebih 1 tahun. a. Tanaman biofarmaka rimpang b. Tanaman biofarmaka non rimpang

  23. 6. Tanaman Hias adalah tanaman yang mempunyai nilai keindahan dan estetika

  24. 7. Luas tanaman Akhir Bulan yang lalu adalah luas tanaman pada tanggal terakhir dari bulan laporan yang lalu 8. Luas tanaman akhir Triwulanan adalah luas tanaman pada tanggal terakhir dari triwulanan laporan yang lalu. 9. Jumlah tanaman Akhir Triwulanan yang lalu : jumlah tanaman pada tanggal terakhir triwulanan yang lalu atau adanya tanaman pada awal triwulanan laporan

  25. 10. LuasPanenhabis/Dibongkaradalahluastanamansayurandanbuah-buahansemusim, tanaman biofarmakaatautanamanhias yang biasanyadipanenlebihdarisekalidanpadaperiodepelaporandibongkar. 11. LuasPanenBelumHabisadalahluastanamansayurandanbuah- buahansemusim, tanamanbiofarmakaatautanamanhias yang biasanyadipanenlebihdarisatu kali danpadaperiodepelaporanbelumdibongkar. 12. Tanaman yang dibongkar/ditebangadalahtanamanbuah-buahandansayurantahunan yang dibongkar/ditebangdandapatberasaldaritanamantriwulanan yang laluataupenanamanbaru.

  26. LuasRusak/TidakBerhasil (Puso) adalahluastanamansayurandanbuah-buahansemusim, tanamanbiofrmakaatautanamanhias yang produksinyakurang 11% darikeadaan normal. 14. Luastanamanbaru (Tambahtanam) adalahluastanaman yang betul-betulditanampadabulan/triwulananlaporan. 15. Tabamanbaru/Penanamanbaruadalahadanyatanaman yang betul-betulditanampadatriwulanlaporan.

  27. 16. Tanaman Belum menghasilkan adalah tanaman buah- buahan dan sayuran tahunan yang selama triwulan laporan belum dapat memberikan hasil karena masih muda (termasuk tanaman baru/penanaman baru) 17. Tanama Produktif adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang sudah pernah/memberikan hasil pada triwulanan laporan, walaupun pada periode laporan sedang tidak menghasilkan tetapi masih dapat diharapkan hasilnya. 18. Tanaman Produktif Yang menghasilkan adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang pada triwulan bersangkutan dipetik hasilnya (dipanen)

  28. 19. Tanaman Produktif yang sedang tidak menghasilkan adalah tanaman produktif yang sudah pernah/memberikan hasil pada triwulan laporan tetapi pada periode laporan sedang tidak menghasilkan serta masih dapat diharapkan hasilnya pada periode berikutnya 20. Tanaman Tua/Rusak adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang sudah tua, rusak, mandul dan tidak memberikan hasil yang memadai lagi, walaupun ada hasilnya tetapi secara ekonomis sudah tidak produktif lagi. 21. Luas tanaman akhir Bulan Laporan adalah luas adanya tanaman pada akhir baulan laporan

  29. 22. LuastanamanAkhirtriwulananLaporanadalahluasadanyatanamanpadaakhirbulanlaporan 23. JumlahTanamanAkhirTriwulananLaporanadalahluastanaman yang adapadatanggalterakhirtriwulanlaporan 24. ProduksiDipanenhabis/Dibongkaradalahhasildariluaspanentanamansayurandanbuah-buahansemusim, tanamanbiofarmakaatautanamanhias yang dipanenhabis/dibongkarpadaperiodepelaporan

  30. 25. Produksi Belum habis adalah hasil dari luas panen tanaman sayuran dan buah-buahan semusim, tanaman biofarmaka atau tanaman hias yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada periode pelaporan belum dibongkar. 26. Harga Jual petani adalahrata-rata harga jual petani per satuan yang telah ditentukan pada masing- masing komoditas yang dihitung dalam rupaih di tingkat petani. 27. Luas Penangkaran benih luas areal penangkaran yang dilakukan oleh penengkar/produsen benih dalam periode laporan yang merupakan luas tanam untuk memproduksi benih pada periode Januari-Desember

  31. 28. Benih berlabel/sertifikasi adalah benih yang prosesnya telah dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan dan diawasi oleh instansi pengawasan mutu yang ditunjuk serta memenuhi persyaratan standar mutu benih tertentu atau produsen telah mendapat sertifikat sistem mutu benih

  32. Register Kecamatan Buku Register kecamatan : Hasilpenaksiranluas, produksi, hargatanamanhortikulturaper desadicatatpadabuku register kecamatansecaraperiodiksesuaidenganperiodepelaporan. Ada 2 bukuregistrasikecamatanuntukstatistikhortikultura: • Register KecamatanBulananStatistikHortikultura • RegistrasiKecamatanTriwulanandanTahunanStatistikHortikultura

  33. CARA MENDAPATKAN DATA Sumber Informasi : pedagang, perangkai bunga (florist), asosiasi, koperasi, PKK, Posyandu,UPGK, Balai Benih Hortikultura, UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB TPH)

  34. Pelaporan Data SPH Jadwal Pelaporan SPH : • Daftar Isian frekuensi Jawa *) Luar Jawa *) SPH-SBS bulanan Tgl 5 setelah tgl 10 stlh bln berakhir bln berakhir SPH-BST tgl 5 setelah tgl 10 stlh SPH-TBF triwulanan trw berakhir trw berakhir SPH-TH SPH-ALSIN tahunan tgl 5 setelah tgl 10 stlh SPH-BN thn berakhir thn berakhir

  35. Pelaporan Rekapitulasi SPH

  36. ORGANISASI LAPANG

  37. Lanjutan Organisasi lapang Tugas dan Tanggung Jawab • Petugas kecamatan mengumpulkan data di lapang dan menyampaikan ke Diperta Kab/Kota • Diperta Kab/Kota memeriksa kelengkapan data dan kebenaran isian laporan kemudian membuat RKSPH. Dokumen RKSPH dikoordinasikan dengan BPS Kab/Kota kemudian dikirim ke Diperta Propinsi • BPS Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan data dan melakukan validasi isian daftar SPH, melakukan entry data dan mengirimkan hasil ke BPS Propinsi

  38. Lanjutan Organisasi lapang • Diperta Propinsi memeriksa kelengkapan data dan melakukan validasi isian laporan RKSPH dan membuat RPSPH. Hasil RPSPH dikoordinasikan/disinkronkan dengan BPS Propinsi untuk menyusun ASEM dan ATAP daerah • BPS, Ditjen Hortikultura serta Pusdatin Pertanian berkoordinasi untuk melakukan kompilasi dan validasi untuk menghasilkan data nasional.

  39. ArusPelaporanDaftarIsianStatistikPertanianHortikultura

  40. Arus Pelaporan Rekapitulasi Statistik Pertanian Hortikultura

  41. PEMBULATAN ANGKA Semua isian Daftar Isian SP Adalah dalam bilangan bulat. Cara pembulatan: • Semua bilangan di belakang koma yang nilainya kurang dari 0,5 dibulatkan ke bawah. • Semua bilangan di belakang koma yang nilainya lebih dari 0,5 dibulatkan ke atas. • Semua bilangan di belakang koma yang nilainya sama dengan 0,5 dan bilangan didepannya bilangan bulat, maka dibulatkan ke bawah. • Semua bilangan di belakang koma yang nilainya sama dengan 0,5 dan bilangan didepannya bilangan ganjil, maka dibulatkan ke atas.

  42. SPH-SBS, SPH-BST, SPH-TBF, SPH-TH, SPH-ALSIN, SPH-BN • CAKUPAN WILAYAH : • Seluruh kecamatan di Indonesia. • PETUGAS PENGUMPUL DATA : • KCD/Mantri Tani • JUMLAH RANGKAP : • 4 rangkap (BPS Propinsi,BPS Kabupaten/Kota, Diperta Kabupaten/Kota, Arsip KCD)

  43. SPH-SBS (Laporan Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim) TANAMAN SAYURAN SEMUSIM): adalah tanaman sumber vitamin,mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga,buah dan umbinya, yang berumur kurang dari satu tahun. Tidak dibedakan tanaman yang ditanam di daerah dataran tinggi dan dataran rendah, begitu juga yang ditanam di lahan sawah dan lahan bukan sawah

  44. SPH-SBS (Laporan Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim) • TANAMAN SAYURAN SEMUSIM (< 1 tahun): - Dipanen sekaligus : adalah tanaman sehabis panen langsung dibongkar. Contoh :bw. merah, bw. putih, bw. daun, kentang, kol/kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel,lobak dan kacang merah. - Dipanen berulang kali/lebih dari satu kali : adalah tanaman yang dipanen lebih dari satu kali. Contoh : kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, paprika, jamur, tomat, terung, ketimun,buncis, labu siam, kangkung dan bayam.

  45. SPH-SBS (Lanjutan) • TANAMAN BUAH-BUAHAN SEMUSIM : Adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah, berumur kurang dari 1 tahun, dapat berbentuk rumpun, menjalar dan berbatang lunak. Contoh : semangka, melon, blewah dan stroberi c) HARGA JUAL PETANI: adalah rata-rata harga jual petani per satuan yang telah ditentukan pada masing-masing komoditas yang dihitung dalam rupiah di tingkat petani yang berlaku umum di kecamatan pada periode laporan. Formuir DAFTAR ISIAN SPH-SBS

  46. PEMERIKSAAN DAFTAR SPH-SBS(LAPORAN TANAMAN SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN SEMUSIM) Pemeriksaan daftar pada bulan laporan : • Kolom (8) = kol (3) – kol (4) – kol (6) + kol (7) • Kolom (9) harus terisi bila kol (4) ada isian • Kolom (10) harus terisi bila kol (5) ada isian • Kolom (11) harus terisi bila kol (9) dan atau kol (10) ada isian Pemeriksaan daftar antar bulan laporan : • Kolom (3) bulan laporan = kolom (8) bulan lalu

  47. SPH-BST(LAPORAN TANAMAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN TAHUNAN) • TANAMAN BUAH-BUAHAN TAHUNAN :

  48. Lanjutan SPH-BST • TANAMAN SAYURAN TAHUNAN Contoh : melinjo, petai, jengkol • TANAMAN PRODUKTIF : Adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang sudah pernah/memberikan hasil pada triwulanan laporan, walaupun pada periode laporan sedang tidak menghasilkan, akan tetapi masih dapat diharapkan hasilnya pada periode berikutnya. • TANAMAN PRODUKTIF yang MENGHASILKAN Adalah tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan yang pada triwulanan bersangkutan dipetik hasilnya (dipanen). Dengan demikian tanaman produktif menghasilkan tidak termasuk tanaman yang belum dipetik hasilnya karena masih muda atau sedang berbunga.

  49. PEMERIKSAAN SPH-BST(LAPORAN TANAMAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN TAHUNAN) Pemeriksaan daftar pada bulan laporan : • Kolom (10) = kol (3) - kol (4) + kol (5) = kol (6) + kol (7) + kol (8) + kol (9) • Jika Kolom (7) ada isian maka kolom (11) harus ada isian • Jika Kolom (11) ada isian maka kolom (12) harus ada isian Pemeriksaan daftar antar bulan laporan : • Kolom (3) triwulan laporan = kolom (10) triwulan yang lalu

  50. SPH-TBFLAPORAN TANAMAN BIOFARMAKA • Cakupan pengumpulan data tanaman biofarmaka melalui SPH-TBF adalah pada usaha budidaya yang mempunyai tujuan komersial (jika sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual) • Tanaman Biofarmaka Tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, umbi (rimpang) ataupun akar. Tanaman biofarmaka dibedakan 2 Kelompok yaItu : 1. Rimpang : terdiri dari jahe, laos/lengkua, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, temukunci, temuireng dan dlingo/dringo 2. Non Rimpang : terdiri dari kapulaga, mengkudu/pace, mahkota dewa, keji beling, sambiloto dan lidah buaya. DAFTAR ISIAN SPH-TBF