Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Manajemen PowerPoint Presentation

Manajemen

479 Views Download Presentation
Download Presentation

Manajemen

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Manajemen Pemimpin Organisasi • Sekumpulan orang • Kerja sama • Tujuan • Seni • Ilmu • Profesi

  2. Sejarah Ilmu Manajemen Peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen

  3. Owen dan Babbage : Pionir Ilmu Manajemen Modern Robert Owen (1771-1858) • Perlunya SDM dan Kesejahteraan Pekerja dalam sebuah organisasi Charles Babbage (1792-1871) • Pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi

  4. Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu dalam Ilmu Manajemen • Perspektif Manajemen Klasik • Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik • Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll • Kelompok Manajemen Administrasi • Perspektif Manajemen Perilaku • Studi Howthorne • Teori Relasi Manusia • Teori Perilaku Kontemporer • Perspektif Manajemen Kuantitatif • Kelompok Manajemen Sains • Kelompok Manajemen Operasi

  5. Perspektif Manajemen Klasik • Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik • Frederich W Taylor (1856-1915) • Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah • Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) • Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM • Henry L Gant (1861-1919) • Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart, • Harrington Emerson (1853-1931) • 14 Prinsip Efisiensi • Perspektif Manajemen Administrasi • Henry Fayol (1841-1925) • 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen • Lyndall Urwick (1891-1983) • Panduan Manajemen (Managerial Guidelines) • Max Weber (1864-1920) • Birokrasi dalam Organisasi

  6. IlustrasiTime Motion Studies dan Piecework Pay System dari Taylor

  7. 4 Prinsip Taylor dalam Tahapan Merumuskan Pendekatan dalam setiap Jenis Pekerjaan untuk menggantikan pendekatan yang lama yang sudah dianggap baku Secarailmiahdilakukanseleksiatastenagakerjadanpemberianpelatihanbagitenagakerja agar dapatmenjalankantugassebagaimanadijelaskandalamlangkahpertama Memberikan pengarahan dan pemantauan atas pekerja untuk memastikan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan sesuai dengan standar Melanjutkan langkah-langkah pengerjaan sebagaimana yang telah dicapai pada langkah-langkah sebelumnya dengan menggunakan tenaga kerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaimana mestinya

  8. EmpatGagasan Gantt dalamManajemen Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

  9. 12 Prinsip Efisiensi Emerson Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat Adanya kedisiplinan Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja. Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan. Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi. Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.

  10. 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen Pembagian Kerja – yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja Wewenang – yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi. Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi. Kesatuan Perintah – bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan. Kesatuan Pengarahan – kegiatan operasional dala organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana. Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Artinya prioritas harus didahulukan untuk kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

  11. 14 Prinsip Fayol (lanjutan) Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik. Sentralisasi – adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas. Order – sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Keadilan – Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi Stabilitas Staf dalam Organisasi – perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Inisiatif – setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan. Esprit de Corps (semangat korps) – Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan.

  12. Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik Kontribusi Manajemen Klasik • spesialisasi pekerjaan • studi mengenai masa dan beban kerja • metode ilmiah dalam manajemen • Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen. • Prosedur dan Birokrasi Keterbatasan Manajemen Klasik • Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya

  13. Perspektif Manajemen Perilaku • Hugo Munstberg (1863-1916) Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja • Studi Howthorne (Elton Mayo) • Teori Perhatian (Attention Theory) • Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan • Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory) • Pekerja akan menunjukkan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial • Teori Relasi Manusia • Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow • Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor • Teori Perilaku Kontemporer • Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lan sebagainya • Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi

  14. Perspektif Manajemen Kuantitatif • Kelompok Manajemen Sains Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya • Kelompok Manajemen Operasi • Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains • Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi • Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll

  15. Teori Manajemen Kontemporer • Perspektif Sistem dalam Manajemen Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi • Perspektif Kontingensi dalam Manajemen There is no such things as one best and general way on management

  16. Input dari Lingkungan: Bahan baku, SDM, informasi, uang Proses Transformasi: Sistem operasi, sistem administrasi, teknologi, sistem kontrol Output bagi Lingkungan: Barang/Jasa, Untung/Rugi, perilaku pekerja, output informasi Umpan Balik Perspektif Sistem dalam Manajemen

  17. SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

  18. Perkembangan Teori Manajemen Ada tiga aliran dalam ilmu manajemen sebagai berikut : • Classical School (Aliran Klasik) terdiri dari 2 cabang : • Scientific Management (Manajemen Ilmiah) • Classical Organization theory (Teori organisasi klasik) • Behavior School/Human Behavior (Aliran Hubungan Manusiawi) • Managemen Science School (Aliran Ilmu Manajemen) • Aliran Perilaku Organisasi • Aliran Riset Operasi dan Manajemen Sains

  19. Luther Gullick George Terry James AF Stoner Koontz & O ’Donnelly Nickels, McHugh & Mc Hugh Richard W Griffin Ernest Dale PLANNING ORGANIZING STAFFING STAFFING STAFFING Actuat ing Leading Directing Leading DIRECTING DIRECTING DIRECTING COORDINATING INNOVATING REPORTING REPRESENTING CONTROLLING Perbedaan pandangan dlm Fungsi-fungsi Manajemen

  20. PENDAHULU TEORI MANAJEMENN KLASIK • Permulaan tahun 1800-an, awal revolusi industri Robert Owen, seorang • Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Owen • menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi. • Pada zaman Owen ini terdapat praktek-praktek memperkerjakan anak-anak • usia 5 atau 6 tahun dari standar 13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi • kerja yang amat menyedihkan itu, Owen mengajukan satu perbaikan berupa: • Membangun perumahan karyawan dan membangun jalan dilingkungan tempat tinggal karyawan • Berusaha memperbaiki lingkungan hidup sehingga lingkungan hidup dan pabrik menjadi menariki • Koperasi konsumsi bagi karyawan, (Mendirikan took-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan, menjual barang-dengan harga • Menyediakan makanan bagi karyawan • Pembatasan pekerja anak dibawah umur (menolak mem-perkerjakan anak dibawah umur 10 tahun) • Menurunkan jam kerja yang semula 13 jam menjadi 10,5 jam perhari • Karena jasanya ini beliau disebut sebagai “Bapak Manajemen Personalia Modern

  21. Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Pada tahun 1903 menyusun buku dengan judul “Shop Management”, tahun 1911 menyusun buku dengan judul “The Principles of Scientific Management” dan pada tahun 1912 menyusun buku yang berjudul “Testimory Before Special House Committee” Ketiga buku tersebut tersebut digabungkan dalam sebuah buku dengan judul “Scientific Management” pada tahun 1947. • Bukunya disusun di Perusahaan Midvale & Betlehem Steel. Co di Pensilvania, Amarika Serikat. Di Perusahaan tersebut dia sebagai seorang insinyur mekanis. Karya besarnya itulah membuat dia dikenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah

  22. Max Weber (1864-1920) • Pakar Ilmu Sosial Jerman yang pengaruhnya dikenal pada sosiologi modern dan sejarah gagasan. Dia memperoleh pendidikan di Universitas Hiedelberg, gelar ahli hokum dan doktor ekonomi diraihnya di Universitas Berlin. Menurut pandangannya peradaban barat ditandai oleh kecenderungan orang Erofa untuk menyukai organisasi, rasionalisasi dan birokrasi baik dalam bidang Pemerintah an, Politik Praktis maupun LSM. • Max Weber mengembangkan teori “Manajemen Birokrasi”. Ia menekankan pada kebutuhan akan penetapan hierarki yang sempurna ditentukan oleh penetapan peraturan dan garis wewenang yang jelas

  23. Elton Mayo (1880-1949) • Ia terkenal dengan eksperimen tentang perilaku manusia dalam situasi kerja. Eksperimen ini disimpulkan bahwa perhatian khusus dapat menyebabkan seseorang meningkatkan usahanya. • Gejala ini disebut Hawrthorne effect yaitu karyawan akan lebih giat bekerja jika mereka yakin bahwa manajemen memikir kan kesejahteraan mereka. Hasil percobaan Mayo dengan Roethlisberger dan Dickson ialah rangsangan uang tidak menyebab kan membaiknya produktivitas. Yang justru mempu meningkatkan produktivitas itu adalah satu sikap yang dimiliki karyawan yang mera-sa manajer dan atasanya memberi kan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan mereka

  24. Maslow (1908-1970) seorang psikolog humanistis, dari USA memperkenalkan teori aktualisasi diri dengan menandaskan bahwa tujuan utama psikoterapi adalah membangun integritas seseorang. Dia belajar psikologi di Universitas Wisconsin dan memperdalam Psikologi Gestait di Sekolah Penelitian Sosial, New York tahun 1951, mengepalai Departemen Psikologi Universitas Brandeis, Waltham, Massachusetts. • Mengemukakan adanya hierarki kebutuhan dalam penjelasan nya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.

  25. Manajemen sebagai Ilmu Pengetahuan(Knowledge) Keseluruhan dari fakta-fakta, nilai-nilai,, asas-asas dan ketarangan-keterangan yang diperoleh melalui, belajar, penelaahan, ilham, intuisi dan pengalaman Ilmu (Science) Suatu kumpulan pengetahuan yang telah diorganisasikan secara sistematis dan telah diuji kebenarannya melalui pengamatan atau percobaan dengan cermat dan teliti

  26. KapanPengetahuandisebutilmu? Ciri/syaratnya : • Punya Objek Pengenal • Punya Metode • Punya Sistematika • Bersifat Umum (Universal) Objek Materi Manusia, alam Objek Forma Titik pusat perhatian dari objek matri secara khusus yg akan dapat membedakan suatu ilmu dengan yang lainnya Metode Cara kerja atau alat dan prosedur untuk mengungkapkan suatu objek sehingga memperoleh pengetahuan yang benar

  27. Sistematika Semua keterangan/fenomena dari objek yang meterinya disusun urutannya secara teratur/runtut harmonis dan terpadu dalam satu kesatuan Universal Konsep, teori, prinsif, tekniknya dapat dipakai dan diterapkan pada setiap organanisasi kerja sama yang memerlukannya

  28. Ilmu Ilmu Murni (Pure Science) Ilmu Terapan (Applied Science) (The Liang Gie) Ilmu Murni (Pure Science) Bersifat menciptakan teori-teori dasar yang merupakan tujuan pokoknya, sementara kemungkinan pemanfaatannya dalam kehidupan praktis merupakan persoalan kedua atau bahkan dianggap berada di luar relevansi ilmu-ilmu jenis ini.c Ilmu Terapan (Applied Science) Berpusat pada relevansi teori-teori dasar tersebut dengan bidang terapan tertentu. Ilmu Murni (Pure Science) Mendasari Ilmu Terapan (Applied Science)

  29. Manajemen …IlmuMurniatauTerapan ? • Sebagai suatu disiplin ilmu yang bertugas mencari kebenaran yang disandang dalam predikat dimensi teoritis dan metodologi, yang harus diuji dan dibuktikan berdasarkan fakta/data secara objektif akan kebenaranya. Oleh karena itu manajemen sebagai ilmu penting untuk dikembangkan, agar didapatkan kebenaran ilmu. • Sebagai ilmu terapan, manajemen harus peduli dengan fungsi sosialnya di masyarakat (Mempunyai kegunaan yang dapat dipakai dalam setiap organisasi untuk mencapai tujuannya). Sebagai ilmu, manajemen merupakan objek studi

  30. ManajemensebagaiSeni Ilmu manajemen akan dapat dipelajari dan diaplikasikan dengan daya lenting penyesuaiannya sebagai suatu keahlian , kemahiran atau keterampilan yang dapat dipakai dalam kehidupan manusia. Sebagai suatu seni, manajemen merupakan suatu siasat dan usaha tata kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.

  31. Organisasi Organon = alat Bhs. Yunani Unsur Dasar : • Kumpulan Orang • Kerjsa sama • Tujuan

  32. ProsesTerbentuknyaOrganisasi • Ketidakterbatasan kebutuhan manusia • Keterbatasan kemampuan manusia Berorganisasi Terbentuk : • Spontan • Seksama dan pertimbangan secara matang

  33. PerubahanKonsepOrganisasi Terjadikarenaperubahanlingkungan diluarorganisasi : • Masyarakat • Ekonomi • Global • Teknologi Tradisional Modern/Baru Persoalan yang kompleks dan rumit

  34. Konsep Organisasi Modern/Baru Tradisional • Mantap/Stabil • Tidak Luwes • Berfokus pada kerja • Pekerjaan berdasarkan jabatan • Berorientasi individu • Pekerjaan tetap/permanen • Berorientasi perintah • Manajer membuat keputusan • Berorientasi peraturan • Gugus kerja relatif seragam • Hari kerja ditetapkan • Hub. Bersifat hierarki • Bekerja pd fasilitas organisasi • selama jam- jam tertentu • Dinamis • Luwes • Berfokus pada keterampilan • Pekerjaan yg harus diselesaikan • Berorientasi pada tim • Pekerjaan sementara • Berorientasi pada keterlibatan • Pekerja berpartisifasi • Berorientasi pelanggan • Gugus kerja beragam • Hari kerja tidak dibatasi waktu • Hub. Bersifat lateral & jaringan • Bekerja di mana pun dan kapan • pun

  35. Manajer puncak Manajer Menengah Manajer Lini Pertama Karyawan Non Manajerial Manajer Seorang anggota organisasi yang memadukan (mengintegrasikan) dan mengkoordinasikan pekerjaan orang lain

  36. AzasOrganisasi Pedoman untuk mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efisien • SPIRO • pecific • ay Off – Oriented • ntrinsically Rewarding • ealistic • bservable • Perumusan Tujuan • Pembagian Tugas Pekerjaan • Pendelegasian Kekuasaan • Rentang Pengawasan • Tingkat Pengawasan John E. Johes • SyaratPenyusunanTujuanOrganisasi • Spesific 4. Challanging • Realistic 5. Measurable • Moderate Risk 6. Time Phased

  37. DelegasiKekuasaan Untuk menjamin kelancaran pekerjaan Pembagian Tugas Pelimpahan kekuasaan kepada bawahan untuk menjalankan tugas yang dibebankan mengingat yang bersangkutan terikat dengan tanggung jawab mengenai tugas tersebut Unsur Pendelegasian

  38. Manajemen Proses mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan kerja dalam rangka mencapai tujuan yang efektif dan efisien dengan menggunakan orang lain Proses Manajemen Serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang dilakukan secara terus menerus • Dalam istilah manajemen terkandung dua pengertian : • Suatu Pekerjaan (Job) • Suatu jabatan (Position)

  39. FILSAFAT MANAJEMEN Fisafat Philein = cinta (hasrat, kemauan atau keinginan yang besar, berkobar-kobar, sungguh-sungguh) Sophia = kebijakan (kebenaran sejati atau kebenaran yang sungguh-sungguh) Filsafat = hasrat, kemauan, atau keinginan akan kebenaran sejati Filsafat (Moekijat) Suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memberikan serangkaian prinsip-prinsip untukh memecahkan probelema-problema yang ada berhubungan pencapaian tujuan tertentu..

  40. Unsur-unsur filsafat :1. suatu tujuan tertentu2. beberapa nilai yang berhubungan dengan tujuan tersebut.3. keyakinan pada pihak penganut, bahwa nilai-nilai dan tujuan akhir adalah bernilai untuk dikejar. Filsafat Manajemen Adalah bagian terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan terhadap problem manajerial. • Faktor-faktor dalam Filsafat Manajemen : • Kepentingan umum • Tujuan usaha • Pimpinan pelaksana • Kebijakan • Fungsi • Faktor dasar • Struktur organisasi • Prosedur • Moral kerja

  41. KERANGKA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Adalah dimensi tanggung jawab sosial yang diembang oleh manajemen yang berisi tentang hubungan kemanusiaan, penetapan harga, hubungan-hubungan karyawan, pelestarian sumber daya, mutu dan keamanan produk, dan operasi hak asasi manusia. Pandangan tanggung jawab sosial Pandangan klasik Tokoh Pendukung : Milton Friedman (Ahli ekonomi dan pemenang nobel) • Menurut aliran ini : berpandangan bahwa satu-satunya tanggung jawab manajemen adalah untuk memaksimalkan keuntungan/laba: • Maka implikasinya : • kebanyakan manajer sekarang ini adalah manajer profesional, yang berarti mereka tidak memiliki perusahaan yang mereka jalankan. • Manajer memutuskan sumber daya untuk organisasi bagi kebaikan sosial • Penekatan yang dipakai adalah pendekatan mikro. • Terdapat tekanan kompetitif bagi investasi tertinggi.

  42. Pandangan sosial ekonomi (the sosioeconomic view) Menurut pandangan ini : bahwa tanggung jawab sosial manajemen jauh mempaui sekedar memperoleh labamelainkan juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. • Menurut pandangan ini : • Zaman sudah berubah, harapan masyarakat berubah . • Para manajer seharusnya prihatin dengan memaksimalkan pendapatan finansial jangka panjang. • Mereka harus menerima kewajiban-kewajiban sosial dan biaya-biaya yang menyertainya. • Panangan klasik itu melintas dihadapan realitas. • Argumen yang mendukung : • Harapan masyarakat • Laba jangka panjang • Kewajiban etis • Citra masyarakat • Lingkungan yang lebih baik • Menghambat peraturan pemerintah 7. Keseimbangan tanggungjawab dengan kekuasaan 8. Kepentingan-kepentingan pemegang saham 9. Kepemilikan sumber-sumber 10. Keunggulan pemegang atas penanganan masalah.

  43. Argumen yang menentang • Menghalangi maksimali laba • Lunturnya tujuan • Biaya-biaya • Terlampau banyak kekuasaan • Kurangnya keterampilan • Kurangnya pertanggung jawaban • Kurangnya dukungan masyarakat luas Tanggung jawab sosial :adalah suatu kewajiban perusahaan di luar tanggung jawab yang diminta oleh hukum dan ekonomi, untuk mengejar sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat. Kewajiban sosial: Kewajiban suatu bisnis untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi dan hukum. Tanggapan sosial : kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang berubah-ubah.

  44. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN Prinsip adalah : suatu hasil generalisasi yang telah diuji keabsahanya dan ternyata benar, serta dapat menjelaskan realita sehingga mampu meramalkan apa yang akan terjadi dalam keadaan yang sama. Prinsip manajemen : kebenaran universal mengenai manajemen yang dapat diajarkan di sekolah. • Prinsip Ilmu Manajemen : • Pengembangan ilmu yang benar • Pemilihan yang berdasarkan keilmuan dari setiap unsur pekerjaan. • Pendidikan yang ilmiah dan pengembangan berdasarkan ilmu. • Kerjasama kemitraan yang harmonis antara manajemen dengan setiap ilmu. • Prinsip Manajemen menurut Henry Fayol • Pembagian kerja (division of work) • Wewenang dan tanggungjawab • Disiplin • Kesatuan perintah • Kesatuan arah • Sub ordinasi kepentingan • Balas jasa 8. Sentralisasi 9. Rantai skala 10. Ketertiban 11. Keadilan 12. Kesetabilan kerja 13. Inisiatif 14. Kesetiaan pada kelompk.

  45. Tujun Manajemen Mengapa manajer perlu mengetahui Manajemen ? Maksudnya adalah agar tujuan organisasi dapat dimengerti dan diterima oleh pegawai, dicamkan sedalam-dalamnya dalam jiwa mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan. • Sifat-sifat tujuan : • Apa yang menjadi tujuan ditentukan terlebih dahulu titik akhirnya. • Tujuan harus dimengerti oleh mereka yang akan melaksanakannya • Tujuan harus dinyatakan baik tertulis maupun lisan • Hal lain : • Dinyatakatan tertulis • Dapat diukur • Dapat menunjukkan waktu spesifik • Dapat dicapai. • Tujuan organisasi : • Pembuatan keputusan • Meningkatkan efisiensi • Perwujudan konsistensi • Membuat penilaian kinerja • Tujuan manajemen organisasi : • Tujuan jasa • Tujuan laba • Tujuan sosial

  46. Sasaran Manajemen Sasaran manajerial : adalah tujaun yang ingin dicapai yang mencakup skup tertentu yang menunjukkan arah kemana usaha-usaha manajer dikerahkan. • Sasaran • Sasaran strategis untuk manajemen puncak • Sasaran taktis fungsional untuk manajemen menengah • Sasaran operasional untuk manajer bawah. Maka sasaran dapat digambarkan : Sasaran perusahaan : untuk memperoleh laba Sasaran pekerja : tercapainya kepuasan ekonomis, sosial psikologis • Sasaran Manajemen : • Mencari laba • Kepentingan pekerja • Kepentingan masyarakat dan pembeli • Kepentingan stake holders.

  47. PerspektifOrganisasi • Perspektif Bisnis fokus pada mengapa, dimana, dan sejauh mana organisasi harus investasi atau eksploitasi pengetahuan • Perspektif Manajemen fokus pada manajemen praktek dan aktifitas yang berkaitan dengan pengetahuan untuk mencapai tujuan dan strategi bisnis • Perspektif Praktis fokus pada penerapan keahlian untuk melakukan kerja dan tugas yang berkaitan dengan explicit knowledge