1 / 9

AL-QUR’AN : ANTAR YANG AURAL DAN KANONIK

AL-QUR’AN : ANTAR YANG AURAL DAN KANONIK. PRESENTED : AHMAD HOERUDDIN HAMBYAH FAUZI HASBIALLAH MUHAMMAD DEDES TRIYA ANDANI. PENGERTIAN AL-QURAN DAN SEJARAH SINGKATNYA. * Secara etimologi : “Al-quran berasal dari kata

malina
Download Presentation

AL-QUR’AN : ANTAR YANG AURAL DAN KANONIK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. AL-QUR’AN :ANTAR YANG AURAL DAN KANONIK PRESENTED : AHMAD HOERUDDIN HAMBYAH FAUZI HASBIALLAH MUHAMMAD DEDES TRIYA ANDANI

  2. PENGERTIAN AL-QURAN DAN SEJARAH SINGKATNYA * Secara etimologi : “Al-quran berasal dari kata قراءة - يقرا - قراْ yang berarti bacaan, yang dibaca ; agar selalu diingat. * Secara terminologi : Ulama usul Fiqih dan Fiqih. “ Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai nilai ibadah, diturunkan secara mutawatir, dan ditulis pada mushaf, mulai dari al-Fatihah sampai an-Nas. Sejarah singkat al-quran : Periode Nabi Muhammad SAW Periode Sahabat Sekarang

  3. Aural dan Kanonik Kamus Besar Bahasa Indonesia • Aural : /au·ral/a bersangkutan deng an telinga atau indra pendengaran. • Kanonik : /ka·non / buku-buku autentik yg dianggap bagian Kitab Suci.

  4. Al-Qur’an yang Aural & kanonik “Al-Quran yang aural adalah wahyu yang didengarkan melalui indra pendengar (biasany;pada zaman arab). “Kitab suci memang mula-mula dihayati oleh masing-masing pemeluk agama sebagai sesuatu yang aural, dan karena itu ia menjadi bagian dari suatu ibadah atau liturgi yang menyertakan orang banyak”. sedangkan yang kanonik adalah wahyu yang dibakukan berbentuk kitab dan siap diuniversalkan. Al-Quran menjadi kitab sebagai penyelamat yang dengan menyebut dirinya sebagai kitab al-Quran mempersambungkan dirinya dengan “sejarah pewahyuan universal”

  5. Ambivalensi dan ambiguitas wahyu aural dan kanonik Al-quran sebagai bacaan (aural) dan tulisan (kanonik). “Dengan tetap mempertahankan karakter al-Quran sebagai “wahyu aural” dan juga “wahyu kanonik” ia akan tetap hidup, terbuka, dan terhindar dari pembakuan.

  6. Wahyu dan Pewahyuan : Berbagai Perspektif • Etimologi : berasal dari kata kerja bahasa Arab وَحَى(waḥā) yang berarti memberi wangsit, mengungkap, atau memberi inspirasi. • Wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seorang nabi atau rasul dengan perantara malaikat ataupun tidak. • Dalam perjanjian lama : “Thus say the lord....” • Pandangan populer umat islam ; “ terdapat 2 hal di dalam wajyu yang saling terkait & diterima begitu saja, yaitu “redaksi” dan “penurunan”. • S. Thornton : a mode of divine activity by which the creator communicates himself to man and, by so doing, evokes man’s response and coperation. • Thomas B. Coburn : suatu pengalaman yang berwatak “menyeluruh, menguasai dan memaksakan”. Perspektif

  7. Wahyu dan Kebudayaan • 3 model wahyu 1. konsep tanzil 2. konsep “tentang” penubuhan Kanonisasi 3. konsep “pendengaran” • 3 bentuk budaya: (1) kebudayaan dalam bentuk ide, gagasan, dan konsep (ada yang menyebutnya sistem nilai). (2) kebudayaan yang berupa tingkah laku manusia. (3) kebudayaan yang berupa benda karya manusia.

  8. Kesimpulan • Wahyu adalah fenomena yang universal. Namun terlaksananya suatu wahyu dalam konteks sejarah agama tertentu membuat konsep wahyu bisa mempunyai pengertian yang berbeda antara satu agama dengan agama yang lain. • Pengertian wahyu a la Islam bersifat partikular, bukan universal dan secara paradigmatik tidak bisa dipakai untuk menilai wahyu-wahyu yang lain. Kunci utama memahami wahyu dalam Islam adalah kata tanzil yang berarti “menurunkan”.

  9. THANK YOU ... KPI 2011 ^_^

More Related