1 / 65

INDIKATOR KESEHATAN Organisasi & manajemen kesehatan

INDIKATOR KESEHATAN Organisasi & manajemen kesehatan. Chatila Maharani, ST., M. Kes IKM FIK UNNES. INDIKATOR?. Sebutkan Indikator Dalam Kehidupan Sehari-hari. Contoh Indikator. Indikator : Ketinggian , Kemiringan , Kecepatan Sasaran : 12.000 kaki, 30 derajat , 200 km/jam.

kuame-marks
Download Presentation

INDIKATOR KESEHATAN Organisasi & manajemen kesehatan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. INDIKATOR KESEHATANOrganisasi & manajemenkesehatan Chatila Maharani, ST., M. Kes IKM FIK UNNES

  2. INDIKATOR?

  3. SebutkanIndikator DalamKehidupan Sehari-hari

  4. ContohIndikator

  5. Indikator: Ketinggian, Kemiringan, KecepatanSasaran: 12.000 kaki, 30 derajat, 200 km/jam

  6. Mengapaindikatorkinerjaperlu ? • Keamanan ? • Tandaadanyamasalah ? • Menilaiapakahprosessesuaistandar ? • Menilaikeberhasilan ? • Agar tidakmelanggaraturan ? • Mencaripeluangperbaikan ? • Menilaiapadampakdarisuatuintervensi ? • Untukmembandingkan (benchmarking) ? • Tiap-tiapindikatormempunyaitujuan • To replace intuition by fact

  7. DefinisiIndikator • Indikator : suatucarauntukmenilaipenampilandarisuatukegiatandenganmenggunakaninstrumen (Depkes) • Indikator : variabel yang membantukitauntukmengukurperubahan yang terjadi (WHO) • Indikator: suatuukuranuntukmenunjukkanpencapaiantingkatkinerja

  8. KriteriaIndikator yang Ideal (WHO) • Valid (Sahih) Harusdapatdipakaiuntukmengukuraspek yang akandinilai. • Reliable (Dapatdipercaya) Hasil yang diperolahselalusama & menunjukkanhasil yang benarpadasetiappenilaian yang dilakukanberulang kali • Sensitive Pekadigunakansebagaialatpengukur. • Spesifik Mampumemberikangambaranperubahanukuran yang jelaspadasuatujeniskegiatantertentu.

  9. KriteriaIndikator yang Ideal SMART • Specific  Spesifik, Khusus • Measurable  Terukurdanterhitung • Achievable  Dapattercapai • Realistic  Realistis, wajar • Time Frame  BerjangkaWaktu

  10. Apakahsudah SMART? • MempercepatpenangananpasiendiInstalasiGawatDarurat (IGD) • Meminimalisasikeluhanpelanggan • Kecepatanpenangananpasien (daripasienmasuksampaidenganditanganidokterjaga) di IGD RS X maksimal 5 menitdicapaidalamwaktu 3 bulan. • Meminimalisasi keluhan pelanggan di RS X dari 10 per bulan menjadi maksimal 3 per bulan.

  11. Contoh :

  12. KlasifikasiIndikator Indikator Input IndikatorProses Indikator Output

  13. IndikatorKinerja Departemen Kesehatan (Indonesia Sehat 2010)

  14. KlasifikasiIndikator (Depkes)

  15. IndikatorKesehatanIndikator “Indonesia Sehat 2010” Dikelompokkandalam 3 kelompok • IndikatorDerajatKesehatan Merupakanhasilakhirterdiriatasindikatormortalitas, morbiditasdan status gizi • IndikatorHasilAntara Terdiriatasindikatorkeadaanlingkungan, perilakuhidupmasyarakat, aksesdanmutupelayanankesehatan • IndikatorProsesdanMasukan TerdiridariIndikatorPelayananKesehatan, SDM, manajemenkesehatan, kontribusisektor-sektorterkait

  16. IndikatorDerajatKesehatan

  17. IndikatorHasilAntara

  18. IndikatorProsesdanMasukan

  19. IndikatorProsesdanMasukan

  20. Cara Mendapatkan Data • Metoderutin • Puskesmas SistemPencatatandanPelaporanTerpaduPuskesmas (SP2TP)  SistemPencatatandanPelaporanPuskesmas (SP3) SistemInformasiManajamenPuskesmas (SIMPUS) • RumahSakit SistemPelaporanRumahSakit (SPRS)

  21. Cara Mendapatkan Data • Metodesewaktu-waktu (non rutin). Survei yang memberikanbanyak data yang umumnyatidakdiperolehmelaluipencatatandanpelaporanrutindari unit-unit kesehatan. Survei-surveitersebutadalah : • SurveiKesehatanRumahTangga (SKRT) • SurveiSosialEkonomiNasioal (Susenas) • SurveiDemografidanKesehatan Indonesia (SDKI) • SensusPenduduk (SP) • SurveiPendudukAntarSensus (SUPAS) • SurveiKesehatanNasional (Surkesnas)

  22. IndikatorKinerja RumahSakit

  23. IndikatorKinerjaRumahSakit

  24. IndikatorKinerjaRumahSakit

  25. Contoh lain (Pengukuran Kinerja Keuangan RS) • Ratio Profitabilitas Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan RS dalam memperoleh laba. Contoh : Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor) adalah perbandingan antara penjualan bersih dikurangi dengan HPP dengan tingkat penjualan

  26. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Bed Occupancy Rate (BOR) Angka penggunaan tempat tidur pada sebuah RS dalam jangka waktu tertentu dalam nilai persen. • BOR > 85%  tinggi, perlu pengembangan/penambahan TT • BOR < 50%  rendah, strategi untuk meningkatkan BOR

  27. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Average Lenght of Stay (ALOS) Angka rata-rata lamanya pasien yang dirawat di suatu RS dalam satuan hari.

  28. Note: read it carefully... • RS dengan BOR tinggi, semakin rendah ALOS semakin baik, karena pasien yang KU sudah baik, lebih baik dipulangkan agar cepat terisi kembali oleh pasien baru lebih memerlukan pelayanan kesehatan. • RS dengan BOR rendah, semakin tinggi ALOS semakin baik karena pemasukan RS semakin tinggi. • Dari segi kualitas pelayanan RS, semakin rendah ALOS semakin baik kualitas pelayanannya, karena semaikn cepat masalah/penyakit yang diderita pasien dapat diatasi oleh RS

  29. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Turn Over Internal (TOI) Angka interval penggunaan TT, menghitung interval TT kosong antara pasien pulang dan pasien masuk di suatu RS. Semakin rendah nilai TOI, maka efisiensi penggunaan TT di RS semakin baik.

  30. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Bed Turn Over (BTO) Angka yang menunjukkan frekuensi pemakaian TT, menghitung berapa kali TT dipakai oleh pasien yang berbeda dalam jangka waktu tertentu.

  31. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Gross Death Rate (GDR) Angka Kematian Kasar di suatu RS yang menghitung jumlah keseluruhan kematian di RS baik kurang dari 48 jam atau lebih. • Semakin rendah GDR, mutu layanan di RS semakin baik • Angka ini bias untuk menilai pelayanan jika kematian < 48 jam tinggi

  32. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Net Death Rate (NDR) Angka Kematian Netto di suatu RS yang menghitung jumlah keseluruhan kematian di RS lebih dari 48 jam. • Semakin rendah NDR, mutu layanan di RS semakin baik

  33. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Proporsi Penyebab Kematian Pasien Rawat Inap Angka yang menunjukkan jumlah kematian pasien rawat inap penyakit tertentu dibandingkan dengan angka kematian seluruh penyakit. • Penyakit-penyakit tersebut dikumpulkan dan diurutkan menjadi 10 besar untuk mengetahui penyakit utama penyabab kematian di RS

  34. Contoh lain:(Pengukuran Kinerja Pelayanan RS) • Presentase Kematian Kurang dari 24 jam Jumlah kematian yang terjadi dalam periode waktu 24 jam sejak pasien datang. • Semakin tinggi, mutu pelayanan IGD semakin jelek.

  35. KomponenIndikator • Namaindikator • Dimensikinerja • Tujuanindikator • Rational • Definisiterminologi yang digunakandanstandar • Frekuensipembaharuanstandar • Periodedilakukananalisis • Numerator • Sumber data numerator dandenumerator

  36. Contoh :

  37. IndikatorKinerja Puskesmas

  38. IndikatorKinerjaPuskesmas • Komponen pelaksanaan pelayanan kesehatan yang terdiri dari : • Upayakesehatanwajib • Upayakesehatanpengembangan • KomponenmanajemenPuskesmas • KomponenmutupelayananPuskesmas

  39. Millenium Development Goals MDGs (Tujuan Pembangunan Millenium)

  40. Millenium Development Goals • Berisi 8 tujuan yang ingin dicapai pada tahun 2015 • Terdapat dalam Deklarasi Milenium pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 • Diadopsi oleh 189 negara • Ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara.

  41. 8 Tujuan Dalam MDGs • Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan • Mencapai pendidikan dasar untuk semua • Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan • Menurunkan kematian anak • Meningkatkan kesehatan ibu • Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya • Memastikan kelestarian lingkungan hidup • Membangun kemitraan global untuk pembangunan

  42. Target MDG dan Perkembangan Prevalensi Kekurangan Gizi Pada Balita (1989-2010) • Sumber : BPS, Susenas berbagai tahun dan Kemenkes, Riskesdas, 207, 2010

  43. Kecenderungan dan Proyeksi Angka Kematian Anak Balita, Bayi dan Neonatal Tahun 1991-2015 Sumber : SDKI (BPS), berbagai tahun

  44. Keragaman Pemberian Imunisasi Dasar Bagi Anak Usia 12-23 bulan, 2010 Sumber : Riskesdas 2010, Kemenkes

More Related