1 / 33

PENATALAKSANAAN ASMA EKSASERBASI AKUT

PENATALAKSANAAN ASMA EKSASERBASI AKUT. IKALIUS. PENDAHULUAN. Asma penyakit kronik saluran napas Penyempitan saluran napas Derajat bervariasi Inflamasi kronik Hipereaktiviti saluran napas. KARAKTERISTIK ASMA. Makin cepat pengobatan dimulai makin mudah mengatasi serangan

Download Presentation

PENATALAKSANAAN ASMA EKSASERBASI AKUT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENATALAKSANAAN ASMA EKSASERBASI AKUT IKALIUS

  2. PENDAHULUAN • Asma penyakit kronik saluran napas • Penyempitan saluran napas • Derajat bervariasi • Inflamasi kronik • Hipereaktiviti saluran napas

  3. KARAKTERISTIK ASMA • Makin cepat pengobatan dimulai makin mudah mengatasi serangan • Makin lama dan makin berat serangan makin sukar pengobatannya dan penyembuhannya juga makin lama

  4. FAKTOR RISIKO UNTUK EKSASERBASI ASMA • Alergen • Infeksi saluran napas • Exercise dan hiperventilasi • Cuaca • Sulfur dioksida • Makanan, bumbu, obat-obatan

  5. TUJUAN PENATALAKSANAAN PADA EKSASERBASI AKUT • Menghilangkan obstruksi secepat mungkin • Menghilangkan hipoksemi • Mengembalikan faal paru ke normal secepat mungkin • Mencegah kekambuhan

  6. FAKTOR YANG MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN KARENA ASMA • Riwayat gagal napas dan pemasangan intubasi • Pemakaian steroid sistemik • Kunjungan ke unit gawat darurat / perawatan karena asma • Penatalaksanaan asma yang tidak adekuat • Depresi berat dan atau masalah psikososial

  7. Salurannapas • sangat rentan • Sangat sensitif • Mudah goncang/mengkerut Pencetus (debu, bulu binatang, kapuk, dll) Tidak timbul serangan Timbul serangan • Otot saluran napas mengkerut • Saluran napas menebal/membengkak • Lendir lebih banyak dan kental/lengket Bronkus Bronkus

  8. SERANGAN ASMA RINGAN • Sesak napas : Waktu berjalan Bisa berbaring • Berbicara : Kalimat • Kesadaran : Mungkin agitasi • Frekuensi napas : < 20 x/menit

  9. SERANGAN ASMA RINGAN • Pemakaian otot bantu napas : Biasanya tidak • Mengi : akhir ekspirasi paksa • Nadi : < 100 kali/menit • Pulsus : tidak ada paradoksus

  10. SERANGAN ASMA RINGAN • APE sesudah terapi Awal : > 80 % • Pa O2 : Normal • Pa CO2 : < 45 mmHg • Saturasi O2 : > 95 % (udara biasa)

  11. SERANGAN ASMA SEDANG • Sesak napas : Waktu berbicara lebih suka duduk • Berbicara : Kata-kata • Kesadaran : Biasanya agitasi • Frekuensi napas : 20 – 30 x/menit

  12. SERANGAN ASMA SEDANG • Pemakaian otot Bantu napas : Biasanya ada • Mengi : akhir ekspirasi • Nadi : 100 - 120 kali/menit • Pulsus : mungkin ada paradoksus 10 - 25 mmHg

  13. SERANGAN ASMA SEDANG • APE sesudah terapi awal : 60 - 80 % • Pa O2 : > 60 mmHg • Pa CO2 : < 45 mmHg • Saturasi O2 : 91 - 95 % (udara biasa)

  14. SERANGAN ASMA BERAT • Sesak napas : saat istirahat duduk membungkuk • Berbicara : kata demi kata • Kesadaran : biasanya agitasi • Frekuensi napas : > 30 x / menit • Pemakaian otot bantu napas : biasanya ada • Nadi : > 120 kali/menit

  15. SERANGAN ASMA BERAT • Mengi : ekspirasi & inspirasi • Pulsus paradoksus : sering ada > 25 mmHg • APE : < 60 % < 100 L/menit • Pa O2 : < 60 mmHg • Pa CO2 : > 45 mmHg • Saturasi O2 : < 90 % (udara biasa)

  16. SERANGAN ASMA MENGANCAM JIWA • Kesadaran : Tidak begitu sadar • Pemakaian otot bantu napas : Pergerakan torako abdominal yang paradoksal • Mengi : Tidak ada • Nadi : Bradikardi • Pulsus paradoksus : Tidak ada karena kelelahan otot napas

  17. Pengobatanawal Inhalasiagonis Beta 2 setiap 20 menit 3x sejamataubronkodilator oral

  18. Penilaian awal Riwayat dan pemeriksaan fisis (auskultasi,otot bantu napas, denyut jantung,frekuensi napas)dan bila mungkin faal paru (APE atau VEP1,saturasi O2). AGDA dan pemeriksan lain atas indikasi Serangan Asma Ringan Serangan Asma Sedang / Berat Serangan Asma Mengancam Jiwa Pengobatan awal Oksigenasi dengan kanul nasal Inhalasi agonis beta-2 kerja singkat(nebulisasi), setiap 20 menit dlm satu jam atau agonis beta-2 injeksi (Terbutalin 0,5 ml subkutan atau Adrenalin 1/1000 0,3 ml subkutan). Kortikosteroid sistemik : - serangan asma berat - tidak ada respons segera dengan pengobatan bronkodilator - dalam kortikosteroid oral Penilaian ulang setelah 1 jam Pem.fisis,saturasi O2 dan pemeriksaan lain atas indikasi Penatalaksanaan Serangan Asma di Rumah Sakit

  19. 2. PENGOBATAN AWAL • Kortikosteroid sistemik : ~ tidak ada respons segera ~ mendapat steroid oral ~ serangan berat • Sedativa merupakan kontra indikasi

  20. KORTIKOSTEROID SISTEMIK ORAL • Metilprednisolon atau prednison mulai 60 mg, 40 - 60 mg dalam dosis terbagi

  21. KORTIKOSTEROID SISTEMIK INTRAVENA • Metilprednisolon : 40 - 125 mg IV setiap 6-8 jam • Hidrokortison : 2,0 mg/Kg BB IV tiap 4 jam • Hidrokortison : 2,0 mg/Kg BB IV 0,5 mg/Kg BB secara drip

  22. 5. EPISODE BERAT • Inhalasi agonis beta-2 tiap jam • Oksigen • Aminofilin drip • Pertimbangkan agonis beta-2 SC, IM atau IV

  23. KORTIKOSTEROID Mekanisme kerja : • Hambat metabolisme asam arakidonat • Cegah migrasi sel inflamasi • Mengurangi kebocoran mikro vaskuler • Meningkatkan kepekaan reseptor beta

  24. KORTIKOSTEROID SISTEMIK • Oral, intravena • Dianjurkan yang short acting • Mengurangi angka perawatan • Mencegah kekambuhan • Mencegah kematian

  25. KORTIKOSTEROID INHALASI • Penderita asma akut dibagi 2 : • Kelompok injeksi metilprednisolon • kelompok inhalasi budesonide • Inhalasi budesonide 1 mg pada menit 0 diulangi pada menit 20 dan 40 sebanding dengan injeksi metilprednisolon 125 mg 1x

  26. KORTIKOSTEROID PADA EKSASERBASI AKUT Kortikosteroid sistemik : • Mempercepat perbaikan • Oral biasanya sama efektif dengan intravena • Bila ada mual dan muntah intra vena • Diberikan pada serangan sedang dan berat • Mengurangi angka kekambuhan

  27. PENUTUP • Asma penyakit kronik saluran napas • Eksaserbasi terjadi karena faktor pencetus • Derajat serangan bervariasi dari ringan sampai mengancam jiwa

  28. PENUTUP • Berat serangan ditentukan oleh gejala subjektif, pemeriksaan fisik, faal paru dan analisis gas darah • Pengobatan eksaserbasi akut adalah pemberian bronkodilator, oksigen dan kortikosteroid sistemik

  29. PENUTUP • Kortikosteroid sistemik diberikan pada serangan sedang dan berat • Kortikosteroid sistemik mempercepat penyembuhan, mencegah kematian dan mengurangi angka kekambuhan

More Related