1 / 26

Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan

Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan. PERTEMUAN 5. Distribusi Pendapatan.

ember
Download Presentation

Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan PERTEMUAN 5

  2. DistribusiPendapatan • Ketimpangandalamdistribusipendapatan (baikantarkelompokberpendapatan, antardaerahperkotaandanpededaan, atauantarkawasandanpropinsi) dankemiskinanmerupakanduamasalah yang masihmewarnaiperekonomian Indonesia. • PadaawalpemerintahanOrdeBaru, perencanaanpembangunanekonomidi Indonesia masihsangatpercayabahwaapa yang dimaksuddengan trickle down effect akanterjadi: namunsetelahsepuluhtahunsejakPelita I dimulai, mulaikelihatanbahwaefek yang dimaksuditumungkintidaktepatdikatakansamasekalitidakada, tetapiprosesmengalirnyakebawahnyasangatlambahn. (TulusTambunan, 1996).

  3. Masalahdistribusipendapatanmenyangkutkemiskinan, baikkemiskinanabsolutmaupunktimpanganrelatif. Distribusipendapatandankemiskinanhendaknyadilihatdalamkerangkaacuansuatuanalisis, bersamaandanberkaitandenganprosesakumulasidanalokasi. Dengankata lain, akumulasi, alokasidandistribusiharusdilihatdalamsalingketerkaitannyadandalamkerangkaacuan yang kencakupdinamikadalamprosestransformasisecaramenyeluruhselamamasatransisi. (SoemitroDjojohadikusumo, 1993). • KemiskinanAbsolut • Tahun 1976: jumlahpenduduk 137 jutajiwa, 54 jutajiwa (40%) hidupdibawahgariskemiskinan. Tahun 1990 : jumlahpenduduk 179 jutajiwa, yang hidupdibawahgariskemiskinantinggal 27 jutajiwa (15,%).

  4. Masalahkemiskinaninidiperlihatkanmelaluianalisasensivitas,yaituapabila poverty line (garisbataskemiskinan) dirubahdarikonsumsi per hariRp 930 untukkotadanRp 608 untukdesamenjadi RP 1.000 makajumlahorangmiskinakanmeningkatdari 25,6 juta (1993) menajdi 77 juta. Ituberartiterdapatindikasibahwawalaupunjumlahpendudukdibawah poverty line turundari 27 juta (1990) ke 25,5 juta (1993), penduduk yang hidupdalamkondisinyarismiskinatauhiduppada poverty line di 1993 makinbanyak (Sjahrir, 1996).

  5. 77 juta (yang nyarismiskin) itumeliputi 67 jutamanusia yang hidupdidesadan 10 juta yang hidupdikota. Pandangan Michael Lipton (176) bahwa : konflikkelas yang paling pentingdinegaramsikindiduniakinibukanlahantaraburuhdan modal, jugabukanantarakepentinganasingdannasional. Konflik yang paling pentingjustruantarakelaspedesaandankelaskota. • Sekaranginitingkatpendapatan rata-rata per kapitadi Indonesia sudahjauhlebihtinggidibandingkandengan 30 tahun yang lalu, yaknisekitar US$880. namun, apaartinyajikahanya 10% sajadarijumlahpendudukditanah air yang menikmati 90% darijumlahpendapatannasional, sedangsisanya (90%) hanyamenikmati 10% daripendapatannasionalataukenaikanpendapatannasionalselamainihanyadinikmatiolehkelompok 10% tersebut.

  6. b.KetimpanganRelatif • Tahun 1976: 40% darijumlahpenduduk yang termasukgolonganberpendapatanrendahhanyamenerimakurangdari 12% daripendapatannasional, yang menunjukkanketimpanganmencolok (gross inequality). Tahun 1990 : golonganberpendapatanrendah yang dimaksudmenerima 21% lebihdaripendapatannasional yang berartiketimpanganmenjadilumayankecil (low inequality).

  7. Disisiberlakusatukaidahdalamstatistik yang disebutthe importance of being unimportant. Artinyaadasatukelompok yang jumlhanyasangatkeciltetapiberpendapatansangattinggi, yang mengakibatkantertariknyaangkakonsumsi rata-rata ketingkat 82.226 ruiah (1993), walauunlebihdari 82% penduduksebenarnyaberpendapatandibawahRp 60.000 per bulan per kapita

  8. Ketimpangan  yang  besardalamdistribusipendapatanataukesenjanganekonomidantingkatkemiskinanmerupakanduamasalahbesardibanyaknegaraberkembang, takterkecualidi Indonesia. Berawaldaridistribusipendapatan yang tidakmerata yang kemudianmemicuterjadinyaketimpanganpendapatansebagaidampakdarikemiskinan. Hal iniakanmenjadisangatseriusapabilakeduamasalahtersebutberlarut-larutdandibiarkansemakinparah, padaakhirnyaakanmenimbulkankonsekuensipolitikdansosial yang dampaknyacukupnegatif.

  9. ProsesPerubahanInstitusional/ Kelembagaan • DimensiEkonomis – Sosiologis : • menyangkutketimpanganpadaperimbangankekuatandiantaragolongan-golonganpelakuekonomi, secaraspesifik: antarasaudagarbesardibidangniagadanindustri, golonganpedagangperantara (tengkulak) dangolonganprodusenkecil (petanirakyat, pengrajin, pengusahaindustrikecil/ menengah, pedagangeceran).

  10. Golonganprodusenkecil/ menengahmeliputisebagianbesarpenduduksebagaiprodusendansekaligussebagaikonsumen. Kedudukanekonominyasangatlemahdihadapkandengankekuatansaudagarbesardanparapedagangperantaradalajaringanmatarantainiagadanindustri. • Salahsatusasaranpokokkebijaksanaanpembangunanmewujudkanperubahanstrukturaldibidangekonomi-sosiologis • transformasidariketimpanganmenjadikeseimbangandiantarakekuatan-kekuatangolongansaudagarbesar, golonganpedagangperarntara, golonganprodusenkecil. • Kepentinganprodusen-kecildanmenengahituadadibidangpertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakanmaupundibidangperindustrian, pengangkutandanperdagangan.

  11. Kesempatanusahalebihbanyakdimanfaatkanolehkaumsaudagardengankonglomeratnya. Hal inicenderungmenambahlagipemusatankekayaandankekuatanekonomi yang padagilirannyamengganggupembagianpendapatansecaralebihmerata. • Dalamhubungandenganketimpanganpadaperimbangankekuatanpelakuekonomiharusdilihatperangerakankoperasisebagaialatperjuanganekonoibagikaumprodusenkecil.

  12. DimensiEkonomis Regional • Adanyaperbedaandanketimpanganpoladanlajupertumbuhandiantaraberbagaikawasandalambatassuatunwegara (atausecara regional daninternasionaldiberbagaibelahandunia) • Perbedaantersebuttidaksemakinberkurang, melainkancenderungmenjadisemakinbesar. • Kesemuanyaitudisebabkankarenaadanyaapa yang dikenalsebagaicumulative causation, yaituprosessebab-akibat yang mengandungdampaksecarakumulatif. • Kalauhalitudibiarkantanpaintervensikebijaksanaannegara, makaperkembanganproses cumulative causation selanjutnyaakanmenciptakandualingkarankegiatansekaligus : • Lingkarankegiatan yang semakinbermanfaat (various circle) bagikawasan yang sudahmaju.

  13. Kemiskinanadalahkeadaandimanaterjadikekuranganhal-hal yang biasauntukdipunyaisepertimakanan , pakaian , tempatberlindungdan air minum, hal-haliniberhubunganeratdengankualitashidup . Kemiskinankadangjugaberartitidakadanyaaksesterhadappendidikandanpekerjaan yang mampumengatasimasalahkemiskinandanmendapatkankehormatan yang layaksebagaiwarganegara. Kemiskinanmerupakanmasalah global. Sebagianorangmemahamiistilahinisecarasubyektifdankomparatif, sementara yang lainnyamelihatnyadarisegi moral danevaluatif, dan yang lainnyalagimemahaminyadarisudutilmiah yang telahmapan. Istilah "negaraberkembang" biasanyadigunakanuntukmerujukkepadanegara-negara yang "miskin".

  14. Gambarankekuranganmateri, yang biasanyamencakupkebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, danpelayanankesehatan. Kemiskinandalamartiinidipahamisebagaisituasikelangkaanbarang- barangdanpelayanandasar. • Gambaran tentangkebutuhansosial, termasukketerkucilansosial, ketergantungan, danketidakmampuanuntukberpartisipasidalammasyarakat. Hal initermasukpendidikandaninformasi. Keterkucilansosialbiasanyadibedakandarikemiskinan, karenahalinimencakupmasalah-masalahpolitikdan moral, dantidakdibatasi pada bidang ekonomi. • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dankekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

  15. Kurva Lorenz dan Indeks Gini

  16. Bank Duniamengelompokkannegara-negaradiduniakedalamempatkelompokpendapatan. Kelompokinidiatursetiaptahunpadatanggal 1 Juli. Ekonomi yang terbagimenurutpendapatannasional per kapita 2008 menggunakantingkatanpendapatanberikut • Negara pendapatanrendahmemiliki PN per kapita US$975 ataukurang. • Negara pendapatanmenengahbawahmemiliki PN per kapitaantara US$976 dan US$3.855. • Negara pendapatanmenengahatasmemiliki PN per kapitaantara US$3.856 dan US$11.905. • Negara pendapatantinggimemiliki PN per kapitalebihdari US$11.906.

  17. Karakteristik sebagian besar Negara Sedang Berkembang: • PNB per-kapita yang rendah • EkonomiAgraris • KondisiKesehatan yang memprihatinkan • Tingkat ButaHuruf yang tinggi • TingginyaangkapertumbuhanPenduduk Inti Permasalahan Kualitas SDM

  18. Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Ekonomi: • PendapatanNasional • ProdukNasional (PNB) • KesempatanKerja • Perekonomian yang stabil • NeracaPembayaranLuarNegeri • DistribusiPendapatan yang Merata

  19. Masalah² yang dihadapidalampelaksanaan Pembangunan ekonomidi Indonesia MasalahKependudukan: • Jumlahpendudukygsangatbesar • Lajupertumbuhanpenduduk yang pesat • Komposisipendudukmenurutumurygtidakmenguntungkan • Penyebaranpendudukygtidakmerata • Arusurbanisasiygrelatiftinggi

  20. Solusi: • Mengendalikantingkatkelahiran dg Program KB • Menurunkantingkatkematianibu & anakmelalui program Peningkatangizikeluarga • Mengadakantransmigrasilokalmaupunnasionalsbgpenyebaranpenduduk • Menyelenggarakan proyek² didaerahsertaproyekpadatkaryauntukmeningkatkantarafhidupmasyarakatdanmengurangiarusurbanisasi

  21. Faktor-faktorpenyebabkemiskinandiindonesia 1. Tingkat pendidikan yang rendah2. Produktivitastenagakerjarendah3. tingkatupah yang rencah4. distribusipendapatan yang timpang5. kesempatankerja yang kurang6. kualitassumberdayaalammasihrendah7. penggunaanteknologimasihkurang8. etoskerjadanmotivasipekerja yang rendah9. kultur/budaya (tradisi)10. politik yang belumstabil

  22. KebijakanTrilogi Pembangunan KebijakanInpresDesaTertinggal (IDT) PemberianKredit Modal KerjaPermanen (KMKP) KebijakanIntensifikasiKhusus (Insus) PemberdayaanKoperasi PemberianKredit Usaha Kecil (KUK) PengembanganKawasanTerpadu Program BapakAngkatuntuk Usaha Kecil • MasalahKemiskinan

  23. Keterbelakangan: • Pendidikan • Kesehatan • KemajuanTeknologi • Sikap Mental Ekonomi KKN, kurangdisiplin, pembajakan, dll • Ekonomi

  24. LapanganPekerjaan PeningkatanPendidikan PemberianKursus-kursusKetrampilan Pemerataan Pembangunan Proyek-proyekpadatkarya PemberianKredit-kredit Usaha Kecil

  25. DelapanJalurPemerataanPelaksanaanPembangunan: • PemerataanPemenuhanKebutuhanPokok Rakyat Banyak • Pemerataankesempatanmemperolehpendidikandanpelayanankesehatan • Pemerataanpembagianpendapatan • PemerataanKesempatankerja • PemerataanKesempatanBerusaha • Pemerataankesempatanberpartisipasidalampembangunan • Pemerataanpembangunankeseluruhwilayahtanah air • Pemerataankesempatanuntukmemperolehkeadilan • Pemerataan Pembangunan

  26. Dampak Pembangunan Ekonomi • DampakPositif: • Terbukanyalapanganpekerjaanbagimasyarakat • Pendapatanmasyarakatakanbertambahshgkesejahteraanmasyarakatmeningkat • Fasilitasumumdapatterpenuhi • Terjadiperubahanstrukturekonomidariagrariskeindustri • DampakNegatif • Meningkatnyaurbanisasi • Terjadinyapencemaranlingkungan • Perusakanlingkunganhidupkarenaindustri yang tidakterkontrol

More Related