slide1
Download
Skip this Video
Download Presentation
PERPAJAKAN I

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 60

PERPAJAKAN I - PowerPoint PPT Presentation


  • 266 Views
  • Uploaded on

PERPAJAKAN I. Bagian 1. Oleh Wisnu Haryo Pramudya , S.E.,M.Si.,Ak. Sejarah Singkat Perpajakan. Sejarah Perkembangan Perpajakan di Indonesia: Masa Sukarela Masa Diwajibkan Masa Diatur. Sumber-Sumber Penerimaan Negara. Pajak Kekayaan Alam Bea Cukai Retribusi Iuran Sumbangan

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PERPAJAKAN I' - elmer


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1
PERPAJAKAN I

Bagian 1

Oleh

WisnuHaryoPramudya, S.E.,M.Si.,Ak

slide2
SejarahSingkatPerpajakan
  • SejarahPerkembanganPerpajakandi Indonesia:
  • MasaSukarela
  • MasaDiwajibkan
  • MasaDiatur
slide3
Sumber-SumberPenerimaan Negara
  • Pajak
  • KekayaanAlam
  • Bea Cukai
  • Retribusi
  • Iuran
  • Sumbangan
  • Laba BUMN
  • Sumber-sumber lain
slide4
PengertianPajak

Kontribusiwajibkepada Negara yang terutangolehorangpribadiataubadan yang bersifatmemaksaberdasarkanUndang-undang, dengantidakmendapatkanimbalansecaralangsungdandigunakanuntukkeperluan Negara bagisebesar-besarnyakemakmuranrakyat.

(UU No 28 Tahun 2007 Ttg KUP)

slide5
Ciri-ciridaripengertianPajak
  • PajakMerupakanKontribusi (peralihankekayaandariorang/badanke Negara)
  • PajakDipungutberdasarkanUndang-Undang
  • Pelaksanaannyadapatdipaksakan
  • TidakadaKontraprestasi/imbalanlangsung
  • Digunakanuntukkeperluan Negara
  • Untuksebesar-besarnyakemakmuranrakyat
slide6
PenafsiranHukumPajak

Apakahsetiaporangbolehmenafsirkanatasperaturan yang tertulis? Tentutidak, danjikaadapersengketaanberkaitandenganpenafsiranterhadapsebuahUndang-UndangatauPeraturan, yang berwenangmemutuskanadalah hakim.

slide7
PenafsiranHukumPajak
  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis
slide8
PenafsiranHukumPajak
  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis

Penafsiranhistorisadalahpenafsiranatassuatuundang-undangdenganmelihatatassejarahdibuatnyasuatuundang-undang. Misalnyadokumenrapatpembahasanantarapemerintahdan DPR yang dibuatsecararesmibaikolehpemerintahmaupunpemerintahdengan DPR. Denganpenafsiran histories dapatdiketahuimaksuddaripembuatundang-undangatasisidarisuatuundang-undang.

slide9
PenafsiranHukumPajak

olehkarenanyaperluadanyapenyesuaianantaraundang-undang yang sifatnyatertulisdenganperkembangan (perubahan) kehidupansuatumasyarakat.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis

Penafsiransosiologisadalahpenafsiranatassuatuketentuanundang-undang yang disesuaikandenganperkembangankehidupanmasyarakat. Sepertidiketahuibahwakehidupansuatumasyarakatselaluberkembang (dinamis) sedangkanundang-undang yang bentuknyatertulistidakselalubisamengikutikehidupanmasyarakat yang lebihcepatperkembangannya.

slide10
PenafsiranHukumPajak

Penafsiransistematikadalahpenafsiranatasketentuanundang-undangdenganmengaitkannyadenganketentuan (pasal-pasal) lain dariundang-undangdimaksud (dalamsuatuundang-undang) ataudenganmengaitkannyadenganpasal-pasaldalamundang-undang yang lain.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis
slide11
PenafsiranHukumPajak

Penafsiranotentikadalahpenafsiranatassuatuketentuandalamundang-undangdenganmelihatpadaapa yang telahdijelaskandalamundang-undangtersebut. Biasanyadalamsuatuundang-undangterdapatsebuahpasalmengenaiketentuanumum yang isinyamenjelaskanartiataumaksuddariketentuan yang telahdiatur.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis
slide12
Penafsirantatabahasaadalahpenafsiranatassuatuundang-undang yang mendasarkanpadabunyikata-katasecarakeseluruhandalamkalimat-kalimat yang disusunolehpembuatundang-undang. Pebafsiranmenuruttatabahasamerupakanpenafsiran yang paling penting disbanding denganpenafsiranlainnya, sebabapabilakata-katadalamkalimatsuatupasaldalamundang-undangtelahjelasmaksudnya, makatidakbolehlagidipergunakancara-carapenafsiranlainnya.

PenafsiranHukumPajak

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis
slide13
PenafsiranHukumPajak

Penafsirananalogisadalahpenafsiranatassuatuketentuanundang-undangdengancaramemberikiasan (analogi) padakata-kata yang tercantumdalamundang-undang, sehinggasuatuperistiwa yang sebenarnyatidaktermasukdalamsuatuketentuanmenjaditermasukberdasarkananalog yang dibuat.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.
  • PenafsiranHistoris
  • PenafsiranSosiologis
  • PenafsiranSistematik
  • PenafsiranOtentik
  • Penafsiran Tata Bahasa
  • PenafsiranAnalogis
slide14
PendekatanPerpajakan
  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :
  • SegiEkonomi
  • Segi Pembangunan
  • SegiPenerapanPraktis
  • SegiHukum
slide15
PendekatanPerpajakan
  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :
  • SegiEkonomi
  • Segi Pembangunan
  • SegiPenerapanPraktis
  • SegiHukum

Dalampendekatanini, pajak-pajakakandinilaidalamfungsinyadandikajidampaknyaterhadapmasyarakat, penghasilanseseorang, polakonsumsi, hargapokok, permintaandanpenawaran.

slide16
PendekatanPerpajakan

Dalampendekatanini, pajak-pajakakandinilaidalamfungsinyadandikajidampaknyaterhadappembangunan. Pajakbarubermanfaatterhadappembangunankalaujumlahpajaklebihbesardaripengeluaranrutinsehinggaterdapatpublik saving yang dapatdigunakanuntukpembangunan

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :
  • SegiEkonomi
  • Segi Pembangunan
  • SegiPenerapanPraktis
  • SegiHukum
slide17
PendekatanPerpajakan

Dalampendekatanini yang diutamakanadalahpenerapannya, siapa yang dikenakan, apa yang dikenakan, berapabesarnya, bagaimanacaramenghitungnya, tanpabanyakmenghiraukansehihukumnya, termasukkepastianhukumnya.

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :
  • SegiEkonomi
  • Segi Pembangunan
  • SegiPenerapanPraktis
  • SegiHukum
slide18
PendekatanPerpajakan

Dalampendekataninimenitikberatkanpadaperikatan, hakdankewajiban WP, SubjekPajakdalamhubungannyadengansubjekhukum. Hakpenguasauntukmengenakanpajak. Timbulnyautangpajak, hapusnyautangpajak, penagihanpajakdenganpaksa, sanksiadministrasimaupunsanksipidana, penyidikan, pembukuan, soalkeberatan, soalminta banding, ordonansikepatutan, hinggadaluarsa.

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :
  • SegiEkonomi
  • Segi Pembangunan
  • SegiPenerapanPraktis
  • SegiHukum
slide19
TeoridanAzasPerpajakan
  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:
  • TeoriAsuransi
  • TeoriKepentingan
  • TeoriDaya/Gaya Pikul
slide20
TeoridanAzasPerpajakan

Negara dalam melaksanakan tugasnya, mencakup pula tugas melindungi jiwa raga dan harta benda perseorangan. Oleh karena itu, negara disamakan dengan perusahaan asuransi, untuk mendapat perlindungan, warga negara membayar pajak sebagai premi.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:
  • TeoriAsuransi
  • TeoriKepentingan
  • TeoriDaya/Gaya Pikul
slide21
TeoridanAzasPerpajakan

Menurutteoriinipembayaranpajakmempunyaihubungandengankepentinganindividu yang diperolehdaripekerjaannegara. Makin banyakindividumengenyamataumenikmatijasadaripekerjaanpemerintah, makinbesarjugapajaknya.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:
  • TeoriAsuransi
  • TeoriKepentingan
  • TeoriDaya/Gaya Pikul
slide22
TeoridanAzasPerpajakan

Teoriinimeskipunmasihberlakupadaretribusisukar pula dipertahankan, sebabseorangmiskindanpenganggur yang memperolehbantuandaripemerintahmenikmatibanyaksekalijasadaripekerjaannegara, tetapimerekajustrutidakmembayarpajak.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:
  • TeoriAsuransi
  • TeoriKepentingan
  • TeoriDaya/Gaya Pikul
slide23
TeoridanAzasPerpajakan

Teori ini mengemukakan bahwa pemungutan pajak harus sesuai dengan kekuatan membayar dari WP. Jaditekanansemuapajak-pajakharussesuaidengandayapikul WP denganmemperhatikanpadabesarnyapenghasilandankekayaan, jugapengeluaranbelanja WP tersebut. Kelemahandariteoriiniadalahsulitnyamenentukansecaratepatdayapikulseseorang, karenaakanberbedadanselaluberubah-ubah.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:
  • TeoriAsuransi
  • TeoriKepentingan
  • TeoriDaya/Gaya Pikul
slide24
TeoridanAzasPerpajakan
  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :
  • Equality
  • Certainty
  • Convenience of Payment
  • Economic of Collections
slide25
TeoridanAzasPerpajakan

Pembebananpajakdiantarasubjekpajakhendaknyaseimbangdengankemampuannya, yaituseimbangdenganpenghasilan yang dinikmatinyadibawahperlindunganpemerintah. Dalamhalequalityinitidakdiperbolehkansuatunegaramengadakandiskriminasidiantarasesama WP.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :
  • Equality
  • Certainty
  • Convenience of Payment
  • Economic of Collections
slide26
TeoridanAzasPerpajakan

Pajak yang dibayaroleh WP harusjelasdantidakmengenalkompromi (not arbitrary). Dalamasasinikepastianhukum yang diutamakanadalahmengenaisubjekpajak, objekpajak, tariff pajak, danketentuanmengenaipembayaran.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :
  • Equality
  • Certainty
  • Convenience of Payment
  • Economic of Collections
slide27
TeoridanAzasPerpajakan

Pajakhendaknyadipungutpadasaat yang paling baikbagi WP, yaitusaatsedekatdekatnyadengansaatditerimanyapenghasilan/keuntungan yang dikenaipajak.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :
  • Equality
  • Certainty
  • Convenience of Payment
  • Economic of Collections
slide28
TeoridanAzasPerpajakan

Pemungutanpajakhendaknyadilakukansehematdanseefisienmungkin, jangansampaibiayapemungutanpajaklebihbesardaripenerimaanpajakitusendiri. Karenatidakadaartinyapemungutanpajakkalaubiaya yang dikeluarkanlebihbesardaripenerimaanpajak yang akandiperoleh.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :
  • Equality
  • Certainty
  • Convenience of Payment
  • Economic of Collections
slide29
FungsiPajak
  • FungsiPajakadadua:
  • FungsiBudgetair
  • Pajaksebagaisumberdanabagipemerintahuntukmembiayaipengeluaran-pengeluarannya.
  • 2. FungsiRegulerend / mengatur
  • Pajaksebagaialatuntukmengaturataumelaksanakankebijakanpemerintahdalambidangsosialekonomi.
slide30
TarifPajak
  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:
  • TarifProgresif
  • TarifDegresif
  • TarifProporsional
  • TarifTetap
slide31
TarifPajak OP:

Sampai dengan Rp 50 Juta 5%

Diatas Rp 50 Juta – Rp 250 Juta 15%

Diatas Rp 250 Juta – Rp 500 Juta 25%

Diatas Rp 500 Juta 30%

TarifPajak

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:
  • TarifProgresif
  • TarifDegresif
  • TarifProporsional
  • TarifTetap

Tarifprogresifadalahtarifpemungutanpajak yang prosentasenyasemakinbesarbilajumlah yang dijadikandasarpengenaanpajakjugasemakinbesar. Contohtarifprogresifadalahseperti yang diaturdalam UU PPhPasal 17.

slide32
TarifPajak

Tarifprogresifadalahtarifpemungutanpajak yang prosentasenyasemakinkecilbilajumlah yang dijadikandasarpengenaanpajakjugasemakinbesar.

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:
  • TarifProgresif
  • TarifDegresif
  • TarifProporsional
  • TarifTetap
slide33
TarifPajak

Tarifproporsionaladalahtarifpemungutanpajak yang menggunakanprosentasetetaptanpamemperhatikanjumlah yang dijadikandasarpengenaanpajak. Dengandemikiansemakinbesarjumlah yang dijadikandasarpengenaanpajak, akansemakinbesar pula jumlahpajakterutang. Tarifiniditetapkandalam UU No 18 Tahun 2000 untuk PPN, yang menggunakantarif 10 %. Dan tarif PBB

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:
  • TarifProgresif
  • TarifDegresif
  • TarifProporsional
  • TarifTetap
slide34
TarifPajak

TarifTetapadalahtarifpemungutanpajak yang besarnominalnyatetaptanpamemperhatikanjumlah yang dijadikanpengenaanpajak. Tarif ini ditetapkan dalam UU No 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (BM).

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:
  • TarifProgresif
  • TarifDegresif
  • TarifProporsional
  • TarifTetap
slide35
PembagiandanPenggolonganPajak
  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat
slide36
BiladidasarkanpadaGolongannya, terdapatduaPajak:
  • PajakLangsung
  • PajakTidakLangsung

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat
slide37
BiladidasarkanpadaGolongannya, terdapatduaPajak:
  • PajakLangsung
  • PajakTidakLangsung

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat

Pajaklangsungadalahpajak yang bebannyaharusditanggungsendirioleh WP yang bersangkutandantidakdialihkankepadapihak lain.

Ex. PajakPenghasilan

slide38
BiladidasarkanpadaGolongannya, terdapatduaPajak:
  • PajakLangsung
  • PajakTidakLangsung

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat

Pajaktidaklangsungadalahpajak yang bebannyadapatdialihkanataudigeserkankepadapihak lain.

Ex. PPN (PajakPertambahanNilai) danPPn BM (PajakPenjualanatasBarangMewah)

38

slide39
PembagiandanPenggolonganPajak
  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat
slide40
BiladidasarkanpadaKewenangannya, terdapatduaPajak:
  • PajakPusat
  • Pajak Daerah

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat
slide41
BiladidasarkanpadaKewenangannya, terdapatduaPajak:
  • PajakPusat
  • Pajak Daerah

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat

PajakPusatatauPajak Negara adalahpajak yang wewenangpemungutannyaadapadapemerintahpusat yang pelaksanaannyadilakukanolehDepartemenKeuanganmelaluiDirektoratJenderalPajak. Pajakpusatdiaturdalamundang-undangdanhasilnyaakanmasukkeKas Negara untukAPBN.ex. PPh, PPN, BM

slide42
BiladidasarkanpadaKewenangannya, terdapatduaPajak:
  • PajakPusat
  • Pajak Daerah

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat

Pajakdaerahadalahpajak yang wewenangpemungutannyaadapadaPemerintah Daerah yang pelaksanaannyadilakukanolehDinasPendapatan Daerah. Pajak Daerah diaturdalamundang-undangdanhasilnyaakanmasukkeKas Daerah untuk APBD. Eks. PKB, Pj Hotel, PjPeneranganDll

slide43
PembagiandanPenggolonganPajak
  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat
slide44
BiladidasarkanpadaSifatnyaterdapatduaPajak:
  • PajakObyektif
  • PajakSubyektif

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat
slide45
BiladidasarkanpadaSifatnyaterdapatduaPajak:
  • PajakObyektif
  • PajakSubyektif

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat

Pajakobjektifadalahpajak yang padaawalnyamemerhatikanobjek yang menyebabkantimbulnyakewajibanpajak, kemudianbarudicarisubjeknyabaikorangpribadimaupunbadan. Ex. PPN

slide46
BiladidasarkanpadaSifatnyaterdapatduaPajak:
  • PajakObyektif
  • PajakSubyektif

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :
  • BerdasarkanGolongan
  • BerdasarkanWewenang
  • BerdasarkanSifat

PajaksubjektifadalahPajak yang memperhatikankondiri/keadaan WP. Dalammenentukanpajaknyaharusadaalasanobjektif yang berhubungandengankeadaanmaterialnya (gayapikul). Ex. PPh

slide47
TimbulnyaUtangPajak
  • Pertanyaan yang sangatmendasaradalahkapantimbulnyautangpajakseseorangterhadapnegara, padahaltidakpernahadasuatuperikatanantaranegaradenganseseorangdalamkonteksmembayarpajak. Dalamhukumpajak, timbulnyautangpajakdidasarkanpadaduapendapat yang berbeda.
  • SaatDiundangkannyaUndang-UndangPerpajakan
  • SaatdikeluarkannyaSuratKetetapanPajak
slide48
HapusnyaUtangPajak

Ada 4 (empat) hal yang mengakibatkanhapusnya (berakhirnya) utangpajak, yaitu :

Pembayaran;

Kompensasi;

Daluarsa; dan

Penghapusan

slide49
AzazPemungutanPajak
  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :
  • AzasDomisili
  • AzasSumber
  • AzasKebangsaan
slide50
Dalamasasinipemungutan pajak berdasarkan pada domisili atau tempat tinggal WP dalam suatu negara. Negara dimana WP bertempat tinggal berhak memungut pajak terhadap WP tanpa melihat dari mana pendapatan atau penghasilan tersebut diperoleh, baik dari DN maupun LN dan tanpa melihat kebangsaan/kewarganegaraan WP tersebut.

AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :
  • AzasDomisili
  • AzasSumber
  • AzasKebangsaan
slide51
Dalam asas ini pemungutan pajak didasarkan pada sumber pendapatan/penghasilan dalam suatu negara. Menurut asas ini, negara yang menjadi sumber pendapatan/penghasilan tersebut berhak memungut pajak tanpa memperhatikan domisili dan kewarganegaraan WP

AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :
  • AzasDomisili
  • AzasSumber
  • AzasKebangsaan
slide52
Dalamasasini, pemungutanpajakdidasarkanpadakebangsaanataukewarganegaraandari WP, tanpamelihatdarimanasumberpendapatan/penghasilantersebutmaupundinegaramanatempattinggal (domisili) dari WP yang bersankutan.

AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :
  • AzasDomisili
  • AzasSumber
  • AzasKebangsaan
slide53
Tata CataPemungutanPajak
  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:
  • StelselNyata
  • StelselAnggapan
  • StelselCampuran
slide54
Pengenaanpajakdidasarkanpadaobyek yang nyata, sehinggapemungutannyabarudapatdilakukanpadaakhirtahunpajak, yaitusetelahpenghasilan yang sesungguhnyadiketahui.

Tata CataPemungutanPajak

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:
  • StelselNyata
  • StelselAnggapan
  • StelselCampuran
slide55
Tata CataPemungutanPajak

Pengenaanpajakdidasarkanpadasuatuanggapan yang diaturolehundang-undang. Misalnyapenghasilansatutahundianggapsamadenganpenghasilantahunsebelumnya, sehinggapadaawaltahunpajakdapatditetapkanbesarnyapajak yang terutanguntuktahunberjalan.

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:
  • StelselNyata
  • StelselAnggapan
  • StelselCampuran
slide56
Tata CataPemungutanPajak

Stelselinimerupakankombinasistelsesnyatadananggapan, jadipadaawaltahunditentukanbesarnyapajakberdasarkanpendapatantahunsebelumnya, danpadaakhirtahundisesuaikandenganpendapatantahunberjalan.

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:
  • StelselNyata
  • StelselAnggapan
  • StelselCampuran
slide57
SistemPemungutanPajak
  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:
  • Official Assesment System
  • Self Assesment System
  • With Holding System
slide58
Adalahsuatusistempemungutan yang memberiwewenangkepadapemerintah (fiskus) untukmenentukanbesarnyapajak yang terutangolehwajibpajak.

SistemPemungutanPajak

  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:
  • Official Assesment System
  • Self Assesment System
  • With Holding System

58

slide59
SistemPemungutanPajak
  • Adalahsuatusistempemungutan yang memberiwewenangkepadaWajibPajakuntukmenentukansendiribesarnyapajak yang terutang. Caranyaadalah:
  • Menghitung
  • Memperhitungkan
  • Membayar
  • Melaporkan
  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:
  • Official Assesment System
  • Self Assesment System
  • With Holding System

59

slide60
SistemPemungutanPajak

Adalahsuatusistempemungutanpajak yang memberiwewenangkepadapihakketigauntukmenentukanbesarnyapajak yang terutangolehWajibPajak

  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:
  • Official Assesment System
  • Self Assesment System
  • With Holding System

60

ad