1 / 41

MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER

Managed by IDP Education Australia. MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER. IAPBE-2005. WARMING UP 5’. MENGAPA PERLU ADA SESI GENDER? KEBIJAKAN NASIONAL: PUG BIDANG PENDIDIKAN PENCANANGAN TARGET MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS 2015 RENSTRA DIKNAS PADA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER.

ban
Download Presentation

MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Managed by IDP Education Australia MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER IAPBE-2005

  2. WARMING UP 5’ • MENGAPA PERLU ADA SESI GENDER? • KEBIJAKAN NASIONAL: PUG BIDANG PENDIDIKAN • PENCANANGAN TARGET MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS 2015 • RENSTRA DIKNAS PADA KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER

  3. GENDER dalam Pelatihan PS - UPTD Lokakarya 1A Lokakarya 1D Lokakarya 1B Lokakarya 1C Konsep gender dan Manajemen responsif gender Budaya sekolah yang sensitif gender Pembelajaran inklusif gender Kepempin an responsif gender

  4. INDIKATOR • PESERTA MAMPU MEMBEDAKAN KONSEP SEKSDAN GENDER • PESERTA MAMPU MENGIDENTIFIKASI CIRI-CIRI ASPEK-ASPEK MANAJEMEN RESPONSIF GENDER • PESERTA MAMPU MENGIMPLEMENTASIKAN ANALISIS GENDER DAN MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER DI WILAYAH KERJA MASING -MASING

  5. MATERI GENDER SEBAGAI KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA : FENOMENA SOSIAL KESADARAN SOSIAL MASALAH SOSIAL KESETARAAN DAN KEADILAN MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER CIRI-CIRI ASPEK-ASPEK ANALISIS GENDER

  6. LANGKAH-LANGKAH PENGUATAN I 10’ Gender & Konstruksi Sosbud CURPAT IDENTIFIKASI GENDER 10’ & PRESENTASI 5’ WARMING UP 5’ PENGUATAN II 15’ Ciri2 Sekolah Responsif Gender & PENUTUP 5’ ICE BREAKING 5’ & DISPOK CIRI,ASPEK 15’ PRESENTASI 20’

  7. PENGANTAR 5’ • Diskusi per meja: identifikasi gender • Metaplan kuning : ciri biologis laki-laki & perempuan, hijau : sifat laki-laki & perempuan, merah : peran laki-laki & perempuan • Metaplan ditempel di plano.

  8. CURPAT 10’ IDENTIFIKASI GENDER: • CIRI-CIRI BIOLOGIS PRIMER & SEKUNDER • SIFAT-SIFAT/KARAKTER • PERAN

  9. PRESENTASI 5’ 2 ORANG PESERTA LAKI-LAKI & PEREMPUAN MEMBACAKAN HASIL CURPAT

  10. PENGUATAN I 10’ Gender dan Konstruksi Sosial Budaya

  11. Gender dan Konstruksi Sosial Budaya IAPBE 2005

  12. Gender: Fenomena Sosial-budaya • Merupakan akibat-akibat & implikasi dlm budaya (pola pikir) yg muncul di masyarakat krn adanya klasifikasi dualistis yg didasarkan pd perbedaan jenis kelamin. • Akibat sosial tsb memunculkan citra , sifat, pembagian peran, nilai dr peran, & posisi sosial tertentu.

  13. Gender: Kesadaran sosial • Perbedaan sifat, peran & posisi bersifat sosial budaya / bentukan suatu tatanan, bukan ‘ditakdirkan’ • Perbedaan tsb merupakan produk sejarah adaptasi dgn lingkungan & teknologi (techno-environment). Jika techno-environment berubah proses adaptasi berubah.

  14. Lanjutan….Gender: Kesadaran Sosial Gender beda dgn Jenis kelamin: • Jenis Kelamin (identitas seks) : kondisi terberi (kodrati) yg spesifik antara laki-laki & perempuan , bersifat universal & absolut. • Gender: Konstruksi sosial budaya ttg menjadi perempuan & laki-laki sbgmn diharapkan oleh suatu masyarakat sbg upaya adaptasi & survival. Bersifat konstektual & relatif.

  15. PERBEDAAN JENIS KELAMIN - GENDER G E N D E R Perbedaan peran, fungsi, & tanggungjawab laki-laki & perempuan hasil konstruksi sosial JENIS KELAMIN (SEX) Perbedaan biologis laki-laki & perempuan Berikut fungsi reproduksinya * Buatan manusia * Konstruk sosial budaya * Dapat berubah * Dapat dilakukan laki-laki & perempuan sesuai dg kebutuhan, kesempatan & komitmen * Tergantung waktu & budaya setempat *Ciptaan Tuhan * Bersifat kodrat * Tidak dapat berubah * Tidak dapat ditukar * Berlaku sepanjang zaman & di mana saja Perempuan : Menstruasi, Hamil, Melahirkan & Menyusui. Laki-laki : Membuahi (spermatozoa)

  16. Gender: Masalah Sosial • Adanya kesadaran bahwa perbedaan citra/sifat, peran & posisi menimbulkan ketidaksetaraan akses salah satu jenis kelamin utk mendapatkan manfaat dr proses pembangunan & hak-hak dasar. • Ketidakadilan tsb disebabkan adanya perilaku yg diskriminatif: • Stereotipi • Subordinasi • Marginalisasi • Beban berlebihan • Kekerasan

  17. HASIL: TERJADI KETIDAKADILAN GENDER(Disebut demikian apabila salah satu jenis kelamin berada dlm keadaan tertinggal dibandingkan jenis kelamin lain). MANIFESTASI: • stereotipi • subordinasi • marjinalisasi • Beban ganda/berlebih • kekerasan

  18. Ketidakadilan Gender=Ketidakadilan Sosial • Gender sbg salah satu kategori sosial(ras,etnis, klas, agama, kemampuan fisik & usia) berpotensi menimbulkan ketidakadilan sosial jika tdk ditumbuhkan sikap sensitif thd bentuk-bentuk diskriminasi sosial: stereotipi,subordinasi, marginalisasi, beban berlebihan & kekerasan. • Sikap diskriminatif menghadangi akses, partisipasi, kontrol & mendapatkan manfaat dari pembangunan & hak-hak dasar.

  19. APA KESETARAAN & KEADILAN GENDER? Kesetaraan:proses yg seimbang antara laki-laki & perempuan dlm memperoleh akses/ kesempatan, partisipasi, kontrol & manfaat pembangunan. Keadilan gender:kondisi yg sama antara laki-laki & perempuan dlm mencapai hak-hak dasar di lingkup keluarga, masyarakat, negara & dunia internasional.

  20. Kesetaraan Gender • partisipasiyg sama dlm proses pencapaian hak-hak dasar & sumber daya pembangunan, termasuk proses pengambilan keputusan; • aksesyg sama atas hak-hak dasar; • kontrolyg sama atas sumber daya pembangunan; • manfaatyg sama dari hasil pembangunan;

  21. Keadilan Gender Kesamaan pemenuhan hak-hak dasar akan meningkatkan kualitas & martabat kemanusiaan laki-laki - perempuan secara adil.

  22. SABDA ALAM VERSI IAPBE (BARU) 5’ DICIPTAKAN ALAM PRIA DAN WANITA DUA MAKHLUK DALAM ASUHAN YANG KUASA DIJADIKAN PRIA WANITA SETARA KEDUANYA HARUS DIDIDIK BERSAMA WANITA DIJAJAH PRIA ITU DULU DIJADIKAN PERHIASAN SANGKAR MADU NAMUN KINI KEDUANYA KAN BERDAYA BERSAMA MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA

  23. DISKUSI KELOMPOK 15’ • DIBAGI BEBERAPA KELOMPOK BERDASARKAN JENIS KELAMIN • TIAP KELOMPOK MENGIDENTIFIKASI : • JUMLAH KS SD/MI LAKI DAN PEREMPUAN DALAM SATU KECAMATAN • KARAKTER KS LAKI-LAKI DAN KS PEREMPUAN

  24. JUMLAH KEPALA SEKOLAH DALAM SATU KECAMATAN

  25. KARAKTER KS

  26. PRESENTASI 20’ • SEORANG PESERTA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN MEWAKILI KELOMPOKNYA MEMPRESENTASIKAN HASIL DISPOKNYA • SEORANG PESERTA LAKI-LAKI & PEREMPUAN MEWAKILI KELOMPOKNYA MENGKRITISI HASIL PRESENTASI

  27. PENGUATAN II 15’ • MANAJEMEN SEKOLAH RESPONSIF GENDER > CIRI-CIRI > ASPEK-ASPEK > ANALISIS GENDER UNTUK MANAJEMEN SEKOLAH

  28. Manajemen Sekolah Responsif Gender IAPBE 2005

  29. Ciri-ciri Sekolah responsif Gender • Struktur organisasi menjamin akses/kesempatan yg sama utk mendapatkan manfaat dr manajemen. • Kesetaraan laki-laki & perempuan dinyatakan scr ekplisit dlm target-target sekolah. • Manajemen sekolah memberi kesempatan/ peluang utk menjalankan peran-peran biologis (mengandung, melahirkan & memberikan ASI eksklusif). • Menyediakan prasarana yg memadai sesuai kebutuhan laki-laki & perempuan.

  30. LANJUTAN: ciri-ciri sekolah responsif gender • Kepemimpinan dilakukan scr horisontal & team work kooperatif yg ramah thd perbedaan. • Manajemen tdk menawarkan peran stereotipi gender shg menghalangi capaian target sekolah.

  31. Aspek-aspek manajemen sekolah responsif gender • Sensitifitas individual > Menyadari adanya perbedaan identitas jenis kelamin & gender > membantu menyelesaikan masalah kesenjangan relasi, peran & posisi laki-laki & perempuan.

  32. Lanjutan… Aspek-aspek manajemen sekolah responsifgender • Jabatan, Rekruitmen, Promosi > Pembagian peran/posisi fleksibel tergantung pd kebutuhan, kesempatan, komitmen, & kualifikasi. > Pembakuan peran/posisi scr ketat banyak menimbulkan masalah (stereotipi, subordinasi, marginalisasi, beban lebih, kekerasan ) jika terjadi proses adaptasi baru.

  33. Lanjutan… Aspek-aspek manajemen sekolah responsif gender • Kebijakan Mekanisme pengambilan keputusan seimbang dengan memperhatikan quota minimal 30% perempuan.

  34. Lanjutan… Aspek-aspek manajemen sekolah responsif gender • Budaya & gaya manajerial > Menghargai perbedaan gaya/cara kerja laki-laki & perempuan, harus dimaknai sebagai kekuatan selama dapat mencapai target. > Budaya sekolah harus menghindari perilaku yang stereotipi, diskriminatif, merendahkan salah satu jenis kelamin. (Manajemen ‘ramah’ terhadap perempuan: bahan pajangan kantor> kalender, poster, screen komputer tidak boleh melecehkan salah satu jenis kelamin.) > Mendorong dan membantu setiap individu untuk maju secara setara.

  35. Lanjutan… Aspek-aspek manajemen sekolah responsif gender • Kinerja harian > Pengaturan kerja ramah thd individu yang memungkinkan perpaduan antara tugas kantor dan tugas reproduksi dan sosial. • Infrastruktur > Sarana &prasarana sekolah mendukung laki-laki & perempuan melaksanakan seluruh kegiatan & program sekolah dengan baik.

  36. Metode analisis gender : kelengkapan manajemen sekolah ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA(SDM) : • Sensitifitas Individual: Apakah SDM punya wawasan, pikiran, perasaan, sikap & perilaku sensitif gender? • Jabatan: Apakah jabatan struktural, non-struktural dan fungsional seimbang antara laki-laki & perempuan? • Rekruitmen : Apakah ada syarat-syarat yang merugikan pihak laki-laki & perempuan? • Promosi : Apakah laki-laki & perempuan memiliki akses/partisipasi/kontrol & manfaat yang sama?

  37. Lanjutan…Metode analisis gender : kelengkapan manajemen sekolah ANALISIS PERFORMA SEKOLAH • Kebijakan /peraturan sekolah : Apakah mekanisme pengambilan keputusan bias/netral/responsif Gender? • Kultur sekolah : Apakah ekspresi verbal, ekspresi non-verbal, lingkungan internal & eksternal &serta kultur birokrasi termasuk gaya manajerial bias/ netral/ sensitif gender? • Infrastruktur Sekolah : Apakah infrastuktur berdampak tertentu terhadap salah satu jenis kelamin? • Kinerja Harian: Apakah kinerja harian fleksibel terhadap peran reproduktif & peran kultural?

  38. STRATEGI PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM MANAJEMEN SEKOLAH MELALUI: IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KEBUTUHAN GENDER PRAKTIS KEBUTUHAN GENDER STRATEGIS

  39. KEBUTUHAN GENDER PRAKTIS : UNTUK MENDUKUNG PELAKSANAAN PERAN GENDER TRADISIONAL SHG TDK MENGHALANGI TARGET YANG DIHARAPKAN, MEMPERTAHANKAN PERAN GENDER KONVENSIONAL, MISALNYA: 1.PENYEDIAAN TEMPAT PENITIPAN ANAK 2. MENGATUR JADUAL MENGAJAR DISESUAIKAN DGN PERAN REPRODUKTIF 3. MENGATUR WAKTU-WAKTU RAPAT DGN PERTIMBANGAN PERAN REPRODUKTIF

  40. PENUTUP 5’ • SEORANG PESERTA LAKI-LAKI & PEREMPUAN MEWAKILI KELOMPOKNYA MENYIMPULKAN MANAJEMEN SEKOLAH YANG RESPONSIF GENDER

  41. PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI MEMANG BERBEDATETAPITIDAK UNTUK DIBEDA-BEDAKANTERIMA KASIH

More Related