1 / 23

PRA dan ANALISIS STAKEHOLDERS dalam PENYUSUNAN PERENCANAAN RESPONSIF GENDER

PRA dan ANALISIS STAKEHOLDERS dalam PENYUSUNAN PERENCANAAN RESPONSIF GENDER. Oleh : Eymal B. Demmallino, Ir. M.Si Pusat Penelitian Gender UNHAS. Agenda Bahasan (Bahan Dialog Bersama Stakeholders). A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ?

aderes
Download Presentation

PRA dan ANALISIS STAKEHOLDERS dalam PENYUSUNAN PERENCANAAN RESPONSIF GENDER

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PRA danANALISIS STAKEHOLDERS dalam PENYUSUNAN PERENCANAANRESPONSIF GENDER Oleh : Eymal B. Demmallino, Ir. M.Si Pusat Penelitian Gender UNHAS

  2. Agenda Bahasan (Bahan Dialog Bersama Stakeholders) • A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ? • A-2 : Analisis Stakeholdersdalam Penyusunan Perencanaan Responsif Gender • A-3 : Kerangka GAP dan POP : Wawasan Utama Analisis Gender . A- 4 : Bersama Stakeholders : Penyusunan Perencanaan Responsif Gender 2004 - 2010 • A– 5 : Epilog : Pelajaran Penting (dari materi dan peserta via kartu.)

  3. A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ? • Gender : bukanlah Jenis kelamin tetapi peran sosial yang “sepantasnya” dimainkan oleh lelaki dan perempuan dalam kehidupan sosialnya. LK PR Laki dan Perempuan hanya berbeda dalam jenis kelamin (kodratik), tetapi tidak dalam peran dan posisi sosial (kultur)

  4. A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ? • Gender bermaksud mengubah wawasan (keadilan), sikap (komitmen) dan perilaku (kebiasaan) ke arah terwujudnya KKG (sebuah kualitas hidup di masa depan).Kasus Secangkir Kopi (Merubah Kebiasaan yang hampir tidak disadari)

  5. A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ? • PUG (Gender Mainstreaming)adalah sebuah “strategi “ (kebijakan khusus) yang diinstruksikan oleh Dunia dan Negara Kita sbb : • I-1 : Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan di Cairo, 1994 dan Konferensi Wanita Sedunia Ke-4 Beijing, 1995 : yang Memandatkan pada semua negara utk mengimplementasikan PUG sesuai dgn kondisi & situasi negara masing-masing

  6. A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ? • GBHN, 1999 : Menetapkan PUG sebagai Kebijakan Nasional yang harus diemban oleh setiap lembaga (Ekonomi, Politik, Sosial-Budaya maupun dibidang pertahanan dan keamanan) dalam mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) • INPRES 09 Tahun 2000 : Menetapkan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional.

  7. A-1 : Prolog : Sekilas tentang Gender, PUG, dan Instrumen Analisis GAP dan POP ? • GAP (Gender Analysis Pathway) dan POP (Policy Outlook and Plan of Action) adalah suatu instrumen analisis yang dpt membantu perencana dalam penerapan kebijakan PUG Via : • Identifikasi kesenjangan gender (gender gap) • Temuan permasalahan gender (gender issues) serta sekaligus • Penyusunan kebijakan/program/proyek ke arah pencapaian KKG (keadilan &Kesetaraan Gender)

  8. A-2 : Analisis Stakeholdersdalam Penyusunan Perencanaan Responsif Gender • Stakeholder : pihak-pihak yang berkepentingan, mencakup : • Orang (perorangan, kelompok, komunitas) • Lembaga/Badan(Legislatif - Eksekutif) • Sektor Swasta (stok material-teknologi) • PT (PPJ : UNHAS, UMI, UNM, IAIN, UKIP dsb) • Pemerhati (NGO/LSM, Yay. Dakwah, dsb.) MEREKA PERLU DILIBATKAN DALAM PEMBANGUNAN (Perencanaan – Pelaksanaan – Monitoring dan Evaluasi)

  9. A-2 : Analisis Stakeholdersdalam Penyusunan Perencanaan Responsif Gender • Dalam konteks Penyusunan Perencanaan Responsif Gender di Tator, siapa siapa stakeholdersnya : • 1. Orang perorangan : ………………………………….. • 2. Lembaga Eksekutif – Legislatif : ………………….. • 3. Swasta : ……………………………………………………. • 4. Pemerhati (LSM) : ……………………………………… • 5. PT (PPG) : …………………………………………………. Kepentingan bervariasi : (1) ekonomi, (2) politik, (3) sosial : hubungan kekerabatan – emosional, (4) moral – religius, (5) aktualisasi diri, dsb.

  10. WAWASAN GENDER NETRAL GENDER BIAS GENDER AKSES KONTROL PARTISIPASI MANFAAT A-3 : Kerangka GAP dan POP : Wawasan Utama Analisis Gender KEBIJAKAN SOSIO KULTURAL DATA : Indikator Gap ISU GENDER RENSTRA PEMB. GENDER

  11. Contoh Data Senjang Gender Bidang Keluarga Berencana PIL : 12.458 PESERTA KB 53.992 : IUD : 8.786 IMP : 3.672 STK:7.911 KD : 422 LAINNYA : 2.171 Partisipasi Laki-laki Terbatas pada Kondom (KASUS DI KABUPATEN TANA TORAJA)

  12. PENDIDIKAN(Pendidikan Tertinggi yg Ditamatkan)KASUS DI KABUPATEN GOWA TOTAL 235.665 Orang DARISD KE SMP, SMU KE PT, DAN PT KE SEKTOR KETENAGAKERJAAN : TRANSISI PEREMPUAN

  13. Pertanyaan ? • Mengapa terjadi bias/kesenjangan gender pada kasus KB atau Pendidikan tersebut ? • Bisa karena kebijakan • Bisa karena akses, kontrol, partisipasi & manfaat bersumber kebijakan atau pun dalam sosio-kultural kita.

  14. A- 4 : Bersama Stakeholders : Penyusunan Perencanaan Responsif Gender 2004 - 2010 • KRITERIA PROGRAM/RENSTRA • LAYAK “JUAL” : Layak Diajukan Ke DPRD dan Sponsor Dalam dan Luar Negeri. • KOMPREHENSIF : Mengikuti Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis • BUTUH WAKTU : 3 – 5 hari untuk menyusunnya dengan keterlibatan penuh dari stakeholders (pihak yang berkepentingan)

  15. Mengapa : Akar Penyebab Struktur Permasa- lahan Reformulasi Bias Gender Dampak : Akibatnya L-1. Rekonstruksi Isu Gender Via Data Kesenjangan Hari Pertama BERSAMA STAKEHOLDERS

  16. M-13 M-12 M-14 BIAS GENDER M-2 M-8 M-9 M-3 M-6 M-10 M-4 M-5 M-11 Hari Kedua TERMISTERI dalam TUBUH SOSIO- KULTURAL Atau pada KEBIJAKAN Struktur Permasalahan Gender

  17. BIAS GENDER SASARAN M-5 S-5 M-6 S-6 M-n S-n L-2. Perumusan Sasaran Pemecahan Hari Ketiga BERSAMA STAKEHOLDERS

  18. BIAS GENDER SASARAN M-5 S-5 M-6 S-6 PROGRAM PROYEK STRATEGIS M-n S-n L-3. Penetapan Program dan Proyek Strategis BERSAMA STAKEHOLDERS Hari Keempat

  19. L-4 : Penyusunan Lembar Komprehensif BERSAMA STAKEHOLDERS Proyek Strategis Tujuan Input Kegiatan KKG Langkah Pelaksanaan Output Outcome Impact Keterlibatan Pihak Anggaran $/Rp Hari Kelima Prioritas Waktu Laksana

  20. A– 5 : Epilog : Pelajaran Penting (dari materi dan peserta via kartu). E-1 : GAP & POP secara khusus ditujukan pada perbaikan rumusan . Kebijakan. Penyusunan Rencana Aksinya pada tataran operasional perlu dilengkapi dengan Instrumen Perencanaan Strategis E-2 : Keberhasilan PUG sangat ditentukan oleh komitmen byk pihak (stakeholders) termasuk DPRD dan kita semua.

  21. A– 5 : Epilog : Pelajaran Penting (dari materi dan peserta via kartu). E-3 : Kita perlu terus menggalakkan sosialisasi dan advokasi pada pihak yang dipandang strategis (Pejabat Struktural, DPRD, Toma, Toga, Tomi, dan Ortu Murid/Siswa, dsb) E-4 : Kita juga perlu terus melaksanakan aksi-aksi strategis dan berkesinambungan (bukan hanya sekedar menghabiskan bantuan luar negeri yg sesungguhnya adalah utang negara-utang anak cucu kita).

  22. A– 5 : Epilog : Pelajaran Penting (dari materi dan peserta via kartu). • Tuliskan pelajaran penting yg dapat disimak setelah kerja kelompok pd kartu berikut :

  23. THANKS : GUSDUR :Pendidikan dan Koruptor SEMOGA PUAS DAN PENASARAN Eymal B. Demmallino : Hp 08124201351

More Related