1 / 41

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan. Oleh : dr. Yuniar Lestari, MKes. Pendahuluan. Kegiatan pembangunan perumahan , transportasi , industri,penyemprotan insektisida , dll . Dampak lingkungan Dampak Sosial Dampak Ekonomi Dampak Biofisik Dampak kesehatan.

zev
Download Presentation

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PengelolaanLingkunganPeraturandanPerundang-undangan Oleh : dr. Yuniar Lestari, MKes YL - BLOK 4.1 2012

  2. Pendahuluan • Kegiatan pembangunanperumahan, transportasi, industri,penyemprotaninsektisida, dll. • Dampaklingkungan • DampakSosial • DampakEkonomi • DampakBiofisik • Dampakkesehatan PENGATURAN YL - BLOK 4.1 2012

  3. DasarKonstitusional • Alineake 4 Pembukaan UUD 1945 : “…..melindungisegenapbangsa Indonesia danseluruhtumpahdarah Indonesia …..” 2. Pasal 33 ayat 3 “ Bumi, air dankekayaanalam yang terkandungdidalamnyadikuasaiolehnegaradandipergunakanuntuksebesar-besarnyakemakmuranrakyat” YL - BLOK 4.1 2012

  4. YL - BLOK 4.1 2012

  5. YL - BLOK 4.1 2012

  6. UU lingkunganhidup • UU no 4/1982 -- UULH • UU no 23/1997 UUPLH • UU no.32/2009-- UUPPLH • Sanksi administratif, perdata dan pidana Kebijakanperubahan: • PerkembanganbarudlmKonferensiBumi (Rio de Janeiro, 1992) • Kurangkomplit (peraturanpelaksanaan, audit, dll) • Meningkatnyaperansertamasyarakat • Amdalmasihformalitas • Sanksibelummemadai YL - BLOK 4.1 2012

  7. UU lain / pendukung • UU no.5/1990 ttgkonservasi SDA hayatidanekosistemnya • UU no.24/1992 ttgpenataanruang • UU no.22/1999 ttgpemerintahdaerah • UU no.25/1999 ttgperimbangankeuanganantarapemerintahpusatdandaerah YL - BLOK 4.1 2012

  8. Peraturanpemerintah • PP no.27/1999 tentang AMDAL • PP no.85/1999 ttgperubahanatas PP no.18/1999 ttgpengelolaanlimbahberbahayadanberacun • PP no.19/1999 ttgpengendalianpencemarandan/perusakanlaut • PP no.41/1999 ttgpengendalianpencemaranudara • Keppres RI no.10/2000 ttgbadanpengendaliandampaklingkungan YL - BLOK 4.1 2012

  9. Keputusanmenteri • Kepmen LH no. KEP-42/MENLH/11/1994 ttgpedomanumumpelaksanaan audit lingkungan • KepmenLH no. KEP-30/MENLH/10/1999 ttgpanduanpenyusunandokumenpengelolaanlingkungan • KepmenLH no.2/2000 ttgpenilaiandokumen AMDAL • KepmenLH no.17/2001 ttgjenisusahadan/kegiatan yang wajib AMDAL • KepmenLH no.86/2002 ttgpedomanpelaksanaanupayapengelolaan LH danupayapemantauan LH YL - BLOK 4.1 2012

  10. Keputusanmenteri (2) • KepmenLH no. KEP-51/MENLH/10/1995 ttgbakumutulimbahcairbagikegiatanindustri • KepmenLH no. KEP-35/MENLH/10/1993 ttgAmbangbatasemisi gas buangkendaraanbermotor • KepmenLH no.KEP-13/MENLH/3/1995 ttg Baku mutuemisisumbertidakbergerak • KepmenLH no. KEP-48/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatkebisingan • KepmenLH no.KEP-49/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatgetaran • KepmenLH no.KEP-50/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatkebauan YL - BLOK 4.1 2012

  11. Peraturan Daerah • Perdapropsumbar no.4/1989 ttgpengelolaandanpengendalian LH sumbar • Perdapropsumbar no.10/1997 ttgorganisasidantatakerjaBapedaldasumbar • Peraturangubernursumbar no.5/2008 ttgpenetapankriteriamutu air sungai di prop. Sumbar • Kep. gub. sumbar no.26/2001 ttgpenetapanbakumutulimbahcairbagikegiatan hotel disumbar • Kep. gub. sumbar no.38/1999 ttgpemberlakuansanksiadministratifbagiperusahaan/industri/kegiatan yang menimbulkanperusakandanpencemaranlingkungandi prop. sumbar YL - BLOK 4.1 2012

  12. Implementasi • PeraturanLingkunganPerumahan • PeraturanLingkunganIndustri • PeraturanLingkungan RS • Peraturantempatlainnya • Pemberlakuansesuailingkungan YL - BLOK 4.1 2012

  13. HAM • PiagamHakAzaziManusia = Tap MPR No.XVII/MPR/1998 ttg HAM Pasal 28 : Setiaporangberhakataslingkunganhidup yang baikdansehat YL - BLOK 4.1 2012

  14. Kewenanganpemerintahpusatdalamkebijakan LH • Penetapanpedomanpengendalian SDA • Pengaturanpengelolaanlingkungandalampemanfaatansumberdayalautdiluar 12 mil • Penilaian AMDAL bagikegiatanberdampaknegatifluasataumenyangkutpertahanandanketahanannegara • Penetapanbakumutulingkunganhidupdanpenetapanpedomantentangpencemaranlingkunganhidup • Penetapanpedomantentangkonservasi SDA YL - BLOK 4.1 2012

  15. Kewenangandaerahotonompropinsidalambidang LH • PengendalianlingkunganhiduplintasKab/Kota • Pengaturanpengelolaanlingkungandalampemanfaatansumberdayalaut 4 sampai 12 mil • Pengaturantentangpengamanandanpelestarian SDA lintaskab/kota • Penilaian AMDAL bagikegiatanberdampaknegatifluaspadalokasilebihdarisatukab/kota • PengawasanpelaksanaankonservasilintasKab/kota • Penetapanbakumutulingkunganhidupberdasarkan BML nasional YL - BLOK 4.1 2012

  16. PenegakanHukum • Apakahpenegakanhukumharusmelaluipengadilan ? Dapatdilakukanmelaluiberbagaijalurdenganberbagaisanksinya Sanksi : Administrasi Perdata Pidana YL - BLOK 4.1 2012

  17. Pengaturan ???? YL - BLOK 4.1 2012

  18. UU no. 18 Tahun 2008 TentangSampah • BAB II, Pasal 4 Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikansampahsebagaisumberdaya. • Pasal 13 Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial,kawasanindustri, kawasankhusus, fasilitasumum, fasilitassosial, danfasilitaslainnyawajibmenyediakanfasilitaspemilahansampah. YL - BLOK 4.1 2012

  19. Sampah … 3 R PenguranganSampah • Pasal 20 (1) Pengurangan sampah sebagaimana dimaksud meliputikegiatan: a. pembatasantimbulansampah; b. pendauranulangsampah; dan/atau c. pemanfaatankembalisampah. YL - BLOK 4.1 2012

  20. PenangananSampah Pasal 22 Kegiatanpenanganansampahsebagaimanadimaksudmeliputi: pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahansampahsesuaidenganjenis, jumlah, dan/atausifatsampah; YL - BLOK 4.1 2012

  21. Air Bersih Syarat Air Bersih • Syaratkuantitatif : 100 – 150 liter perorang / hari • Syaratkualitatif • Syaratfisik: tidakberwarna, tidakberasa, tidakberbau, jernih, pH 7, suhu = suhusekitar • Syaratkimia: zatkimiatidakmelebihiNilaiAmbang Batas (NAB) • Syaratbiologis: tidakmengandungganggang, jamur, protozoa, telurcacingdll • Syaratbakteriologis: tidakmengandungkumanpatogen. Indikator: kuman E-Coli YL - BLOK 4.1 2012

  22. SumurDangkal • Dindingsumurdisemensedalam 3 meter • Dasarsumurdiberikerikil • Bibirsumursetinggi 1 meter • Lantai (tepian) 1,5 meter • Mempunyaitutup • Sebaiknyadiambildenganpompa • Jarakke reservoir kakus > 10 meter • Untukmemenuhisyaratfisikdilakukanpenyaringan • Untukmemenuhisyaratbakteriologik, air dimasak YL - BLOK 4.1 2012

  23. Kelas Badan Air • Kelas A : digunakan untuk air baku • Kelas B : digunakan untuk pemandian alam dan pertanian • Kelas C : digunakan untuk perikanan darat, olah raga dan pariwisata

  24. Pembuangantinja SyaratPembuanganTinja • Tidakmengkontaminasitanah • Tidakmengkontaminasi air tanah • Tidakmengkontaminasi air permukaan • Tidakdapatdicapaivektor • Tidakmengganggupandanganmatadantidakberbau • Menggunakanteknologitepatguna YL - BLOK 4.1 2012

  25. Parameter Pencemaran Air • Kandunganzatpadat ( dissolved solid, suspended solid dan total solid ) dinyatakandalamppm • Kadar oksigenterlarut • Biological Oxygen Demand (BOD) yaitubanyaknyaoksigen yang diperlukanuntukoksidasizatorganikdalam air • Chemical Oxygen Demand (COD) yaitubanyaknyaoksigen yang diperlukanuntukoksidasizatkimiadalam air • BCOD : gabungankeduanya

  26. Kadar zat inorganik : logam berat, nitrat, fosfor • Kadar gas : asam sulfida, amonia, metana,…

  27. Pengolahan Air Limbah • Pengenceran (dilution) : penambahan air sehingga konsentrasi zat pencemar menurun. • Irigasi luas (broad irrigation) : pengaliran ke parit khusus ( ex. Limbah pemotongan hewan dan pemerahan susu hewan) • Kolam oksidasi ( oxydation pond – Lagoon ) : dengan memanfaatkan sinar matahari, ganggang, bakteri dan oksigen

  28. Water treatment plant dengan tahapan • Penyaringan (filtering) • Penggilingan (grinding) • Aerasi (aeration) • Pengendapan (sedimentation)

  29. SusunanUdaraBersih Normal • Nitrogen 78% • Oksigen 21% • Argon 0,93% • CO2 0,032% • Helion 0,01% • Neon 0,01% • Xenon 0,01% • Kripton 0,01% • Metana, CO sangatsedikit • Amoniak • NO, Hidrogensulfida

  30. RumahSakit POTENSI PENCEMARAN KEGIATAN LIMBAH NON KLINIS KLINIS PENGELOLAAN • PENGUNJUNG • PETUGAS • MASYARAKAT

  31. Pencegahanpenyakitmenularterhadaplingkungansekitar Limbah yang dihasilkanolehrumahsakit, puskesmas, dantempatpraktikkedokteranlainnyatermasukdalamkategori biohazard yaitujenislimbah yang sangatmembahayakanlingkungan, dimanadisanabanyakterdapatbuangan virus, bakterimaupunzat yang membahayakanlainnya, sehinggaharusdikeloladenganbaik

  32. PenggolonganLimbahKlinis • Gol. A : dressing bedah, swab, bangkai, jaringan, … • Gol. B : syringe, jarum, pecahangelas, bendatajam • Gol. C : limbah lab, postmortem, … (kecuali yang tercantumdlm A) • Gol. D : limbahbahankimia, farmasi, … • Gol. E : kantongurin, plastikpelapis bed, …

  33. Pemisahan limbah Kode warna yang disarankan

  34. Insinerator • Disarankan untuk benda tajam, infeksius dan jaringan tubuh • Untuk limbah sitotoksik suhu >110oC • Pemeliharaan sesuai spesifikasi desain • Emisi ke udara dipantau • Bila insinerator tidak mencukupi, dapat dilakukan sanitary land fill

  35. Penyediaan Air bersih RS Air dipertahankansecarakuantitasdankualitas agar tidakmenjadisumberinfeksibaru. Secaraumumjumlah air bersihdidasarkanpadajumlahtempattidur. Minimal 500 liter/ TT / hari. Kualitas air sesuaidenganPermenkes 416/1990.

  36. Pengawasan kualitas air • Inspeksi Sanitasi • Pengambilan sampel ( bakteriologik 1xsebulan, kimiawi 1x6 bulan ) • Pemeriksaan sampel ( Lab. Terdekat/ Lab. RS,… ) • Pencatatan dan analisis

  37. Desinfeksi sistim saluran air bersih Bahan : chlorin ( kalsiumhipoklorit,… ) Cara terbaik : terusmenerus (hingga 50 mg/l) Residubebas : 1 mg/l

  38. Pengelolaan Linen Linen kotor adalah sumber kontaminasi penting di RS Penyebaran mikroba dapat terjadi ketika pengangkutan linen. Alat angkut : kereta dorong. Idealnya terpisah antara linen kotor dan bersih. Kereta dibedakan warnanya/bentuknya.

  39. PengendalianSerangga & Tikus Seranggadantikusdapatmenjadivektorataupun reservoir penyakit Dapat pula menimbulkankerugianekonomi Spesiesserangga yang seringditemukandi RS adalahlalatdankecoa Serangga lain : nyamuk, semut, pinjal/kutu

  40. Referensi YL - BLOK 4.1 2012

  41. TerimaKasih YL - BLOK 4.1 2012

More Related