1 / 3

MODUL 12 TRIGONOMETRI I 1 Fungsi Gonometri Sudut Lancip A

MODUL 12 TRIGONOMETRI I 1 Fungsi Gonometri Sudut Lancip A. . 0. A’ Sudut  adalah suatu sudut lancip dengan titik sudut 0, sedang titik A adalah salah satu titik pada kaki sudut tersebut. Jika 0A diproyeksikan pada kaki yang lain,

Download Presentation

MODUL 12 TRIGONOMETRI I 1 Fungsi Gonometri Sudut Lancip A

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MODUL 12 TRIGONOMETRI I 1 Fungsi Gonometri Sudut Lancip A  0 A’ Sudut adalah suatu sudut lancip dengan titik sudut 0, sedang titik A adalah salah satu titik pada kaki sudut tersebut. Jika 0A diproyeksikan pada kaki yang lain, maka 0A’ adalah proyeksi 0A pada garis L dan AA’ adalah garis yang memproteksi. Tiga garis pada gambar di atas (0A ; 0A’ dan AA’) dinamakan garis Goniemetri sudut  dimana : 0A 0A’ AA’ adalah garis yang diproyeksi adalah garis proyeksi adalah garis yang memproyeksi Definisi : 1. Yang dimaksud sinus suatu sudut yaitu perbandingan antara garis yang memproyeksi terhadap garis yang diproyeksi. 2. Yang dimaksud Cosinus suatu sudut yaitu perbandingan antara garis proyeksi terhadap garis yang diproyeksi. 3. Yang dimaksud tangen suatu sudut yaitu perbandingan antara garis yang memproyeksi terhadap garis proyeksi. 4. Yang dimaksud Cotangen adalah kebalikan dari Tangen sudut itu. 5. Yang dimaksud Secan adalah kebalikan dari Cosinus sudut itu. 6. Yang dimaksud Cosinus adalah kebalikan dari Sinus sudut itu. Definisi-definisi tersebut di atas dapat diperjelas sebagai berikut : = Sisi siku-siku yang dimuka dibagi sisi miring = AA’/0A = Sisi siku-siku yang disamping dibagi sisi miring = 0A’/0A = Sisi siku-siku yang dimuka dibagi sisi siku-siku yang disamping = AA’/0A’ = 1/tg = 0A’/AA’ = 1/cos = 0A/0A’ Sin Cos Tg Cotg Sec Cosec = 1/sin = 0A/AA’ 1 25 http://www.mercubuana.ac.id httrovinesa10

  2. Latihan 2 1. Diketahui segitiga siku-siku sebagai berikut : Cari : Sin; Cos; tg sec; Cosec. M L=4m  K=3m 2. Cari q; sin; cos; tg; sec; cosec R = 102 q  P = 10 3. Gunakan Dalil Sinus dan Cosinus dan Phytagoras dari segitiga siku-siku c a  b Tunjukan bahwa Sin2 + Cos2 = 1 http://www.mercubuana.ac.id

  3. Latihan 3 Isilah titik-titik di bawah ini : = Cos …..o = Cos …..o = Cos …..o = Sin …...o Sin 30o Sin 60o Sin 45o Cos 53,13o 4. Koordinat Cartesius dan Koordinat Kutub Koordinat Cartesius Dalam Koordinat Cartesius letak suatu titik pada bidang XOY ditentukan oleh obsis X dan Ordinat Y, maka titik P ditulis P (X,Y). Y P {X,Y) Y X 0 X Contoh : 1. A (3,4) 4 3 5 http://www.mercubuana.ac.id

More Related