1 / 26

Disentri amoeba dan basiler

Disentri amoeba dan basiler. Darwis Dosen Jurusan Gizi. ASSALAMUALAIKUM, WR.WB. Penyakit Disentri.

tuvya
Download Presentation

Disentri amoeba dan basiler

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Disentri amoeba dan basiler Darwis DosenJurusanGizi

  2. ASSALAMUALAIKUM, WR.WB

  3. Penyakit Disentri Disentri merupakat penyakit radang usus besar  yang mengakibatkan sakit perut dan buang-buang air besar  yang berlendir dan bercampur darah. Kuman ini masuk ke usus manusia melalui makanan dan minuman dan bersifat sangat menular. • Disentri dibagi menjadi dua: • Disentri Amuba • Yaitu disentri yang disebabkan oleh bakteri parasit Entameba histolytica • Disentri Basiler • Yaitu disentri yang disebabkan oleh bakteri  shingella

  4. Gejala Disentri • Mulas • Perut kembung • Muntah • Demam • Nafsu makan menurun • Perut terasa sakit dan mengejang • Diare encer dengan volume sedikit, bercampur lender dan darah • Nyeri saat buang air besar (tenesmus)

  5. ANATOMI FISIOLOGI • UsusBesar (Intestinum Mayor) • Panjangnya ± 1 ½ m, lebar 5-6 cm, lapisan-lapisanususbesardaridalamkeluaradalah : • a. Selaput lender • b. Lapisanototmelingkar • c. Lapisanototmemanjang • d. Jaringanikat. • FungsiUsusBesar • a. Menyerap air darimakanan • b. Tempatinggalbakterikoli • c. Tempatfeses

  6. ETIOLOGI • Bakteri (Disentri basiler) Shigella, penyebab disentri yang terpenting dan tersering. Kasus disentri yang dirujuk serta hampir semua kasus disentri yang berat dan mengancam jiwa disebabkan oleh Shingella. • Escherichia coli enteroinvasif (EIEC) • Salmonella • Campylobacter jejuni, terutama bayi

  7. TANDA DAN GEJALA • Disentri Basiler • Panas tinggi (39,50 – 40.0 C), appear toxic • Muntah – muntah • Anoreksia • Sakit kram di perut dan sakit di anus saat BAB • Ensefalitis

  8. Disentri amoeba • Diare disertai darah dan lendir dalam tinja • Frekuensi BAB umumnya lebih sedikit dari pada disentri basiler • Sakit perut hebat (KOLIK) • Gejala konstitusional biasanya tidak ada

  9. KOMPLIKASI Disentri basiler • Stenosis • Peritonesis • Hemoroid • Neuritis perifer • Artritis Disentri Amoebica • Pendarahan usus • Perforasi • Ameboma • Striktura

  10. DIAGNOSA • 1. Perubahannutrisikurangdarikebutuhantubuhberhubungandengandiareatau output berlebihandan intake yang kurang2. Gangguankeseimbangancairandanelektrolitberhubungandengankehilangancairanskunderterhadapdiare.3. Resikopeningkatansuhutubuhberhubungandenganprosesinfeksiskunderterhadapdiare4. Resikogangguanintegritaskulitberhubungandenganpeningkatanfrekwensidiare.5. Resikotinggigangguantumbuhkembangberhubungandengan BB menurunterusmenerus.6. Kecemasananakberhubungandengantindakan invasive

  11. Cara mencegahdisentridanperawatannya • Mengingatmudahnyapenularandisentrimakasebagailangkahpencegahan yang dapatdilakukanuntukmengantisipasipenyakitdisentriyaitudenganmemperhatikanpolahidupsehatdanbersih, sepertiselalumenjagakebersihanmakanandanminumandarikontaminasikotorandanseranggapembawakuman, menjagakebersihanlingkungan, membersihkantangansecarabaiksesudahbuang air besarataumenjelangmakanatauketikamemegangmakanan yang akandimakan • Untukmencegahterjadinyadehidrasi yang dapatberakibat fatal makabagipenderitadisentriharussegeramendapatperawatan,  denganmemberikancairanelektrolituntukkasusdehidrasiringan. Penggunaancairanelektrolitdilakukanuntukmengganticairan yang hilangakibatdiaredanmuntah-muntah.

  12. lanjutan • AndadapatmenggunakanOralit yang dilarutkandalamgelassekitar 200 cc air minum yang hangatkemudiandiadukdandiberikansedikitdemisedikitdengansendokkepadapenderita. Jikaoralittidaktersediamakasebagaialternatifandadapatmenggunakanlarutan  1 sendoktehgula yang dicampurdengan  ¼ sendoktehgaramataubisajugadenganmeminum air kelapa. Apabiladehidrasicukupberat, setelahdiberioralitataularutancampuranguladangaramsebagaipertolonganpertama, sebaiknyapenderitadibawakerumahsakituntukdiberikanperawatan.

  13. Tumbuhanobat yang dapatdigunakanuntukmembantumengatasidisentridandiarediantaranyamempunyaiefeksebagaiadstringent (pengelat) yaitudapatmengerutkanselaputlendirusus yang bermanfaatuntukmengurangipengeluarancairandiaredandisentri, selainitujugamempunyaiefeksebagai anti radangdan anti bakteri.

  14. PENGOBATAN • 1). Terapi dehidrasi 7 • Terapi dehidrasi berdasarkan derajat dehidrasi seseorang: • a). Rencana pengobatan A untuk mengobati diare di rumah: • Prinsipnya adalah: • (1) Pemberian cairan lebih banyak dari biasanya • a. Cairan yang diberikan harus memenuhi kritria: • - aman bila diberikan dalam jumlah besar • - mudah menyiapkannya • - dapat diterima • - efektif

  15. b. Jumlah yang dapat diberikan adalah sebanyak yang anak mau dan meneruskan penggunaan URO sampai diarenya berhenti. Sebagi petunjuk pemberian cairan yang diberikan di rumah setiap kali buang air besar adalah sebagai berikut: • - anak di bawah umur 1-4 tahun: 100-200 ml • - >5 tahun: 200-300ml • - dewasa:300-400ml • (2). Pemberian makanan yang cukup pada anak

  16. a) jenis makanan yang dapat diberikan: • - ASI terus diberikan tanpa selingan • - Untuk anak yang sudah mendapat makanan lunak dan padat, makanan harus diberikan paling tidak setengah dari kalori dietnya. Bila mungkin makanan yang asin harus diberikan juga. • b) jumlah dan frekwensi pemberian makanan: • - berikan makanan sebanyak yang anak mau • - menawarkan makanan tiap 3-4jam. Pemberian makanan sedikit-sedikit tapi sering lebih mudah diterima oleh anak • - setelah diare berhenti makanan diberikan paling idak satu kali lebih banyak daripada biasa setiap hari selama 2 minggu

  17. b). Rencana pengobatan B untuk dehidrasi ringan sedang • (1) memberikan oralit 75 ml/kg BB dalam 3 jam pertama, • bila berat badan anak tidak diketahui atau untuk memudahkan di lapangan pemberian oralit paling sedikit sesuai dengan di bawah ini: • a) umur <> • b) umur 1-5 tahun jumlah oralit 600 ml • c) >5 tahun jumlah oralit 1200 ml • d) dewasa jumlah oralit 2400 ml. • Tetapi bila anak masih mau minum lagi boleh diberikan lebih. ASI tetap diberikan.

  18. (2) Menilai kembali penderita: • a) bila tidak ada dehidrasi lagi, ganti ke rencana A. • b) Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang ulabgi rencana B tetapi penderita ditawarkan makanan, susu dan sari buah seperti rencana A. • c) Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti rencana C.

  19. c). Rencana Pengobatan C, pengobatan penderita dehidrasi berat: • (1) Menentukan bagaimana cara pemberian cairan: • *  Penggantian cairan melalui intra vena • *  memilih cairan intra vena yang tepat: • larutan yang lebih disukai adalah larutan Ringer laktat. Larutan iv yang mengandung hanya glukosa tidak diperkenankan. • Memberikan tetesan iv: • Vena yang sering digunakan adalah vena ante cubiti. Pada keadaan syok hipovolemik bisa dipasang pada 2 vena untuk mengembalikan volume darah dalam jumlah yang cepat.

  20. d) Penggantian cairn melalui selang nasogastrik. • Penderita dehidrasi berat harus menerima paling sedikit 20 ml/kgBB larutan oralit selama 6 jam, dimasukkan dengan kecepatan konstan 20ml/kgBB perjam, dan harus dikurangi bila ada muntah berulang-ulang atau perut kembung.

  21. e) Penggantian cairan melalui oral. • Bila pengobatan iv dan NGT tidak memungkinkan atau akan terlambat sedangkan anak dapat minum diberikan oralit oral 20m/kgBB/jam. • (2) Menentukan jumlah cairan yang harus diberikan. • (a) kehilangan cairan pada dehidrasi berat setara dengan 10% berat badan (100ml/kg). • (b) Bayi harus diberikan cairan 30ml/kgBB pad 1 jam pertama, diikuti 70ml/kgBB pada 5 jam berikutnya, jadi seluruhnya 100ml/kgBB dalam 6 jam. • (c) Anak yang lebih besar dan dewasa harus diberi 30 ml/kgBB dalam 30 menit pertama, diikuti dengan 70ml/kgBBbdalam 2,5 jam berikutnya sehingga seluruhnya 100ml/kgBB selama 3 jam. • (d) Bila nadi masih lemah pada pemberian 30ml/kg pertama maka harus diulang lagi dalam waktu yang sama. • (e) Larutan oralit dalam jumlah kecil harus juga diberikan melalui mulut segera setelah penderita dapat minum untuk memberi tambahan kalium dan basa.

  22. Yang harus diperhatikan adalah: •  tanda-tanda dehidrasi •  jumlah dan sifat tinja yang dikeluarkan  setiap kesulitan dalam pemberian cairan • 2. Antibiotik • Yang efektif untuk disentri amoeba adalah metronidazole dengan dosis 35-50/kg BB/hari diberikan 3 kali sehari selama 5 hari. Metronidazole sebagai antibiotik berfungsi untuk memusnahkan parasit 10.

  23. PROGNOSA DAN KOMPLIKASI • A .PROGNOSA • Padabentuk yang berat,angkakematiantinggikecualibilamendapatkanpengobatandini.tetapipadabentuk yang sedang,biasanyaangkakematianrendah :bentukdysentriaeberatdanmasapenyembuhannya lama meskipundalambentuk yang ringan ,bentukfleknerimempunyaiangkakematian yang rendah.

  24. B. KOMPLIKASI • 1. DisentriBasiler • Stenosis • Peritonetis • Hemoroid •  Neuritis perife • artritis 2. DisentriAmoebica • * Perdarahanusus • *  Perforasi • *  Ameboma • * Striktura

  25. PRINSIP PENATALAKSANAAN DIET • Diet TK/TP • Biasanya pada penderita disentri mengalami malnutrisi yang biasanya disebabkan adanya malabsorbsi karbohidrat, vitamin dan mineral 4. Penderita disarankan untuk makan makanan dalam bentuk yang relatif lembek (dengan tujuan mengurangi kerja usus) 9

  26. Wasalam mualaikum wr.wb TERIMA KASIH

More Related