1 / 44

OPTIMALISASI LITKAJIBANG-DIKLUHRAP MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA LITBANG HORTIKULTURA

OPTIMALISASI LITKAJIBANG-DIKLUHRAP MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA LITBANG HORTIKULTURA (Studi Kasus Perbenihan Kentang). S U W A N D I. Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks. Dasar Pemikiran.

newton
Download Presentation

OPTIMALISASI LITKAJIBANG-DIKLUHRAP MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA LITBANG HORTIKULTURA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. OPTIMALISASI LITKAJIBANG-DIKLUHRAP MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA LITBANG HORTIKULTURA (Studi Kasus Perbenihan Kentang) S U W A N D I Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  2. Dasar Pemikiran • Peran dan fungsi Kentang  Sayuran penting dan sekaligus sebagai penyangga ketahanan pangan. • Kedudukan kentang vs sayuran • Komoditas utama penelitian • Luas areal tanam kentang dan produksi terus meningkat • Harga komoditas relatif stabil dibanding komoditas sayuran lainnya • Sentra-sentra produksi utama • Sekitar 8 provinsi merupakan daerah sentra produksi • Komoditas kentang merupakan Industri yang prosfektif dan terus berkembang pesat. . Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  3. Volume produksi, impor dan ekspor sayuran segar (2011-2012) Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  4. Sumberdaya kentang DN • Perkembangan invensi meliputi : • Assesi PN dan Varietas Unggul Baru • Perbenihan Kentang Cepat • Teknologi budidaya • Teknologi pengendalian • Teknologi pasca panen • Diseminasi Inovasi Kentang  SDMC • Varietas dan Teknologi Perbenihan • Licensi; Kerjasama Pengembangan Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  5. Estimasi kebutuhan benih dan luas lahan dan skrin untuk produksi benih kentang Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  6. ESTIMASI KEBUTUHAN BENIH KENTANG (2010)

  7. LITKAJI-BANG-DIKLATLUH-RAP (Modifikasi PERMENTAN 03/2005) PENGEMBANGAN, DIKLATLUH DAN PENERAPAN IV. TAHAP PENERAPAN DAN UMPAN BALIK I. TAHAP PENELITIAN II. TAHAP PENGKAJIAN TEKNOLOGI III. TAHAP PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGEM- BANGAN USAHA AGRIBISNIS MODEL PENGEM- BANGAN KOMPONEN TEKNOLOGI SIAP KAJI TEKNOLGI SPESIFIK LOKASI PENGEM- BANGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENELITIAN PENGKAJIAN KOMISI PENELITIAN PERTANIAN KOMISI TEKNOLOGI PERTANIAN KOMISI PENELITIAN PERTANIAN KOMISI TEKNOLOGI PERTANIAN UMPAN BALIK PENELITIAN / PENGKAJIAN Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  8. PENDEKATAN MANAJEMEN KORPORASI LITKAJI BANG-DIKLATLUH-RAP KEBIJAKAN PROGRAM, PENGEMBANGAN SDM, SARANA DAN KERJASAMA Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  9. FOKUS LITKAJIBANG-DIKLATLUH-RAP KENTANG • VARIETAS KENTANG • TEKNOLOGI BUDIDAYA • TEKNOLOGI PERBENIHAN CEPAT Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  10. VARIETAS KENTANG YANG DILEPAS Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  11. SAYUR (FRESH VEGETABLE) 1. AMUDRA 2. MERBABU 17 3. REPITA 4. CIPANAS 5. GRANOLA L 6. PING 06 7. GM 05 8. GM 08 PROSESING (PROCESSING VEGETABLE) 1. MANOHARA 2. KRESPO 3. BALSA 4. TENGGO 5. ERIKA 6. FRIES 7. MARGAHAYU 8. KIKONDO 9. ATLANTIK MALANG VARIETAS KENTANG Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  12. KENTANG Amudra MB-17 Manohara Potensi hasil : 30-40 t/ha Cocok untuk sayur Potensi hasil :30-33 t/ha Cocok untuk sayur Potensi hasil :20-28 t/ha Cocok untuk keripik dankentang goreng Potensi hasil : 20-40 t/ha Cocok untuk kripik Potensi hasil : 20-22 t/ha Cocok untuk keripik dankentang goreng Potensi hasil : 30-40 t/ha Cocok untuk sayur Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  13. Kentang Lbr-40 Potensi hasil : 17-27 t/ha Kikondo Potensi hasil : 18-24 t/ha Cocok untuk keripik dan kentang goreng Margahayu Potensi hasil : 18-23 t/ha Cocok untuk keripik dan kentang goreng GM-08 GM-05 Potensi hasil : 30.4 t/ha Potensi hasil : 30 t/ha Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  14. Virus-free Potato Seed production with integrated in vitro technology Tuber or micro tuber non aseptic Aseptic micro tuber, /planlet In vitro culture initiation sprout Perbanyakan In vitro Patogen elimination Indeksing, heat Therapy and meristim culture, micro propagation, indexing, i true to type test Culture In vitro maintenance In vitro micropropagation Planlet In vitro Aclimatization in the screen house In vitro Tuberisation Propagation by single node cutting, in liquid medium and tuber formation, Mother plants for cuttings Micro tuber Rooted cuttings Plant in the screen house Mini tuber (Go) After 2 – 3cycles seed production Certified seed Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks production commercially

  15. TEKNOLOGI PERBENIHAN CEPAT

  16. Perbanyakan benih kentang aeroponic Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  17. KEBIJAKAN LITBANG PERTANIAN DIRJEN HORTIKULTURA BB PASCAPANEN DAN BB ALSINTAN PUSLITBANGHORT BP2TP DIREKTORAT BENIH HORTIKULTURA BALITSA BPTP PROPINSI KAWASAN/KUSTER/KENTANG PEMDA PROPINSI KAWASAN KEMITRAAN PENANGKAR - PETANI LISENSI BPSB PETANI PENGGUNA PEDAGANG, INDUSTRI MAKANAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERBENIHAN KENTANG NASIONAL Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  18. SKEMA PERBENIHAN KENTANG DENGAN BPTP  litkaji. • PERENCANAAN DAN KOORDINASI • PENYIAPAN BAHAN DAN BAHAN KAJIAN • PELATIHAN TEK. PERBANYAKAN CEPAT • DEMPLOT PERBENIHAN Go  G1 G2 • TEMU LAPANGAN DAN • EVALUASI HASIL KEGIATAN Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  19. Benih Varietas Kentang Go untuk Dikembangkan Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  20. Pertumbuhan 7 Varietas Kentangdi Sumatra Barat Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  21. Keragaan Pertumbuhan Varietas Kentang di Sulut Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  22. Temu Lapangan Panen G1 di Garut-Jabar Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  23. Temu Lapang & Panen G1di Sumatra Barat Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  24. Panen Varietas Kentang G1di Garut -Jabar Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  25. Temu Lapangan Panen Produksi G1 di Modoinding Sulut Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  26. Kebutuhan Benih planlet (G0) Balitsa • Luas panen Kentang 2010 -- seluas 66.508 Ha • Benih sebar (G4) dibutuhkan 99.762.000 kg atau 99.762 • Benih G3 dibutuhkan adalah 10.000 ton (1:10) • Benih G2 dibutuhkan sebanyak 1.000 ton (1;10) • Benih G1 yang dibutuhkan sekitar 100 ton (1:10) • Benih G0 yang dibutuhkan adalah 10 ton (1:10) • Kebutuhan benih G0 ± 5 gr = 2.000.000 knol G0 • Kebutuhan stek (3 knol G0/stek) = 666.667 stek batang • Kebutuhan plantlet  (10 planlet/btl) = 22.222 botol planlet Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  27. Kapasitas Produksi BS Kentang di UPBS BALITSA:Laboratorium A ,B danC(Asumsi tersedianya dana dan sistem distribusi benih yang lancar)

  28. Perbanyakan Benih di Mitra (suatu kasus) Februari 2010 pesan 600 btl (6.000 planlet) April 2110, dilakukan perbanyakan dibak semai menghasilkan 12.000 tanaman induk Mei 2010 penanaman stek batang di 3 skreen house (populasi 200.000 tanaman ) September sd Oktober 2010 panen Go 552.500 knol Sebagian benih Go didistribusikan lagi ke penangkar benih di Sumatra Utara dan Jabar

  29. Produksiumbi mini Go diPenangkarbenih.

  30. SKEMA BENIH KENTANG DENGAN MITRA HORTITEK 1500 Botol ---- 15.000 planlet (Balitsa)  G0---- 1.500.000 knol  G1 --- 7.500.000  G2------ 75.000.000 (1800 ha)  G3 --- 750.000.000 (18.000 ha)  Luas tanam (70.000 ha) : (Jadi bisa mengisi ¼ kebutuhan benih nasional) Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  31. Produksiumbi mini Go di Petani Penangkarbenih.

  32. Produksibenih Go di KBH-KledungJawa Tengah

  33. Produksi umbi mini kentang Umbi mini tan. kentang

  34. Distribusi benih planlet kentang ke penangkar • Hortitek --------- 1500 botol/th. (15.000 planlet) • Radina ----------- 1500 botol (15.000 planlet) • Primordia-------- 150 botol ( 1.500 planlet) • H.Diat ----------- 200 botol ( 2.000 planlet) • Data distribusi benih G3 ada di masing-masing penangkar Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  35. Data Produksi dan Distribusi Benih Sumber Kentang G0 Tahun 2009-2013

  36. Perbenihan tanamankentangdipenangkar Lapangan.

  37. PERBENIHAN KENTANG LANJUTAN PADA PENANGKAR DI GARUT JAWA BARAT

  38. PERTUMBUHAN AREAL PANEN KENTANG DARI TAHUN 2010 (%)* Sumber : http://www.deptan.go.id/infoeksekutif/horti/Luas-Panen-Kentang.htm *) Angka sementara Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  39. PUBLIKASI KENTANG (KTI) Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  40. DITJEN P2HP DITJEN PSP BADAN KARANTINA PERTANIAN BADAN SDM BADAN LITBANG PERTANIAN PUSLIT/PUSLITBANG/ BB TERKAIT BB P2TP Kebijakan, koordinasi, monev BALITSA 8 BPTP Supervisi dan koordinasi JARINGAN LITKAJI-BANGDIKLAT-LUHRAP KENTANG DITJEN HORTIKULTURA dukungan 8 BPTP memiliki UPBS KENTANG koordinasi KEBIJAKAN koordinasi koordinasi PUSLITBANG HORTIKULTURA sinergisme Kebijakan, koordinasi, monev koordinasi • Inovasi • Pelatihan • Penyediaan BS, FS, saprodi, pupuk • Air • Alsin • Pra dan pascapanen • Pengkajian Sekolah Lapang (SL): • Demplot • Materi penyuluhan • Pendampingan teknologi dan kelembagaan • Pelatihan Demplot/komersialisasi Demplot/komersialisasi koordinasi koordinasi KELOMPOK TANI/SWASTA KELOMPOK TANI/SWASTA KELOMPOK TANI/SWASTA KLUSTER/KAWASAN AGRIBISNIS KENTANG Wilayah Kerja Dinas Pertanian

  41. MODEL DISEMINASI KENTANG Balit Exp. Plot Visitor Plot 2003 BPTP, Dinas, Penyuluh & Petani Demplot Superimposed Trial SISTEM INFORMASI & PENGUATAN KELEMBAGAAN Pilot Project Demarea ACTUAL BUSINESS SYSTEM KLUSTER KENTANG Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  42. KESIMPULAN • Inovasi teknologi kentang sudah cukup tersedia (Varietas, Tek. Produksi & Perbenihan Cepat) dan diimplementasikan • Dalam skema MK- Litkajibang-Diklatluh-Rap. • Strategi yang dikembangkan dalam 2rd Curva Litbang  peningkatan kekuatan simpul-simpul khusus yang menghasilkan titik ungkit significant, • SDMC (Licensi & Kemitraan dengan SH) dari perbenihan kentang Go (plantlet-knol umbi mini). • Pengembangan embrio kluster perbenihan kentang di setiap derah sentra produksi Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  43. Kesimpulan: • Refokusing Litkajibangrap Kentang 2013-2014 perlu meningkatkan sinergi program, sumberdaya dan anggaran pada UK/UPT dalam pencapaian program strategis KEMTAN, dalam ; • Dalam peningkatan produksi untuk pengurangan impor, peningkatan nilai tambah, diversifikasi pangan dan peningkatan pendapatan petani • Koordinasi intensif dengan seluruh Stake-Holders terkait dengan pengembangan kluster kentang daerah sentra produksi. Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

  44. Terima Kasih Badan Litbang Pertanian Science – Innovation – Networks

More Related