Pengujian hipotesis
Download
1 / 18

PENGUJIAN HIPOTESIS - PowerPoint PPT Presentation


  • 287 Views
  • Uploaded on

PENGUJIAN HIPOTESIS. Pertemuan 10. Hipotesis :. Merupakan suatu asumsi atau anggapan yang bisa benar atau bisa salah mengenai sesuatu hal, dan dibuat untuk menjelaskan sesuatu hal tersebut sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' PENGUJIAN HIPOTESIS' - nate


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Pengujian hipotesis

PENGUJIAN HIPOTESIS

Pertemuan 10


Hipotesis
Hipotesis :

  • Merupakan suatu asumsi atau anggapan yang bisa benar atau bisa salah mengenai sesuatu hal, dan dibuat untuk menjelaskan sesuatu hal tersebut sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut.

  • Asumsi atau anggapan itu seringkali dipakai sebagai dasar dalam memutuskan atau menetapkan sesuatu dalam rangka menyusun perencanaan atau kepentingan lainnya baik dalam bidang ekonomi, bisnis, pendidikan, dll.



Pengujian statistik
Pengujian statistik : hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

  • adalah suatu prosedur yang didasarkan kepada bukti sampel dan teori probabilita yang dipakai untuk menentukan apakah hipotesis yang bersangkutan merupakan pernyataan yang wajar dan oleh karenanya tidak ditolak, atau hipotesis tersebut tidak wajar dan oleh karena itu harus ditolak.


Prosedur lima langkah untuk menguji suatu hipotesis

Langkah hipotesis ini disebut hipotesis statistik. 1

Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif

Langkah 2

Pilih suatu taraf nyata

Langkah 3

Tentukan Uji Statistik

Langkah 4

Buat aturan pengambilan keputusan

Langkah 5

Ambillah sampel, ambil keputusan

Tidak menolak H0

atau

Menolak H0

Prosedur lima langkah untuk menguji suatu hipotesis :


Langkah 1 rumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif
Langkah 1 : Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif hipotesis ini disebut hipotesis statistik. .

  • Langkah pertama adalah merumuskan hipotesis yang akan diuji. Hipotesis ini disebut Hipotesis nol disebut H0 (dibaca H nol).

  • Hipotesis alternatif menggambarkan apa yang akan anda simpulkan jika menolak hipotesis nol. Hipotesis alternatif ditulis H1 (dibaca H satu).


Langkah 2 taraf nyata
Langkah 2 : Taraf nyata hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

  • Taraf nyata diberi tanda  (alpha), disebut juga tingkat resiko karena menggambarkan resiko yang harus dipikul bila menolak hipotesis nol padahal hipotesis nol sebetulnya benar.

  • Tidak ada satu taraf nyata yang diterapkan untuk semua penelitian yang menyangkut penarikan sampel. Kita harus mengambil suatu keputusan untuk memakai taraf 0,05 (disebut taraf 5 persen), taraf 0,01, atau taraf yang lain antara 0 dan 1.

  • Pada umumnya pada proyek penelitian menggunakan taraf 0,05, sedangkan untuk pengendalian mutu dipilih 0,01, dan untuk pengumpulan jajak pendapat ilmu-ilmu sosial dipakai 0,10


Langkah 3 uji statistik
Langkah 3 : Uji statistik hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

  • Merupakan suatu nilai yang ditentukan berdasar informasi dari sampel, dan akan digunakan untuk menentukan apakah akan menerima atau menolak hipotesis.

  • Ada bermacam-macam uji statistik, di sini kita akan menggunakan uji statistik seperti z, student-t, F, dan 2 (Kai-kuadrat).


Langkah 4 aturan pengambilan keputusan

Distribusi Sampling bagi Statistik z hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

DaerahPenolakan

Tidak menolak H0

1,645

Probabilitas 0,95

Probabilitas 0,05

Nilai Kritis

Langkah 4 : Aturan pengambilan keputusan

  • Aturan pengambilan keputusan merupakan pernyataan mengenai kondisi di mana hipotesis nol ditolak dan kondisi di mana hipotesis nol tidak ditolak.

  • Gambar berikut menggambarkan daerah penolakan untuk suatu uji taraf nyata :


Perhatikan dalam gambar di atas bahwa : hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

  • Daerah di mana hipotesis nol tidak ditolak mencakup daerah di sebelah kiri 1,645.

  • Daerah penolakan adalah di sebelah kanan dari 1,645.

  • Diterapkan suatu uji satu arah.

  • Taraf nyata 0,05 dipilih.

  • Nilai 1,645 memisahkan daerah-daerah dimana hipotesis nol ditolak dan di mana hipotesis nol tidak ditolak.

  • Nilai 1,645 dinamakan nilai kritis.


Langkah 5 mengambil keputusan
Langkah 5 : Mengambil keputusan hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

  • Langkah terakhir dalam uji statistik adalah mengambil keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis nol.

  • Keputusan menolak hipotesis nol karena nilai uji statistik terletak di daerah penolakan.


  • Perlu juga diperhatikan bahwa keputusan untuk menolak atau tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian.

  • Hasil ini merupakan rekomendasi berdasarkan bukti-bukti sampel yang dapat diberikan peneliti kepada manajer puncak sebagai pembuat keputusan, tetapi keputusan akhir biasanya tetap diambil oleh manajer puncak tersebut.


Uji satu arah dan uji dua arah
Uji Satu Arah dan Uji Dua Arah tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian.

Uji satu arah :

  • Bila hipotesis nol H0 :  = 0 dilawan dengan hipotesis alternatif H1 :  > 0 atau H1 :  < 0

  • Uji satu arah ditandai dengan adanya satu daerah penolakan hipotesis nol yang bergantung pada nilai kritis tertentu.

  • Nilai kritis diperoleh dari tabel untuk nilai  yang telah dipilih sebelumnya.


Uji dua arah tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian.

  • Bila hipotesis nol H0 :  = 0 dilawan dengan hipotesis alternatif H1 : 0 .

  • Uji dua arah ditandai dengan adanya dua daerah penolakan hipotesis nol yang juga bergantung pada nilai kritis tertentu.

  • Nilai kritis ini diperoleh dari tabel untuk nilai /2 yang telah dipilih sebelumnya.


Uji menyangkut rata rata

H tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian. 0

 = 0

1 - 2 = d0

 = 0

1 - 2 = d0

, v = n – 1

tidak

diketahui

Uji Statistik

v = n1 + n2 – 2

1 = 2 dan tidak diketahui

,  diketahui

1 dan 2 diketahui

1 - 2 < d0

1 - 2 > d0

1 - 2  d0

 < 0

 > 0

0

H1

 < 0

 > 0

0

1 - 2 < d0

1 - 2 > d0

1 - 2  d0

T < - t,v

T > t,v

T < - t/2,v dan T > t/2,v

Z < - z

Z > z

Z < - z/2 dan Z > z/2

T < - t,v

T > t,v

T < - t/2,v dan T > t/2,v

Z < - z

Z > z

Z < - z/2 dan Z > z/2

Daerah Kritis

Uji menyangkut rata-rata:


Uji menyangkut rata rata1

H tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian. 0

1 - 2 = d0

D = d0

Uji Statistik

1 2 dan tidak diketahui

v = n – 1

Pengamatan yang dipasangkan

H1

1 - 2 < d0

1 - 2 > d0

1 - 2  d0

D < d0

D > d0

D  d0

Daerah Kritis

T’ < - t,v

T’ > t,v

T’ < - t/2,v dan T’ > t/2,v

T < - t,v

T > t,v

T < - t/2,v dan T > t/2,v

Uji menyangkut rata-rata:


Uji menyangkut proporsi

H tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian. 0

P = p0

P = p0

P1 = P2

Uji Statistik

dimana :

Semua nilai x shg. P(XxH0 benar)

Semua nilai x shg. P(XxH0 benar)

Semua nilai x shg. P(XxH0 benar)

dan P(XxH0 benar)

Untuk sampel kecil

Untuk sampel besar

P < p0

P > p0

P  p0

P1 < P2

P1 > P2

P1  P2

H1

P < p0

P > p0

P  p0

Z < - z

Z > z

Z < - z/2 dan Z > z/2

P(XxH0 benar) < 

P(XxH0 benar) > 

P(XxH0 benar) < /2 bila x < npo

P(XxH0 benar) > /2 bila x > npo

Z < - z

Z > z

Z < - z/2 dan Z > z/2

Daerah Kritis

Uji Menyangkut Proporsi


Uji menyangkut variansi

H tidak adalah keputusan yang diambil oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian. 0

Uji Statistik

H1

Daerah Kritis

12 = 22

v1 = n1 – 1 dan v2 = n2 - 1

12 < 22

12 > 22

12 22

F < f1- ; (v1,v2)

F > f ; (v1,v2)

F < f1-/2;(v1,v2) dan

F > f/2 ; (v1,v2)

Uji Menyangkut Variansi


ad