1 / 26

Pelaporan atas Laporan Keuangan Auditan

Pelaporan atas Laporan Keuangan Auditan. Standar Pelaporan Laporan Auditor Pengaruh Keadaan Penyebab Penyimpangan dari Laporan Standar Pertimbangan Pelaporan Lain. Tanggungjawab Pelaporan Auditor. Untuk memenuhi tanggungjawab pelaporan, auditor harus:

lis
Download Presentation

Pelaporan atas Laporan Keuangan Auditan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pelaporan atas Laporan Keuangan Auditan • Standar Pelaporan • Laporan Auditor • Pengaruh Keadaan Penyebab Penyimpangan dari Laporan Standar • Pertimbangan Pelaporan Lain Bab 20

  2. Tanggungjawab Pelaporan Auditor • Untuk memenuhi tanggungjawab pelaporan, auditor harus: • 1. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang ke empat standar pelaporan • 2. Mengetahui dengan pasti kata-kata dalam laporan auditor standar dan kondisi yang harus dipenuhi agar laporan tersebut dapat diterbitkan • 3. Memahami tipe penyimpangan dari laporan standar dan keadaan yang sesuai dengannya • 4. Mengetahui pertimbangan khusus lain yang terkait dengan pelaporan Bab 20

  3. Standar Pelaporan • Standar Pelaporan Pertama • Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan sudah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia • Secara implisit laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai dengan PABU • Prinsip Akuntansi berterima umum: mengatur pengakuan, pengukuran dan pengungkapan • Prinsip akuntansi yang dipilih sesuai dengan keadaan • Laporan keuangan informatif untuk digunakan, dipahami, dan diinterpretasikan • Laporan keuangan berdasar peristiwa dan transaksi yang menggambarkan posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas dalam batas-bats yang layak dan praktis Bab 20

  4. SUMBER PABU • A. PSAK dan IPSAK, Opini DSAK, Buletin Riset Akuntansi • B. Buletin tehnis DSAK, Pedoman Audit dan Akuntansi untuk industri, dan Pernyataan Posisi IAI-KAP • C. Konsensus satuan tugas DSAK dan Buletin Praktis IAI • D. Interpretasi akuntansi IAI, Tanya jawab yang dipublikasikan staf DSAK, praktek industri yang sudah banyak diterima • Literatur akuntansi lainnya Bab 20

  5. Standar Pelaporan Kedua • Laporan harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya • Perubahan Akuntansi yang mempengaruhi konsistensi • Perubahan prinsip itu sendiri (sales basis  production basisi • Perubahan metoda penerapan prinsip • Perubahan entitas pelaporan • Koreksi kesalahan dalam prinsip • Perubahan prinsip yang tidak terpisahkan dari perubahan estimasi Bab 20

  6. Perubahan yang tidak mempengaruhi konsistensi • Perubahan akuntansi yang menyangkut estimasi akuntansi • Koreksi kesalahan yang bukan menyangkut suatu prinsip • Klasifikasi dan reklasifikasi • Transakasi atau peristiwa yang berbeda secara substantsi • Perubahan kondisi bisnis, seperti akuisisi atau disposal anak perusahaan • Pengenalan produk baru • Bencana alam atau kebakaran Bab 20

  7. Standar Pelaporan Ketiga • Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor • Pengungkapan mencakup: • Bentuk • Susunan • Isi • Lampiran catatan Bab 20

  8. Standar Pelaporan Keempat • Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggungjawab yang dipikul oleh auditor. Bab 20

  9. Tujuan standar ini untukmencegah salah tafsir tingkat tanggungjawab auditor, kalau namanya dikaitkan dengan laporan keuangan. Standar ini secara langsung mempengaruhi bentuk, isi, dan bahasa yang digunakan auditor • Pemberian Pendapat • Laporan keuangan • Karakter Audit • Pengaitan dengan Laporan keuangan • Derajat Tanggungjawab Bab 20

  10. Laporan Auditor Standar • Judul memuat kata independen • Pernyataan laporan keuangan telah diaudit • Pernyataan laporan keuangan tanggungjawab manajemen • Pernyataan audit dilaksanakan berdasar standar auditing • Pernyataan audit telah direncanakan dan diperoleh keyakinan yang memadai • Pernyataan audit meliputi: • Pemeriksaan • Prinsip yang mencakup estimasi akuntansi • Penilaian secara keseluruhan • Pernyataan audit telah memeberikan dasar memadai untuk memberikan pendapat • Pendapat kewajaran laporan keuangan yang diaudit • Tandatangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor usaha KAP • Tanggal laporan auditor Bab 20

  11. Penyimpangan dari Laporan Standar • 1. Bahasa penjelasan harus ditambahkan pada laporan, dengan opini tetap wajar tanpa pengecualian • 2. Pemberian opini yang berbeda pada laporan keuangan Bab 20

  12. Penambahan Bahasa Penjelasan • Tujuannya adalah memberikan informasi kepada pemakai laporan keuangan tentang satu atau lebih fakta-fakta yang material sehubungan dengan audit atau laporan keuangan auditan • Berikut adalah keadaan yang memerlukan informasi penjelasan pada laporan standar dengan pendapat wajar tanpa pengecualian: Bab 20

  13. Ketidakkonsistenan penerapan PABU • Tidak sesuai dengan PABU • Ketidakpastian yang disebabkan sesuai dengan PABU • Keraguan substansial atas status kelangsungan usaha • Penekanan pada hal-hal tertentu oleh auditor • Opini yang didasarkan pada laporan auditor lain di mana tidak terdapat pembatasan ruang lingkup atau ketidaksesuaian dengan PABU Bab 20

  14. Tipe Pendapat Auditor yang lain Wajar dengan pengecualian (qualified opinion) • Tidak Wajar (adverse opinion) • Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion) Bab 20

  15. Penyebab pemberian opini WDP, TW, dan Menolak memberikan Opini • Keterbatasan luas lingkup • Ketidaksesuaian dengan PABU • Ketidakkonsistenan penerapan PABU • Ketidakcukupan pengungkapan • Ketidakpastian yang tidak dapat dipertangungjawabkan sesuai dengan PABU • Kesangsian substansial atas kelangsungan usaha • Keadaan sehubungan dengan opini berdasar opini auditor lain Bab 20

  16. Keterbatasan Luas lingkup • Oleh klien: • Dilarang melakukan konfirmasi piutang • Klien tidak mau menandatangani surat pernyataan manajemen • Dilarang membaca notulen rapat direksi • Oleh keadaan: • Waktu penugasan sudah terlambat • Catatan klien tidak lengkap Bab 20

  17. Qualified Opinion • Tunjukkan keterbatasan luas lingkup dalam paragrap luas lingkup • Beri alasan substansial atas keterbatasan dalam paragrap penjelasan • Beri opini wajar dengan pengecualian dalam paragrap opini dengan mengacu pada paragram penjelasan Bab 20

  18. Disclaimer of Opinion • Paragrap pengantar dimodifikasi • Paragrap luas lingkup dihilangkan • Paragrap penjelasan dimasukkan sesudah paragrap yang menjelaskan alasan opini menolak • Paragrap ketiga dan kesimpulan berisi penolakan suatu opini Bab 20

  19. Adverse Opinion • Paragrap penjelasan harus menunjukkan alasan substansial untuk opini tidak wajar • Paragrap opini harus menyatakan bahwa karena efek dari hal yang dijelaskan dalam paragrap penjelasan menyebabkan ketidakwajaran penyajian laporan keuangan Bab 20

  20. Ikhtisar Bab 20

  21. Lanjutan Bab 20

  22. Pertimbangan Lain dalam Pelaporan • Pelaporan bila auditor tidak independen • Keadaan sehubungan dengan laporan keuangan komparatif • Informasi yang menyertai laporan keuangan auditan • Laporan keuangan yang disusun untuk digunakan di negara lain Bab 20

  23. Pelaporan bila auditor tidak independen • Dilarang menggunakan laporan auditor standar • Laporan tidak boleh memakai judul laporan auditor independen • Bila ada penyimpangan dari PABU auditor harus 1) memaksa agar laporan keuangan direvisi atau 2) memaparkan penyimpangan dalam penolakan, atau 3) menolak namanya dikaitkan dengan laporan keuangan Bab 20

  24. Keadaan sehubungan dengan laporan keuangan komparatif • Perbedaan opini • Pemutakhiran opini, akibat • Penyelesaian kemudian untuk ketidakpastian yang ada dalam tahun yang lalu • Penemuan ketidakpastian yang ada pada tahun yang lalu • Restatement laporan keuangan yang lalu agar sesuai dengan PABU • Penggantian auditor, auditor harus menjelaskan • Laporan keuangan yang lalu diaudit oleh auditor lain • Tanggal laporan keuangan auditor yang diganti • Tipe laporan yang diterbitkan oleh auditor sebelumnya • Jika opininya tidak standar, sebutkan alasan substantifnya Bab 20

  25. Informasi yang menyertai laporan keuangan auditan. Informasi lain bukan merupakan laporan keuangan dasar yang tidak diharuskan standar untuk diaudit. Namun auditor harus melakukan hal-hal berikut: • Informasi Suplemen yang diwajibkan • Prosedur terbatas dan melaporkan kalau ada kekurangan atau penghilangan informasi tertentu • Informasi Sukarela dari klien • Baca informasi apakah konsisten dengan laporan keuangan auditan • Tambahan informasi dari auditor • Harus dipastikan bahwa informasi lain tersebut di luar laporan keuangan dasar Bab 20

  26. Laporan keuangan yang disusun untuk digunakan di negara lain • Tergantung dengan peraturan pasar modal yang berlaku di negara lain Bab 20

More Related