Titrasi pengendapan argentometri volhard
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 10

TITRASI PENGENDAPAN Argentometri Volhard PowerPoint PPT Presentation


  • 261 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

TITRASI PENGENDAPAN Argentometri Volhard. Djadjat Tisnadjaja. PENDAHULUAN. Titrasi Volhard merupakan teknik titrasi balik, digunakan bila reaksi berjalan lambat atau jika tidak ada indikator yang tepat untuk menentukan titik ekivalen. Prinsip titrasi:

Download Presentation

TITRASI PENGENDAPAN Argentometri Volhard

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Titrasi pengendapan argentometri volhard

TITRASI PENGENDAPANArgentometri Volhard

Djadjat Tisnadjaja


Pendahuluan

PENDAHULUAN

  • Titrasi Volhard merupakan teknik titrasi balik, digunakan bila reaksi berjalan lambat atau jika tidak ada indikator yang tepat untuk menentukan titik ekivalen.

  • Prinsip titrasi:

    Larutan perak ditambahkan berlebih kedalam larutan halida,

    Br- + Ag+(berlebih) AgBr (endapan)

  • Setelah reaksi sempurna endapan disaring, kemudian larutan dititrasi dengan larutan baku tiosianat,

    Ag+ + SCN-AgSCN (larutan)


Titrasi pengendapan argentometri volhard

  • Indikator Fe(III) akan membentuk senyawa larut berwarna merah hasil reaksi Fe3+ dengan ion tiosianat :

    Fe3+ + SCN-(Fe(SCN))2+

    Reaksi harus dalam suasana asam karena kalau dalam suasana basa akan mudah sekali terbentuk endapan Fe(OH)3

  • Ksp Fe(OH)3 = 2.10-39 mol3L-3

  • Dalam titrasi biasa digunakan (Fe3+) = 10-2 M


Titrasi pengendapan argentometri volhard

  • Metoda Volhard banyak digunakan untuk reaksi Ag+ dan Cl- karena selain kelarutan endapannya kecil, suasana asam akan mencegah hidrolisis dari indikator Fe3+. Jika metode ini dilakukan dalam suasana netral akan terganggu oleh endapan dari kation-kation lain.

  • Metode Volhard digunakan pada titrasi langsung Ag+ dengan larutan CNS-, atau tidak langsung pada penentuan Cl-, Br- dan I-.

  • Pada titrasi tidak langsung Br- dan I- tidak terganggu oleh CNS- karena kelarutan AgBr = AgCNS, sedangkan kelarutan AgI<AgCNS.

  • Kesalahan titrasi Cl- terjadi jika endapan AgCl bereaksi lanjut dengan CNS.

    AgCl(p) + CNS-AgCNS + Cl-


Titrasi pengendapan argentometri volhard

  • Karena kelarutan AgCNS < AgCl maka reaksi diatas akan bergeser ke arah kiri, sehingga hasil analisis Cl- akan lebih kecil. Hal ini dapat dicegah dengan penyaringan endapan AgCl atau penambahan nitrobenzen sebelum titrasi dengan CNS-. Nitrobenzen menjadi lapisan minyak yang memisahkan endapan dari CNS-.


Argentometri fajans

ARGENTOMETRI FAJANS

  • Titrasi Fajans menggunakan indikator adsorpsi, yakni senyawa organik yang teradsorpsi ke permukaan padat dari endapan (koloidal) selama proses titrasi berlangsung.

  • Contoh: Floureseins sebagai anion floureseinat (hijau kuning) bereaksi dengan Ag+ membentuk endapan merah intensif yang teradsorpsi ke permukaan endapan koloidal karena adanya pasangan muatan ion.

  • Adsorpsi senyawa organik berwarna pada permukaan endapan dapat menginduksi pergeseran elektronik intramolekuler yang mengubah warna. Gejala tersebut digunakan untuk mendeteksi titik akhir titrasi pengendapan garam-garam perak.


Titrasi pengendapan argentometri volhard

  • Suatu endapan cenderung lebih mudah mengadsorpsi ion-ion yang membentuk senyawa tidak larut dengan satu dari ion-ion dalam kisi endapan. Jadi, Ag+ atau Cl- akan lebih mudah diadsorpsi oleh endapan AgCl daripada ion Na+ ataupun NO3-. Anion yang ada dalam larutan akan tertarik membentuk lapisan sekunder.

  • Fluoresein adalah senyawa asam organik lemah, membentuk anion fluoreseinat yang tidak dapat diadsorpsi oleh endapan koloidal AgCl selama Cl- berlebih. Akan tetapi saat Ag+ berlebih akan terjadi adsorpsi anion fluoreseinat ke lapisan Ag+ yang melapisi endapan, diikuti perubahan warna menjadi pink.


Faktor faktor yang yang dipertimbangkan dalam pemilihan indikator adsorpsi

Faktor-faktor yang yang dipertimbangkan dalam pemilihan indikator adsorpsi

  • Pada TE jangan dibiarkan AgCl menggumpal menjadi partikel besar, karena akan menurunkan dengan tajam daya adsorpsi permukaan endapan terhadap ndikator. Jika itu terjadi, diatasi dengan penambahan dextrin, sebagai koloid pelindung agar endapan terdispersi lebih banyak. Dengan adanya dextrin perubahan warna menjadi reversibel, dan setelah lewat TE dapat dapat dititrasi balik dengan larutan baku Cl-.

  • Adsorpsi indikator harus terjadi sesaat sebelum TE dan makin cepat pada TE


Faktor faktor yang yang dipertimbangkan dalam pemilihan indikator adsorpsi1

Faktor-faktor yang yang dipertimbangkan dalam pemilihan indikator adsorpsi

  • pH larutan harus terkontrol agar dapat mempertahankan konsentrasi ion dari indikator asam lemah maupun basa. Misalnya flouresein dalam larutan lebih asam dari pH 7 akan melepas floureseinat lebih sedikit sehingga perubahan warna sulit diamati. Flouresein hanya dapat digunakan pada pH 7 – 10.

  • Sebaiknya dipilih ion indikator yang muatannya berlawanan dengan ion penitrasi. Adsorpsi indikator tidak terjadi sebelum terjadi kelebihan titran.


Indikator

Indikator


  • Login