1 / 31

Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian. Disiapkan oleh : Dwi Yuliani. Penting dipahami !. Tingkat pengukuran Tahapan penyusunan instrumen Uji validitas dan reliabilitas. Tingkat Pengukuran. Nominal punya sifat dapat dikelompokkan.

karis
Download Presentation

Instrumen Penelitian

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Instrumen Penelitian Disiapkan oleh : Dwi Yuliani

  2. Penting dipahami ! • Tingkat pengukuran • Tahapan penyusunan instrumen • Uji validitas dan reliabilitas

  3. Tingkat Pengukuran • Nominal punya sifat dapat dikelompokkan. • Ordinal punya sifat dapat dikelompokkan dan diurutkan. Tidak dapat dijumlahkan karena jarak atau satuan tidak tetap. • Interval punya sifat dapat dikelompokkan, diurutkan, dan dijumlahkan (satuan konstan). Nol perjanjian. • Rasio punya sifat dapat dikelompokkan, diurutkan, dijumlahkan dan dibagi (nol murni).

  4. Tingkat pengukuran dan Ukuran Pemusatan

  5. Penyusunan Instrumen • Instrumen harus dapat menterjemahkan fakta di lapangan • Persoalannya dari instrumen yang digunakan ada yang: • under coverage (ada aspek-aspek yang seharusnya diketahui tetapi tidak tertuang di dalam instrumen), • over coverage (terlalu banyak data yang dikumpulkan yang tidak sesuai dengan data yang ingin dikumpulkan)

  6. Tipe kesalahan • Coverage (under or over) • Sampling error (tidak tepat sasaran) • Measurement error (alat ukur yang digunakan tidak mengukur yang sesungguhnya hendak diukur)

  7. Tahap-tahap Pengukuran/ penyusunan instrumen • Tentukan definisi operasional dari variabel yang hendak diukur. • Tentukan aspeknya • Dari aspek tersebut, tentukan dimensinya. • Rumuskan ke dalam item pertanyaan. • Lakukan uji coba alat ukur untuk memeriksa tingkat kesulitan, validitas, dan reliabilitas. • Perbaiki alat ukur (bila perlu). • Gunakan alat ukur.

  8. Contoh:

  9. Contoh item pertanyaan : • Berapa kali anak makan dalam sehari ? a. satu kali b. Dua kali c. Tiga kali d. …………………….. 2. Berapa stel pakaian yang dimilki anak? a. Kurang dari lima stel b. antara 5 – 10 stel c. Lebih dari 10 stel

  10. Bentuk Pertanyaan • Pertanyaan tertutup • Pertanyaan terbuka • Kombinasi tertutup dan terbuka • Pertanyaan semi terbuka

  11. Pertanyaan tertutup Prinsip : • Penggolongan didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi • Penggolongan harus saling meniadakan • Penggolongan harus menyeluruh

  12. Contoh pertanyaan tertutup • Berapa pengeluaran anda dalam seminggu? a. < Rp.500.000,- b. Rp.500.000 – Rp.1.000.000,- c. >Rp.1.000.000,-

  13. Simak contoh berikut : • Apa yang anda lakukan saat tidak ada kuliah? a. Jalan-jalan b. Ke mall c. Mengerjakan tugas dari dosen d. Mengerjakan tugas rumah Apakah sesuai dengan prinsip penyusunan pertyanyaan tertutup?

  14. Pertanyaan terbuka • Kemungkinan jawabannya tidak ditentukan terlebih dahulu dan responden bebas memberikan jawaban • Contoh : Menurut saudara bagaimana kondisi Toilet di lingkungan STKS? ……………………………………………… ………………………………………………

  15. Kombinasi tertutup dan terbuka • Jawabannya sudah ditentukan tetapi disusul dengan pertanyaan terbuka. • Contoh : Apakah ibu pernah mendengar PKH? a. pernah b. tidak pernah Jika pernah apa yang ibu ketahui tentang PKH? ………………………………………………. ……………………………………………….

  16. Pertanyaan semi terbuka • Jawabannya sudah ditentutakan tetapi masih ada kemungkinan jawaban lain. • Contoh : Sebutkan tujuan anda datang ke perpustakaan : a. Pinjam buku b. Baca koran c. Mengerjakan tugas dari dosen d. ……………………………………

  17. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

  18. Validitas • Valid  alat ukur/instrumen yang dibuat dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. • Hasil penelitian dikatakan valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek tersebut (tepat).

  19. Reliabilitas • Suatu alat ukur dikatakan reliabel jika alat ukur itu memberikan hasil yang tetap. • Alat ukur yang reliabel belum tentu valid, sebaliknya alat ukur yang valid sudah pasti reliabel.

  20. Validitas dan Reliabilitas Reliabilitas dan validitas rendah Reliabilitas tinggi, validitas rendah Reliabilitas dan validitas tinggi

  21. Beberapa Uji Validitas 1. Validitas isi (content validity) 2. Validitas konstruk (construct validity) 3. Validitas pragmatik atau berdasarkan kriteria tertentu

  22. Validitas isi (content validity) • Validitas isi dapat ditempuh dengan cara membandingkan butir-butir pertanyaan dengan pemahaman konseptual variabel dan aspek-aspek yang telah ditentukan • Untuk mempermudah menguji validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrumen atau matrik pengembangan isntrumen yang berisi tentang variabel, aspek-aspek, serta indikator dari masing-masing aspek tersebut

  23. Validitas konstruk (construct validity) • Uji validitas konstruk dapat dilakukan dengan mengkonsultasikan alat ukur yang telah disusun kepada para ahli. • Validitas konstruk dapat pula ditempuh dengan menghubungkan konstruk yang akan diukur dengan konstruk lain yang sudah ada alat ukurnya, kemudian dilakukan uji korelasi.

  24. Validitas pragmatik atau berdasarkan kriteria • Validitas pada saat bersamaan (concurrent validity)  Alat ukur lama dan alat ukur baru (hasil modivikasi) diterapkan pada sekelomppk sampel, kemudian diuji korelasinya. Jika korelasi positif, dapat dikatakan alat ukur baru mempunyai concurrent validity yang tinggi.

  25. Hasil uji korelasi akan didapat nilai antara 0 – 1. • Kriteria alat ukur dikatakan valid : 0.90 - 1.00  luar biasa bagus 0.80 – 0.89  bagus 0.70 - 0.79  cukup < 0.70  kurang

  26. Beberapa uji reliabilitas • Metode paralel, • Metode test-retest, • Metode split half

  27. Metode Paralel • Disusun dua alat ukur yang berbeda yang mengukur variabel yang sama • Kedua alat ukur tersebut digunakan pada sekelompok sampel yang sama lalu diberi nilai • Kedua alat ukur tersebut kemudian diuji korelasinya • Jika hasilnya menunjukan korelasi yang positif dan tinggi maka alat ukur tersebut dapat dikatakan reliabel

  28. Metode Test-retest • Satu alat ukur digunakan dua kali pada sekelompok individu yang sama pada waktu yang berbeda. • Alat ukur pada setiap pengukuran diberi nilai sesuai dengan aturan • Dilakukan pengujian korelasi • Jika hasilnya menunjukan korelasi yang positif dan tinggi maka alat ukur tersebut dapat dikatakan reliabel

  29. Metode split half • Alat ukur digunakan pada sekelompok individu • Setiap butir pertanyaan diberi nilai • Jumlah butir pertanyaan dibagi dua • Dilakukan pengujian korelasi • Jika hasilnya menunjukan korelasi yang positif dan tinggi maka alat ukur tersebut dapat dikatakan reliabel

  30. Kriteria alat ukur dikatakan reliabel : 0.90 - 1.00  luar biasa bagus 0.80 – 0.89  bagus 0.70 - 0.79  cukup < 0.70  kurang

  31. TERIMAKASIH

More Related