1 / 24

Teori Peran

Teori Peran. Kuliah Psikologi Sosial II. Prawacana. Peran ( Role ) telah banyak dikaji oleh Antropologi (Linton, Nadel ); Sosiologi (Parsons, Merton, Gross, Cottrel , Brim, Bates, Turner & Goode); Psikologi (Newcomb, Sarbin , Levinson, Maccoby & Sargent ).

gordy
Download Presentation

Teori Peran

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TeoriPeran KuliahPsikologiSosial II

  2. Prawacana • Peran (Role) telahbanyakdikajiolehAntropologi (Linton, Nadel); Sosiologi (Parsons, Merton, Gross, Cottrel, Brim, Bates, Turner & Goode); Psikologi (Newcomb, Sarbin, Levinson, Maccoby & Sargent). • Namun, kajianlintasdisiplinertentangperan, hanyaterjadipadatingkatankonseptualsaja; tidaksecaranyatasampaiketahapverifikasiempirik yang melibatkanvariabel-variabelbersifatlintasdisipliner.

  3. BatasanRuangLingkupKajianTeoriPeran • Biddle & Thomas (1966) mengkonstruksisuatu model pengklasifikasianpelbagaikonstruktentangTeoriPeran. • Maknakata “Peran” dijelaskanmelaluibeberapacara: • Konsepperandipinjamdaridunia drama/teaterpadazamanYunaniKuno. • Suatupenjelasan yang merujukpadakonotasiilmusosialbahwaperansebagaisuatufungsi yang dibawakanindividuketikamendudukiposisidalamstruktursosial. • Penjelasan yang bersifatoperasional, bahwaperanseorangaktoradalahbatasan yang dirancangolehaktor lain yang beradadalamsatupenampilan/unjukperan (role performance)

  4. UnjukPeran • Hubunganantara PELAKU (actor) danpasanganlakuperan-nya (role partner) bersifatsalingterkaitdansalingmengisikarenadalamkontekssosial, tidakadasatuperan yang dapatberdirisendiri. • Suatuperanakanmemenuhikeberadaannyaapabilaberadadalamkaitanposisional yang menyertakanduapelakuperan yang komplementer. • Paham yang digunakandalammengkajiTeoriPeranadalahpahamStrukturalisdanpahamInteraksionis.

  5. PahamStrukturalis • Mengkaitkanantaraperan-peransebagai unit kultural yang secaranormatiftelahdicanangkanolehsistembudaya. • Sistembudayamenyediakansuatusistemposisional yang menunjukpadasuatu unit daristruktursosial. • Konsepstrukturmenonjolkansuatukonotasipasif-statis.

  6. PahamInteraksionis • Lebihmemperlihatkankonotasiaktif-dinamisdarifenomenaperan; terutamasetelahperanmerupakansuatu “perwujudanperan (role enactment) yang bersifatlebihhidupsertalebihorganissebagaiunsurdarisistemsosial yang telahdiinternalisasiolehself dariindividupelakuperan. • Pelakuperanmenjadisadarakanstruktursosial yang didudukinya, sehinggaakanberusahaselalunampak “mumpuni” dandipersepsiolehpelakulainnyasebagai “tidakmenyimpang” darisistemharapan yang adadalammasyarakat.

  7. TeoriPeran • Analisperantertarikdengankompleksitasaspekperilakumanusia. • Peristiwaperansepadandenganpembawaan “lakon” olehseorangpelakudalampanggungsandiwara. • Dalamkehidupansosialnyata, membawakanperanberartimendudukisuatuposisisosialdalammasyarakat; individupatuhterhadapskenario yang berupanormasosial, tuntutansosialdankaidah-kaidah.

  8. TeoriPeran

  9. KonsepDasarTeoriPeran PenggolonganFenomenaPeran: • Penggolongan yang mengacupadaapa yang disebut ACUAN FENOMENAL. • Penggolongan yang merujukpadaoperasikonseptual yang disertakandalampembentukansuatu sub-kelasdariacuanfenomenal. • Formulasikriteria yang beranekaragam yang digunakanuntukmengelompokkan sub-kelasdariacuanfenomenal. • Konsepgolongan yang memilikielemenkategoris. Biddle & Thomas menggunakancara ke-2 untukmemformulasikanteorinya.

  10. Konsep-KonsepuntukPerilaku • AKSI (Action) : suatuperilaku yang dibedakanataspernahtidaknyahaltersebutdipelajarisebelumnya, keterarahannyapadatujuansertapenampakandariaspekkehendaknya. Istilah AKSI lebihumumdipakaiuntukmenunjuk “perilakukasatmata” (overt behavior). • PATOKAN (Prescription) : Istilahperandiperlakukansecarapreskriptif yang menunjukkanadanya “keharusan” yang dibawakan; pengharapan; pengharapanperan; norma; kaidah. • PENILAIAN (Evaluation) : Perilakubersifatevaluatifapabiladihubungkandenganpersoalansetuju-tidaksetuju.

  11. Konsep-KonsepuntukPerilaku • PAPARAN (Description) : Perilaku, baikprosesmaupunfenomenanyatidanmengundangaspekevaluatifatauafektif. Paparantakkasatmatadisebutdengan KONSEPSI, sedangpaparankasatmatadisebutdengan PERNYATAAN. • SANKSI : Perilakudipahamisebagai “sanksi” apabilamelaluiperilakutersiratniatuntukmenimbulkanperubahanpadaperilaku lain. Arahperubahan yang diinginkantertujupadameningkatnyakonformitasterhadappatokan yang dicanangkan.

  12. PelakuPeran • Istilah-istilah yang digunakanuntukmenyebutpelakuperan: ego, alter, self, other, reference group, actor dangroup. • Pelaku-pelaku yang dikaji : Subjekadalahpelaku yang terlibatdalamfenomenaperan; Nir-Subjekadalahpeneliti, pengamatataupenyelidik. • Orang yang sedangberperilaku : Disebutjugadenganistilahpelaku (actor) ataupenampil (performer). Pelakudapatdibedakanantara LAKON (behaver) sebagaipenciptaperilakudan SASARAN (target) sebagaipihak yang mendapatkanakibatdariperilakutersebut.

  13. PelakuPeran • JumlahPelaku : Pelakutunggal (individu); Kumpulan danSetiaporang. • PelakuTertentu : Apabiladiterapkanataudikembangkansuatupenggolonganumumsecaralazimatausecarakhusussehinggmenempatkanindividutertentuterpisahdari yang lain berdasar PERILAKU, RANCANGAN POSISIONAL, Self dan Other-nya.

  14. POSISI & PERAN • Posisi : Suatu unit daristruktursosial. Suatukategorisecarakolektiftentangorang-orang yang menjadidasarbagiorang lain dalammemberikansebutan, perilakuataureaksiumumterhadapnya. • Peran : Merupakanseperangkatpatokan yang membatasiapaperilaku yang seharusnyadilakukanolehindividu yang mendudukisuatuposisi.

  15. SempalanTeoriPerandalamPsikologiSosial

  16. TeoriPengambilanHati • Dikemukakanoleh Jones (1965) dan Jones & Wortman (1973). • Intidariteoriiniadalahmenyingkapstrategi-strategi interpersonal yang dibawakanolehsetiappelaku agar membuatorang lain terkesanakankualitas-kualitaspribadinya. • Cirikhasdaristrategi yang dimaksudtidakmendasarkanpadanormakontraksosial yang lazimkarenamasing-masingpelakuakanberusahamenyiasatiorangsasarannyademitercapainyatujuan: MENCIPTAKAN KESAN BAIK TENTANG DIRINYA.

  17. TeoriPengambilanHati FaktorPenentudalamPengambilanHati • Terdapat 3 faktor yang menentukanapakahsuatutindakanpengambilanhatidapatterciptaatautidak. • FaktorPertama: Perangsang (Incentive) atausuatuimbalan yang dapatdiharapkanakandiperoleholehsasaran. • FaktorKedua : ProbabilitasSubyektif. • FaktorKetiga : Legitimasi yang dilakukanpelakuatastindakanuntukmengambilhati. Ketigafaktortersebutbersifatmultiplikatif; apabilasalahsatufaktortidakada, maka, tidakakanterjadipengambilanhati

  18. TeoriPengambilanHati Taktik-TaktikPengambilanHati: • Peningkatanterhadaporang lain.Berusahamencarievaluatifpositifdariorang lain (sasaran) dengancaramemberikanpujiankepadasasaran yang dapatmempertinggi rasa penghargaankepadadirinyasendiri. DalamTeoriPengambilanHati, pujiandisebutsebagai FLATTERY (Bujukan, Cumbuan, Rayuan). • KonformitasOpini. Teknikinidikembangkandenganasumsibahwaorangakanmenyukaiorang lain yang sikapdankeyakinannyasamasehinggamemungkinkanterjadinyasuatu “persetujuan”. Tujuanakhirdariteknikiniadalahmenciptakananggapanpadasasaranbahwapelakuseorangberhatibaik, simpatikdansemua yang berkonotasipositiftentangdirinya.

  19. TeoriPengambilanHati Taktik-TaktikPengambilanHati: • UngkapanKekaguman(Rendering Favor). Taktikinidilakukandenganpemberianfavor yang berupasikapmenyenangi, sikapmenghormatidansemacamnya. • UnjukDiri. Taktikinibertujuanuntukmengejawantahkanataumemaparkanatributpositifsehinggatampaklebihmemikat.

  20. AkibatPengambilanHati • PadaDiriSasaran. Seriustidaknyaakibatsuatupengambilanhatipadadirisasaran, tergantungpadakonsekuensiatributmotivasi yang dibuatolehsasarankepadaindividu yang mengambilhati. • PengambilHati. Cenderungmengalamiperubahancarapandangterhadapdirinyasebagaifungsidaripenyajidiri yang selalupositif.

  21. TeoriPengendalianKesan • Intidariteoriiniadalahmenjelaskanupayasadaratautaksadardaripelakuperanuntukmengendalikancitraorangtentangdirinya yang diproyeksikandalaminteraksisosial, baik yang nyatamaupunterbayangkan. • KonsepDiri. Suatucarabagaimanaindividumengkonsepkandirinyaberdasarkankriteria yang diperolehselamasosialisasi. • KonsepDiriberkaitan pula dengankapasitasseseoranguntukmemfungsikanseluruhdaya yang adapadadirinya. • KonsepDiriberfungsiuntukmemelihara rasa penghargaankepadadirisendiri (self esteem)

  22. TeoriPengendalianKesan • IdentitasDiriberkenaandengankonsepkedirianmenurutapakataorangluar. • Dalaminteraksisosialnyata, identitasdiriakanmenciptakanataumemproyeksikansuatucitratentangdiri, berdasarkaninformasieksternaltentangdiri. • Dalamteknikpengendaliankesan, konsepdiridikomunikasikankepadaorang lain dalambatas-batasidentitasdirinya.

  23. POSISI ORIENTASI TEORI PERAN DALAM PSIKOLOGI SOSIAL • CiripentingTeoriPeran: (1) Menggunakanpendekataninteraksionis; (2) Menggunakanpendekatanstrukturalis. • TeoriPeranmenggunakan 4 sub-perspektifdalamPsikologiSosial: (1) Sub-PerspektifSituasionisB = f (E); (2) Sub-Perspektif Traits B = f (P); (3) Sub-PerspektifKognitif ; (4) Sub-PerspektifPembelajaranSosial

  24. SIMPULAN • OrientasiTeoriPeranadalahsalahsatuorientasiteoridalamPsikologiSosial yang menjelaskanfenomenainteraksidalamrealitassosial. • OrientasiTeoriPerandikhususkanuntukmenjelaskanfenomenasosialdalamdiriindividu, hanyabilaadakehadiranorang lain dalamkontekssosialaktual. • Setiappelakuperansadarakanposisinya. Pelakuakanmemenuhikonsekuensiperannyasecaralugasataumemenuhinyasecaraartifisial. Pelakuperanmengembangkansiasat-siasatdalammenghadirkandiri.

More Related