Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah
Download
1 / 87

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah - PowerPoint PPT Presentation


  • 563 Views
  • Uploaded on

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah. Asropi , SIP, MSi. [email protected] Alamat blog: http://asropi.wordpress.com/ Kedeputian II Bidang Kajian Manajemen Kebijakan dan Pelayanan Lembaga Administrasi Negara - RI. DIKLATPIM TINGKAT III. Jakarta, 17 Juni 200 9.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah' - eliana-allen


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah

Asropi, SIP, MSi.

[email protected]

Alamat blog:

http://asropi.wordpress.com/

KedeputianII BidangKajianManajemenKebijakandanPelayanan

LembagaAdministrasi Negara - RI

DIKLATPIM TINGKAT III

Jakarta, 17 Juni2009


Mengapa sakip
Mengapa SAKIP?

  • Dasarfilosofis

    • Hubungan Negara-Masyarakat

    • Good governance

      • Public

      • Corporate


Mengapa sakip1
Mengapa SAKIP?

  • Dasarhukum

    • PP No. 8 Tahun 2006 tentangPelaporanKeuangandanKinerjaInstansiPemerintah

      • Pasal 20

    • Inpres No. 7 tahun 1999 tentangAkuntabilitasKinerjaInstansiPemerintah


Framework sakip

SIKLUS AKIP

  • PERENCANAAN

  • STRATEJIK

2. PERENCANAAN

KINERJA

4. PELAPORAN

KINERJA

3. PENGUKURAN

KINERJA

FRAMEWORK SAKIP

DokumenRenstra

DokumenRenja/RKT

Dokumen LAKIP



Vision, Mission, Goals

A

Where You Are

Mission and mandates

Structure and systems

Communications

Programs and services

People and skill

Budget

Support

B

Where You Want to Be

Mission and mandates

Structure and systems

Communications

Programs and services

People and skill

Budget

Support

STRATEGIC ISSUES

C

How to Get There

Strategic Plan

IT and HR Plans

Communications

Hiring and Training

Restructuring and reengineering

Budget allocation

Strategy Formulation

Strategy Implementation

The ABCs of Strategic Planning

(Bryson & Alston, 2005)


Perencanaan strategik instansi pemerintah
Perencanaan Strategik Instansi Pemerintah

VISI

MISI

TUJUAN

SWOT

&

CSF

INDIKATOR

KINERJA

SASARAN

KEBIJAKAN

PROGRAM

INDIKATOR

KINERJA

KEGIATAN

Strategi



Langkah I

Analisis Lingkungan

  • Aspek Internal Organisasi

    • Strength

    • Weakness

  • Aspek Eksternal Organisasi

    • Opportunities

    • Challenges

  • Aspek Organisasi

  • Aspek Keuangan

  • Aspek Sumber Daya Manusia

  • Aspek Sistem Informasi Manajemen

  • (Inputs, process, outputs & Outcomes)

  • Aspek Politik

  • Aspek Ekonomi

  • Aspek Teknologi

  • Aspek Sosial & Budaya

  • dll


Manajemen kinerja instansi pemerintah
Manajemen Kinerja Instansi Pemerintah

Environmental Scanning

Strategy Formulation

Strategy Implementation

Monitoring & Evaluation

External

Balanced

Scorecard

SWOT

Analyses

Societal Environment

Visi dan Misi

Task Environment

Tujuan/Sasaran startejik

KPI

Balanced

Scorecard

Program

Internal

Structure

Kegiatan

FEEDBACK/LEARNING

Culture

Budget

Indikator Kinerja

Resources

Performance


Langkah II

Merumuskan Visi

Definisi VISI

Suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan instansi pemerintah.

A simple statement or understanding of what the firm will be in the future

(Carpenter & Sanders, 2007)


Rumusan visi
Rumusan Visi:

  • mencerminkan apa yang ingin dicapai sebuah organisasi;

  • memberikan arah dan fokus strateji yang jelas;

  • mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan stratejik yang terdapat dalam sebuah organisasi;

  • memiliki orientasi terhadap masa depan sehingga segenap jajaran harus berperan dalam mendefinisikan dan membentuk masa depan organisasinya;

  • mampu menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dalam lingkungan organisasi;


Rumusan visi1
Rumusan Visi:

  • mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi;

  • menarik komitmen dan menggerakkan orang;

  • menciptakan makna bagi kehidupan anggota organisasi;

  • menciptakan standar keunggulan;

  • menjembatani keadaan sekarang dan keadaan masa depan


Langkah III

Merumuskan Misi

Definisi MISI

  • Sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah.

  • A declaration of what a firm is and what it stand for –its fundamental values and purpose (Carpenter & Sanders, 2007)


  • Langkah IV

    Merumuskan Tujuan

    TUJUAN

    • Sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahunan.

    • Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik.

    • Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang.







    SWOC dalam Organisasi Publik

    • Untuk menetapkan Isu-isu stratejik


    Isu Strategis

    • Adalah segala hal dan masalah yang perlu mendapatkan perhatian dari pengambil kebijakan untuk ditangani melalui program dan kegiatan

    • Pernyataan isu strategis:

      • Disajikan dengan ringkas

      • Isu dapat ditangani oleh organisasi

      • Faktor yang menyebabkan isu menjadi persoalan kebijakan yang penting harus didaftar (mandat, misi, S, W, O, C)

      • Diketahui konsekuensi kegagalan terhadap penanganan isu





    Rumuskan tujuan
    RUMUSKAN TUJUAN O, C

    • Rumuskan tujuan dari isu stratejik, dengan menjawab pertanyaan:

      HASIL APA YANG AKAN DICAPAI OLEH ORGANISASI TERKAIT DENGAN ISU TERSEBUT DALAM JANGKA WAKTU LIMA TAHUN KEDEPAN?


    Balanced scorecard
    Balanced Scorecard O, C

    • Beberapainstansitelahmengembangkantujuandenganmenerapkankonsep BSC

    • Tujuandipilahkandalamperspektif:

      • Keuangan

      • Stakeholder

      • Prosesbisnis internal

      • Pembelajarandanpertumbuhan


    Langkah V O, C

    Merumuskan Sasaran

    SASARAN

    • Hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.


    Langkah VI O, C

    Merumuskan Indikator Sasaran

    Indikator sasaran:

    • Disebut juga dengan KPI (Key Performance Indicators)

    • Ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan.

    • Setiap indikator sasaran disertai dengan rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing.

    • Perlu disusun Bank/Kamus Indikator, yang berisi nama KPI, definisi KPi, dan Sumber data.


    Merumuskan i ndikator s asaran
    Merumuskan I O, Cndikator Sasaran

    Sasaran

    Meningkatkan fokus pada pelanggan

    CSFs

    Kepusan Pelanggan

    KPI

    • Jml Pelanggan yang puas

    • waktu untuk penanganan pengaduan


    Kriteria sasaran indikatornya
    Kriteria Sasaran & Indikatornya : O, C

    SMART

    • Spesifik (Specific)

    • 2. Terukur dan dapat dinilai (Measurable)

    • 3. Dapat dicapai (Achievable)

    • 4. Relevan (Relevant)

    • 4. Dapat dicapai pada kurun waktu tertentu (Timely)


    Ilustrasi hubungan tujuan dan sasaran
    Ilustrasi Hubungan Tujuan dan Sasaran O, C

    TUJUAN

    Sasaran-

    Sasaran

    Tahun I

    Sasaran-

    Sasaran

    Tahun II

    Sasaran-

    Sasaran

    Tahun III

    Sasaran-

    Sasaran

    Tahun IV

    Sasaran-

    Sasaran

    Tahun V

    tahun

    keempat

    tahun

    pertama

    tahun

    kedua

    tahun

    ketiga

    tahun

    kelima


    1 O, C

    2

    Langkah VII

    Menetapkan Strategi

    • Cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan program-program

    .

    KEBIJAKAN

    PROGRAM


    Kebijakan
    KEBIJAKAN O, C

    .

    • Ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna ter-capainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan, serta visi dan misi instansi pemerintah


    Kebijakan1
    KEBIJAKAN O, C

    KEBIJAKAN

    • Dalam sistem AKIP, kebijakan tidak dimaknai sebagai bentuk peraturan perundang-undangan.

    • Kebijakan # UU, Perpu, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, SE Menteri, dll


    Kebijakan2
    KEBIJAKAN O, C

    Kebijakan

    Statement/kalimat pernyataan

    Pelaksanaan Program/Kegiatan

    Contoh: Mengoptimalkan kemitraan, pengembangan,

    dan pendayagunaan Sumber Daya Aparatur LAN


    Program
    PROGRAM O, C

    • Kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat, guna mencapai sasaran tertentu.


    Program1
    PROGRAM O, C

    • Cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan program-program

    Tujuan

    sasaran

    Kebijakan

    Program


    Program2
    PROGRAM O, C

    Idealnya, nama program ditentukan sendiri oleh masing-masing instansi

    Dalam Sistem Mnajemen Kinerja kita, nama-nama program telah dibakukan dalam DIPA


    Formulir RS O, C

    Rencana Stratejik

    Tahun ……. s/d …….

    Tujuan

    Sasaran

    Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran

    Keterangan

    Uraian

    Indikator

    Kebijakan

    Program

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    Instansi :

    Visi :

    Misi :


    Renstra menurut uu no 25 tahun 2004
    RENSTRA O, Cmenurut UU No. 25 Tahun 2004

    • pasal 6

      • MuatanRenstra KL:

        • Visi,

        • Misi,

        • Tujuan,

        • Strategi,

        • Kebijakan,

        • Program, dan

        • Kegiatan pembangunan


    Renstra menurut uu no 25 tahun 20041
    RENSTRA O, Cmenurut UU No. 25 Tahun 2004



    RENCANA O, CKINERJA

    Dokumenrencanakinerja (Renja/Renkin) disusuntiaptahun, dandikenal pula denganistilahRencanaKinerjaTahunan (RKT)

    Di dalam RKT tersebutditetapkan rencana capaian kinerja tahunanuntuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan.

    Penyusunan rencana kinerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran, serta merupakan komitmen bagi instansi untuk mencapainya dalam tahun tertentu.


    KOMPONEN O, C

    RENCANA KINERJA

    SASARAN

    PROGRAM

    KEGIATAN

    INDIKATOR KINERJA KEGIATAN



    Langkah I O, C

    Menetapkan Sasarandan

    Indikator Sasaran

    • LihatkembalisasarandanindikatorsasaranpadadokumenRenstra

    • Tetapkansasarandanindikatorkinerjamana yang akandicapaipadatahunpertamaatautahun yang akanberjalan, sesuaidenganprioritasnya


    Langkah O, CII

    Menetapkan Target

    Indikator Sasaran

    • Tetapkanmasing-masing target dariindikator-indikatorsasaransesuaidengankemampuanyang dimilikiinstansisehingga

    • achievable, measurable, important, specific, time bound


    Langkah O, CIII

    Menetapkan Program-program

    Yang akan dilaksanakan

    • Lihat kembali program-program yang telah ditetapkan pada dokumen Renstra

    • Sesuai dengan sasaran-sasaran yang telah ditetapkanuntuk dicapai pada tahun pertama atau tahun yang akanberjalan, tetapkan program-programnya

    • Program-program dimaksud akan melingkup kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakanpada tahun pertama atau tahun yang akan berjalan


    Langkah O, CIV

    Menetapkan Kegiatan-kegiatan

    Yang akan dilaksanakan

    • Lihat kembali indikator kinerja sasaran dari Dokumen Renstra

    • Atas dasar sasaran dan indikator kinerja sasaran, lakukanidentifikasi berbagai kegiatan untuk mewujudkan targetdari indikator kinerja sasaran, dan untuk mewujudkan sasaran itu sendiri

    • Tetapkan kegiatan-kegiatan dengan pertimbangan: yang menjadi prioritas, sesuai dengan tupoksi (dalam lingkup jangkauan tupoksi),

    • dan pertimbangan-pertimbangan lain


    KEGIATAN O, C

    Tindakan nyata dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh instansi pemerintah sesuai dengan kebijakan dan program yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu.

    Dalam komponen kegiatan ini perlu ditetapkan indikator kinerja kegiatan dan rencana capaiannya.


    Langkah O, CV

    Menetapkan Indikator Kinerja

    Kegiatan-kegiatan

    Yang akan dilaksanakan

    • Setelahdilakukanidentifikasikegiatan-kegiatan yang akandilaksanakanpadatahunpertamaataupadatahun yang akanberjalan, lakukanidentifikasiindikator-indikatorkinerjakegiatanuntukmasing-masingkegiatantersebut

    • Indikatorkinerjakegiatanmeliputiindikator : Inputs, Outputs, Outcomes, Benefits, dan Impacts


    INDIKATOR KINERJA KEGIATAN O, C

    Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan.

    MASUKAN (INPUTS)

    KELUARAN (OUTPUTS)

    HASIL (OUTCOMES)

    MANFAAT (BENEFITS)

    DAMPAK (IMPACTS)


    MASUKAN (INPUTS) O, C

    Masukan (Inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan atau dalam rangka menghasilkan output, misalnya sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi, dan sebagainya

    Contoh:

    Kegiatan: Penyusunanprosedurtetap (SOP) tentang…

    Inputs : Dana, Manusia


    Keluaran ( O, COutputs) adalah segala sesuatu berupa produk/jasa (fisik dan/atau non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan yang digunakan

    KELUARAN (OUTPUTS)

    Contoh:

    Kegiatan: Penyusunanprosedurtetap (SOP) tentang

    Inputs : Dana, Manusia

    Outputs : Dokumen SOP tentangtatacarapelaporankinerja


    Hasil ( O, COutcomes) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah. Outcomes merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk/ jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat

    HASIL (OUTCOMES)

    Contoh:

    Kegiatan: Penyusunanprosedurtetap (SOP) tentang

    Inputs : Dana, Manusia

    Outputs : Dokumen SOP tentangtatacarapelaporankinerja

    Outcomes: Tingkat keseragaman format pelaporan


    Manfaat ( O, CBenefits) adalah kegunaan suatu keluaran (outputs) yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dapat berupa tersedianya fasilitas yang dapat diakses oleh publik

    MANFAAT (BENEFITS)


    Dampak ( O, CImpacts) adalah ukuran tingkat pengaruh sosial, ekonomi, lingkungan atau kepentingan umum lainnya yang dimulai oleh capaian kinerja setiap indikator dalam suatu kegiatan

    DAMPAK (IMPACTS)


    Outcome vs output
    OUTCOME VS OUTPUT O, C

    TERSUSUNNYA

    LAKIP

    KEGIATAN

    OUTPUT

    OUTCOMES

    PENYUSUNAN

    LAKIP

    MENINGKATNYA

    AKUNTABILITAS

    DOKUMEN

    LAKIP

    PENYUSUNAN

    PEDOMAN

    PENYUSUNAN

    LAKIP

    TERSUSUNNYA

    LAKIP

    DOKUMEN

    PEDOMAN


    Input vs output
    INPUT VS OUTPUT O, C

    AHLI SISTEM

    AKIP

    KEGIATAN

    INPUT

    OUTPUT

    PELATIHAN

    SISTEM AKIP

    AHLI SISTEM

    AKIP

    PESERTA

    PENYUSUNAN

    LAKIP

    TERSUSUNNYA

    LAKIP

    AHLI SISTEM

    AKIP


    Type indikator kinerja
    TYPE INDIKATOR KINERJA O, C

    KUALITATIF

    (TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT

    TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS)

    KUANTITATIF ABSOLUT

    (JUMLAH PASIEN)

    PERSENTASE

    (PERSENTASE PASANGAN USIA SUBUR YANG

    MENJADI AKSEPTOR KB)

    RASIO

    ( RASIO DOKTER PER 100.000 PENDUDUK )

    INDEKS

    ( INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA / HDI)

    RATE

    (ANGKA KEMATIAN IBU MELAHIRKAN PER

    100.000 KELAHIRAN HIDUP)


    Syarat syarat indikator kinerja
    SYARAT-SYARAT O, CINDIKATOR KINERJA

    • MAKSUDNYA JELAS, TIDAK BERMAKNA GANDA (SPECIFIC)

    • DAPAT DIUKUR SECARA OBYEKTIF (MEASURABLE)

    • DAPAT DICAPAI (ACHIEVABLE)

    • MEWAKILI (RELEVAN)

    • MENUNJUKKAN KEBERHASILAN DAN PENTING

    • FLEKSIBEL DAN SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN


    Jenis indikator kinerja
    JENIS INDIKATOR KINERJA O, C

    INPUT

    MASUKAN : MATERIAL, LABOUR,

    OVERHEAD

    PROSES

    KETAATAN

    OUTPUT

    KELUARAN :

    BARANG / JASA

    OUTCOME

    EFEKTIFITAS, TING

    KAT PELAYANAN

    BENEFIT & IMPACT

    MANFAAT DAN DAMPAK


    Menetapkan Indikator Kinerja O, C

    Kegiatan-kegiatan

    Yang akan dilaksanakan

    • Setelahdilakukanidentifikasisetiapindikatorkinerja, lakukankonsultasidenganparaahli, narasumberataupejabatyang memilikiotoritas;

    • Lakukanseleksiterhadapindikator-indikatortersebut, sehinggahanyaindikator yang benar-benarberkaiteratdenganupayapencapaiansasaran yang akandigunakansebagaialatuntukmengukurkinerjakegiatan


    Menetapkan Indikator Kinerja O, C

    Kegiatan-kegiatan

    Yang akan dilaksanakan

    • Perlu diketahui indikator kinerja Outcomes, Benefits dan Impacts, tetap harus dilakukan identifikasinya meskipun sulit untuk dilakukan pengukuran dan tidak serta merta dapat menghasilkan indikasi kinerjanya tepat pada saat kegiatan berakhir;

    • Pada umumnya, ketiga indikator tersebut justru memberikan indikasi indikator kinerja sasaran

    • Untuk indikator yang sifatnya kualitatif, dapat ditetapkan target kuantitatif yang mewakili indikator kualitatif tersebut


    Visi O, C

    Tujuan

    Sasaran

    Indikator Sasaran

    Inputs

    Outputs

    Kegiatan

    Outcomes

    Benefits

    Impacts


    Langkah O, CVI

    Menetapkan Satuandan Target KinerjauntukSetiapIndikator Kinerja

    Kegiatan-kegiatan

    • Satuanditetapkanuntuksetiapindikatorkinerjakegiatan

    • Padasetiapindikatorkinerjakegiatan, selanjutnyaditetapkan pula target kinerja yang akandiwujudkanmelaluikegiatantersebut


    Common Error O, C

    • Membedakan apa yang akan dihasilkan (kinerja) dengan apa yang akan dikerjakan (aktivitas)

      • “terselenggaranya diklat” sering dianggap sebagai kinerja, padahal kinerja harusnya menunjuk pada apa yang dihasilkan dari diklat tersebut

    • Membedakan alat untuk mengukur kinerja (indikator) dengan kinerja yang akan diukur

      • “Meningkatnya disiplin pegawai” adalah contoh kinerja yang akan diukur. Indikator yang digunakan untuk kinerja tersebut a.l. jumlah pegawai yang mendapat hukuman disiplin, rata-rata hari kehadiran pegawai dalam satu tahun, dll


    Common Error O, C

    • Membedakan alat untuk menukur kinerja (indikator) dengan target kinerja

      • “500 eksemplar buku yang diterbitkan” memuat indikator sekaligus target. Dalam hal ini 500 eksemplar adalah target, sehingga indikator cukup “jumlah buku yang diterbitkan”.


    Sasaran O, C

    Program

    Kegiatan

    Keterangan

    Uraian

    Indikator

    Rencana tingkat capaian

    (target)

    Uraian

    Indikator Kinerja

    Satuan

    Rencana tingkat capaian

    (target)

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    Formulir RKT

    Rencana Kinerja Tahunan

    Tahun ....

    Instansi : .………….


    Formulir rkt
    FORMULIR RKT O, C

    RENCANA KINERJA TAHUNAN

    TAHUN……………

    FORM RKT

    INSTANSI :………



    Formulir rs
    FORMULIR RS O, C

    RENCANA STRATEGIS

    TAHUN………S.D……

    FORM RS

    INSTANSI :………

    Meningkatnya

    Akuntabilitas

    Instansi Pe

    merintah

    Meningkanya ke

    Patuhan IP un

    Tuk menerap

    kan Sistem

    AKIP

    Jumlah IPP/IPD

    Yang menyam

    Paikan LAKIP

    s.d 31-03

    2007

    Mendorong

    Public account

    ability

    Pemasyaraka

    Tan Sistem

    AKIP


    Formulir rs vs rkt1
    FORMULIR RS O, CVS RKT

    FORM RS

    FORM RKT

    Jmh IPP/IPD

    Yg menyam

    Paikan LAKIP

    s.d 31-03-

    2007

    400 IPP/

    IPD

    Pemasyara

    Katan Sis

    Tem AKIP

    Penayangan

    Iklan menge

    nai penyam

    paian LA

    KIP

    Dana

    Rp

    200 jt

    Mningktnya

    Kpatuhan IP

    Utk menrpkan

    Sistem AKIP

    Jumlah

    iklan

    bh

    2

    Jumlah LAKIP

    31-03-2007

    bh

    400

    31-03-

    2007


    Rencana Strategik O, C

    VISI

    MISI

    Rencana Kinerja

    TUJUAN

    TARGET

    KINERJA

    SASARAN

    INDIKATOR

    STRATEJI

    KEBIJAKAN

    INDIKATOR DAN

    TARGET

    KINERJA

    KEGIATAN

    PROGRAM


    PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA O, C

    PENGUMPULAN DATA KINERJA

    PENGUKURAN KINERJA

    EVALUASI KINERJA

    ANALISIS KINERJA


    Pengukuran Kinerja Kegiatan O, C

    Tahun …….

    Formulir PKK

    Instansi :………………


    Pengukuran Pencapaian Sasaran O, C

    Tahun …….

    Formulir PPS

    Instansi :………………


    PENGUMPULAN DATA KINERJA O, C

    KEGIATAN

    • IDENTIFIKASI SELURUH DATA YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR KINERJA DARI SELURUH KEGIATAN. DATA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGUKUR KINERJA MELIPUTI:

    • DATA REALISASI INDIKATOR INPUT, OUTPUT DAN OUTCOME

    • DATA-DATA LAIN YANG MENJADI KINERJA YANG PATUT DICATAT DARI KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

    • DALAM HAL MENGUKUR INPUT DAN OUTPUT, SETIAP PELAKSANA KEGIATAN DAPAT MENJADI SUMBER DATA.

    • DALAM KAITAN UNTUK MENGUKUR OUTCOMES, BIASANYA DILAKUKAN SURVEY, OLEH KARENA ITU PERLU DI DISAIN SUATU INSTRUMEN TERTENTU

    • UNTUK KEPERLUAN ANALISIS, DIPERLUKAN PULA DATA-DATA MENGENAI PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN


    PENGUMPULAN DATA KINERJA O, C

    SASARAN

    • IDENTIFIKASI BERBAGAI DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGUKUR INDIKATOR PENCAPAIAN SASARAN. DATA UNTUK MENGUKUR PENCAPAIAN SASARAN DAPAT TERDIRI DARI :

    • DATA REALISASI INDIKATOR PENCAPAIAN SASARAN

    • DATA-DATA LAIN YANG MENJADI KINERJA YANG PATUT DALAM UPAYA PENCAPAIAN SASARAN

    • PENCAPAIAN SASARAN PADA DASARNYA DILAKUKAN MELALUI PELAKSANAAN KEGIATAN. OLEH KARENA ITU, SUMBER-SUMBER DATA BAGI PENGUKURAN INDIKATOR PENCAPAIAN SASARAN DAPAT DIPEROLEH DARI INDIKATOR KINERJA KINERJA KEGATAN

    • DATA DAPAT PULA DIPEROLEH MELALUI SURVEI TERTENTU. SEHINGGA PERLU DIDISAIN INSTRUMEN UNTUK SURVEY TERSEBUT


    PENGUKURAN KINERJA O, C

    PENGUKURAN KINERJA

    KEGIATAN

    PKK

    PENGUKURAN PENCAPAIAN

    SASARAN

    PPS


    Pengukuran kinerja
    PENGUKURAN KINERJA O, C

    Realisasi

    Persentase pencapaian rencana tingkat capaian

    X 100 %

    =

    Rencana

    PERFORMANCE

    GAP ANALYSIS

    semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik, maka digunakan rumus:


    Pengukuran kinerja1
    PENGUKURAN KINERJA O, C

    semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja, maka digunakan rumus::

    Rencana- (Realisasi– Rencana)

    Persentase pencapaian rencana tingkat capaian

    X 100 %

    =

    Rencana

    PERFORMANCE

    GAP ANALYSIS


    Evaluasi kinerja
    EVALUASI KINERJA O, C

    fungsi

    • Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi.

    • Memberikan masukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

    manfaat

    • manfaat untuk perbaikan perencanaan, strategi, kebijakan;

    • manfaat untuk pengambilan keputusan;

    • manfaat untuk tujuan pengendalian program/kegiatan;

    • manfaat untuk perbaikan input, proses dan output, perbaikan tatanan atau sistem dan prosedur.


    Evaluasi kinerja1
    EVALUASI KINERJA O, C

    Apa yang dievaluasi

    • sistem AKIP (akuntabilitas kinerja instansi pemerintah);

      • evaluasi terhadap program dan kegiatan instansi;

      • evaluasi terhadap keterkaitan dan keterpaduan kebijakan organisasi;

      • evaluasi unit-unit kerja instansi;

      • evaluasi terhadap hasil yang diinginkan (outcomes) dan penelahaan faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pencapaiannya.

      • evaluasi atas akuntabilitas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan.


    Evaluasi kinerja2
    EVALUASI KINERJA O, C

    Hal-hal yang perlu diperhatikan

    • Evaluasi kinerja tidak terlepas dari hasil pengukuran kinerja sebagaimana hasil-hasil perhitungan formulir PKK dan PPS.

    • Evaluasi kinerja memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan dan program serta strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.

    • Evaluasi kinerja membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi (efisiensi) Selain itu, dilakukan pula penilaian tingkat efektivitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak.

    • Pembandingan-pembandingan: kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan, kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya, kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lain yang unggul di bidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta, kinerja nyata dengan kinerja di negara-negara lain atau dengan standar internasional.


    Evaluasi kinerja3
    EVALUASI KINERJA O, C

    Pertama, memaparkan pelaksanaan kegiatan dan program serta hasil yang telah dicapai.

    Kedua, dilakukan riviu terhadap sasaran-sasaran organisasi instansi apakah berhasil dicapai atau tidak. Jika instansi beranggapan dapat mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan, sampai sejauh mana pencapaian itu.

    Ketiga, diungkapkan beberapa indikator penting yang menjadi ukuran keberhasilan instansi, seberapa jauh capaian indikator kinerja itu.

    Keempat, perlu diungkapkan faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan instansi.

    Meliputi:


    ad