1 / 14

Penyajian Kinerja Instansi

Penyajian Kinerja Instansi. Oleh Dwi Handoyo. Penyajian LAKIP. Pengungkapan akuntabilitas kinerja dititikberatkan pada Bab Akuntabilitas Kinerja , serta Ikhtisar Eksekutif .

calvin
Download Presentation

Penyajian Kinerja Instansi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Penyajian Kinerja Instansi Oleh Dwi Handoyo

  2. Penyajian LAKIP • Pengungkapan akuntabilitas kinerja dititikberatkan pada Bab Akuntabilitas Kinerja, serta Ikhtisar Eksekutif. • Pencapaian kinerja “SASARAN” merupakan sasaran strategis yang direncanakan dalam Renstra, serta secara konsisten digunakan dalam Rencana Kinerja Tahunan, Penetapan Kinerja, dan LAKIP.

  3. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Kementerian Agama melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian LAKIP yang dibuat sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan AKIP, yang telah diperbaharui dengan Peraturan Menteri Negara PAN & RB Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan AKIP. A. KERANGKA PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA • Semakintinggirealisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakinbaik, maka digunakan rumus: Realisasi Persentase Capaian = X 100% Rencana

  4. Semakintinggirealisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja, maka digunakan rumus: Rencana – (Realisasi – Rencana) % Capaian = X 100% Rencana Skala ordinal yang digunakan adalah sebagai berikut: ≥ 100% Tercapai < 100% Tidak Tercapai

  5. B. PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2011 Untuk mencapai kinerja penyelesaian konflik berlatar belakang agama tsb di atas, telah dialokasikan anggaran program .......................................... dengan realisasi penyerapan sebagai berikut:

  6. Dalam tahun 2011, terjadi penurunan kasus konflik yang berlatar belakang agama, dari 25 kasus (2010) menjadi 15 kasus (2011). • Penyelesaian tahun 2011 sebanyak 13 kasus (86%), karena 2 kasus terjadi akhir Desember 2011 dan masih dalam proses kesepakatan. Selain itu, terhadap kasus-kasus tahun 2010 sudah terdapat kesepakatan antar pihak yang bersengketa untuk tetap menjalin toleransi antar umat beragama dalam bingkai NKRI. • Strategi yang dijalankan untuk meningkatkan harmoni antar pemeluk agama, meliputi: • Aktualisasi Forum Komunikasi KUB tingkat provinsi dan kab./kota • Bantuan pemulihan pasca konflik. • ........................................... Dst.

  7. Pencapaian kinerja penyelesaian konflik keagamaan selama 3 tahun terakhir sbb: Kecenderungan peningkatan penyelesaian konflik agama terjadi karena partisipasi aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat, LSM serta .......................................... Sampai dengan tahun pelaporan, kasus-kasus 2010 dan sebelumnya telah terjadi kesepakatan bersama antar pihak bersengketa. Dst.

  8. Untuk mencapai IKM khususnya kepuasan para jamaah haji dan umrah, telah dialokasikan anggaran program ............................................. dengan realisasi penyerapan sebagai berikut:

  9. Penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun menunjukkan perbaikan, walaupun jumlah jamaah yang dilayani juga meningkat sesuai kuota yang diberikan oleh Pemerintah Saudi Arabia.

  10. Perkembangan indeks kepuasan masyarakat diusahakan terus meningkat, sebagaimana grafik berikut. Namun demikian, kepuasan tersebut juga dipengaruhi faktor lain di luar kendali Kementerian Agama RI. Dst.

  11. Untuk mencapai kinerja di atas, telah dialokasikan anggaran program peningkatan akses dan mutu madrasah dengan realisasi penyerapan sebagai berikut:

  12. Pemerataan madrasah berstandar (nasional/internasional) baru menjangkau 45% wilayah kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Hambatan pencapaian target pada umumnya dalam penyediaan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan, serta sarana penunjang KBM (laboratorium), yang akan diusulkan pada program-program terkait di tahun 2012-2013. • Angka partisipasi kasar (APK) madrasah ditargetkan di bawah 45 dengan mempertimbangkan keberadaan sekolah umum di suatu daerah. Peningkatan APK tersebut dapat dicapai jika mutu madrasah yang ada mampu sejajar atau lebih baik dari sekolah umum. Hal tersebut sejalan dengan standarisasi madrasah dan tenaga pendidikan madrasah. • Dst.

  13. Perkembangan pencapaian kinerja madrasah selama 3 tahun, sbb: Dst.

  14. Yang perlu “up-grade” • LAKIP bukan merupakan kompilasi Unit Kerja di bawahnya. • LAKIP menyajikan informasi pencapaian sasaran yang berorientasi outcome . • LAKIP menyajikan informasi kinerja yang telah diperjanjikan. • LAKIP menyajikan evaluasi & analisis capaian kinerja. • LAKIP menyajikan pembandingan data kinerja yang memadai antara realisasi tahun ini dengan realisasi tahun sebelumnya dan pembandingan lain yang diperlukan. • LAKIP menyajikan informasi keuangan yang terkait dengan pencapaian kinerja.

More Related