Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 16

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI PowerPoint PPT Presentation


  • 647 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI. TIK. Mampu menjelaskan konsep pengambilan keputusan dalam organisasi Membedakan tipe-tipe pengambilan keputusan dalam hierarki organisasi. Mampu menjelaskan teori rasionalitas terbatas ( bounded rationality ) dari Simon.

Download Presentation

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI


Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi

TIK

  • Mampu menjelaskan konsep pengambilan keputusan dalam organisasi

  • Membedakan tipe-tipe pengambilankeputusandalam hierarki organisasi.

  • Mampu menjelaskan teori rasionalitas terbatas (bounded rationality) dari Simon.

  • Mengenal dan mampu menjelaskan berbagai proses pengambilan keputusan dalam organisasi.

  • Mampu menjelaskan dengan bahasa sendiri peran intuisi dalam pengambilan keputusan.

  • Mampu merumuskan dan menjelaskan hakekat kekuasaan dan pengertian politik dalam organisasi.

  • Mampu mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan antara kekuasaan dan kepemimpinan.

  • Mampu menjelaskan berbagai jenis proses politik dalam organisasi, dan taktik-taktik politik yang digunakan dalam organisasi


Batasan pengambilan keputusan

BATASAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

  • Pengambilankeputusanadalah proses pemilihanalternatif terbaik dari berbagaialternatif yg tersedia. Pengambilan keputusan mencakup:

    • pembuatanpilihan (choice making)

    • pemecahanmasalah (problem solving)

  • Pengambilan keputusan (PK) sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Mengapa?

DEFINISI


Keputusan rasional

Keputusan rasional

  • Keputusan bisnis biasanya didasarkan dari asumsi bahwa pelaku bisnis bertindak rasional. Arti rasional disini adalah bahwa pembuat keputusan memiliki informasi yang tidak terbatas dan dia berusaha memaksimalkan utility function dia (Gudono 2012:58)

  • Misalnya, mengapa kita minum 2 gelas? Karena jika minum cuma 1 gelas, kita masih haus, tapi jika kita minum sampai 3 gelas perut kita akan kembung. Jadi, kita bertindak “rasional” ketika memutuskan hanya minum 2 gelas saja, karena itulah yang memaksimalkan utility function kita.


Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi

Rasionalitas Terbatas

  • Herbert Simon tidak sepenuhnya setuju dengan konsep rasionalitas. Dia mengajukan teori rasionalitas terbatas (bounder rationality) yang kemudian memenangkan hadiah Nobel tahun 1978.

  • Menurut teori rasionalitas terbatas bahwa manusia gagal untuk sepenuhnya rasional karena faktor:

    • Kemampuan yang terbatas untuk memproses informasi.

    • Kecenderungan mendasarkan keputusan pada informasi yang sudah ada dalam memori.

    • Kecenderungan menilai sesuatu berdasarkan apa yang telah dikenal.

    • Dalam situasi kompleks, orang tidak bisa memaksimalkan tujuan, tapi sekedar mencapai tujuan yang memuaskan.

  • Gudono (2012:60)


Tipe tipe keputusan

TIPE-TIPE KEPUTUSAN

  • Dari segimasalahdanprosedur, keputusandibedakan:

    • Keputusan yangDiprogram (programmed decisions)

      Adalahkeputusan yang dibuatmenurutkebiasaan, aturanatauprosedur. Keputusaninirutindanberulang.

    • Keputusanyang tidak Diprogram (non-programmed decisions)

      Keputusanyang berhubungandenganmasalahkhusus, baru, yang tidakcukupdiaturdalamaturandanprosedur yang ada.

  • Dari segisubyeknyadibedakan

    • Keputusan individual, Pengambilnyaadalahindividu-individudalamorganisasibaikmanajermaupunkaryawannon-manajerial.

    • KeputusankelompokPengambilnyaadalahkelompokpimpinan, pimpinandankelompok orang, kelompokorang (tim)

  • Menurut Bobot dan Nilainya.

    • Keputusan Strategis,

    • Keputusan Operasional


Proses pengambilan keputusan

Proses pengambilan keputusan

  • ReksohadiprodjodanHandoko (1992:148) proses pengambilankeputusandalamorganisasimencakup:

    • Identifikasidan diagnosis masalah

    • Pengumpulandananalisis data yang relevan

    • Pemilihanalternatif yang terbaik

    • Implementasikeputusandanevaluasiterhadaphasil.

    • Pengambilankeputusanmencakup 3 dimensiwaktusekaligusyaitu:

    • Waktu yang lalu (the past), padasaatmanaberbagaimasalahberkembang, informasidikumpulkandankebutuhanakankeputusandirasakan

    • Waktusekarang (the present), padasaatmanaalternatif -alternatif ditemukan, danpilihandiambil

    • Waktu yang akandatang (the future), padasaatmanakeputusandilaksanakandandievaluasi


Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi

PERAN INTUISI DALAM PK

  • Intuisi, adalah kemampuan untuk merasakan atau mengetahui suatu hal tanpa alasan/dasar tertentu’. Intuisi menjadi suatu hal yang penting dalam PK organisasi manakala situasi PK secara rasional tidak memungkinkan

  • Menurut Agordalam Kusdi 92009:)) intuisi penting contohnya adalah pada saat-saat sebagai berikut:

    • Permasalahan yang dihadapi mengandung unsur ketidak-pastian yang tinggi

    • Tidak ada atau sangat sedikit contoh atau preseden sebelum-nya yang serupa dengan masalah tersebut

    • Variabel-variabel keputusan tidak bisa diprediksi secara ilmiah

    • “Fakta-fakta” yang tersedia sangat sedikit

    • Analisis data tidak bisa membantu banyak

    • Terdapat sejumlah alternatif pemecahan masalah, yg masing-masing masuk akal dan memiliki argumentasi yantg sama kuatnya

    • Waktu untuk mengambil keputusan sangat sempit, dan kepu-tusan harus diambil dengan segera.


Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi

Gambar 7.1. Model Proses Pengambilan Keputusan Kelompok

Cara

Tujuan

Disepakati

Disepakati

Tidak Disepakati

Tidak Disepakati

Proses Keputusan

Koalisi

Proses Keputusan

Tong Sampah

Proses Keputusan

Rasional

Proses Keputusan

Coba-Coba

Sumber: diadopsi dari Hatch dalam Kusdi (2006 :108)


Kekuasaan dan politik

Kekuasaan dan politik

  • Luthans (2006:482) kekuasaanadalahkemampuanmempengaruhiperilaku, mengubahperistiwa, mengatasiperlawanan,danmeminta orang melakukansesuatuyang tidakinginmerekalakukan.

  • Robbins & Judge (2008:147) politikberfokuspadapenggunaankekuasaanutkmempengaruhipeng-ambilankeputusandalamorganisasi.

  • Gibson et.al (1996:512) politikadalahaktivitas yang digunakanuntukmemperoleh, mengembangkandanmenggunakankekuasaan, dansumberdaya lain,...


Darimana datangnya kekuasaan

Darimanadatangnyakekuasaan?

  • Kekuasaanposisi (position power), yaitukekuasaan yang bersumber dariposisi seseorang dalamhierarki organisasi. Kekuasaanposisi mencakup:

    • KekuasaanKoersif (Coercive power),

    • KekuasaanImbalan(Reward power),

    • KekuasaanLegitimasi (Legitimate power).

  • Kekuasaanpribadi (personal power), yaitukekuasaanyang berasaldarikarakteristik individual yang unik, penting dan langka.Dua basis kekuasaanpribadiyaitu;

    • KekuasaanKeahlian (Expert power),

    • KekuasaanRujukan (Referent power), .


  • Kekuasaan vs kewenangan otoritas

    Kekuasaan vs kewenangan (otoritas)

    • Wewenang adalah hak untuk bertindak atau melaku-kan sesuatu, sedang kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut.

    • Wewenang diperoleh dari jabatan/posisi dalam organisasi, sedang kekuasaan didapatkan selain dari posisi dalam organisasi (position power) juga dari ciri pribadi (personal power).

    • Wewenang dalam organisasi bersifat hierarkis dari atas ke bawah, sedang kekuasaan sifatnya multi-direksional, bisa dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas atau bisa pula menyamping.


    Otoritas dalam organisasi

    Otoritas Dalam Organisasi

    • Menurut Weber, jenis otoritas, yang berpengaruhterhadap pola kepemimpinan dan kegiatan pengambilan keputusan dalam organisasi, ada tiga, yaitu;

      • Otoritas Rasional – Legal. Otoritas yang muncul karena kepercayaan karyawan terhadap legalitas aturan dan hak pemimpin untuk memberikan perintah.

      • Otoritas Tradisional. Otoritas yang muncul karena keperca-yaan orang kepada tradisi, termasuk status seseorang yang karena tradisi mempunyai hak untuk memerintah.

      • Otoritas Karismatis. Otoritas yang muncul pada diri seseo-rang yang mempunyai karakteristik pribadi yang luar biasa, yang menyebabkan orang tersebut dianggap mempunyai hak untuk memerintah orang lain.

    • Kegiatan internal organisasi biasanya tetap didasarkan pada otoritas rasional-legal, tetapi alasan eksistensi organisasi bisa saja berupa otoritas tradisional maupun otoritas karismatis.


    Proses politik dalam organisasi

    PROSES POLITIK DALAM ORGANISASI

    • Kusdi (2009:115) Lima proses politik (membangun dan menggunakan kekuasaan) yang biasa dilaku-kan dalam organisasi.

      • Cara bersaing, yaitumemaksalawanberadapadaposisikalahmenang

      • Cara akomodasi, yaitubersikapkooperatifdalammengakomodasikankepentinganlawan.

      • Cara kolabolasi, yaituberusahamengubahlawanmenjadisekutusehinggatercapaiwin win solution.

      • Cara menghindar, yaitumengurangiatautidakmenonjolkanadanyaperbedaankepentingan.

      • Cara kompromiyaituberbagikepentingan atau manfaatdenganlawan.


    Sumber kesalahan dalam pengambilan keputusan

    Sumber Kesalahan Dalam Pengambilan Keputusan

    • Keengganan mengambil resiko

    • Keterbatasan waktu

    • Gagal dalam mendefinisikan kondisi, kriteria, dan tujuan

    • Sumber-sumber informasi yang tidal reliabel dan valid, tetapi di dasarkan pada rasa like and dislike

    • Tidak menggunakan metode yang sistematis

    • Tidak bisa melepaskan subyektivitas dan emosi dalam mengambil keputusan

    • Gagal dalam mengimplementasikan, karena tidak ada rencana yang matang.


    Pengambilan keputusan kekuasaan dan politik dalam organisasi

    Terima Kasih


  • Login