1 / 23

Disajikan oleh : Bernard E Tidajoh / NPM: 0806401380

Download Presentation

Disajikan oleh : Bernard E Tidajoh / NPM: 0806401380

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Commitment or Entrenchment?: Controlling Shareholders and Board Composition. By: Yin-Hua Yeh, and Tracie Woidtke, 2005. Journal of Banking & Finance. Amsterdam: Jul 2005. Vol. 29, Iss. 7; p. 1857.2. Special Issues Relating to Corporate Governance and Family Control. By: Randal Morck dan Bernard Yeung, 2004. Worldbank Working Paper Disajikan oleh : Bernard E Tidajoh / NPM: 0806401380

  2. Introduction • Kebanyakan penelitian CG diadakah dengan sampel perusahaan besar atau korporasi di USA yang pada umumnya memiliki kepemilikan yang tersebar (widely held). • Untuk korporasi di luar USA dan UK, terdapat karakteristik kepemilikan yang berbeda yaitu kepemilikan saham yang terkonsentrasi atau dikuasai oleh keluarga. (Canada, Eropah kontinental, Asia Timur, India dll). • Kajian Yeh dan Woidtke (2005) mencoba mengkaji korporasi di luar USA yang mempunyai struktur kepemilikan keluarga yang kental.

  3. Research Question • Yeh dan Woidtke (2005) mengajukan pertanyaan penelitian: • Apakah struktur Board (BOD/BOC) dapat menjadi indikator baik buruknya Corporate Governance pada perusahaan yang kepemilikannya terkonsentrasi? • Apakah konsentrasi kepemilikan saham membuat “controlling shareholder” memilih BOD/BOC yang profesional atau justru memilih orang-orang dapat membantu mereka melakukan eksproprasi terhadap pemegang saham minoritas? • Apakah independensi Board amat penting dalam suatu perusahaan yang kepemilikannya terkonsentrasi

  4. Concentrated Ownership • Keunggulan dari struktur kepemilikan yang terkonsentrasi adalah untuk mengatasi agency problem, khususnya di negara yang lemah investor protection nya, sebab pemegang saham pengendali mempunyai kekuasaan untuk mendisiplinkan manajemen. • Kelemahan : struktur kepemilikan yang terkonsentrasi dapat menciptakan peluang atau kondisi untuk munculnya agency problem yang lain yaitu ekspropriasi, sebab kepentingan pemegang saham mayoritas tidak selalu seiring dengan kepentingan pemegang saham minoritas terutama bila terdapat divergensi antara besarnya kontrol terhadap perusahaan dengan jumlah kepemilikan saham.

  5. Concentrated Ownership • Bila kondisi divergensi ini terjadi, maka diharapkan Boards akan berperan untuk membatasi kecenderungan ekspropriasi pemegang saham mayoritas terhadap pemegang saham minoritas (Fama dan Jensen, 1983).

  6. Concentrated Ownership • Namun demikian, komposisi Boards kemungkinan akan dipengaruhi oleh pemegang saham pengendali. • Oleh karena itu, struktur Boards dapat menjadi indikator baik buruknya kondisi CG di sebuah perusahaan: apakah pemegang saham pengendali berkomitmen terhadap good corporate governance atau entrenched.

  7. Concentrated Ownership Karakteristik Perusahaan Taiwan • Perlindungan terhadap pemegang saham minoritas relatif lemah • Konsentrasi kepemilikan yang tinggi • Dominasi kontrol keluarga pemilik (family control) • Banyaknya perusahaan dengan struktur pyramidal groups dan cross-holding • Sedikitnya kepemilikan perusahaan oleh institusi • Inactive market for corporate control • Hak-hak pemegang saham lebih terbatas (dibatasi) dibandingkan dengan U.S.

  8. Concentrated Ownership Karakteristik seperti itu merupakan kondisi yang baik untuk menguji pengaruh dari Positive Incentive dan Negative Entrenchment Effects dari Komposisi Board.

  9. CG in Taiwan • Perusahaan di Taiwan menganut 2 boards system (seperti di Jerman) : BOD (Board of Directors) dan BOS (Board of Supervisors). Pola ini sama seperti pola Indonesia yang terdiri dari BOD (Dewan Direktur) dan BOC (Dewan Komisaris). • Akan tetapi, di Taiwan BOD dan BOS merupakan organisasi yang sejajar (paralel). BOD berperan dalam mengatur dan menjalankan operasional perusahaan sehari-hari sedangkan BOS bertanggungjawab memantau dan mengawasi pekerjaan BOD, memeriksa laporan BOD dan – jika ada – menyelesaikan sengketa antara pemegang saham dan BOD.

  10. CG in Taiwan • Pengambilan keputusan di tingkat BOD dilakukan berdasarkan voting (dalam BOD meeting). Undang-undang perusahaan di Taiwan mewajibkan setiap perusahaan memiliki Jumlah Direktur minimum 3 orang dan Supervisor minimum 1 orang. • BOS bertugas mengawasi jalannya operasi perusahaan dan dapat melakukan investigasi atas laporan keuangan atau operasi perusahaan setiap saat. Supervisor, secara individu dapat melaksanakan hak-haknya tersebut di atas tanpa memerlukan konsensus dari anggota BOS lainnya.

  11. CG in Taiwan • Misalnya, secara individu seorang Supervisor dapat meminta Direktur untuk menjelaskan hal-hal yang ingin ia ketahui perihal operasi perusahaan atau laporan keuangan perusahaan. Bila ia menemukan bahwa BOD melanggar hukum atau melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan, ia dapat menuntut BOD. • Hal demikian menyebabkan perusahaan Taiwan cenderung memiliki sedikit Supervisor yang duduk dalam Dewan. • Seperti halnya di Indonesia, Supervisor dan Direktur di Taiwan dipilih dan ditunjuk oleh pemegang saham. Namun demikian, tidak ada keharusan bagi perusahaan Taiwan untuk mempunyai Direktur dan Supervisor Independen dalam komposisi BOD/BOS.

  12. Metodologi Sampel Sampel penelitian meliputi perusahaan yang go-public di Taiwan pada 1998. Untuk data komposisi Board, control rights, dan cash flow rights diambil dari prospektus perusahaan dan buku “Business Groups in Taiwan”. Informasi lainnya diperoleh dari database “Taiwan Electronic Journal”. Seluruh sampel berjumlah 251 perusahaan atau 71% dari perusahaan non-finansial yang go-public di Taiwan.

  13. Metodologi Unit analisis adalah kepemilikan keluarga dalam perusahaan (family group) – mengikuti konsep La Porta et al. (1999). Family group didefinisikan sebagai sekelompok orang yang mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan. Ownership dihitung berdasarkan Cash Flow Rights dan Control terhadap perusahaan dihitung berdasarkan Voting Rights (mengikuti konsep Claessens et al. – 2000). • Adanya struktur piramid dan cross-holding membuat pelacakan rantai kepemilikan menjadi penting guna membedakan cash flow rights dan voting rights.

  14. Metodologi • Controlling shareholder didefinisikan sebagai shareholder atau family group yang apabila direct dan indirect voting rights-nya dijumlahkan menghasilkan control rights paling besar. • Para pemilik utama (ultimate owners) perusahaan Taiwan sering meningkatkan control rights nya melalui perusahaan investasi atau lainnya sebagai nominee. • Namun karena banyak diantara perusahaan nominee ini adalah perusahaan tertutup (privat) yang tidak tercatat dalam buku “Business Groups in Taiwan”, maka data lengkap mengenai struktur kepemilikan menjadi sulit diperoleh. Oleh karena itu, untuk menghitung cash flow rights, diasumsikan bahwa pemilik utama menempatkan 50% modal pada perusahaan nominee ini.

  15. Metodologi • Cash flow rights (CFR) digunakan untuk mengukur positive incentive effects. Divergensi (perbedaan) antara cash flow rights dengan control rights (CR) digunakan untuk mengukur negative entrenchment effects. • Excess Control didefinisikan sebagai selisih antara control rights dengan cash flow rights.

  16. Findings and Conclusion • Anggota Board yang terafiliasi dengan pemegang saham utama (keluarga pemilik) akan berjumlah lebih banyak apabila pemegang saham utamanya: • Mempunyai excess control (divergensi CFR dengan CR) yang besar • Adalah bagian dari controlling family • Adalah CEO dan chairman BOS • Komposisi Board yang terafiliasi berkorelasi positif dengan Excess Control dan berkorelasi negatif dengan ratio CFR/CR.

  17. Findings and Conclusion • Nilai perusahaan akan lebih rendah jika jumlah anggota Board yang terafiliasi dengan keluarga pemilik lebih banyak. Sebab, komposisi Board yang terkait dengan controlling family akan disertai dengan kuatnya pengaruh negative entrenchment, yang akibatnya perusahaan akan dinilai rendah oleh investor. • Sebaliknya, komposisi Board yang independen dari keluarga pemilik akan disertai dengan kuatnya pengaruh positive incentive, dan perusahaan ini akan dinilai tinggi oleh investor.

  18. Findings and Conclusion • Controlling shareholder mempunyai pilihan untuk menentukan apakah komposisi Board akan dibuat independen dan profesional guna meningkatkan nilai sahamnya (positif incentive effects) atau menyusun komposisi Board yang terafiliasi untuk mempertahankan kendalinya atas perusahaan guna melakukan ekspropriasi terhadap pemegang saham minoritas (negative entrenchment effects). • Komposisi Board, oleh karenanya, dapat dijadikan indikator baik buruknya Corporate Governance.

  19. Findings and Conclusion • Nilai perusahaan akan lebih rendah jika jumlah anggota Board yang terafiliasi dengan keluarga pemilik lebih banyak. Sebab, komposisi Board yang terkait dengan controlling family akan disertai dengan kuatnya pengaruh negative entrenchment, yang akibatnya perusahaan akan dinilai rendah oleh investor. • Sebaliknya, komposisi Board yang independen dari keluarga pemilik akan disertai dengan kuatnya pengaruh positive incentive, dan perusahaan ini akan dinilai tinggi oleh investor.

More Related