1 / 37

PENGENALAN

PENGENALAN. TEKNIK DASAR KELISTRIKAN. Batas arus Pengaruh pada tubuh manusia 0 - 0,9 mA Belum merasakan pengaruh 0,9 - 1,2 mA Baru terasa adanya arus listrik tapi tidak menimbulkan kejang

zaynah
Download Presentation

PENGENALAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGENALAN TEKNIK DASAR KELISTRIKAN

  2. Batas arus Pengaruh pada tubuh manusia 0 - 0,9 mA Belum merasakan pengaruh 0,9 - 1,2 mA Baru terasa adanya arus listrik tapi tidak menimbulkan kejang 1,2 - 1,6 mA Mulai terasa se akan2 ada yang merayap didalam tangan 1,6 - 6,0 mA Tangan sampai kesiku merasa kesemutan 6,0 - 8,0 mA Tangan mulai kaku, rasa kesemutan makin bertambah 13 - 15,0 mA Rasa sakit tak tertahankan penghantar masih dapat dilepas 15 - 20,0 mA Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar 20 - 50,0 mA Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia 50 - 100,0 mA Batas arus yang dapat menyebabkan kematian PENGAMAN TEGANGAN SENTUH Batas arus yang melewati tubuh manusia

  3. PENGAMAN TEGANGAN SENTUH Besar dan Lama tegangan Sentuh Maksimum (IEC) Tegangan sentuh Waktu Pemutusan Maksimum (Volt) rms (detik) < 50 50 1,0 75 0,5 90 0,2 110 0,2 150 0,1 220 0,05 280 0,03  UNTUK MENGHINDARI ADANYA ARUS YANG LEWAT DIDALAM TUBUH PAKAIALAH K3 YG BAIK DAN BENAR.. UTAMAKAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA, NYAWA MANUSIA HANYA SATU.

  4. MACAM-MACAM BESARAN LISTRIK DAN SATUANYA.

  5. A 0 + S - I V - + Batere PENGENALAN ARUS SEARAH. ARAH ARUS MAJU

  6. A 0 + S - I V - + Batere PENGENALAN ARUS SEARAH. ARAH ARUS TERBALIK

  7. RANGKAIAN LISTRIK HUKUM OHM : V = I X R Dimana : V : Tegangan (Volt). I : Arus (Amp). R : Tahanan (Ohm) • Dilihat dari rumus diatas : • Tahanan R berbanding lurus dengan Tegangan • Tahanan R berbanding terbalik dgn Arus.

  8. CONTOH HUKUM OHM Suatu penghantar yang terbuat dari kawat tembaga mempunyai tahanan 4 , besarnya kuat arus yang mengalir sebesar 25 A. Diminta menghitung besarnya tegangan yang dibutuhkan ? Diketahui R = 4  I = 25 A Ditanyakan : V ? Penyelesaian : V = I x R = 25 x 4 V = 100 Volt

  9. r A L TAHANAN LISTRIK TAHANAN (HAMBATAN) SUATU KONDUKTOR DAPAT DIRUMUSKAN : R = r L/A • Dimana : • R : Tahanan (). • : Tahanan jenis.(mm2/m) L : Panjang (m). A : Penampang (mm2)

  10. RESISTIVITAS DAN KOEFISIEN TEMPERATUR

  11. CONTOH TAHANAN LISTRIK Segulung kawat tembaga yang panjangnya 1000 m mempunyai penampang 4 mm2. Berapa besarnya tahanan kawat ini ? Diketahui : l = 1000 m A = 4 mm2 rcu = 0,0175  mm2/m Ditanyakan : Tahanan (R). rcu x l A 0,0175 x 1000 4 Penyelesaian : R = = = R = 4,375 

  12. PERUBAHAN TAHANAN TERHADAP SUHU Rt = Ro (1 + ao.Δt) Dimana : Rt : Nilai tahanan sesudah temp berubah. Ro : Nilai tahanan sebelum temp berubah. ao : Koefisien temp. Δt : Perubahan temperatur (t2 – t1).

  13. CONTOH SOAL : Sepotong kawat tembaga pada suhu 200 C mempunyai tahanan 10 . Berapa besarnya tahanan kawat pada suhu 750 C Diketahui : t1 = 200 C t2 = 750 C R0 = 10  Ditanyakan : Rt Penyelesaian : Rt = Ro (1 + αo.Δt). = 10 (1 + 0,0039 (75 – 20)) = 10 (1 + 0,0039 x 55) = 10 (1 + 0,2145) = 10 x 1,2145 Rt = 12,145 

  14. HUKUM KIRCHOFF 1 Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di suatu titik adalah Nol. RUMUS KIRCHOFF 1 : I2 I1 S I = 0 Atau : I1 + (-I2) + (-I3) + I4+ (-I5) = 0 I3 Atau : I1 + I4 = I2 + I3 + I5 I5 I4

  15. I2 I1 I3 I4 CONTOH SOAL : HUKUM KIRCHOFF 1 Pada suatu jaringan mensuplai satu titik, dimana titik Tersebut mengalirkan pada 3 percabangan menuju lampu (lihat gambar) I1 = 10 A, I2 = 2 A, I3 = 5 A Berapa besar beban di percabangan 4 (I4) ?? Diketahui : I1 = 10 A, I2 = 2 A, I3 = 5 A Ditanya : Besar arus I4 Jawab : lihat gambar, menurut hukum Kirchoff I S I = 0 I1 – I2 – I3 – I4 = 0 I1 - I2 - I3 = I4 10 - 2 - 5 = I4 10 – 7 = I4 I4 = 3 A

  16. HUKUM KIRCHOFF 2 Jumlah aljabar dari hasil kali arus dgn tahanan pada setiap konduktor dalam suatu rangkaian tertutup (mesh), sama dengan jumlah aljabar dari ggl. I2 a I b c I1 R1 R2 S I R = S GGL = S E E S I II 1. abefa = E = I1 R1 2. bcdeb = 0 = I2 R2 – I1 R1 f e d 3. acdfa = E = I2 R2

  17. I P I1 I2 I3 A V1 V2 V3 V N A V RANGKAIAN LISTRIK (seri) R1 R2 R3 PADA HUBUNGAN SERI : Rt = R1 + R2 + R3 V = V1 + V2 + V3 UNTUK ARUS DI MASING – MASING BEBAN SAMA DENGAN ARUS YANG DIBANGKITKAN I = I1 = I2 = I3

  18. I A I1 I2 I3 V A V I1 I = = + 1 1 1 1 R + R3 R1 R2 RANGKAIAN LISTRIK (Paralel) (E = I x R) P R1 R2 R3 N PADA HUBUNGAN PARALEL : + I2 + I3 UNTUK TEGANGAN DI MASING – MASING PERCABANGAN SAMA DENGAN SUMBER V = V1 = V2 = V3

  19. R1 R2 Rt R3 = = + + + = 1 1 1 3 1 1 1 1 6 1 4 1 Rt Rt R + + + 12 4 R3 2 12 R1 13 12 3 12 R2 Rt = = 12 13 RANGKAIAN LISTRIK (PARALEL) Bila diketahui suatu rangkaian listrik (lihat gambar) R1 = 2 , R2 = 3 , R3 = 4 , berapa besar Rt ?? Diketahui : Lihat gambar R1 = 2 , R2 = 3 , R3 = 4  Ditanyakan : Rt ( R total) Jawab : Rumus paralel = 0,923  TAHANAN LISTRIK BILA DIHUBUNGKAN PARALEL HASILNYA AKAN SEMAKIN KECIL.

  20. DAYA DAN ENERGI LISTRIK HUKUM OHM menyebutkan bahwa : V = I x R DAYA dalam sirkit DC adalah : DAYA (P) = TEG (V) x ARUS (I) WATT = VOLT x AMP Karena V = I x R, maka : P = I2 R

  21. DAYA PADA SIRKIT AC DAYA PADA SIRKIT AC DAN DC TIDAK SAMA MENGAPA ???? • Karena : • KARAKTERISTIK BEBAN (RLC). • FREKUENSI (GELOMBANG).

  22. SEGI TIGA DAYA SATU PHASA S (VA) Q (VAR) j P (WATT) DAYA = TEG x ARUS x Faktor Daya P = V x I x Cos  Watt

  23. j COS j = SIN j = B/C A/C RUMUS ABC DAYA SEMU ( VA ) C DAYA REAKTIF ( VAR ) A B DAYA AKTIF ( WATT ) C2 = A2 + B2 C = √(A2+B2)

  24. j SUDUT (DERAJAT) Tinggi reaktif Tinggi semu j SUDUT (DERAJAT) Tinggi Aktif Menuang minuman soda ke dalam gelas BUSA SODA Busa soda makin kecil (rendah) Sudut nya makin kecil SODA

  25. ENERGI LISTRIK Energi listrik adalah suatu kekuatan / kemampu an untuk melakukan kerja / gerak, untuk mem- berikan kalor, menimbulkan cahaya atau keper luan lainnya dalam listrik yang dinyatakan dlm satuan kilo Watt jam. Sedangkan energi itu sendiri merupakan jumlah daya yang terpakai dalam jangka waktu tertentu Dimana : W : Joule P : Watt. t : detik W = P x t 1 Wh = 3600 Joule 1 Joule = 0,24 Kalori

  26. CONTOH SOAL : Pada pelanggan rumah tangga pemakaianya setiap hari sebagai berikut : pemakaian lampu TL : 3 x 40 Wattselama 5 jam, kulkas 100 Watt, setrika300 Watt selama 3 jam, Tivi 50 Watt selama 10 jam dan pompa air 125 Watt selama 4 jam. Berapa Energi yang dipakai selama sebulan ??? Diketahui : seperti soal diatas. Ditanya : pemakaian Energi sebulan. Jawab : Lampu TL 3 x 40 W x 5 x 30 = 18.000 Wh Kulkas 100 W x 24 x 30 = 72.000 Wh Setrika 300 W x 3 x 30 = 27.000 Wh Tivi 50 W x 10 x 30 = 15.000 Wh Pompa air 125 W x 4 x 30 = 15.000 Wh Jumlah = 147.000 Wh Jadi pemakaian Energi listrik setiap bulan : E = 147.000 Wh = 147 kWh

  27. TEORI TRANSFORMATOR APA ITU TRANSFORMATOR ?

  28. FLUKS YG SINUSOIDE AKAN MENGHASILKAN TEGANGAN INDUKSI e1 (HUKUM FARRADAY) • e1 = - N1 df/dt • e1 = N1 d(Fmaks SIN wt)/dt = - N1 w.FmaksCOS wt (tertinggal 900 dari F) HARGA EFEKTIFNYA: • E1 = N1.2.p.f.Fmaks = √2. 4,44.N1.f Fmaks • PADA RANGKAIAN SKUNDER : • e2 = - N2 df/dt • e2 = - N2 w Fmaks Cos wt) • E2 = 4,44.N2 .f.Fmaks

  29. SEHINGGA : E1/E2 = N1/N2 • DENGAN MENGABAIKAN RUGI TAHANAN DAN ADANYA FLUX BOCOR E1/E2 = V1/V2 = N1/N2 = a a = PERBANDINGAN TRANSFORMASI SEHINGGA E1 DAN V1, BESARAN SAMA TETAPI BERLAWANAN ARAH

  30. F E1 N1 N2 E2 TAP CHANGER TRAFO E1/E2 = N1/N2 = a E1 BERBANDING LURUS DENGAN N1 N1 BERBANDING LURUS DENGAN a JADI DISINI SUDAH JELAS BAHWA TEG SKUNDER TERGANTUNG DARI PERBANDINGAN LILITAN N1 DENGAN N2 ATAU BESAR KECILNYA a.

  31. ALAT UKUR ENERGI LISTRIK Alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik desebut meter kWh. Untuk menghitung Energi listriknya dapat dirumuskan sbb : x Fct x Fpt P = Dimana : P : daya yang terukur (Watt). T : waktu banyaknya putaran piringan (detik). N : putaran piringan meter kWh. C : konstanta meter kWh. Fct : faktor ct. Fpt : faktor pt.

  32. Max U  0 S PENGERTIAN FREKUENSI. p.n f = = Hertz 60 f : Frek dalam Hertz p : Pasang kutup n : Banyaknya putaran setiap menit

  33. + T/S Harga sesaat Ampli- tudo 1 Perubahan - Waktu (T) FREKUENSI DAN PERIODE Perubahan positip Perubahan negatip Periode Frekuensi

  34. FREKUENSI DAN PERIODE ARUS BOLAK-BALIK • Waktu yang diperlukan oleh arus bolak-balik untuk kembali pada harga yang sama dari arah yang sama (1 putaran) disebut periode dengan simbul T dan dinyatakan dalam detik/put. • Amplitudo adalah harga maximum arus yang ditunjukan garis grafis. • Harga sesaat adalah harga yang ditunjukan garis grafik pada suatu saat.

  35. 1 f Jadi : T = 2 p 1/f Maka : w = 2 p T Dimana : w = FREKUENSI SISTEM Frekuensi sistem PLN adalah 50 Hz • Dalam waktu 1 detik menghasilkan 50 gelombang. • 1 (satu) Gelombang membutuhkan waktu 1/50 detik. Untuk mencapai gelombang penuh (periode penuh) dibutuhkan waktu T detik. Sehingga : w = 2 p f

  36. Arus bertambah pada arah positip Arus berkurang pada arah positip I + Perubahan positip Perubahan negatip Arus bertambah pada arah negatip I - Arus berkurang pada arah negatip PENGERTIAN ARUS BOLAK-BALIK. Gelombang Sinuside 1 periode

  37. WASSALAM TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN DAN KESABARANNYA SELAMAT BERPUASA DAN BERHARI RAYA 1341 H MOHON MAAF LAHIR BATIN

More Related